Showing posts with label Kompetensi Guru. Show all posts
Showing posts with label Kompetensi Guru. Show all posts

Friday, June 8, 2018

Konsep dan Prinsip Pokok Pembelajaran Abad 21

Konsep dan Prinsip Pokok Pembelajaran Abad  Konsep dan Prinsip Pokok Pembelajaran Abad 21Kemajuan teknologi informasi dan komunikasi telah merubah gaya hidup manusia, baik dalam bekerja, bersosialisasi, bermain maupun belajar. Memasuki abad 21 kemajuan teknologi tersebut telah memasuki berbagai sendi kehidupan, tidak terkecuali dibidang pendidikan.

Pendidik dan peserta didik dituntut memiliki kemampuan belajar mengajar di abad 21 ini. Sejumlah tantangan dan peluang harus dihadapi siswa dan guru agar dapat bertahan dalam abad pengetahuan di era informasi ini [Yana dalam Rohim , Bima dan Julian, 2016].

Pendidikan Nasional abad 21 bertujuan untuk mewujudkan cita-cita bangsa, yaitu masyarakat bangsa Indonesia yang sejahtera dan bahagia, dengan kedudukan yang terhormat dan setara dengan bangsa lain dalam dunia global, melalui pembentukan masyarakat yang terdiri dari sumber daya manusia yang berkualitas, yaitu pribadi yang mandiri, berkemauan dan berkemampuan untuk mewujudkan cita-cita bangsanya.

Konsep Pembelajaran Abad 21

Tantangan Guru Pada Abad 21 menurut Winarno Surakhmad dalam Wasitohadi ada empat sifat yang muncul di abad 21 yang mempengaruhi kehidupan dan peradaban manusia, yaitu:
  1. Bahwa akan terjadi perubahan yang besar di dalam hampir semua bidang kehidupan, dan bahwa perubahan tersebut akan berlangsung semakin hari semakin terakselerasi.
  2. Bahwa peranan ilmu pengetahuan dan teknologi akan mengambil posisi yang sentral yang langsung mempengaruhi bukan saja gaya hidup manusia sehari-hari, tetapi juga mempengaruhi nilai-nilai seni, moral dan agama.
  3. Bahwa pertarungan dan persaingan hidup antara bangsa-bangsa tidak akan terbatas di bidang ekonomi saja, tetapi juga di berbagai bidang lainnya, termasuk bidang budaya dan ideologi.
  4. Bahwa karena pengaruh ilmu dan teknologi, nilai-nilai moral dan agama akan langsung tercabut dan bukan mustahil akan menimbulkan sistem nilai yang berbeda dari apa yang dikenal sampai saat ini. Seiring dengan sentralnya peranan Iptek, perkembangan industri berbasis iptek akan berkembang dengan cepat.

Sementara itu, ada tantangan untuk menghadapi persaingan global. Kemampuan bersaing tersebut amat ditentukan oleh pendidikan yang bermutu. Mutu yang dimaksud bukan hanya dapat memenuhi standar nasional, melainkan untuk memenuhi standar internasional agar sumber daya manusia Indonesia mampu bersaing dengan negara-negara lain.

Pergeseran paradigma pendidikan abad 21 menurut Laporan BSNP tahun 2010 dalam Wasitohadi [BSNP, 2010; Kemdikbud, 2012] meliputi:
  1. Dari berpusat pada guru menuju berpusat pada siswa;
  2. Dari satu arah menuju interaktif;
  3. Dari isolasi menuju lingkungan jejaring;
  4. Dari pasif menuju aktif menyelidiki;
  5. Dari maya/abstrak menuju konteks dunia nyata;
  6. Dari pembelajaran pribadi menjadi menuju pembelajaran berbasis tim.
  7. Dari luas menuju perilaku khas memberdayakan kaidah keterikatan;
  8. Dari stimulasi rasa tunggal menuju stimulasi ke segala penjuru;
  9. Dari hubungan satu arah bergeser menuju kooperatif.
  10. Dari produksi massa menuju kebutuhan pelanggan;
  11. Dari usaha sadar tunggal menuju jamak;

Jadi apa yang dimaksud dengan pembelajaran abad 21?
Untuk mengembangkan pembelajaran abad 21, guru harus memulai satu langkah perubahan yaitu merubah pola pembelajaran tradisional yang berpusat pada guru menjadi pola pembelajaran yang berpusat pada siswa.

Pola pembelajaran yang tradisional bisa dipahami sebagai pola pembelajaran dimana guru banyak memberikan ceramah sedangkan siswa lebih banyak mendengar, mencatat dan menghafal. Satu hal lain yang penting yaitu guru akan menjadi contoh pembelajar [learner model], guru harus mengikuti perkembangan ilmu terakhir sehingga sebetulnya dalam seluruh proses pembelajaran ini guru dan siswa akan belajar bersama namun guru mempunyai tugas untuk mengarahkan dan mengelola kelas.

Menurut Anda mengapa seorang guru perlu memahami pembelajaran abad 21?
Pembelajaran abad 21 memiliki tantangan tersendiri. Tantangan pendidikan abad 21 menurut PBB yaitu membangun masyarakat berpengetahuan [knowledge-based society] yang memiliki:
  1. keterampilan melek TIK dan media [ICT and media literacy skills],
  2. keterampilan berpikir kritis [critical thinking skills],
  3. keterampilan memecahkan masalah [problem-solving skills),
  4. keterampilan berkomunikasi efektif [effective communication skills]; dan
  5. keterampilan bekerjasama secara kolaboratif [collaborative skills].

Kelima karakteristik masyarakat abad 21 menurut PBB tersebut dapat dibangun melalui pengintegrasian TIK dalam proses pembelajaran. Dalam konteks pendidikan, sesungguhnya peran TIK adalah sebagai “enabler” atau alat untuk memungkinkan terjadinya proses pembelajaran yang efektif dan efisien serta menyenangkan. Jadi, TIK dijadikan sebagai sarana untuk mencapai tujuan, bukan tujuan itu sendiri.
Bagaimanakah peran guru dan siswa dalam pembelajaran abad 21 dengan mengintegrasikan TIK?
Bila dilihat dari sisi peran TIK bagi guru, maka pengintegrasian TIK dalam proses pembelajaran seharusnya memungkinkan guru untuk:
  • menjadi fasilitator, kolaborator, mentor, pelatih, pengarah dan teman belajar.
  • dapat memberikan pilihan dan tanggung jawab yang besar kepada siswa untuk mengalami peristiwa belajar.

Jika, pengintegrasian TIK dalam proses pembelajaran hanya bertujuan untuk mempermudah guru menyampaikan materi, dimana ia berperan sebagai satu-satunya sumber informasi dan sumber segala jawaban, maka lima keterampilan masyarakat abad 21 yang dicanangkan PBB seperti dijelaskan di atas tidak akan berhasil.

Menurut Rohim, Bima dan Julian [UNY, 2016] untuk mampu mengembangkan pembelajaran abad 21 ini ada beberapa hal yang penting untuk diperhatikan yaitu antara lain:
  1. Tugas Utama Guru Sebagai Perencana Pembelajaran Sebagai fasilitator dan pengelola kelas maka tugas guru yang penting adalah dalam pembuatan RPP. RPP haruslah baik dan detil dan mampu menjelaskan semua proses yang akan terjadi dalam kelas termasuk proses penilaian dan target yang ingin dicapai. Dalam menyusun RPP, guru harus mampu mengkombinasikan antara target yang diminta dalam kurikulum nasional, pengembangan kecakapan abad 21 atau karakter nasional serta pemanfaatan teknologi dalam kelas.
  2. Masukkan unsur Berpikir Tingkat Tinggi [Higher Order Thinking]. Teknologi dalam hal ini khususnya internet akan sangat memudahkan siswa untuk memperoleh informasi dan jawaban dari persoalan yang disampaikan oleh guru. Untuk permasalahan yang bersifat pengetahuan dan pemahaman bisa dicari solusinya dengan sangat mudah dan ada kecenderungan bahwa siswa hanya menjadi pengumpul informasi. Guru harus mampu memberikan tugas di tingkat aplikasi, analisa, evaluasi dan kreasi, hal ini akan mendorong siswa untuk berpikir kritis dan membaca informasi yang mereka kumpulkan sebelum menyelasikan tugas dari guru.
  3. Penerapan pola pendekatan dan model pembelajaran yang bervariasi Beberapa pendekatan pembelajaran seperti pembelajaran berbasis proyek [Project Based Learning], pembelajaran berbasis keingintahuan [Inquiry Based Learning] serta model pembelajaran silang [jigsaw] maupun model kelas terbalik [Flipped Classroom] dapat diterapkan oleh guru untuk memperkaya pengalaman belajar siswa [Learning Experience]. Satu hal yang perlu dipahami bahwa siswa harus mengerti dan memahami hubungan antara ilmu yang dipelajari di sekolah dengan kehidupan nyata, siswa harus mampu menerapkan ilmunya untuk mencari solusi permasalahan dalam kehidupan nyata.
  4. Integrasi Teknologi Sekolah dimana siswa dan guru mempunyai akses teknologi yang baik harus mampu memanfaatkan teknologi dalam proses pembelajaran, siswa harus terbiasa bekerja dengan teknologi seperti layaknya orang yang bekerja. Seringkali guru mengeluhkan mengenai fasilitas teknologi yang belum mereka miliki, satu hal saja bahwa pengembangan pembelajaran abad 21 bisa dilakukan tanpa unsur teknologi, yang terpenting adalah guru yang baik yang bisa mengembangkan proses pembelajaran yang aktif dan kolaboratif, namun tentu saja guru harus berusaha untuk menguasai teknologinya terlebih dahulu.Hal yang paling mendasar yang harus diingat bahwasannya teknologi tidak akan menjadi alat bantu yang baik dan kuat apabila pola pembelajarannya masih tradisional.

Jadi menurut Anda, apakah Anda sudah melaksanakan pembelajaran abad 21 dalam proses pembelajaran di kelas?

Prinsip Pokok Pembelajaran Abad 21

Menurut Jennifer Nichols dalam Rohim , Bima dan Julian [2016] menyederhanakannya ke dalam 4 prinsip pokok pembelajaran abad ke 21 yang dijelaskan dan dikembangkan seperti berikut ini:
  1. Instruction should be student-centered.
    Pengembangan pembelajaran seyogyanya menggunakan pendekatan pembelajaran yang berpusat pada siswa. Siswa ditempatkan sebagai subyek pembelajaran yang secara aktif mengembangkan minat dan potensi yang dimilikinya. Siswa tidak lagi dituntut untuk mendengarkan dan menghafal materi pelajaran yang diberikan guru, tetapi berupaya mengkonstruksi pengetahuan dan keterampilannya, sesuai dengan kapasitas dan tingkat perkembangan berfikirnya, sambil diajak berkontribusi untuk memecahkan masalahmasalah nyata yang terjadi di masyarakat.
  2. Education should be collaborative.
    Siswa harus dibelajarkan untuk bisa berkolaborasi dengan orang lain. Berkolaborasi dengan orang-orang yang berbeda dalam latar budaya dan nilai-nilai yang dianutnya. Dalam menggali informasi dan membangun makna, siswa perlu didorong untuk bisa berkolaborasi dengan teman-teman di kelasnya. Dalam mengerjakan suatu proyek, siswa perlu dibelajarkan bagaimana menghargai kekuatan dan talenta setiap orang serta bagaimana mengambil peran dan menyesuaikan diri secara tepat dengan mereka.
  3. Learning should have context.
    Pembelajaran tidak akan banyak berarti jika tidak memberi dampak terhadap kehidupan siswa di luar sekolah. Oleh karena itu, materi pelajaran perlu dikaitkan dengan kehidupan sehari-hari siswa. Guru mengembangkan yang memungkinkan siswa terhubung dengan dunia nyata [real word]. Guru membantu siswa agar dapat menemukan nilai, makna dan keyakinan atas apa yang sedang dipelajarinya serta dapat mengaplikasikan dalam kehidupan sehariharinya. Guru melakukan penilaian kinerja siswa yang dikaitkan dengan dunia nyata.
  4. Schools should be integrated with society.
    Dalam upaya mempersiapkan siswa menjadi warga negara yang bertanggung jawab, sekolah seyogyanya dapat memfasilitasi siswa untuk terlibat dalam lingkungan sosialnya.
    Misalnya, mengadakan kegiatan pengabdian masyarakat, dimana siswa dapat belajar mengambil peran dan melakukan aktivitas tertentu dalam lingkungan sosial. Siswa dapat dilibatkan dalam berbagai pengembangan program yang ada di masyarakat, seperti: program kesehatan, pendidikan, lingkungan hidup, dan sebagainya. Selain itu, siswa perlu diajak pula mengunjungi panti-panti asuhan untuk melatih kepekaan empati dan kepedulian sosialnya.

Berdasarkan prinsip-prinsip pokok pembelajaran abad 21, coba Anda diskusikan sebuah rancangan pembelajaran yang menerapkan prinsip pembelajaran abad 21 sesuai mata pelajaran yang Anda ampu!.

Selamat mencoba, SEMOGA SUKSES!
[*Ambil File Sumber Pembelajaran Abad 21]

Video pilihan khusus untuk Anda 😊 Contoh Proses Belajar Mengajar yang dianjurkan pada Kurikulum 2013;
Konsep dan Prinsip Pokok Pembelajaran Abad  Konsep dan Prinsip Pokok Pembelajaran Abad 21

Tuesday, June 5, 2018

Modul Untuk Guru SD Kelas Awal (*Guru Pembelajar)

odul guru pembelajar ini diharapkan dapat meningkatkan kompetensi guru secara umum Modul Untuk Guru SD Kelas Awal (*Guru Pembelajar)Modul guru pembelajar ini diharapkan dapat meningkatkan kompetensi guru secara umum. Modul ini juga diharapkan dapat membantu pemerintah dalam meningkatkan kompetensi guru karena keterbatasan pemerintah dalam memberikan pendidikan dan pelatihan secara langsung kepada guru. Dengan modul ini diharapkan program Guru Pembelajar memberikan sumbangan yang sangat besar dalam peningkatan kualitas kompetensi guru.

Seperti apa yang disampaikan Bapak Surana Surapranata dalam pengantar modul ini, bahwa peran guru profesional dalam proses pembelajaran sangat penting sebagai kunci keberhasilan belajar siswa. Guru profesional adalah guru yang kompeten membangun proses pembelajaran yang baik sehingga dapat menghasilkan pendidikan yang berkualitas. Hal tersebut menjadikan guru sebagai komponen yang menjadi fokus perhatian pemerintah pusat maupun pemerintah daerah dalam peningkatan mutu pendidikan terutama menyangkut kompetensi guru.

Pengembangan profesionalitas guru melalui program Guru Pembelajar merupakan upaya peningkatan kompetensi untuk semua guru. Sejalan dengan hal tersebut, pemetaan kompetensi guru telah dilakukan melalui uji kompetensi guru [UKG)] untuk kompetensi pedagogik profesional pada akhir tahun 2015. Hasil UKG menunjukkan peta kekuatan dan kelemahan kompetensi guru dalam penguasaan pengetahuan.

Peta kompetensi guru tersebut dikelompokkan menjadi 10 [sepuluh] kelompok kompetensi. Tindak lanjut pelaksanaan UKG diwujudkan dalam bentuk pelatihan guru paska UKG melalui program Guru Pembelajar. Tujuannya untuk meningkatkan kompetensi guru sebagai agen perubahan dan sumber belajar utama bagi peserta didik. Program Guru Pembelajar dilaksanakan melalui pola tatap muka, daring penuh [online], dan daring kombinasi [blended] tatap muka dengan online.

Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan [PPPPTK], Lembaga Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga
Kependidikan Kelautan Perikanan Teknologi Informasi dan Komunikasi [LP3TK KPTK] dan Lembaga Pengembangan dan Pemberdayaan Kepala Sekolah [LP2KS] merupakan Unit Pelaksanana Teknis di lingkungan Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan yang bertanggung jawab dalam mengembangkan perangkat dan melaksanakan peningkatan kompetensi guru sesuai bidangnya.

Adapun perangkat pembelajaran yang dikembangkan tersebut adalah modul untuk program Guru Pembelajar tatap muka dan Guru Pembelajar online untuk semua mata pelajaran dan kelompok kompetensi. Dengan besarnya harapan akan peningkatan kualiatas kompetensi guru melalui modul ini, sudah sebaiknya modul ini kita pelajari kembali atau modul ini menjadi pegangan guru sebagai suplemen Rencana Pelaksanaan Pembelajaran [RPP] dalam beraktivitas sebagai seorang guru setiap harinya.


Modul Guru Pembelajar Untuk Guru SD Kelas Awal Sebagai Guru Pembelajar
  • Modul Guru Pembelajar Untuk Guru SD Kelompok Kompetensi A [Download]
    • Profesional: Penguasaan dan Keterampilan Berbahasa Indonesia
    • Pedagogik: Karakteristik dan Pengembangan Potensi Peserta Didik di Sekolah Dasar [SD]
  • Modul Guru Pembelajar Untuk Guru SD Kelompok Kompetensi B [Download]
    • Profesional: Genre dan Apresiasi Sastra
    • Pedagogik: Teori Belajar dan Prinsip Pembelajaran
  • Modul Guru Pembelajar Untuk Guru SD Kelompok Kompetensi C [Download]
    • Profesional: Kajian Bilangan Cacah dan Statistika
    • Pedagogik: Pengembangan dan Pelaksanaan Kurikulum di Sekolah Dasar
  • Modul Guru Pembelajar Untuk Guru SD Kelompok Kompetensi D [Download]
    • Profesional: Kajian Geometri dan Pengukuran di Sekolah Dasar
    • Pedagogik: Metodologi Pembelajaran di SD
  • Modul Guru Pembelajar Untuk Guru SD Kelompok Kompetensi E [Download]
    • Profesional: Kajian Materi IPA Sekolah Dasar Kelas Awal
    • Pedagogik: Penilaian Proses dan Hasil Belajar
  • Modul Guru Pembelajar Untuk Guru SD Kelompok Kompetensi F [Download]
    • Profesional: Kajian Materi IPS SD
    • Pedagogik: Komunikasi Efektif
  • Modul Guru Pembelajar Untuk Guru SD Kelompok Kompetensi G [Download]
    • Profesional: Hakekat Pembelajaran PPKn
    • Pedagogik: Perancangan Pembelajaran yang Mendidik di SD
  • Modul Guru Pembelajar Untuk Guru SD Kelompok Kompetensi H [Download]
    • Profesional: Pengembangan Materi Ajar di Sekolah
    • Pedagogik: Pemanfaatan Penilaian Pembelajaran
  • Modul Guru Pembelajar Untuk Guru SD Kelompok Kompetensi I [Download]
    • Profesional: TIK untuk Pengembangan Diri Guru
    • Pedagogik: Pemanfaatan TIK untuk Pembelajaran di Sekolah Dasar
  • Modul Guru Pembelajar Untuk Guru SD Kelompok Kompetensi J [Download]
    • Profesional: Pengembangan Keprofesian Melalui Tindakan Reflektif
    • Pedagogik: Refleksi Pembelajaran dan Tindaklanjutnya Melalui Penelitian Tindakan Kelas [PTK]
Kelompok kompetensi diatas sudah disesuaikan dengan kelompok kompetensi pada SIM PKB kita. Jadi jika pada SIM PKB kita ada yang tidak memenuhi seperti gambar dibawah ini;
odul guru pembelajar ini diharapkan dapat meningkatkan kompetensi guru secara umum Modul Untuk Guru SD Kelas Awal (*Guru Pembelajar)
Hasil yang diatas adalah berdasarkan sewaktu dilaksanakan UKG beberapa waktu lalu dan penilaian tidak memenuhi di atas berdasarkan UKG. Jik tidak memenuhi maka pemahaman kita terkait kelompok kompetensi yang tidak memenuhi masih rendah. Sehingga masih perlu pendalaman materi secara individu atau secara bersama-sama tentang kelompok kompetensi yang tidak memenuhi.

Semoga bermanfaat 😊 Terima kasih.

Video pilihan khusus untuk Anda πŸ’— Bagaimana perkalian dikerjakan dengan cara yang kreatif;
odul guru pembelajar ini diharapkan dapat meningkatkan kompetensi guru secara umum Modul Untuk Guru SD Kelas Awal (*Guru Pembelajar)

Wednesday, May 23, 2018

Mengenal Dengan Baik Filosofi Pendidikan STEM


Mengenal Dengan Baik Filosofi Pendidikan STEM Mengenal Dengan Baik Filosofi Pendidikan STEM

STEM sudah menjadi sebuah keharusan dalam mempersiapkan anak didik menghadapi dunia nyata yang penuh masalah agar siap dalam persaingan global. Sebab, Science, technology, engineering, and mathematics adalah mata pelajaran yang saling berkaitan dalam kehidupan nyata manusia.

Keempat bidang itu, saling kait mengait dan tak bisa berdiri sendiri. Namun, selama ini keempatnya dipelajari terpisah-pisah, jadi seolah-olah hanya bisa dipahami secara teori saja. Padahal, keempat bidang studi itu wajib dikuasai oleh anak didik supaya mereka bisa memecahkan masalah dalam dunia kerja, masyarakat, dan dalam semua aspek kehidupan. Dalam menghadapi era persaingan global, Indonesia pun perlu menyiapkan sumberdaya manusia yang handal dalam disiplin-disiplin STEM secara kualitas dan mencukupi secara kuantitas.

Pengertian Pendidikan STEM

STEM merupakan akronim dari science,technology, engineering, dan mathematics. Istilah ini pertama kali diluncurkan oleh National Science Foundation (NSF) Amerika Serikat (AS) pada tahun 1990-an sebagai tema gerakan reformasi pendidikan untuk menumbuhkan angkatan kerja bidang-bidang STEM, serta mengembangkan warga negara yang melek STEM (STEM literate), serta meningkatkan daya saing global Amerika Serikat dalam inovasi iptek (Hanover Research, 2011).

Gerakan reformasi pendidikan STEM ini didorong oleh laporan dari berbagai studi yang menunjukkan terjadinya kekurangan kandidat untuk mengisi lapangan kerja di bidang STEM, tingkat literasi sains, serta posisi capaian siswa sekolah menengah AS dalamTIMSS dan PISA (Roberts, 2012). Selain itu, AS juga menyadari pertumbuhan ekonominya berjalan secara datar dan akan tersaingi oleh China dan India karena perkembangan sains, teknologi, enginering dan matematika dari kedua negara tersebut yang lebih maju. (Friedman, 2005).

Berdasarkan survey yang dilakukan bahwa pertumbuhan lapangan pekerjaan di bidang STEM diproyeksikan lebih tinggi dibandingkan dengan lapangan pekerjaan non-STEM. Selain itu, dari segi penghargaan, pekerjaan di bidang STEM akan memberikan income yang juga lebih tinggi dibandingkan dengan bidang pekerjaan non-STEM.

Pendidikan STEM adalah pendekatan dalam pendidikan di mana Sains, Teknologi, Teknik, Matematika terintegrasi dengan proses pendidikan berfokus pada pemecahan masalah dalam kehidupan sehari-hari yang nyata serta dalam kehidupan profesional. Pendidikan STEM menunjukkan kepada peserta didik bagaimana konsep, prinsip, teknik sains, teknologi, teknik dan matematika (STEM) digunakan secara terintegrasi untuk mengembangkan produk, proses, dan sistem yang bermanfaat bagi kehidupan manusia.

Sebagai komponen dari STEM, sains adalah kajian tentang fenomena alam yang melibatkan observasi dan pengukuran sebagai wahana untuk menjelaskan secara obyektif alam yang selalu berubah. Terdapat beberapa domain utama dari sains pada jenjang pendidikan dasar dan menengah, yakni fisika, biologi, kimia, serta ilmu pengetahuan bumi dan antariksa (IPBA).

Teknologi merujuk pada inovasiinovasi manusia yang digunakan untuk memodifikasi alam agar memenuhi kebutuhan dan keinginan manusia, sehingga membuat kehidupan lebih nyaman dan lebih aman. Teknologi menjadikan manusia dapat melakukan perjalanan secara cepat, berkomunikasi langsung dengan orang di tempat yang berjauhan, memperoleh makanan sehat, dan alat-alat keselamatan. Rekayasa (engineering) merupakan pengetahuan dan keterampilan untuk memperoleh dan mengaplikasikan pengetahuan ilmiah, ekonomi, sosial, serta praktis untuk mendesain dan mengkonstruksi mesin, peralatan, sistem, material, dan proses yang bermanfaat bagi manusia secara ekonomis dan ramah lingkungan. Selanjutnya, matematika berkenaan dengan pola-pola dan hubungan-hubungan, dan menyediakan bahasa untuk teknologi, sains, dan rekayasa.

Tujuan dan Hasil dari Pendidikan STEM

Penggunaan pendekatan STEM dalam bidang pendidikan memiliki tujuan untuk mempersiapkan peserta didik agar dapat bersaing dan siap untuk bekerja sesuai bidang yang ditekuninya. Penelitian yang dilakukan oleh lembaga penelitian Hannover (2011) menunjukkan bahwa tujuan utama dari STEM Education adalah sebuah usaha untuk menunjukkan pengetahuan yang bersifat holistik antara subjek STEM.

Dalam konteks pendidikan dasar dan menengah, pendidikan STEM bertujuan mengembangkan peserta didik yang STEM literate (Bybee, 2013), dengan rincian sebagai berikut.
  1. memiliki pengetahuan, sikap, dan keterampilan untuk mengidentifikasi pertanyaan dan masalah dalam situasi kehidupannya, menjelaskan fenomena alam, mendesain, serta menarik kesimpulan berdasar bukti mengenai isu-isu terkait STEM;
  2. memahami karakteristik khusus disiplin STEM sebagai bentuk-bentuk pengetahuan, penyelidikan, dan desain yang digagas manusia;
  3. memiliki kesadaran bagaimana disiplindisiplin STEM membentuk lingkungan material, intelektual dan kultural,
  4. memiliki keinginan untuk terlibat dalam kajian isu-isu terkait STEM (misalnya efisiensi energi, kualitas lingkungan, keterbatasan sumberdaya alam) sebagai warga negara yang konstruktif, peduli, serta reflektif dengan menggunakan gagasan-gagasan sains, teknologi, rekayasa, dan matematika.

Sedangkan jika kita lihat tujuan dan hasil dari pendidikan STEM bagi siswa dan pendidik dapat kita lihat pada tabel di bawah ini

Sunday, April 29, 2018

Kumpulan Modul Guru Pembelajar yang Sangat Baik Sebagai Modul Tambahan Guru SD Kelas Awal

umpulan Modul Guru Pembelajar yang Sangat Baik Sebagai Modul Tambahan Guru SD Kelas Awal Kumpulan Modul Guru Pembelajar yang Sangat Baik Sebagai Modul Tambahan Guru SD Kelas AwalKumpulan Modul Guru Pembelajar yang Sangat Baik Sebagai Modul Tambahan Guru SD Kelas Awal. Modul guru pembelajar ini diharapkan dapat meningkatkan kompetensi guru secara umum. Modul ini juga diharapkan dapat membantu pemerintah dalam meningkatkan kompetensi guru karena keterbatasan pemerintah dalam memberikan pendidikan dan pelatihan secara langsung kepada guru. Dengan modul ini diharapkan program Guru Pembelajar memberikan sumbangan yang sangat besar dalam peningkatan kualitas kompetensi guru.

Seperti apa yang disampaikan Bapak Surana Surapranata dalam pengantar modul ini, bahwa peran guru profesional dalam proses pembelajaran sangat penting sebagai kunci keberhasilan belajar siswa. Guru profesional adalah guru yang kompeten membangun proses pembelajaran yang baik sehingga dapat menghasilkan pendidikan yang berkualitas. Hal tersebut menjadikan guru sebagai komponen yang menjadi fokus perhatian pemerintah pusat maupun pemerintah daerah dalam peningkatan mutu pendidikan terutama menyangkut kompetensi guru.

Pengembangan profesionalitas guru melalui program Guru Pembelajar merupakan upaya peningkatan kompetensi untuk semua guru. Sejalan dengan hal tersebut, pemetaan kompetensi guru telah dilakukan melalui uji kompetensi guru [UKG)] untuk kompetensi pedagogik profesional pada akhir tahun 2015. Hasil UKG menunjukkan peta kekuatan dan kelemahan kompetensi guru dalam penguasaan pengetahuan.

Peta kompetensi guru tersebut dikelompokkan menjadi 10 [sepuluh] kelompok kompetensi. Tindak lanjut pelaksanaan UKG diwujudkan dalam bentuk pelatihan guru paska UKG melalui program Guru Pembelajar. Tujuannya untuk meningkatkan kompetensi guru sebagai agen perubahan dan sumber belajar utama bagi peserta didik. Program Guru Pembelajar dilaksanakan melalui pola tatap muka, daring penuh [online], dan daring kombinasi [blended] tatap muka dengan online.

Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan [PPPPTK], Lembaga Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga
Kependidikan Kelautan Perikanan Teknologi Informasi dan Komunikasi [LP3TK KPTK] dan Lembaga Pengembangan dan Pemberdayaan Kepala Sekolah [LP2KS] merupakan Unit Pelaksanana Teknis di lingkungan Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan yang bertanggung jawab dalam mengembangkan perangkat dan melaksanakan peningkatan kompetensi guru sesuai bidangnya.

Adapun perangkat pembelajaran yang dikembangkan tersebut adalah modul untuk program Guru Pembelajar tatap muka dan Guru Pembelajar online untuk semua mata pelajaran dan kelompok kompetensi. Dengan besarnya harapan akan peningkatan kualiatas kompetensi guru melalui modul ini, sudah sebaiknya modul ini kita pelajari kembali atau modul ini menjadi pegangan guru sebagai suplemen Rencana Pelaksanaan Pembelajaran [RPP] dalam beraktivitas sebagai seorang guru setiap harinya.


Modul Guru Pembelajar Untuk Guru SD Kelas Awal Sebagai Guru Pembelajar
  • Modul Guru Pembelajar Untuk Guru SD Kelompok Kompetensi A [Download]
    • Profesional: Penguasaan dan Keterampilan Berbahasa Indonesia
    • Pedagogik: Karakteristik dan Pengembangan Potensi Peserta Didik di Sekolah Dasar [SD]
  • Modul Guru Pembelajar Untuk Guru SD Kelompok Kompetensi B [Download]
    • Profesional: Genre dan Apresiasi Sastra
    • Pedagogik: Teori Belajar dan Prinsip Pembelajaran
  • Modul Guru Pembelajar Untuk Guru SD Kelompok Kompetensi C [Download]
    • Profesional: Kajian Bilangan Cacah dan Statistika
    • Pedagogik: Pengembangan dan Pelaksanaan Kurikulum di Sekolah Dasar
  • Modul Guru Pembelajar Untuk Guru SD Kelompok Kompetensi D [Download]
    • Profesional: Kajian Geometri dan Pengukuran di Sekolah Dasar
    • Pedagogik: Metodologi Pembelajaran di SD
  • Modul Guru Pembelajar Untuk Guru SD Kelompok Kompetensi E [Download]
    • Profesional: Kajian Materi IPA Sekolah Dasar Kelas Awal
    • Pedagogik: Penilaian Proses dan Hasil Belajar
  • Modul Guru Pembelajar Untuk Guru SD Kelompok Kompetensi F [Download]
    • Profesional: Kajian Materi IPS SD
    • Pedagogik: Komunikasi Efektif
  • Modul Guru Pembelajar Untuk Guru SD Kelompok Kompetensi G [Download]
    • Profesional: Hakekat Pembelajaran PPKn
    • Pedagogik: Perancangan Pembelajaran yang Mendidik di SD
  • Modul Guru Pembelajar Untuk Guru SD Kelompok Kompetensi H [Download]
    • Profesional: Pengembangan Materi Ajar di Sekolah
    • Pedagogik: Pemanfaatan Penilaian Pembelajaran
  • Modul Guru Pembelajar Untuk Guru SD Kelompok Kompetensi I [Download]
    • Profesional: TIK untuk Pengembangan Diri Guru
    • Pedagogik: Pemanfaatan TIK untuk Pembelajaran di Sekolah Dasar
  • Modul Guru Pembelajar Untuk Guru SD Kelompok Kompetensi J [Download]
    • Profesional: Pengembangan Keprofesian Melalui Tindakan Reflektif
    • Pedagogik: Refleksi Pembelajaran dan Tindaklanjutnya Melalui Penelitian Tindakan Kelas [PTK]
Kelompok kompetensi diatas sudah disesuaikan dengan kelompok kompetensi pada SIM PKB kita. Jadi jika pada SIM PKB kita ada yang tidak memenuhi seperti gambar dibawah ini;
umpulan Modul Guru Pembelajar yang Sangat Baik Sebagai Modul Tambahan Guru SD Kelas Awal Kumpulan Modul Guru Pembelajar yang Sangat Baik Sebagai Modul Tambahan Guru SD Kelas Awal
Hasil yang diatas adalah berdasarkan sewaktu dilaksanakan UKG beberapa waktu lalu dan penilaian tidak memenuhi di atas berdasarkan UKG. Jik tidak memenuhi maka pemahaman kita terkait kelompok kompetensi yang tidak memenuhi masih rendah. Sehingga masih perlu pendalaman materi secara individu atau secara bersama-sama tentang kelompok kompetensi yang tidak memenuhi.

Semoga bermanfaat 😊 Terima kasih.

Video pilihan khusus untuk Anda πŸ’— Bagaimana perkalian dikerjakan dengan cara yang kreatif;
umpulan Modul Guru Pembelajar yang Sangat Baik Sebagai Modul Tambahan Guru SD Kelas Awal Kumpulan Modul Guru Pembelajar yang Sangat Baik Sebagai Modul Tambahan Guru SD Kelas Awal


Sumber https://www.defantri.com/

Saturday, March 3, 2018

Soal dan Kunci Jawaban OSN SMA Tingkat Kabupaten 2018 (*Lengkap 9 Mapel)

Soal dan Kunci Jawaban OSN SMA Tingkat Kabupaten  Soal dan Kunci Jawaban OSN SMA Tingkat Kabupaten 2018 (*Lengkap 9 Mapel)Olimpiade Sains Nasional tingkat Kabupaten yang sering disingkat dengan OSK sudah selesai diselesaikan dan tidak bisa kita hindari jika sebuah kompetisi dilaksanakan, pasti ada tawa dan air mata. Hal ini menjadi sesuatu yang harus kita terima, apalagi pada kompetisi sekelas OSK yaitu OSN tingkat kabupaten. Dimana para siswa yang terbaik dan mungkin sudah teruji pada sekolah-sekolah dari semua kecamatan dikumpulkan pada sebuah kompetisi, maka wajar saja jika kemenangan itu adalah sebuah kebanggaan dan kekalahan itu adalah air mata.

Bagi yang sudah terpilih menjadi yang terbaik, saya ucapkan selamat dan yang belum terpilih menjadi yang terbaik jangan berkecil hati atau patah semangat, saat ini mungkin belum saatnya Anda jadi pemenang, Anda cocok menjadi pemenang pada kompetisi berikutnya.

Untuk para pemenang tentunya akan mempunyai tugas yang lebih berat, karena seperti sesuai dengan petunjuk, yang terbaik peringkat 1, 2 dan 3 akan menjadi perwakilan kabupaten untuk menghadapi OSN tingkat provinsi, yang dikenal dengan istilah OSP.

Persiapan untuk menghadapi OSP tidak banyak waktu lagi karena petunjuk di buku pedoman Olimpiade Sains Nasional 2018 seleksi Olimpiade Sains Tingkat Provinsi [OSP] akan dilaksanakan hari Selasa 17 April 2018 sampai dengan Kamis 19 April 2018.

Sebagai persiapan dasar dalam menghadapi OSP sudah tentu kita perlu soal dan kunci jawaban sOSK yang baru saja selesai. Soal dan kunci jawaban OSK ini juga bukan hanya dibutuhakan oleh siswa yang akan menghadapi OSP, tetapi bagi peserta OSK kemarin yang masih penasaran dengan kunci jawabannya. Seperti apa soal dan kunci jawaban dari OSK yang baru saja selesai, mari kita simak dan silahkan di download.

ASTRONOMI

A. Soal OSK Astronomi 2018 [Download Soal]
B. Kunci Jawaban OSK Astronomi 2018 [Download Kunci]

BIOLOGI

A. Soal OSK Biologi 2018 [Download Soal]
B. Kunci Jawaban OSK Biologi 2018 [Download Kunci]

EKONOMI

A. Soal OSK Ekonomi 2018 [Download Soal]
B. Kunci Jawaban OSK Ekonomi 2018 [Download Kunci]

FISIKA

A. Soal OSK Fisika 2018 [Download Soal]
B. Kunci Jawaban OSK Fisika 2018 [Download Kunci]

GEOGRAFI

A. Soal OSK Geografi 2018 [Download Soal]
B. Kunci Jawaban OSK Geografi 2018 [Download Kunci]

INFORMATIKA KOMPUTER

A. Soal OSK Informatika Komputer 2018 [Download Soal]
B. Kunci Jawaban OSK Informatika Komputer 2018 [Download Kunci]

KEBUMIAN

A. Soal OSK Kebumian 2018 [Download Soal]
B. Kunci Jawaban OSK Kebumian 2018 [Download Kunci]

KIMIA

A. Soal OSK Kimia 2018 [Download Soal]
B. Kunci Jawaban OSK Kimia 2018 [Download Kunci]

MATEMATIKA

A. Soal OSK Matematika 2018 [Download Soal]
B. Kunci Jawaban OSK Matematika 2018 [Download Kunci]

Sebagai tambahan jika ingin Soal dan Kunci Jawaban OSN SMA Tingkat Kabupaten 2017 [Lengkap 9 Mapel] silahkan [download disini].

Kunci jawaban mungkin saja ada kekeliruan atau salah dalam pengetikan, jadi jika ada kunci yang kurang tepat ada baiknya didiskusikan dengan guru pembimbing atau pada forum diskusi olimpiade sains nasional. Untuk forum diskusi guru matematika bisa bergabung di grup telegram Matematika Nusantara atau Forum Guru Pendamping OSN Matematika.

Jika ada hal-hal yang ingin disampaikan, silahkan saja disampaikan tidak usah sungkan. Jangan Lupa Untuk Berbagi πŸ™Share is Caring πŸ‘€ dan JADIKAN HARI INI LUAR BIASA! - WITH GOD ALL THINGS ARE POSSIBLE😊

Video pilihan khusus untuk Anda πŸ’— Everything Starts With A Dream;
Soal dan Kunci Jawaban OSN SMA Tingkat Kabupaten  Soal dan Kunci Jawaban OSN SMA Tingkat Kabupaten 2018 (*Lengkap 9 Mapel)


Sumber https://www.defantri.com/