Showing posts with label Quote Pendidikan. Show all posts
Showing posts with label Quote Pendidikan. Show all posts

Monday, June 4, 2018

Pak Anang, Guru Matematika Yang Tak Pernah Lelah Untuk Belajar dan Berbagi

 Guru Matematika Yang Tak Pernah Lelah Untuk Belajar dan Berbagi Pak Anang, Guru Matematika Yang Tak Pernah Lelah Untuk Belajar dan BerbagiPak Anang, Guru Matematika multi talent yang tak pernah lelah untuk belajar dan berbagi. Bagi siswa-siswi atau guru yang suka browsing di internet untuk cari soal-soal dan pembahasan matematika dan pelajaran lainnya maka tidak asing dengan blognya Pak Anang.

Blog Pak Anang, yang mengangkat slogan "Tak pernah lelah untuk berbagi dan belajar..." selalu ramai dengan pengunjung. Para pengunjung blog dimanjakan dengan file-file yang diketik dengan rapi dan sudah mempunyai ciri khas tersendiri. Jika sudah mendekati ujian nasional maka para siswa akan sudah menantikan bocoran soal ujian nasional versi Pak Anang. Karena rajin buat bocoran soal Ujian Nasional, pastinya Pak Anang ini punya pengalaman tidak enak tentang bocoran soal Ujian Nasional.
 Guru Matematika Yang Tak Pernah Lelah Untuk Belajar dan Berbagi Pak Anang, Guru Matematika Yang Tak Pernah Lelah Untuk Belajar dan Berbagi
Berbagi dan belajar soal dan pembahasan ujian nasional atau SBMPTN mungkin tujuan awal dari blognya Pak Anang, sehingga tampilan yang sederhana tetap dipertahankan oleh Pak Anang. Jika melihat tampilan sederhana blog Pak Anang ini mengingatkan saya cerita Pilih BH ukuran 36*B Atau ISI-nya ukuran 36*B dimana kita harus mengutamakan "isi"-nya.
 Guru Matematika Yang Tak Pernah Lelah Untuk Belajar dan Berbagi Pak Anang, Guru Matematika Yang Tak Pernah Lelah Untuk Belajar dan Berbagi
Selain bersedia belajar dan berbagi satu arah melalui blog, Pak Anang juga bersedia belajar dan berbagi dua arah dengan bantuan aplikasi telegram, ada beberapa grup telegram yang dikelola oleh Pak Anang dan beberapa guru-guru matematika dari berbagai daerah jika Anda ingin diskusi secara langsung kepada Pak Anang. Berikut beberapa grup yang bisa Anda ikuti jika ingin belajar matematika bersama Pak Anang.
  • Berbagi dan Belajar [pak-anang.blogspot.com/]
  • Wadah Guru Matematika Nusantara berdiskusi/berbagi tentang info dan pengalaman, dengan moto kita "Belajar Berbagi, Memotivasi dan Menginspirasi [Matematika Nusantara]
  • Diskusi bersama Membahas trik-trik UN dan seleksi PTN [BD Tricky MN]
  • Diskusi bersama di FGD OSN MN adalah Forum Grup Diskusi OSN bidang Matematika Nusantara oleh Guru Matematika Indonesia. Motto: Belajar dan Berbagi [FGD OSN MN]
  • Grup Indonesia Digital Teacher [IDT] menjadi tempat mengobrol, berdiskusi dan bercanda antar anggota [Indonesia Digital Teacher [IDT]]
  • Diskusi bersama tentang matematika dengan IGI [IGMP Matematika Indonesia]
  • Wadah diskusi siswa + guru tentang matematika SMA/MA/SMK, dengan motto "Ikhtiar itu wajib" [SIAP MATh SMA Sederajat]
  • Forum Diskusi Matematika, Grup ini dibuat khusus sebagai sarana belajar matematika secara online semua jenjang pendidikan [Forum Diskusi Matematika]
 Guru Matematika Yang Tak Pernah Lelah Untuk Belajar dan Berbagi Pak Anang, Guru Matematika Yang Tak Pernah Lelah Untuk Belajar dan Berbagi
Saya dan beberapa guru yang lain pernah diberi Pak Anang tips mengajar matematika, kalau saya tidak salah catat waktu itu kurang lebih seperti berikut ini;
Belajar matematika itu Bisa karena biasa...
Jadi Guru tidak usah muluk-muluk....
cukup ajarkan dasarnya...
poles konsep-konsep penting yang dapat membangun kemampuan berfikir tingkat tinggi mereka.....
anggap saja sebagai bonus bila mereka sanggup menerjang olimpiade dengan mulus...

Anak yang rasa ingin tahu besar dan mau berfikir lebih jauh akan berpotensi jadi bibit...
meskipun tidak begitu pandai.... karena bisa dilatih dan ditempa dengan proses belajar dari dasar...

Guru berfungsi sebagai fasilitator, motivator.... Dan teladan...
 Guru Matematika Yang Tak Pernah Lelah Untuk Belajar dan Berbagi Pak Anang, Guru Matematika Yang Tak Pernah Lelah Untuk Belajar dan Berbagi
Karena Pak Anang ini sudah dikenal dengan trick cepatnya mengerjakan soal, disini saya tambahkan catatan dari bapak Eddy Hermanto penggemar matematika meskipun bukan guru matematika. Beliau menyampaikan, jika guru atau siswa menanyakan cara cepat dalam mengerjakan soal, ada 2 kemungkinan yang sedang terjadi;
  1. Dia sudah menyelesaikan soalnya tapi menurutnya sangat panjang dan dia penasaran dengan solusi yang lebih pendek. Ini contoh bagus
  2. Dia sudah ada ide pengerjaan tapi menurutnya akan panjang, tapi dia sendiri menyerah tidak berusaha menyelesaikannya. Ini contoh tidak bagus
Dari dua kategori diatas, dominan siswa atau guru berada pada kategori yang mana ya?

Catatan terkahir ini juga memberikan gambaran kepada guru-guru yang sepertinya "tidak suka" atau anti dengan "cara cepat", "cara praktis", "cara kreatif", "cara nakal", "fast solution", "cara lirikan", "cara gila", "cara tidak normal" atau istilah lainnya.

Jadi sangat baik ketika siswa atau guru mengetahui cara-cara alternatif dalam menyelesaikan soal-soal Ujian Nasional atau SBMPTN dengan catatan siswa atau guru berada pada point 1 seperti yang disampaikan diatas.
 Guru Matematika Yang Tak Pernah Lelah Untuk Belajar dan Berbagi Pak Anang, Guru Matematika Yang Tak Pernah Lelah Untuk Belajar dan Berbagi
Gambar-gambar pendukung pada catatan ini adalah beberapa dari sekian banyak hasil goresan tangan kreatif dari Pak Anang, Terima kasih untuk karya-karyanya pak [*Isbandi Anang Tatur, S.Si - SMAN 1 Kedamen Gresik], Semoga Sehat Selalu.

Video pilihan khusus untuk Anda 😏 yuk mengenal salah satu matematikawan Indonesia;
 Guru Matematika Yang Tak Pernah Lelah Untuk Belajar dan Berbagi Pak Anang, Guru Matematika Yang Tak Pernah Lelah Untuk Belajar dan Berbagi

Sebelum Jadi Miliarder, Ternyata Cita-cita Asli Bill Gates Adalah Pengajar Matematika

cita Asli Bill Gates Adalah Pengajar Matematika Sebelum Jadi Miliarder, Ternyata Cita-cita Asli Bill Gates Adalah Pengajar MatematikaSebenarnya judul asli dari artikel ini yang sebelumnya dishare oleh msn.com adalah "Sebelum Jadi Miliarder, Apa Cita-cita "Asli" Bill Gates?".

Apa yang menarik dari artikel ini? atau apa yang menjadi catatan positif dari artikel ini?

Setiap orang waktu di masa kecilnya punya cita-cita yang niatnya bukan didasari oleh materi, tetapi dikarenakan sebuah kesenangan melihat suatu profesi tertentu. Misalnya jadi dokter, polisi, tentara, guru dan sebagainya yang dominan masih dilatar belakangi oleh sebuah profesi yang mereka lihat. Tetapi setelah masuk bangku SMA atau perguruan tinggi umumnya cita-cita itu akan berubah drastis dari apa yang dibayangkan sewaktu sekoah dasar.

Tetapi berbeda dengan Biil Gates, Bill Gates yang menjadi salah satu miliarder terkemuka dunia, yang sukses mendirikan Microsoft bersama sahabatnya Paul Allen. Siapa sangka cita-cita Gates saat remaja terbilang cukup sederhana.

Di depan mahasiswa Universitas Harvard, Gates mengaku berencana menjadi pengajar matematika, bukan pendiri perusahaan software raksasa seperti yang ada sekarang ini.

Dia mengatakan bahwa "Hey, saya murid yang baik dan karena itu saya sebaiknya menjadi profesor matematika,". Menurutnya, matematika sangat menarik, karena sukar dipecahkan. "[Matematika] adalah masalah tersulit untuk dipecahkan, dan Anda tahu, saya suka masalah sulit," aku Gates.

Gates sukses dalam usia 20-an, yang tergolong masih sangat muda. Namun sebelum ia memperolehnya, ia harus melawan rasa tidak percaya diri. Pria kelahiran 28 Oktober 1955 itu mengaku jika dirinya adalah pribadi yang introvert dan cederung anti-sosial. Ia pun sempat ragu dan takut jika bisnisnya gagal di kemudian hari.

"Gagasan tentang Microsoft yang akan menjadi perusahaan besar, saya sendiri tak pernah terpikir," jelas Gates.

Dukungan Sang Sahabat, Paul Allen

Ide membangun Microsoft dari nol dimulai ketika sahabat sekaligus mitra bisnisnya, Paul Allen meyakinkan Gates untuk menekuni programming komputer, padahal ia sendiri tak berencana meniti karir di bisnis teknologi.

Gates yang mengambil jurusan hukum di Universitas Harvard, sempat ingin menjadi pengacara, mengikuti jejak ayahnya. Tapi, Allen terus meyakinkan Gates untuk bisa meninggalkan zona nyamannya dengan berbagai cara.

Gates dan Allen memang tidak satu almamater. Allen sendiri meneruskan studi ilmu komputer di Washington State University. Namun keduanya telah berteman ketika bersekolah di Lakeside School.

Mereka bertemu kembali sebagai programmer komputer di salah satu perusahaan software Honeywell pada musim panas 1974. Setahun setelahnya, mereka berhasil mengembangkan software microcomputer pertama dari adaptasi bahasa programming komputer populer saat itu, BASIC.

Mereka kemudian mengamankan kontrak dengan salah satu perusahaan elektronik Amerika, Micro Instrumentation and Telemetry System [MITS]. Kedua pemuda itupun mengambil langkah nekat setelah menemukan komputer dengan micropocessor pertama di plaza Harvard Square.

"Itu adalah saat yang tepat untuk drop out dan benar-benar membangun Microsoft untuk pertama kalinya sebagai sebuah bisnis," ujar Gates. Keputusan tersebut tentu membutuhkan keseriusan mental yang kuat.

Halaman selanjutnya: Menantang diri di awal karir...

"Jadi ketahuilah, rencana menjadi seorang pengajar, lalu menjadi seorang CEO, manajer, pemimpin butuh dikembangkan dari waktu ke waktu," jelas pria bernama lengkap William Henry Gates III ini.

Meninggalkan bangku kuliah demi membangun Microsoft bukanlah keputusan mudah. Baru saja melangkah, Gates kembali dihantui perasaan takut, setelah melihat dua perusahaan yang dia idolakan tumbang, yakni Digital Equipment [DEC] dan Wang. Kegelisahan tersebut terus berlanjut dan memengaruhi kebijakan Gates dalam setiap keputusannya untuk Microsoft.

"Saya selalu khawatir karena orang-orang yang bekerja untuk saya lebih tua dibanding saya dan memiliki anak, saya bilang "bagaimana jika kita tidak mendapat bayaran, apakah saya bisa memenuhi gaji Anda"," kenang Gates.

Gates pun berujar jika ia pernah memaksa dirinya untuk berhenti mengoreksi dan menyempurnakan pekerjaan rekan kerjanya. "Saya bilang ke diri saya, "baiklah, kita akan menjual kode yang tidak saya edit", dan itu sangat sulit bagi saya, tapi bisa mengatasinya," ujarnya.

Ketika usia 30 tahun, sekitar enam tahun sejak menjalankan bisnis Microsoft, Gates pun tertegun akan apa yang ia lakukan, serta semua yang ia lipat gandakan.

Seperti dirangkum KompasTekno dari CNBC, Senin [21/5/2018], di depan mahasiswa mantan almamaternya, Gates memberikan wejangan untuk menapaki masa depan.

"Semua hal itu berisiko. Sebaiknya jangan lewatkan belokan [kesempatan] di jalan", pesan Gates.

Ia menekankan bahwa, menantang diri lebih awal dalam karir, membantunya untuk sukses. Bekerja dengan Allen menjadi satu hal yang paling penting untuk mengubah jalan pikirnya, membentuk kemampuan apa pun yang ia miliki untuk menuju sesuatu yang lebih berharga.

Catatan penutup, dari apa yang disampaikan secara singkat tentang pengalaman Bill Gates diatas, kita sebagai guru hanya menekankan kepada anak didik kita untuk bercita-cita kepada apa yang mereka senangi. Bercita-citalah dimana cita-cita kita bermanfaat kepada orag banyak, untuk masalah hasil akhir, usaha tidak akan pernah bohong. Seperti apa yang disampaikan oleh Bill Gates "Jadi ketahuilah, rencana menjadi seorang pengajar, lalu menjadi seorang CEO, manajer, pemimpin butuh dikembangkan dari waktu ke waktu,".

Saran dan kritik yang sifatnya membangun, silahkan disampaikan, kami dengan senang hati segera menanggapinya😊😊.

Jika Bermanfaat👌 Jangan Lupa Untuk Berbagi 🙏Share is Caring👀

Video pilihan khusus untuk Anda 😏 yuk mengenal salah satu matematikawan Indonesia;
cita Asli Bill Gates Adalah Pengajar Matematika Sebelum Jadi Miliarder, Ternyata Cita-cita Asli Bill Gates Adalah Pengajar Matematika

Tuesday, May 22, 2018

Sebelum Jadi Miliarder, Ternyata Cita-cita Asli Bill Gates Adalah Pengajar Matematika

cita Asli Bill Gates Adalah Pengajar Matematika Sebelum Jadi Miliarder, Ternyata Cita-cita Asli Bill Gates Adalah Pengajar MatematikaSebenarnya judul asli dari artikel ini yang sebelumnya dishare oleh msn.com adalah "Sebelum Jadi Miliarder, Apa Cita-cita "Asli" Bill Gates?".

Apa yang menarik dari artikel ini? atau apa yang menjadi catatan positif dari artikel ini?

Setiap orang waktu di masa kecilnya punya cita-cita yang niatnya bukan didasari oleh materi, tetapi dikarenakan sebuah kesenangan melihat suatu profesi tertentu. Misalnya jadi dokter, polisi, tentara, guru dan sebagainya yang dominan masih dilatar belakangi oleh sebuah profesi yang mereka lihat. Tetapi setelah masuk bangku SMA atau perguruan tinggi umumnya cita-cita itu akan berubah drastis dari apa yang dibayangkan sewaktu sekoah dasar.

Tetapi berbeda dengan Biil Gates, Bill Gates yang menjadi salah satu miliarder terkemuka dunia, yang sukses mendirikan Microsoft bersama sahabatnya Paul Allen. Siapa sangka cita-cita Gates saat remaja terbilang cukup sederhana.

Di depan mahasiswa Universitas Harvard, Gates mengaku berencana menjadi pengajar matematika, bukan pendiri perusahaan software raksasa seperti yang ada sekarang ini.

Dia mengatakan bahwa "Hey, saya murid yang baik dan karena itu saya sebaiknya menjadi profesor matematika,". Menurutnya, matematika sangat menarik, karena sukar dipecahkan. "[Matematika] adalah masalah tersulit untuk dipecahkan, dan Anda tahu, saya suka masalah sulit," aku Gates.

Gates sukses dalam usia 20-an, yang tergolong masih sangat muda. Namun sebelum ia memperolehnya, ia harus melawan rasa tidak percaya diri. Pria kelahiran 28 Oktober 1955 itu mengaku jika dirinya adalah pribadi yang introvert dan cederung anti-sosial. Ia pun sempat ragu dan takut jika bisnisnya gagal di kemudian hari.

"Gagasan tentang Microsoft yang akan menjadi perusahaan besar, saya sendiri tak pernah terpikir," jelas Gates.

Dukungan Sang Sahabat, Paul Allen

Ide membangun Microsoft dari nol dimulai ketika sahabat sekaligus mitra bisnisnya, Paul Allen meyakinkan Gates untuk menekuni programming komputer, padahal ia sendiri tak berencana meniti karir di bisnis teknologi.

Gates yang mengambil jurusan hukum di Universitas Harvard, sempat ingin menjadi pengacara, mengikuti jejak ayahnya. Tapi, Allen terus meyakinkan Gates untuk bisa meninggalkan zona nyamannya dengan berbagai cara.

Gates dan Allen memang tidak satu almamater. Allen sendiri meneruskan studi ilmu komputer di Washington State University. Namun keduanya telah berteman ketika bersekolah di Lakeside School.

Mereka bertemu kembali sebagai programmer komputer di salah satu perusahaan software Honeywell pada musim panas 1974. Setahun setelahnya, mereka berhasil mengembangkan software microcomputer pertama dari adaptasi bahasa programming komputer populer saat itu, BASIC.

Mereka kemudian mengamankan kontrak dengan salah satu perusahaan elektronik Amerika, Micro Instrumentation and Telemetry System [MITS]. Kedua pemuda itupun mengambil langkah nekat setelah menemukan komputer dengan micropocessor pertama di plaza Harvard Square.

"Itu adalah saat yang tepat untuk drop out dan benar-benar membangun Microsoft untuk pertama kalinya sebagai sebuah bisnis," ujar Gates. Keputusan tersebut tentu membutuhkan keseriusan mental yang kuat.

Halaman selanjutnya: Menantang diri di awal karir...

"Jadi ketahuilah, rencana menjadi seorang pengajar, lalu menjadi seorang CEO, manajer, pemimpin butuh dikembangkan dari waktu ke waktu," jelas pria bernama lengkap William Henry Gates III ini.

Meninggalkan bangku kuliah demi membangun Microsoft bukanlah keputusan mudah. Baru saja melangkah, Gates kembali dihantui perasaan takut, setelah melihat dua perusahaan yang dia idolakan tumbang, yakni Digital Equipment [DEC] dan Wang. Kegelisahan tersebut terus berlanjut dan memengaruhi kebijakan Gates dalam setiap keputusannya untuk Microsoft.

"Saya selalu khawatir karena orang-orang yang bekerja untuk saya lebih tua dibanding saya dan memiliki anak, saya bilang "bagaimana jika kita tidak mendapat bayaran, apakah saya bisa memenuhi gaji Anda"," kenang Gates.

Gates pun berujar jika ia pernah memaksa dirinya untuk berhenti mengoreksi dan menyempurnakan pekerjaan rekan kerjanya. "Saya bilang ke diri saya, "baiklah, kita akan menjual kode yang tidak saya edit", dan itu sangat sulit bagi saya, tapi bisa mengatasinya," ujarnya.

Ketika usia 30 tahun, sekitar enam tahun sejak menjalankan bisnis Microsoft, Gates pun tertegun akan apa yang ia lakukan, serta semua yang ia lipat gandakan.

Seperti dirangkum KompasTekno dari CNBC, Senin [21/5/2018], di depan mahasiswa mantan almamaternya, Gates memberikan wejangan untuk menapaki masa depan.

"Semua hal itu berisiko. Sebaiknya jangan lewatkan belokan [kesempatan] di jalan", pesan Gates.

Ia menekankan bahwa, menantang diri lebih awal dalam karir, membantunya untuk sukses. Bekerja dengan Allen menjadi satu hal yang paling penting untuk mengubah jalan pikirnya, membentuk kemampuan apa pun yang ia miliki untuk menuju sesuatu yang lebih berharga.

Catatan penutup, dari apa yang disampaikan secara singkat tentang pengalaman Bill Gates diatas, kita sebagai guru hanya menekankan kepada anak didik kita untuk bercita-cita kepada apa yang mereka senangi. Bercita-citalah dimana cita-cita kita bermanfaat kepada orag banyak, untuk masalah hasil akhir, usaha tidak akan pernah bohong. Seperti apa yang disampaikan oleh Bill Gates "Jadi ketahuilah, rencana menjadi seorang pengajar, lalu menjadi seorang CEO, manajer, pemimpin butuh dikembangkan dari waktu ke waktu,".

Saran dan kritik yang sifatnya membangun, silahkan disampaikan, kami dengan senang hati segera menanggapinya😊😊.

Jika Bermanfaat👌 Jangan Lupa Untuk Berbagi 🙏Share is Caring👀

Video pilihan khusus untuk Anda 😏 yuk mengenal salah satu matematikawan Indonesia;
cita Asli Bill Gates Adalah Pengajar Matematika Sebelum Jadi Miliarder, Ternyata Cita-cita Asli Bill Gates Adalah Pengajar Matematika


Sumber https://www.defantri.com/

Pak Anang, Guru Matematika Yang Tak Pernah Lelah Untuk Belajar dan Berbagi

 Guru Matematika Yang Tak Pernah Lelah Untuk Belajar dan Berbagi Pak Anang, Guru Matematika Yang Tak Pernah Lelah Untuk Belajar dan BerbagiPak Anang, Guru Matematika multi talent yang tak pernah lelah untuk belajar dan berbagi. Bagi siswa-siswi atau guru yang suka browsing di internet untuk cari soal-soal dan pembahasan matematika dan pelajaran lainnya maka tidak asing dengan blognya Pak Anang.

Blog Pak Anang, yang mengangkat slogan "Tak pernah lelah untuk berbagi dan belajar..." selalu ramai dengan pengunjung. Para pengunjung blog dimanjakan dengan file-file yang diketik dengan rapi dan sudah mempunyai ciri khas tersendiri. Jika sudah mendekati ujian nasional maka para siswa akan sudah menantikan bocoran soal ujian nasional versi Pak Anang. Karena rajin buat bocoran soal Ujian Nasional, pastinya Pak Anang ini punya pengalaman tidak enak tentang bocoran soal Ujian Nasional.
 Guru Matematika Yang Tak Pernah Lelah Untuk Belajar dan Berbagi Pak Anang, Guru Matematika Yang Tak Pernah Lelah Untuk Belajar dan Berbagi
Berbagi dan belajar soal dan pembahasan ujian nasional atau SBMPTN mungkin tujuan awal dari blognya Pak Anang, sehingga tampilan yang sederhana tetap dipertahankan oleh Pak Anang. Jika melihat tampilan sederhana blog Pak Anang ini mengingatkan saya cerita Pilih BH ukuran 36*B Atau ISI-nya ukuran 36*B dimana kita harus mengutamakan "isi"-nya.
 Guru Matematika Yang Tak Pernah Lelah Untuk Belajar dan Berbagi Pak Anang, Guru Matematika Yang Tak Pernah Lelah Untuk Belajar dan Berbagi
Selain bersedia belajar dan berbagi satu arah melalui blog, Pak Anang juga bersedia belajar dan berbagi dua arah dengan bantuan aplikasi telegram, ada beberapa grup telegram yang dikelola oleh Pak Anang dan beberapa guru-guru matematika dari berbagai daerah jika Anda ingin diskusi secara langsung kepada Pak Anang. Berikut beberapa grup yang bisa Anda ikuti jika ingin belajar matematika bersama Pak Anang.
  • Berbagi dan Belajar [pak-anang.blogspot.com/]
  • Wadah Guru Matematika Nusantara berdiskusi/berbagi tentang info dan pengalaman, dengan moto kita "Belajar Berbagi, Memotivasi dan Menginspirasi [Matematika Nusantara]
  • Diskusi bersama Membahas trik-trik UN dan seleksi PTN [BD Tricky MN]
  • Diskusi bersama di FGD OSN MN adalah Forum Grup Diskusi OSN bidang Matematika Nusantara oleh Guru Matematika Indonesia. Motto: Belajar dan Berbagi [FGD OSN MN]
  • Grup Indonesia Digital Teacher [IDT] menjadi tempat mengobrol, berdiskusi dan bercanda antar anggota [Indonesia Digital Teacher [IDT]]
  • Diskusi bersama tentang matematika dengan IGI [IGMP Matematika Indonesia]
  • Wadah diskusi siswa + guru tentang matematika SMA/MA/SMK, dengan motto "Ikhtiar itu wajib" [SIAP MATh SMA Sederajat]
  • Forum Diskusi Matematika, Grup ini dibuat khusus sebagai sarana belajar matematika secara online semua jenjang pendidikan [Forum Diskusi Matematika]
 Guru Matematika Yang Tak Pernah Lelah Untuk Belajar dan Berbagi Pak Anang, Guru Matematika Yang Tak Pernah Lelah Untuk Belajar dan Berbagi
Saya dan beberapa guru yang lain pernah diberi Pak Anang tips mengajar matematika, kalau saya tidak salah catat waktu itu kurang lebih seperti berikut ini;
Belajar matematika itu Bisa karena biasa...
Jadi Guru tidak usah muluk-muluk....
cukup ajarkan dasarnya...
poles konsep-konsep penting yang dapat membangun kemampuan berfikir tingkat tinggi mereka.....
anggap saja sebagai bonus bila mereka sanggup menerjang olimpiade dengan mulus...

Anak yang rasa ingin tahu besar dan mau berfikir lebih jauh akan berpotensi jadi bibit...
meskipun tidak begitu pandai.... karena bisa dilatih dan ditempa dengan proses belajar dari dasar...

Guru berfungsi sebagai fasilitator, motivator.... Dan teladan...
 Guru Matematika Yang Tak Pernah Lelah Untuk Belajar dan Berbagi Pak Anang, Guru Matematika Yang Tak Pernah Lelah Untuk Belajar dan Berbagi
Karena Pak Anang ini sudah dikenal dengan trick cepatnya mengerjakan soal, disini saya tambahkan catatan dari bapak Eddy Hermanto penggemar matematika meskipun bukan guru matematika. Beliau menyampaikan, jika guru atau siswa menanyakan cara cepat dalam mengerjakan soal, ada 2 kemungkinan yang sedang terjadi;
  1. Dia sudah menyelesaikan soalnya tapi menurutnya sangat panjang dan dia penasaran dengan solusi yang lebih pendek. Ini contoh bagus
  2. Dia sudah ada ide pengerjaan tapi menurutnya akan panjang, tapi dia sendiri menyerah tidak berusaha menyelesaikannya. Ini contoh tidak bagus
Dari dua kategori diatas, dominan siswa atau guru berada pada kategori yang mana ya?

Catatan terkahir ini juga memberikan gambaran kepada guru-guru yang sepertinya "tidak suka" atau anti dengan "cara cepat", "cara praktis", "cara kreatif", "cara nakal", "fast solution", "cara lirikan", "cara gila", "cara tidak normal" atau istilah lainnya.

Jadi sangat baik ketika siswa atau guru mengetahui cara-cara alternatif dalam menyelesaikan soal-soal Ujian Nasional atau SBMPTN dengan catatan siswa atau guru berada pada point 1 seperti yang disampaikan diatas.
 Guru Matematika Yang Tak Pernah Lelah Untuk Belajar dan Berbagi Pak Anang, Guru Matematika Yang Tak Pernah Lelah Untuk Belajar dan Berbagi
Gambar-gambar pendukung pada catatan ini adalah beberapa dari sekian banyak hasil goresan tangan kreatif dari Pak Anang, Terima kasih untuk karya-karyanya pak [*Isbandi Anang Tatur, S.Si - SMAN 1 Kedamen Gresik], Semoga Sehat Selalu.

Video pilihan khusus untuk Anda 😏 yuk mengenal salah satu matematikawan Indonesia;
 Guru Matematika Yang Tak Pernah Lelah Untuk Belajar dan Berbagi Pak Anang, Guru Matematika Yang Tak Pernah Lelah Untuk Belajar dan Berbagi


Sumber https://www.defantri.com/