Showing posts with label Catatan Guru. Show all posts
Showing posts with label Catatan Guru. Show all posts

Friday, June 8, 2018

Konsep dan Prinsip Pokok Pembelajaran Abad 21

Konsep dan Prinsip Pokok Pembelajaran Abad  Konsep dan Prinsip Pokok Pembelajaran Abad 21Kemajuan teknologi informasi dan komunikasi telah merubah gaya hidup manusia, baik dalam bekerja, bersosialisasi, bermain maupun belajar. Memasuki abad 21 kemajuan teknologi tersebut telah memasuki berbagai sendi kehidupan, tidak terkecuali dibidang pendidikan.

Pendidik dan peserta didik dituntut memiliki kemampuan belajar mengajar di abad 21 ini. Sejumlah tantangan dan peluang harus dihadapi siswa dan guru agar dapat bertahan dalam abad pengetahuan di era informasi ini [Yana dalam Rohim , Bima dan Julian, 2016].

Pendidikan Nasional abad 21 bertujuan untuk mewujudkan cita-cita bangsa, yaitu masyarakat bangsa Indonesia yang sejahtera dan bahagia, dengan kedudukan yang terhormat dan setara dengan bangsa lain dalam dunia global, melalui pembentukan masyarakat yang terdiri dari sumber daya manusia yang berkualitas, yaitu pribadi yang mandiri, berkemauan dan berkemampuan untuk mewujudkan cita-cita bangsanya.

Konsep Pembelajaran Abad 21

Tantangan Guru Pada Abad 21 menurut Winarno Surakhmad dalam Wasitohadi ada empat sifat yang muncul di abad 21 yang mempengaruhi kehidupan dan peradaban manusia, yaitu:
  1. Bahwa akan terjadi perubahan yang besar di dalam hampir semua bidang kehidupan, dan bahwa perubahan tersebut akan berlangsung semakin hari semakin terakselerasi.
  2. Bahwa peranan ilmu pengetahuan dan teknologi akan mengambil posisi yang sentral yang langsung mempengaruhi bukan saja gaya hidup manusia sehari-hari, tetapi juga mempengaruhi nilai-nilai seni, moral dan agama.
  3. Bahwa pertarungan dan persaingan hidup antara bangsa-bangsa tidak akan terbatas di bidang ekonomi saja, tetapi juga di berbagai bidang lainnya, termasuk bidang budaya dan ideologi.
  4. Bahwa karena pengaruh ilmu dan teknologi, nilai-nilai moral dan agama akan langsung tercabut dan bukan mustahil akan menimbulkan sistem nilai yang berbeda dari apa yang dikenal sampai saat ini. Seiring dengan sentralnya peranan Iptek, perkembangan industri berbasis iptek akan berkembang dengan cepat.

Sementara itu, ada tantangan untuk menghadapi persaingan global. Kemampuan bersaing tersebut amat ditentukan oleh pendidikan yang bermutu. Mutu yang dimaksud bukan hanya dapat memenuhi standar nasional, melainkan untuk memenuhi standar internasional agar sumber daya manusia Indonesia mampu bersaing dengan negara-negara lain.

Pergeseran paradigma pendidikan abad 21 menurut Laporan BSNP tahun 2010 dalam Wasitohadi [BSNP, 2010; Kemdikbud, 2012] meliputi:
  1. Dari berpusat pada guru menuju berpusat pada siswa;
  2. Dari satu arah menuju interaktif;
  3. Dari isolasi menuju lingkungan jejaring;
  4. Dari pasif menuju aktif menyelidiki;
  5. Dari maya/abstrak menuju konteks dunia nyata;
  6. Dari pembelajaran pribadi menjadi menuju pembelajaran berbasis tim.
  7. Dari luas menuju perilaku khas memberdayakan kaidah keterikatan;
  8. Dari stimulasi rasa tunggal menuju stimulasi ke segala penjuru;
  9. Dari hubungan satu arah bergeser menuju kooperatif.
  10. Dari produksi massa menuju kebutuhan pelanggan;
  11. Dari usaha sadar tunggal menuju jamak;

Jadi apa yang dimaksud dengan pembelajaran abad 21?
Untuk mengembangkan pembelajaran abad 21, guru harus memulai satu langkah perubahan yaitu merubah pola pembelajaran tradisional yang berpusat pada guru menjadi pola pembelajaran yang berpusat pada siswa.

Pola pembelajaran yang tradisional bisa dipahami sebagai pola pembelajaran dimana guru banyak memberikan ceramah sedangkan siswa lebih banyak mendengar, mencatat dan menghafal. Satu hal lain yang penting yaitu guru akan menjadi contoh pembelajar [learner model], guru harus mengikuti perkembangan ilmu terakhir sehingga sebetulnya dalam seluruh proses pembelajaran ini guru dan siswa akan belajar bersama namun guru mempunyai tugas untuk mengarahkan dan mengelola kelas.

Menurut Anda mengapa seorang guru perlu memahami pembelajaran abad 21?
Pembelajaran abad 21 memiliki tantangan tersendiri. Tantangan pendidikan abad 21 menurut PBB yaitu membangun masyarakat berpengetahuan [knowledge-based society] yang memiliki:
  1. keterampilan melek TIK dan media [ICT and media literacy skills],
  2. keterampilan berpikir kritis [critical thinking skills],
  3. keterampilan memecahkan masalah [problem-solving skills),
  4. keterampilan berkomunikasi efektif [effective communication skills]; dan
  5. keterampilan bekerjasama secara kolaboratif [collaborative skills].

Kelima karakteristik masyarakat abad 21 menurut PBB tersebut dapat dibangun melalui pengintegrasian TIK dalam proses pembelajaran. Dalam konteks pendidikan, sesungguhnya peran TIK adalah sebagai “enabler” atau alat untuk memungkinkan terjadinya proses pembelajaran yang efektif dan efisien serta menyenangkan. Jadi, TIK dijadikan sebagai sarana untuk mencapai tujuan, bukan tujuan itu sendiri.
Bagaimanakah peran guru dan siswa dalam pembelajaran abad 21 dengan mengintegrasikan TIK?
Bila dilihat dari sisi peran TIK bagi guru, maka pengintegrasian TIK dalam proses pembelajaran seharusnya memungkinkan guru untuk:
  • menjadi fasilitator, kolaborator, mentor, pelatih, pengarah dan teman belajar.
  • dapat memberikan pilihan dan tanggung jawab yang besar kepada siswa untuk mengalami peristiwa belajar.

Jika, pengintegrasian TIK dalam proses pembelajaran hanya bertujuan untuk mempermudah guru menyampaikan materi, dimana ia berperan sebagai satu-satunya sumber informasi dan sumber segala jawaban, maka lima keterampilan masyarakat abad 21 yang dicanangkan PBB seperti dijelaskan di atas tidak akan berhasil.

Menurut Rohim, Bima dan Julian [UNY, 2016] untuk mampu mengembangkan pembelajaran abad 21 ini ada beberapa hal yang penting untuk diperhatikan yaitu antara lain:
  1. Tugas Utama Guru Sebagai Perencana Pembelajaran Sebagai fasilitator dan pengelola kelas maka tugas guru yang penting adalah dalam pembuatan RPP. RPP haruslah baik dan detil dan mampu menjelaskan semua proses yang akan terjadi dalam kelas termasuk proses penilaian dan target yang ingin dicapai. Dalam menyusun RPP, guru harus mampu mengkombinasikan antara target yang diminta dalam kurikulum nasional, pengembangan kecakapan abad 21 atau karakter nasional serta pemanfaatan teknologi dalam kelas.
  2. Masukkan unsur Berpikir Tingkat Tinggi [Higher Order Thinking]. Teknologi dalam hal ini khususnya internet akan sangat memudahkan siswa untuk memperoleh informasi dan jawaban dari persoalan yang disampaikan oleh guru. Untuk permasalahan yang bersifat pengetahuan dan pemahaman bisa dicari solusinya dengan sangat mudah dan ada kecenderungan bahwa siswa hanya menjadi pengumpul informasi. Guru harus mampu memberikan tugas di tingkat aplikasi, analisa, evaluasi dan kreasi, hal ini akan mendorong siswa untuk berpikir kritis dan membaca informasi yang mereka kumpulkan sebelum menyelasikan tugas dari guru.
  3. Penerapan pola pendekatan dan model pembelajaran yang bervariasi Beberapa pendekatan pembelajaran seperti pembelajaran berbasis proyek [Project Based Learning], pembelajaran berbasis keingintahuan [Inquiry Based Learning] serta model pembelajaran silang [jigsaw] maupun model kelas terbalik [Flipped Classroom] dapat diterapkan oleh guru untuk memperkaya pengalaman belajar siswa [Learning Experience]. Satu hal yang perlu dipahami bahwa siswa harus mengerti dan memahami hubungan antara ilmu yang dipelajari di sekolah dengan kehidupan nyata, siswa harus mampu menerapkan ilmunya untuk mencari solusi permasalahan dalam kehidupan nyata.
  4. Integrasi Teknologi Sekolah dimana siswa dan guru mempunyai akses teknologi yang baik harus mampu memanfaatkan teknologi dalam proses pembelajaran, siswa harus terbiasa bekerja dengan teknologi seperti layaknya orang yang bekerja. Seringkali guru mengeluhkan mengenai fasilitas teknologi yang belum mereka miliki, satu hal saja bahwa pengembangan pembelajaran abad 21 bisa dilakukan tanpa unsur teknologi, yang terpenting adalah guru yang baik yang bisa mengembangkan proses pembelajaran yang aktif dan kolaboratif, namun tentu saja guru harus berusaha untuk menguasai teknologinya terlebih dahulu.Hal yang paling mendasar yang harus diingat bahwasannya teknologi tidak akan menjadi alat bantu yang baik dan kuat apabila pola pembelajarannya masih tradisional.

Jadi menurut Anda, apakah Anda sudah melaksanakan pembelajaran abad 21 dalam proses pembelajaran di kelas?

Prinsip Pokok Pembelajaran Abad 21

Menurut Jennifer Nichols dalam Rohim , Bima dan Julian [2016] menyederhanakannya ke dalam 4 prinsip pokok pembelajaran abad ke 21 yang dijelaskan dan dikembangkan seperti berikut ini:
  1. Instruction should be student-centered.
    Pengembangan pembelajaran seyogyanya menggunakan pendekatan pembelajaran yang berpusat pada siswa. Siswa ditempatkan sebagai subyek pembelajaran yang secara aktif mengembangkan minat dan potensi yang dimilikinya. Siswa tidak lagi dituntut untuk mendengarkan dan menghafal materi pelajaran yang diberikan guru, tetapi berupaya mengkonstruksi pengetahuan dan keterampilannya, sesuai dengan kapasitas dan tingkat perkembangan berfikirnya, sambil diajak berkontribusi untuk memecahkan masalahmasalah nyata yang terjadi di masyarakat.
  2. Education should be collaborative.
    Siswa harus dibelajarkan untuk bisa berkolaborasi dengan orang lain. Berkolaborasi dengan orang-orang yang berbeda dalam latar budaya dan nilai-nilai yang dianutnya. Dalam menggali informasi dan membangun makna, siswa perlu didorong untuk bisa berkolaborasi dengan teman-teman di kelasnya. Dalam mengerjakan suatu proyek, siswa perlu dibelajarkan bagaimana menghargai kekuatan dan talenta setiap orang serta bagaimana mengambil peran dan menyesuaikan diri secara tepat dengan mereka.
  3. Learning should have context.
    Pembelajaran tidak akan banyak berarti jika tidak memberi dampak terhadap kehidupan siswa di luar sekolah. Oleh karena itu, materi pelajaran perlu dikaitkan dengan kehidupan sehari-hari siswa. Guru mengembangkan yang memungkinkan siswa terhubung dengan dunia nyata [real word]. Guru membantu siswa agar dapat menemukan nilai, makna dan keyakinan atas apa yang sedang dipelajarinya serta dapat mengaplikasikan dalam kehidupan sehariharinya. Guru melakukan penilaian kinerja siswa yang dikaitkan dengan dunia nyata.
  4. Schools should be integrated with society.
    Dalam upaya mempersiapkan siswa menjadi warga negara yang bertanggung jawab, sekolah seyogyanya dapat memfasilitasi siswa untuk terlibat dalam lingkungan sosialnya.
    Misalnya, mengadakan kegiatan pengabdian masyarakat, dimana siswa dapat belajar mengambil peran dan melakukan aktivitas tertentu dalam lingkungan sosial. Siswa dapat dilibatkan dalam berbagai pengembangan program yang ada di masyarakat, seperti: program kesehatan, pendidikan, lingkungan hidup, dan sebagainya. Selain itu, siswa perlu diajak pula mengunjungi panti-panti asuhan untuk melatih kepekaan empati dan kepedulian sosialnya.

Berdasarkan prinsip-prinsip pokok pembelajaran abad 21, coba Anda diskusikan sebuah rancangan pembelajaran yang menerapkan prinsip pembelajaran abad 21 sesuai mata pelajaran yang Anda ampu!.

Selamat mencoba, SEMOGA SUKSES!
[*Ambil File Sumber Pembelajaran Abad 21]

Video pilihan khusus untuk Anda 😊 Contoh Proses Belajar Mengajar yang dianjurkan pada Kurikulum 2013;
Konsep dan Prinsip Pokok Pembelajaran Abad  Konsep dan Prinsip Pokok Pembelajaran Abad 21

Thursday, June 7, 2018

Perubahan Metode Penilaian SBMPTN 2018 Terbaru

erubahan sitem penilaian SBMPTN dari metode lama menjadi metode baru sudah final Perubahan Metode Penilaian SBMPTN 2018 TerbaruPerubahan sitem penilaian SBMPTN dari metode lama menjadi metode baru sudah final, meskipun sempat menjadi perdebatan, karena pada salah satu stasiun TV nasional yang membahas tentang SBMPTN sempat menyangkalnya. Untuk menyelesaikan perbedaan pendapatan tentang Metode Penilaian Panitia Pusat SBMPTN 2018, pihak Panitia Pusat SN-PMB PTN 2018 mengeluarkan "RALAT SIARAN PERS".

RALAT SIARAN PERS

Panitia Pusat SN-PMB PTN 2018. Dengan ini Panitia Pusat Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru Perguruan Tinggi Negeri 2018 menyampaikan informasi tentang sistem penilaian Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri 2018 [SBMPTN 2018] sebagai berikut:

Penilaian terhadap jawaban SBMPTN 2018 tidak lagi menggunakan skor 4 [empat] untuk jawaban benar, skor 0 [nol] untuk yang tidak menjawab, dan skor negatif 1 [-1] untuk jawaban yang salah seperti pada SBMPTN 2017.

Metode penilaian pada SBMPTN 2018 tidak hanya memperhitungkan jumlah soal yang dijawab dengan benar dan salah oleh peserta, tetapi juga memperhitungkan karakteristik setiap soal khususnya tingkat kesulitan dan sensitifitasnya dalam membedakan kemampuan peserta.

Metode penilaian oleh Panitia Pusat dilakukan melalui 3 tahap, yang dapat dijelaskan sebagai berikut:
  • Tahap I, seluruh jawaban peserta SBMPTN 2018 akan diproses dengan memberi skor 1 [satu] pada jawaban yang benar, dan skor 0 [nol] untuk setiap jawaban yang salah atau tidak dijawab/kosong.
  • Tahap II, dengan menggunakan pendekatan Teori Response Butir [Item Response Theory] maka setiap soal akan dianalisis karakteristiknya, diantaranya adalah tingkat kesulitan realatifnya terhadap soal yang lain, dengan mendasar pada pola response jawaban seluruh peserta tes tahun 2018. Dengan menggunakan model matematika, maka akan dapat diketahui tingkat kesulitan soal-soal yang dikategorikan mudah, sedang, maupun sulit.
  • Karakteristik soal yang diperoleh pada tahap II, kemudian digunakan untuk menghitung skor setiap peserta. Soal-soal sulit akan mendapatkan bobot yang lebih tinggi dibanding soal-soal yang elbih mudah. Tahap-tahap penghitungan skor ini dilakukan oleh tim yang memiliki kompetensi di bidang pengujian, pengukuran dan penilaian.

Dengan sistem ini, maka setiap peserta yang dapat menjawab jumlah SOAL yang SAMA dengan BENAR, akan dapat memperoleh nilai yang BERBEDA tergantung pada soal mana saja yang mereka jawab dengan benar.

Contoh:
Peserta A dapat menjawab dengan benar 5 soal yaitu nomor 1, 5, 7, 11 dan 13, sedangkan peserta B juga dapat menjawab 5 soal dengan benar yaitu nomor 1, 5, 9, 12 dan 15, kedua peserta tersebut akan mendapat skor akhir yang berbeda karena butir soal yang dijawab dengan benar oleh peserta A memiliki tingkat kesulitan yang berbeda dengan butir soal yang dikerjakan dengan benar oleh peserta B.

Penskoran ini sudah lama digunakan secara meluas di negara-negara maju di Amerika dan Eropa karena dengan menyertakan karakteristik setiap soal dalam penilaian, skor yang diperoleh akan lebih "fair" dan dapat membedakan kemampuan peserta dengan lebih baik. Petunjuk pengerjaan soal yang sesuai dengan sistem penilaian di atas, sudah disertakan pada setiap set soal yang diujikan.

Demikian informasi resmi ini untuk dapat diketahui oleh masyarakat dan dipergunakan sebagaimana mestinya.
erubahan sitem penilaian SBMPTN dari metode lama menjadi metode baru sudah final Perubahan Metode Penilaian SBMPTN 2018 Terbaru
erubahan sitem penilaian SBMPTN dari metode lama menjadi metode baru sudah final Perubahan Metode Penilaian SBMPTN 2018 Terbaru

 Ikutilah SBMPTN dengan tenang dan tidak menjadi beban berat, yang seolah-olah jika tidak lulus SBMPTN masa depan atau reputasi Anda hancur…! 

Video pilihan khusus untuk Anda πŸ’— Masih menganggap matematika hitung-hitungan saja, mari kita lihat matematika yang dikemas cukup menghibur pada video berikut;
erubahan sitem penilaian SBMPTN dari metode lama menjadi metode baru sudah final Perubahan Metode Penilaian SBMPTN 2018 Terbaru

Monday, June 4, 2018

Pak Anang, Guru Matematika Yang Tak Pernah Lelah Untuk Belajar dan Berbagi

 Guru Matematika Yang Tak Pernah Lelah Untuk Belajar dan Berbagi Pak Anang, Guru Matematika Yang Tak Pernah Lelah Untuk Belajar dan BerbagiPak Anang, Guru Matematika multi talent yang tak pernah lelah untuk belajar dan berbagi. Bagi siswa-siswi atau guru yang suka browsing di internet untuk cari soal-soal dan pembahasan matematika dan pelajaran lainnya maka tidak asing dengan blognya Pak Anang.

Blog Pak Anang, yang mengangkat slogan "Tak pernah lelah untuk berbagi dan belajar..." selalu ramai dengan pengunjung. Para pengunjung blog dimanjakan dengan file-file yang diketik dengan rapi dan sudah mempunyai ciri khas tersendiri. Jika sudah mendekati ujian nasional maka para siswa akan sudah menantikan bocoran soal ujian nasional versi Pak Anang. Karena rajin buat bocoran soal Ujian Nasional, pastinya Pak Anang ini punya pengalaman tidak enak tentang bocoran soal Ujian Nasional.
 Guru Matematika Yang Tak Pernah Lelah Untuk Belajar dan Berbagi Pak Anang, Guru Matematika Yang Tak Pernah Lelah Untuk Belajar dan Berbagi
Berbagi dan belajar soal dan pembahasan ujian nasional atau SBMPTN mungkin tujuan awal dari blognya Pak Anang, sehingga tampilan yang sederhana tetap dipertahankan oleh Pak Anang. Jika melihat tampilan sederhana blog Pak Anang ini mengingatkan saya cerita Pilih BH ukuran 36*B Atau ISI-nya ukuran 36*B dimana kita harus mengutamakan "isi"-nya.
 Guru Matematika Yang Tak Pernah Lelah Untuk Belajar dan Berbagi Pak Anang, Guru Matematika Yang Tak Pernah Lelah Untuk Belajar dan Berbagi
Selain bersedia belajar dan berbagi satu arah melalui blog, Pak Anang juga bersedia belajar dan berbagi dua arah dengan bantuan aplikasi telegram, ada beberapa grup telegram yang dikelola oleh Pak Anang dan beberapa guru-guru matematika dari berbagai daerah jika Anda ingin diskusi secara langsung kepada Pak Anang. Berikut beberapa grup yang bisa Anda ikuti jika ingin belajar matematika bersama Pak Anang.
  • Berbagi dan Belajar [pak-anang.blogspot.com/]
  • Wadah Guru Matematika Nusantara berdiskusi/berbagi tentang info dan pengalaman, dengan moto kita "Belajar Berbagi, Memotivasi dan Menginspirasi [Matematika Nusantara]
  • Diskusi bersama Membahas trik-trik UN dan seleksi PTN [BD Tricky MN]
  • Diskusi bersama di FGD OSN MN adalah Forum Grup Diskusi OSN bidang Matematika Nusantara oleh Guru Matematika Indonesia. Motto: Belajar dan Berbagi [FGD OSN MN]
  • Grup Indonesia Digital Teacher [IDT] menjadi tempat mengobrol, berdiskusi dan bercanda antar anggota [Indonesia Digital Teacher [IDT]]
  • Diskusi bersama tentang matematika dengan IGI [IGMP Matematika Indonesia]
  • Wadah diskusi siswa + guru tentang matematika SMA/MA/SMK, dengan motto "Ikhtiar itu wajib" [SIAP MATh SMA Sederajat]
  • Forum Diskusi Matematika, Grup ini dibuat khusus sebagai sarana belajar matematika secara online semua jenjang pendidikan [Forum Diskusi Matematika]
 Guru Matematika Yang Tak Pernah Lelah Untuk Belajar dan Berbagi Pak Anang, Guru Matematika Yang Tak Pernah Lelah Untuk Belajar dan Berbagi
Saya dan beberapa guru yang lain pernah diberi Pak Anang tips mengajar matematika, kalau saya tidak salah catat waktu itu kurang lebih seperti berikut ini;
Belajar matematika itu Bisa karena biasa...
Jadi Guru tidak usah muluk-muluk....
cukup ajarkan dasarnya...
poles konsep-konsep penting yang dapat membangun kemampuan berfikir tingkat tinggi mereka.....
anggap saja sebagai bonus bila mereka sanggup menerjang olimpiade dengan mulus...

Anak yang rasa ingin tahu besar dan mau berfikir lebih jauh akan berpotensi jadi bibit...
meskipun tidak begitu pandai.... karena bisa dilatih dan ditempa dengan proses belajar dari dasar...

Guru berfungsi sebagai fasilitator, motivator.... Dan teladan...
 Guru Matematika Yang Tak Pernah Lelah Untuk Belajar dan Berbagi Pak Anang, Guru Matematika Yang Tak Pernah Lelah Untuk Belajar dan Berbagi
Karena Pak Anang ini sudah dikenal dengan trick cepatnya mengerjakan soal, disini saya tambahkan catatan dari bapak Eddy Hermanto penggemar matematika meskipun bukan guru matematika. Beliau menyampaikan, jika guru atau siswa menanyakan cara cepat dalam mengerjakan soal, ada 2 kemungkinan yang sedang terjadi;
  1. Dia sudah menyelesaikan soalnya tapi menurutnya sangat panjang dan dia penasaran dengan solusi yang lebih pendek. Ini contoh bagus
  2. Dia sudah ada ide pengerjaan tapi menurutnya akan panjang, tapi dia sendiri menyerah tidak berusaha menyelesaikannya. Ini contoh tidak bagus
Dari dua kategori diatas, dominan siswa atau guru berada pada kategori yang mana ya?

Catatan terkahir ini juga memberikan gambaran kepada guru-guru yang sepertinya "tidak suka" atau anti dengan "cara cepat", "cara praktis", "cara kreatif", "cara nakal", "fast solution", "cara lirikan", "cara gila", "cara tidak normal" atau istilah lainnya.

Jadi sangat baik ketika siswa atau guru mengetahui cara-cara alternatif dalam menyelesaikan soal-soal Ujian Nasional atau SBMPTN dengan catatan siswa atau guru berada pada point 1 seperti yang disampaikan diatas.
 Guru Matematika Yang Tak Pernah Lelah Untuk Belajar dan Berbagi Pak Anang, Guru Matematika Yang Tak Pernah Lelah Untuk Belajar dan Berbagi
Gambar-gambar pendukung pada catatan ini adalah beberapa dari sekian banyak hasil goresan tangan kreatif dari Pak Anang, Terima kasih untuk karya-karyanya pak [*Isbandi Anang Tatur, S.Si - SMAN 1 Kedamen Gresik], Semoga Sehat Selalu.

Video pilihan khusus untuk Anda 😏 yuk mengenal salah satu matematikawan Indonesia;
 Guru Matematika Yang Tak Pernah Lelah Untuk Belajar dan Berbagi Pak Anang, Guru Matematika Yang Tak Pernah Lelah Untuk Belajar dan Berbagi

Sebelum Jadi Miliarder, Ternyata Cita-cita Asli Bill Gates Adalah Pengajar Matematika

cita Asli Bill Gates Adalah Pengajar Matematika Sebelum Jadi Miliarder, Ternyata Cita-cita Asli Bill Gates Adalah Pengajar MatematikaSebenarnya judul asli dari artikel ini yang sebelumnya dishare oleh msn.com adalah "Sebelum Jadi Miliarder, Apa Cita-cita "Asli" Bill Gates?".

Apa yang menarik dari artikel ini? atau apa yang menjadi catatan positif dari artikel ini?

Setiap orang waktu di masa kecilnya punya cita-cita yang niatnya bukan didasari oleh materi, tetapi dikarenakan sebuah kesenangan melihat suatu profesi tertentu. Misalnya jadi dokter, polisi, tentara, guru dan sebagainya yang dominan masih dilatar belakangi oleh sebuah profesi yang mereka lihat. Tetapi setelah masuk bangku SMA atau perguruan tinggi umumnya cita-cita itu akan berubah drastis dari apa yang dibayangkan sewaktu sekoah dasar.

Tetapi berbeda dengan Biil Gates, Bill Gates yang menjadi salah satu miliarder terkemuka dunia, yang sukses mendirikan Microsoft bersama sahabatnya Paul Allen. Siapa sangka cita-cita Gates saat remaja terbilang cukup sederhana.

Di depan mahasiswa Universitas Harvard, Gates mengaku berencana menjadi pengajar matematika, bukan pendiri perusahaan software raksasa seperti yang ada sekarang ini.

Dia mengatakan bahwa "Hey, saya murid yang baik dan karena itu saya sebaiknya menjadi profesor matematika,". Menurutnya, matematika sangat menarik, karena sukar dipecahkan. "[Matematika] adalah masalah tersulit untuk dipecahkan, dan Anda tahu, saya suka masalah sulit," aku Gates.

Gates sukses dalam usia 20-an, yang tergolong masih sangat muda. Namun sebelum ia memperolehnya, ia harus melawan rasa tidak percaya diri. Pria kelahiran 28 Oktober 1955 itu mengaku jika dirinya adalah pribadi yang introvert dan cederung anti-sosial. Ia pun sempat ragu dan takut jika bisnisnya gagal di kemudian hari.

"Gagasan tentang Microsoft yang akan menjadi perusahaan besar, saya sendiri tak pernah terpikir," jelas Gates.

Dukungan Sang Sahabat, Paul Allen

Ide membangun Microsoft dari nol dimulai ketika sahabat sekaligus mitra bisnisnya, Paul Allen meyakinkan Gates untuk menekuni programming komputer, padahal ia sendiri tak berencana meniti karir di bisnis teknologi.

Gates yang mengambil jurusan hukum di Universitas Harvard, sempat ingin menjadi pengacara, mengikuti jejak ayahnya. Tapi, Allen terus meyakinkan Gates untuk bisa meninggalkan zona nyamannya dengan berbagai cara.

Gates dan Allen memang tidak satu almamater. Allen sendiri meneruskan studi ilmu komputer di Washington State University. Namun keduanya telah berteman ketika bersekolah di Lakeside School.

Mereka bertemu kembali sebagai programmer komputer di salah satu perusahaan software Honeywell pada musim panas 1974. Setahun setelahnya, mereka berhasil mengembangkan software microcomputer pertama dari adaptasi bahasa programming komputer populer saat itu, BASIC.

Mereka kemudian mengamankan kontrak dengan salah satu perusahaan elektronik Amerika, Micro Instrumentation and Telemetry System [MITS]. Kedua pemuda itupun mengambil langkah nekat setelah menemukan komputer dengan micropocessor pertama di plaza Harvard Square.

"Itu adalah saat yang tepat untuk drop out dan benar-benar membangun Microsoft untuk pertama kalinya sebagai sebuah bisnis," ujar Gates. Keputusan tersebut tentu membutuhkan keseriusan mental yang kuat.

Halaman selanjutnya: Menantang diri di awal karir...

"Jadi ketahuilah, rencana menjadi seorang pengajar, lalu menjadi seorang CEO, manajer, pemimpin butuh dikembangkan dari waktu ke waktu," jelas pria bernama lengkap William Henry Gates III ini.

Meninggalkan bangku kuliah demi membangun Microsoft bukanlah keputusan mudah. Baru saja melangkah, Gates kembali dihantui perasaan takut, setelah melihat dua perusahaan yang dia idolakan tumbang, yakni Digital Equipment [DEC] dan Wang. Kegelisahan tersebut terus berlanjut dan memengaruhi kebijakan Gates dalam setiap keputusannya untuk Microsoft.

"Saya selalu khawatir karena orang-orang yang bekerja untuk saya lebih tua dibanding saya dan memiliki anak, saya bilang "bagaimana jika kita tidak mendapat bayaran, apakah saya bisa memenuhi gaji Anda"," kenang Gates.

Gates pun berujar jika ia pernah memaksa dirinya untuk berhenti mengoreksi dan menyempurnakan pekerjaan rekan kerjanya. "Saya bilang ke diri saya, "baiklah, kita akan menjual kode yang tidak saya edit", dan itu sangat sulit bagi saya, tapi bisa mengatasinya," ujarnya.

Ketika usia 30 tahun, sekitar enam tahun sejak menjalankan bisnis Microsoft, Gates pun tertegun akan apa yang ia lakukan, serta semua yang ia lipat gandakan.

Seperti dirangkum KompasTekno dari CNBC, Senin [21/5/2018], di depan mahasiswa mantan almamaternya, Gates memberikan wejangan untuk menapaki masa depan.

"Semua hal itu berisiko. Sebaiknya jangan lewatkan belokan [kesempatan] di jalan", pesan Gates.

Ia menekankan bahwa, menantang diri lebih awal dalam karir, membantunya untuk sukses. Bekerja dengan Allen menjadi satu hal yang paling penting untuk mengubah jalan pikirnya, membentuk kemampuan apa pun yang ia miliki untuk menuju sesuatu yang lebih berharga.

Catatan penutup, dari apa yang disampaikan secara singkat tentang pengalaman Bill Gates diatas, kita sebagai guru hanya menekankan kepada anak didik kita untuk bercita-cita kepada apa yang mereka senangi. Bercita-citalah dimana cita-cita kita bermanfaat kepada orag banyak, untuk masalah hasil akhir, usaha tidak akan pernah bohong. Seperti apa yang disampaikan oleh Bill Gates "Jadi ketahuilah, rencana menjadi seorang pengajar, lalu menjadi seorang CEO, manajer, pemimpin butuh dikembangkan dari waktu ke waktu,".

Saran dan kritik yang sifatnya membangun, silahkan disampaikan, kami dengan senang hati segera menanggapinya😊😊.

Jika BermanfaatπŸ‘Œ Jangan Lupa Untuk Berbagi πŸ™Share is CaringπŸ‘€

Video pilihan khusus untuk Anda 😏 yuk mengenal salah satu matematikawan Indonesia;
cita Asli Bill Gates Adalah Pengajar Matematika Sebelum Jadi Miliarder, Ternyata Cita-cita Asli Bill Gates Adalah Pengajar Matematika

Wednesday, May 23, 2018

Mengenal Dengan Baik Filosofi Pendidikan STEM


Mengenal Dengan Baik Filosofi Pendidikan STEM Mengenal Dengan Baik Filosofi Pendidikan STEM

STEM sudah menjadi sebuah keharusan dalam mempersiapkan anak didik menghadapi dunia nyata yang penuh masalah agar siap dalam persaingan global. Sebab, Science, technology, engineering, and mathematics adalah mata pelajaran yang saling berkaitan dalam kehidupan nyata manusia.

Keempat bidang itu, saling kait mengait dan tak bisa berdiri sendiri. Namun, selama ini keempatnya dipelajari terpisah-pisah, jadi seolah-olah hanya bisa dipahami secara teori saja. Padahal, keempat bidang studi itu wajib dikuasai oleh anak didik supaya mereka bisa memecahkan masalah dalam dunia kerja, masyarakat, dan dalam semua aspek kehidupan. Dalam menghadapi era persaingan global, Indonesia pun perlu menyiapkan sumberdaya manusia yang handal dalam disiplin-disiplin STEM secara kualitas dan mencukupi secara kuantitas.

Pengertian Pendidikan STEM

STEM merupakan akronim dari science,technology, engineering, dan mathematics. Istilah ini pertama kali diluncurkan oleh National Science Foundation (NSF) Amerika Serikat (AS) pada tahun 1990-an sebagai tema gerakan reformasi pendidikan untuk menumbuhkan angkatan kerja bidang-bidang STEM, serta mengembangkan warga negara yang melek STEM (STEM literate), serta meningkatkan daya saing global Amerika Serikat dalam inovasi iptek (Hanover Research, 2011).

Gerakan reformasi pendidikan STEM ini didorong oleh laporan dari berbagai studi yang menunjukkan terjadinya kekurangan kandidat untuk mengisi lapangan kerja di bidang STEM, tingkat literasi sains, serta posisi capaian siswa sekolah menengah AS dalamTIMSS dan PISA (Roberts, 2012). Selain itu, AS juga menyadari pertumbuhan ekonominya berjalan secara datar dan akan tersaingi oleh China dan India karena perkembangan sains, teknologi, enginering dan matematika dari kedua negara tersebut yang lebih maju. (Friedman, 2005).

Berdasarkan survey yang dilakukan bahwa pertumbuhan lapangan pekerjaan di bidang STEM diproyeksikan lebih tinggi dibandingkan dengan lapangan pekerjaan non-STEM. Selain itu, dari segi penghargaan, pekerjaan di bidang STEM akan memberikan income yang juga lebih tinggi dibandingkan dengan bidang pekerjaan non-STEM.

Pendidikan STEM adalah pendekatan dalam pendidikan di mana Sains, Teknologi, Teknik, Matematika terintegrasi dengan proses pendidikan berfokus pada pemecahan masalah dalam kehidupan sehari-hari yang nyata serta dalam kehidupan profesional. Pendidikan STEM menunjukkan kepada peserta didik bagaimana konsep, prinsip, teknik sains, teknologi, teknik dan matematika (STEM) digunakan secara terintegrasi untuk mengembangkan produk, proses, dan sistem yang bermanfaat bagi kehidupan manusia.

Sebagai komponen dari STEM, sains adalah kajian tentang fenomena alam yang melibatkan observasi dan pengukuran sebagai wahana untuk menjelaskan secara obyektif alam yang selalu berubah. Terdapat beberapa domain utama dari sains pada jenjang pendidikan dasar dan menengah, yakni fisika, biologi, kimia, serta ilmu pengetahuan bumi dan antariksa (IPBA).

Teknologi merujuk pada inovasiinovasi manusia yang digunakan untuk memodifikasi alam agar memenuhi kebutuhan dan keinginan manusia, sehingga membuat kehidupan lebih nyaman dan lebih aman. Teknologi menjadikan manusia dapat melakukan perjalanan secara cepat, berkomunikasi langsung dengan orang di tempat yang berjauhan, memperoleh makanan sehat, dan alat-alat keselamatan. Rekayasa (engineering) merupakan pengetahuan dan keterampilan untuk memperoleh dan mengaplikasikan pengetahuan ilmiah, ekonomi, sosial, serta praktis untuk mendesain dan mengkonstruksi mesin, peralatan, sistem, material, dan proses yang bermanfaat bagi manusia secara ekonomis dan ramah lingkungan. Selanjutnya, matematika berkenaan dengan pola-pola dan hubungan-hubungan, dan menyediakan bahasa untuk teknologi, sains, dan rekayasa.

Tujuan dan Hasil dari Pendidikan STEM

Penggunaan pendekatan STEM dalam bidang pendidikan memiliki tujuan untuk mempersiapkan peserta didik agar dapat bersaing dan siap untuk bekerja sesuai bidang yang ditekuninya. Penelitian yang dilakukan oleh lembaga penelitian Hannover (2011) menunjukkan bahwa tujuan utama dari STEM Education adalah sebuah usaha untuk menunjukkan pengetahuan yang bersifat holistik antara subjek STEM.

Dalam konteks pendidikan dasar dan menengah, pendidikan STEM bertujuan mengembangkan peserta didik yang STEM literate (Bybee, 2013), dengan rincian sebagai berikut.
  1. memiliki pengetahuan, sikap, dan keterampilan untuk mengidentifikasi pertanyaan dan masalah dalam situasi kehidupannya, menjelaskan fenomena alam, mendesain, serta menarik kesimpulan berdasar bukti mengenai isu-isu terkait STEM;
  2. memahami karakteristik khusus disiplin STEM sebagai bentuk-bentuk pengetahuan, penyelidikan, dan desain yang digagas manusia;
  3. memiliki kesadaran bagaimana disiplindisiplin STEM membentuk lingkungan material, intelektual dan kultural,
  4. memiliki keinginan untuk terlibat dalam kajian isu-isu terkait STEM (misalnya efisiensi energi, kualitas lingkungan, keterbatasan sumberdaya alam) sebagai warga negara yang konstruktif, peduli, serta reflektif dengan menggunakan gagasan-gagasan sains, teknologi, rekayasa, dan matematika.

Sedangkan jika kita lihat tujuan dan hasil dari pendidikan STEM bagi siswa dan pendidik dapat kita lihat pada tabel di bawah ini

Tuesday, May 22, 2018

Sebelum Jadi Miliarder, Ternyata Cita-cita Asli Bill Gates Adalah Pengajar Matematika

cita Asli Bill Gates Adalah Pengajar Matematika Sebelum Jadi Miliarder, Ternyata Cita-cita Asli Bill Gates Adalah Pengajar MatematikaSebenarnya judul asli dari artikel ini yang sebelumnya dishare oleh msn.com adalah "Sebelum Jadi Miliarder, Apa Cita-cita "Asli" Bill Gates?".

Apa yang menarik dari artikel ini? atau apa yang menjadi catatan positif dari artikel ini?

Setiap orang waktu di masa kecilnya punya cita-cita yang niatnya bukan didasari oleh materi, tetapi dikarenakan sebuah kesenangan melihat suatu profesi tertentu. Misalnya jadi dokter, polisi, tentara, guru dan sebagainya yang dominan masih dilatar belakangi oleh sebuah profesi yang mereka lihat. Tetapi setelah masuk bangku SMA atau perguruan tinggi umumnya cita-cita itu akan berubah drastis dari apa yang dibayangkan sewaktu sekoah dasar.

Tetapi berbeda dengan Biil Gates, Bill Gates yang menjadi salah satu miliarder terkemuka dunia, yang sukses mendirikan Microsoft bersama sahabatnya Paul Allen. Siapa sangka cita-cita Gates saat remaja terbilang cukup sederhana.

Di depan mahasiswa Universitas Harvard, Gates mengaku berencana menjadi pengajar matematika, bukan pendiri perusahaan software raksasa seperti yang ada sekarang ini.

Dia mengatakan bahwa "Hey, saya murid yang baik dan karena itu saya sebaiknya menjadi profesor matematika,". Menurutnya, matematika sangat menarik, karena sukar dipecahkan. "[Matematika] adalah masalah tersulit untuk dipecahkan, dan Anda tahu, saya suka masalah sulit," aku Gates.

Gates sukses dalam usia 20-an, yang tergolong masih sangat muda. Namun sebelum ia memperolehnya, ia harus melawan rasa tidak percaya diri. Pria kelahiran 28 Oktober 1955 itu mengaku jika dirinya adalah pribadi yang introvert dan cederung anti-sosial. Ia pun sempat ragu dan takut jika bisnisnya gagal di kemudian hari.

"Gagasan tentang Microsoft yang akan menjadi perusahaan besar, saya sendiri tak pernah terpikir," jelas Gates.

Dukungan Sang Sahabat, Paul Allen

Ide membangun Microsoft dari nol dimulai ketika sahabat sekaligus mitra bisnisnya, Paul Allen meyakinkan Gates untuk menekuni programming komputer, padahal ia sendiri tak berencana meniti karir di bisnis teknologi.

Gates yang mengambil jurusan hukum di Universitas Harvard, sempat ingin menjadi pengacara, mengikuti jejak ayahnya. Tapi, Allen terus meyakinkan Gates untuk bisa meninggalkan zona nyamannya dengan berbagai cara.

Gates dan Allen memang tidak satu almamater. Allen sendiri meneruskan studi ilmu komputer di Washington State University. Namun keduanya telah berteman ketika bersekolah di Lakeside School.

Mereka bertemu kembali sebagai programmer komputer di salah satu perusahaan software Honeywell pada musim panas 1974. Setahun setelahnya, mereka berhasil mengembangkan software microcomputer pertama dari adaptasi bahasa programming komputer populer saat itu, BASIC.

Mereka kemudian mengamankan kontrak dengan salah satu perusahaan elektronik Amerika, Micro Instrumentation and Telemetry System [MITS]. Kedua pemuda itupun mengambil langkah nekat setelah menemukan komputer dengan micropocessor pertama di plaza Harvard Square.

"Itu adalah saat yang tepat untuk drop out dan benar-benar membangun Microsoft untuk pertama kalinya sebagai sebuah bisnis," ujar Gates. Keputusan tersebut tentu membutuhkan keseriusan mental yang kuat.

Halaman selanjutnya: Menantang diri di awal karir...

"Jadi ketahuilah, rencana menjadi seorang pengajar, lalu menjadi seorang CEO, manajer, pemimpin butuh dikembangkan dari waktu ke waktu," jelas pria bernama lengkap William Henry Gates III ini.

Meninggalkan bangku kuliah demi membangun Microsoft bukanlah keputusan mudah. Baru saja melangkah, Gates kembali dihantui perasaan takut, setelah melihat dua perusahaan yang dia idolakan tumbang, yakni Digital Equipment [DEC] dan Wang. Kegelisahan tersebut terus berlanjut dan memengaruhi kebijakan Gates dalam setiap keputusannya untuk Microsoft.

"Saya selalu khawatir karena orang-orang yang bekerja untuk saya lebih tua dibanding saya dan memiliki anak, saya bilang "bagaimana jika kita tidak mendapat bayaran, apakah saya bisa memenuhi gaji Anda"," kenang Gates.

Gates pun berujar jika ia pernah memaksa dirinya untuk berhenti mengoreksi dan menyempurnakan pekerjaan rekan kerjanya. "Saya bilang ke diri saya, "baiklah, kita akan menjual kode yang tidak saya edit", dan itu sangat sulit bagi saya, tapi bisa mengatasinya," ujarnya.

Ketika usia 30 tahun, sekitar enam tahun sejak menjalankan bisnis Microsoft, Gates pun tertegun akan apa yang ia lakukan, serta semua yang ia lipat gandakan.

Seperti dirangkum KompasTekno dari CNBC, Senin [21/5/2018], di depan mahasiswa mantan almamaternya, Gates memberikan wejangan untuk menapaki masa depan.

"Semua hal itu berisiko. Sebaiknya jangan lewatkan belokan [kesempatan] di jalan", pesan Gates.

Ia menekankan bahwa, menantang diri lebih awal dalam karir, membantunya untuk sukses. Bekerja dengan Allen menjadi satu hal yang paling penting untuk mengubah jalan pikirnya, membentuk kemampuan apa pun yang ia miliki untuk menuju sesuatu yang lebih berharga.

Catatan penutup, dari apa yang disampaikan secara singkat tentang pengalaman Bill Gates diatas, kita sebagai guru hanya menekankan kepada anak didik kita untuk bercita-cita kepada apa yang mereka senangi. Bercita-citalah dimana cita-cita kita bermanfaat kepada orag banyak, untuk masalah hasil akhir, usaha tidak akan pernah bohong. Seperti apa yang disampaikan oleh Bill Gates "Jadi ketahuilah, rencana menjadi seorang pengajar, lalu menjadi seorang CEO, manajer, pemimpin butuh dikembangkan dari waktu ke waktu,".

Saran dan kritik yang sifatnya membangun, silahkan disampaikan, kami dengan senang hati segera menanggapinya😊😊.

Jika BermanfaatπŸ‘Œ Jangan Lupa Untuk Berbagi πŸ™Share is CaringπŸ‘€

Video pilihan khusus untuk Anda 😏 yuk mengenal salah satu matematikawan Indonesia;
cita Asli Bill Gates Adalah Pengajar Matematika Sebelum Jadi Miliarder, Ternyata Cita-cita Asli Bill Gates Adalah Pengajar Matematika


Sumber https://www.defantri.com/

Pak Anang, Guru Matematika Yang Tak Pernah Lelah Untuk Belajar dan Berbagi

 Guru Matematika Yang Tak Pernah Lelah Untuk Belajar dan Berbagi Pak Anang, Guru Matematika Yang Tak Pernah Lelah Untuk Belajar dan BerbagiPak Anang, Guru Matematika multi talent yang tak pernah lelah untuk belajar dan berbagi. Bagi siswa-siswi atau guru yang suka browsing di internet untuk cari soal-soal dan pembahasan matematika dan pelajaran lainnya maka tidak asing dengan blognya Pak Anang.

Blog Pak Anang, yang mengangkat slogan "Tak pernah lelah untuk berbagi dan belajar..." selalu ramai dengan pengunjung. Para pengunjung blog dimanjakan dengan file-file yang diketik dengan rapi dan sudah mempunyai ciri khas tersendiri. Jika sudah mendekati ujian nasional maka para siswa akan sudah menantikan bocoran soal ujian nasional versi Pak Anang. Karena rajin buat bocoran soal Ujian Nasional, pastinya Pak Anang ini punya pengalaman tidak enak tentang bocoran soal Ujian Nasional.
 Guru Matematika Yang Tak Pernah Lelah Untuk Belajar dan Berbagi Pak Anang, Guru Matematika Yang Tak Pernah Lelah Untuk Belajar dan Berbagi
Berbagi dan belajar soal dan pembahasan ujian nasional atau SBMPTN mungkin tujuan awal dari blognya Pak Anang, sehingga tampilan yang sederhana tetap dipertahankan oleh Pak Anang. Jika melihat tampilan sederhana blog Pak Anang ini mengingatkan saya cerita Pilih BH ukuran 36*B Atau ISI-nya ukuran 36*B dimana kita harus mengutamakan "isi"-nya.
 Guru Matematika Yang Tak Pernah Lelah Untuk Belajar dan Berbagi Pak Anang, Guru Matematika Yang Tak Pernah Lelah Untuk Belajar dan Berbagi
Selain bersedia belajar dan berbagi satu arah melalui blog, Pak Anang juga bersedia belajar dan berbagi dua arah dengan bantuan aplikasi telegram, ada beberapa grup telegram yang dikelola oleh Pak Anang dan beberapa guru-guru matematika dari berbagai daerah jika Anda ingin diskusi secara langsung kepada Pak Anang. Berikut beberapa grup yang bisa Anda ikuti jika ingin belajar matematika bersama Pak Anang.
  • Berbagi dan Belajar [pak-anang.blogspot.com/]
  • Wadah Guru Matematika Nusantara berdiskusi/berbagi tentang info dan pengalaman, dengan moto kita "Belajar Berbagi, Memotivasi dan Menginspirasi [Matematika Nusantara]
  • Diskusi bersama Membahas trik-trik UN dan seleksi PTN [BD Tricky MN]
  • Diskusi bersama di FGD OSN MN adalah Forum Grup Diskusi OSN bidang Matematika Nusantara oleh Guru Matematika Indonesia. Motto: Belajar dan Berbagi [FGD OSN MN]
  • Grup Indonesia Digital Teacher [IDT] menjadi tempat mengobrol, berdiskusi dan bercanda antar anggota [Indonesia Digital Teacher [IDT]]
  • Diskusi bersama tentang matematika dengan IGI [IGMP Matematika Indonesia]
  • Wadah diskusi siswa + guru tentang matematika SMA/MA/SMK, dengan motto "Ikhtiar itu wajib" [SIAP MATh SMA Sederajat]
  • Forum Diskusi Matematika, Grup ini dibuat khusus sebagai sarana belajar matematika secara online semua jenjang pendidikan [Forum Diskusi Matematika]
 Guru Matematika Yang Tak Pernah Lelah Untuk Belajar dan Berbagi Pak Anang, Guru Matematika Yang Tak Pernah Lelah Untuk Belajar dan Berbagi
Saya dan beberapa guru yang lain pernah diberi Pak Anang tips mengajar matematika, kalau saya tidak salah catat waktu itu kurang lebih seperti berikut ini;
Belajar matematika itu Bisa karena biasa...
Jadi Guru tidak usah muluk-muluk....
cukup ajarkan dasarnya...
poles konsep-konsep penting yang dapat membangun kemampuan berfikir tingkat tinggi mereka.....
anggap saja sebagai bonus bila mereka sanggup menerjang olimpiade dengan mulus...

Anak yang rasa ingin tahu besar dan mau berfikir lebih jauh akan berpotensi jadi bibit...
meskipun tidak begitu pandai.... karena bisa dilatih dan ditempa dengan proses belajar dari dasar...

Guru berfungsi sebagai fasilitator, motivator.... Dan teladan...
 Guru Matematika Yang Tak Pernah Lelah Untuk Belajar dan Berbagi Pak Anang, Guru Matematika Yang Tak Pernah Lelah Untuk Belajar dan Berbagi
Karena Pak Anang ini sudah dikenal dengan trick cepatnya mengerjakan soal, disini saya tambahkan catatan dari bapak Eddy Hermanto penggemar matematika meskipun bukan guru matematika. Beliau menyampaikan, jika guru atau siswa menanyakan cara cepat dalam mengerjakan soal, ada 2 kemungkinan yang sedang terjadi;
  1. Dia sudah menyelesaikan soalnya tapi menurutnya sangat panjang dan dia penasaran dengan solusi yang lebih pendek. Ini contoh bagus
  2. Dia sudah ada ide pengerjaan tapi menurutnya akan panjang, tapi dia sendiri menyerah tidak berusaha menyelesaikannya. Ini contoh tidak bagus
Dari dua kategori diatas, dominan siswa atau guru berada pada kategori yang mana ya?

Catatan terkahir ini juga memberikan gambaran kepada guru-guru yang sepertinya "tidak suka" atau anti dengan "cara cepat", "cara praktis", "cara kreatif", "cara nakal", "fast solution", "cara lirikan", "cara gila", "cara tidak normal" atau istilah lainnya.

Jadi sangat baik ketika siswa atau guru mengetahui cara-cara alternatif dalam menyelesaikan soal-soal Ujian Nasional atau SBMPTN dengan catatan siswa atau guru berada pada point 1 seperti yang disampaikan diatas.
 Guru Matematika Yang Tak Pernah Lelah Untuk Belajar dan Berbagi Pak Anang, Guru Matematika Yang Tak Pernah Lelah Untuk Belajar dan Berbagi
Gambar-gambar pendukung pada catatan ini adalah beberapa dari sekian banyak hasil goresan tangan kreatif dari Pak Anang, Terima kasih untuk karya-karyanya pak [*Isbandi Anang Tatur, S.Si - SMAN 1 Kedamen Gresik], Semoga Sehat Selalu.

Video pilihan khusus untuk Anda 😏 yuk mengenal salah satu matematikawan Indonesia;
 Guru Matematika Yang Tak Pernah Lelah Untuk Belajar dan Berbagi Pak Anang, Guru Matematika Yang Tak Pernah Lelah Untuk Belajar dan Berbagi


Sumber https://www.defantri.com/

Friday, May 18, 2018

Sangat Cocok Untuk Remaja, Tips Mengatasi Emosi dan Tekanan Teman Sebaya

Wednesday, August 23, 2017

Hilman Fajrian: Belajar Dari First Travel dan Definisi Kesuksesan Kita

 Belajar Dari First Travel dan Definisi Kesuksesan Kita Hilman Fajrian: Belajar Dari First Travel dan Definisi Kesuksesan KitaSesungguhnya apa yang dilakukan Andika Hasibuan adalah sesuatu yang mulia. Melalui First Travel, ia membantu begitu banyak orang bertamu ke rumah Allah dengan biaya yang sangat terjangkau. Ia memecahkan masalah kelompok muslim yang bermimpi bisa umroh tapi tak punya banyak uang. Kelompok ini luar biasa besarnya.

Sampai pada titik ini, FT adalah sebuah perusahaan dengan noble purpose atau tujuan yang mulia dan mampu memberi dampak pada begitu banyak orang. Terlebih, pemecahan masalah itu adalah soal kebutuhan spiritual manusia yang bagi mayoritas kita adalah kebutuhan tertinggi dalam hidup.
Itulah sociopreneurship; kewirausahaan yang lahir dari niat dan tujuan untuk memecahkan masalah orang banyak dan memberi dampak besar.

Sociopreneurship terdiri atas 2 suku kata: social dan entrepreneurship. Sebagai kewirausahaan tentu saja sebuah usaha harus mendapatkan uang agar bisa terus bertahan dan berkembang demi melayani orang lebih baik lagi.

Bila saja FT dijalankan dengan cara yang baik, maka sampai hari ini kita bisa mengenal Andika sebagai role model sociopreneurship di Indonesia.
Namun apa yang sekarang terkuak pada FT membuat kita mempertanyakan apa niat dan tujuan awal Andika mendirikan FT: untuk membantu orang lain atau untuk menciptakan kekayaan?

Dua hal ini sangat penting dipertanyakan, termasuk kepada diri kita sendiri yang sedang memulai atau memiliki usaha. Purpose adalah jiwa sekaligus hati sebuah usaha dan hidup seorang manusia dijalani. Ia akan membimbing kita dalam memilih jalur atau cara yang mesti ditempuh, dan itu adalah sebuah perjalanan yang panjang.

Mari kita bertanya, mana yang datang lebih dulu: membantu orang lain, atau menciptakan kekayaan?

Dua hal ini merupakan purpose yang amat kontras dan digerakkan oleh motif yang berbeda. Yang satu customer driven, satu lagi self driven. Membantu orang lain selalu berorientasi pada orang lain tersebut. Sementara menciptakan kekayaan hanya berorientasi pada diri kita sendiri. Membantu orang lain tentu saja bisa bisa menjadi cara untuk memenuhi kesejahteraan hidup. Mark Zuckerberg, Sergey Brin, Nadiem Makarim, adalah contoh para sociopreneur dengan jumlah kekayaan yang luar biasa. Namun kekayaan pribadi dan perusahaan Facebook, Google, Gojek, tak pernah jadi purpose dan tujuan perusahaan-perusahaan ini. Tapi mereka tetap perlu mendapatkan uang yang lebih banyak lagi agar bisa membantu orang lebih baik dan lebih banyak lagi.

Dari sini kita tahu bahwa purpose menciptakan sebuah perbedaan yang teramat besar akan bagaimana sebuah perusahaan dijalankan dan cara seseorang menjalani hidupnya.

DEFINISI KESUKSESAN

Menghasilkan uang untuk bisa tetap melanjutkan hidup [make money for living] dalam kacamata kewirausahaan adalah purpose yang berada di tangga paling dasar. Motif ini sama sekali tidak salah. Sebagaimana seorang pedagang bakso kaki lima menjalankan kewirausahaan agar bisa menafkahi keluarga. Selama uang masih bisa dipertukarkan dengan barang dan jasa, selama itu juga uang penting. Bila membaca kisah hidup Andika dan keluarganya, kita bisa mengambil kesimpulan bahwa make money for living adalah purpose mereka dalam memulai FT. Dan ini sama sekali tidak salah. Miliaran orang di dunia juga melakukannya.

Ketika purpose kita adalah memenuhi kebutuhan lewat apa yang bisa dipertukarkan dengan uang sementara kebutuhan manusia itu tak terbatas, maka orientasi kita menjadi jelas: kekayaan. Kekayaan ini bersifat sangat individualistis dan self-oriented. Ketika kekayaan menjadi tujuan akhir, maka sangat mungkin ia ditempuh dengan cara-cara yang tak patut. Korupsi, penggelapan, perampokan, penipuan dsb.

Begitu banyak keuntungan yang bisa didapatkan dengan menjadi kaya. Bisa merasakan duduk di mobil mewah, jalan-jalan ke luar negeri, makan enak, tidur di hotel bintang 5, menyekolahkan anak ke sekolah terbaik dll. Semua itu tidak salah. Namun bagi banyak orang memiliki, merasakan, mengalami, membeli --- sebagai manfaat yang bisa didapatkan atas kekayaan --- tidaklah cukup. Dalam hiearki kebutuhan Maslow, ada kebutuhan atas pengakuan. Sehingga, kaya saja tidak cukup. Tapi orang lain mesti tahu dan mengakui bahwa kita kaya.
Kenapa pengakuan dari orang lain ini begitu penting?

Karena di masyarakat kita kekayaan adalah indikator utama atas kesuksesan atau keberhasilan hidup. Kita dianggap belum sukses bila belum memiliki segala sesuatu yang diklaim sebagai simbol-simbol kesuksesan: mobil mewah, tas mahal, rumah besar. Itu sebabnya kita silau melihat seorang pejabat memiliki mobil seharga miliaran dan menganggap mereka orang sukses, tanpa memikirkan bagaimana ia bisa membeli mobil mewah yang jauh dari pendapatannya sebagai seorang PNS. Bila kekayaan dan kepemilikan menjadi purpose, maka seringkali caranya tidak penting lagi. Selama orang lain tidak tahu bahwa kita mewujudkan kekayaan itu dengan cara yang salah, maka kita masih menjadi orang sukses.

Hari-hari belakangan kita melihat begitu banyak foto-foto Andika dan istrinya yang berasal dari media sosial mereka yang menunjukkan cara mereka menggunakan kekayaan yang berhasil mereka kumpulkan. Kepada orang banyak mereka menunjukkan betapa suksesnya mereka.
Kenapa mereka mendemonstrasikannya?

Karena masyarakat kita percaya bahwa itulah bukti hidup yang sukses: rumah bak istana, liburan mewah ke luar negeri, pakaian dan tas mahal, dsb. Bila saja hari ini belum terungkap masalah di balik FT, kemungkinan besar kita masih akan memandang Andika sebagai orang sukses karena segala sesuatu yang dimilikinya itu.

For the love of money is a root of all kinds of evil. Selama kita dan masyarakat kita tak mengubah paradigma dalam menilai kesuksesan, selama itu pula kita masih akan melihat keserakahan berserakan di dunia yang kita dan kelak anak-cucu kita tinggali ini.[*Hilman Fajrian]

Video pilihan khusus untuk Anda 😏 Apa yang kita lakukan hari ini adalah Membangun Masa Depan;
 Belajar Dari First Travel dan Definisi Kesuksesan Kita Hilman Fajrian: Belajar Dari First Travel dan Definisi Kesuksesan Kita


Sumber https://www.defantri.com/