Showing posts with label Alat Ukur. Show all posts
Showing posts with label Alat Ukur. Show all posts

Wednesday, June 6, 2018

Waterpass

Di dunia pengukuran, waterpass adalah suatu alat atau indikator yang sering ditemui di berbagai alat ukur. Waterpass sendiri sebenarnya bukanlah alat ukur sesuatu melainkan indikator sebuah alat ukur yang bertugas menunjukkan apakah alat tersebut sudah terpasang dengan benar atau tidak. Tidak semua alat ukur dilengkapi waterpass, hanya beberapa alat ukur yang memerlukan keseimbangan sempurna saja seperti timbangan.

Keberadaan waterpass ini sangat penting untuk memperoleh hasil pengukuran yang akurat. Contohnya neraca massa, saat penggunaan, neraca massa harus benar – benar diletakkan pada bidang datar dan tidak boleh miring sedikit pun. Untuk mengetahui apakah bidang tersebut sudah cukup datar, maka digunakanlah waterpass. Ingin tahu lebih jauh mengenai waterpass? Berikut kami berikan beberapa informasi penting tentang indikator ketinggian yang satu ini.

A. Pengertian waterpass
Seperti yang telah kami sebutkan sebelumnya, waterpass adalah alat atau indikator yang digunakan untuk mengukur perbedaan ketinggian dari suatu titik acuan terhadap titik yang lain.

Tidak seperti alat ukur lain yang memiliki ukuran yang cukup besar, waterpass hanya dilengkapi dengan kaca dan gelembung kecil di dalamnya. Gelembung ini lah yang menjadi indikator apakah suatu alat sudah terpasang dengan benar atau tidak.

Umumnya waterpass tidak berdiri sendiri, melainkan sudah menyatu dengan alat ukur yang membutuhkan keseimbangan dalam penggunaannya. Waterpass biasanya bisa anda temukan di bagian belakang alat.
 waterpass adalah suatu alat atau indikator yang sering ditemui di berbagai alat ukur Waterpass
B. Fungsi waterpass
Waterpass memiliki fungsi yang spesifik yaitu menentukan atau mengukur suatu benda atau pun garis apakah sudah dalam kondisi rata baik secara horizontal maupun vertikal.

C. Cara menggunakan atau membaca waterpass
Menggunakan waterpass sangatlah mudah, bahkan untuk orang awam sekalipun. Anda hanya perlu menempatkan waterpass (jika eskternal) atau meletakkan alat yang memiliki waterpass di suatu bidang datar, lalu perhatikan gelembung kecil yang terdapat di bagian tengah kaca. Jika gelembung belum pas di tengah, itu artinya alat tersebut belum horizontal sempurna, sempurnakan posisi alat lalu cek lagi hingga posisi benar – benar datar.

Sementara untuk mengecek apakah suatu alat sudah vertikal sempurana, anda bisa mengeceknya dengan melihat gelembung kecil yang ada di bagian ujung waterpass. Caranya pun sama seperti saat mengecek posisi horizontal.

D. Cara kalibrasi
Tidak seperti alat pengukur lainnya yang harus dikalibrasi berkali – kali untuk mendapatkan hasil yang akurat, waterpass sudah dikalibrasi sejak pertama kali dibuat. Ini artinya waterpass tidak perlu lagi dikalibrasi karena hasil pengukuran tidak akan pernah salah. Inilah yang menyebabkan waterpass sangat mudah digunakan meskipun oleh mereka yang masih awam sekalipun.

E. Tingkat ketelitian
Umumnya waterpass memiliki tingkat ketelitian yang sangat tinggi. Alat ini mampu membaca posisi horizontal maupun vertikal dengan tingkat kemungkinan kesalahan sebesar 1.5 mm saja.

F. Cara merawat waterpass
Waterpass tidak membutuhkan perawatan yang terlalu rumit. Namun hal ini bukan berarti anda tidak harus merawat waterpass dengan baik. Beberapa tips untuk merawat waterpass antara lain :
  1. Selalu bersihkan kaca waterpass setiap sebelum dan sesudah penggunaan. Hal ini untuk menghindari kesalahan pembacaan akibat noda yang menutupi kaca
  2. Mengingat kaca waterpass cukup rentan, disarankan untuk menyimpan waterpass di tempat aman, rendah, dan jauh dari jangkauan anak – anak
  3. Simpan waterpass di tempat yang minim getaran, perubahan suhu yang drastis, dan paparan matahari secara langsung.

Sumber https://www.websitependidikan.com/

Tuesday, May 1, 2018

Pengertian, Bagian, dan Fungsi Multimeter/Multitester/Avometer

Pengertian, Bagian, dan Fungsi Multimeter_Buat Anda yang familiar dengan alat-alat listrik an elektronika, tentunya sudah tak asing dengan multimeter. Multimeter/multitester/avometer adalah alat ukur listrik atau yang dikenal dengan istilah Volt-Ohm-Meter (VOM) yang bisa mengukur tegangan, hambatan, maupun arus listrik. Secara umum, ada dua jenis multimeter yaitu multimeter digital dan multimeter analog. Multimeter analog masih menggunakan jarum penunjuk layaknya jarum jam. Sedangkan multimeter digital, sudah menggunakan display LCD yang langsung menunjukkan angka.

Bagian-Bagian Multimeter dan Fungsinya
Selain memiliki banyak fungsi, alat ini terdiri dari beberapa bagian dengan fungsi yang berbeda-beda, yaitu:

1. Papan Skala Multimeter 
Papan ini digunakan untuk membaca hasil dari pengukuran yang telah dilakukan. Pada skala multimeter terdapat skala-skala serta tahanan/resistan (resistance) yang tertulis dalam satuan Ohm (Ω), kuat arus (DCmA), tegangan (ACV dan DCV), serta skala-skala lainnya.

2. Saklar Jangkauan Ukur atau Batas Ukur Multimeter
Bagian yang kedua yaitu saklar jangkauan ukur. Saklar ini berfungsi untuk menentukan posisi kerja dari Multimeter, serta menentukan batas ukur (range). Apabila ingin mengukur nilai dari satuan tahanan (dalam Ω), maka tempatkan saklar pada posisi Ω. Demikian pula jika ingin digunakan untuk mengukur tegangan (ACV-DCV), serta kuat arus (mA-μA).

Perlu diingat, dalam mengukur suatu tegangan listrik, pastikan saklar berada di bagian batas ukur yang tinggi dari tegangan yang diukur. Misalnya, Anda ingin mengukur tegangan sebesar 220 ACV, maka saklar harus pada posisi batas ukur sebesar 250 ACV.

3. Sekrup Pengatur Posisi Jarum Multimeter
Sekrup atau dikenal dengan istilah preset multimeter ini berfungsi untuk mengatur jarum penunjuk di angka nol yang letaknya di sebelah kiri papan skala.

4. Tombol Pengatur Jarum Posisi Nol (Zerro Adjustment)
Bagian multimeter yang tidak kalah pentingnya yaitu Zerro Adjustment. Tombol pengatur jarum posisi nol ini berfungsi untuk mengatur jarum penunjuk di angka nol sebelum penggunaan multimeter untuk mengukur suatu nilai tahanan atau resistan. Cara penggunaannya yaitu pertemukan kedua ujung kabel probe, kemudian putar tombol untuk memposisikan jarum di angka nol.

5. Lubang Kabel Probe Multimeter
Bagian multimeter yang terakhir yaitu lubang kabel probe multimeter. Lubang kabel ini merupakan tempat yang berfungsi untuk menghubungkan kabel probe ke multimeter. Lubang ini ditAndai dengan adanya tAnda (+) atau out dan (-) atau common. Bagian tersebut juga lengkap dengan lubang yang digunakan untuk mengukur hfe transistor atau penguatan arus searah (DCmA) serta lubang yang digunakan untuk mengukur kapasitas suatu kapasitor.

6. Baterai Multimeter
Baterai multimeter yang digunakan yaitu baterai kering (dry cell) dengan tipe UM-3, yang berfungsi untuk mengalirkan arus pada kumparan putar saat alat ini digunakan untuk mengukur suatu komponen. Batetari ini dihubungkan dengan seri dengan lubang kabel probe. Dimana kutub negatif baterai ini dihubungkan pada terminal positip pada lubang kabel probe.
 tentunya sudah tak asing dengan multimeter Pengertian, Bagian, dan Fungsi Multimeter/Multitester/Avometer
Fungsi Multimeter
Multimeter ini juga memiliki beberapa fungsi yaitu:
1. Untuk mengukur tegangan DC.
2. Untuk mengukur tegangan AC.
3. Untuk mengukur kuat arus DC.
4. Untuk mengukur nilai hambatan resistor
5. Melakukan pengecekan hubungan singkat / koneksi arus listrik.
6. Melakukan pengecek transistor.
7. Melakukan pengecekan kapasitor elektrolit.
8. Melakukan pengecekan dioda, led serta dioda zener.
9. Melakukan pengecekan inductor
10. Untuk mengukur HFE transistor, dan
11. Untuk mengukur suhu listrik.

Itulah penjelasan mengenai pengertian, bagian, dan fungsi multimeter. Semoga penjelasan di atas dapat menambah pengetahuan Anda terkait hal-hal yang berhubungan dengan multimeter.
Sumber https://www.websitependidikan.com/

Altimeter ( Prinsip Kerja, Jenis, dan Cara Menggunakannya )

Apa itu Altimeter?-Prinsip Kerja, Jenis, dan Cara Menggunakan Altimeter_Pernahkan Anda berpikir bagaimana seseorang mengetahui ukuran tinggi sesuatu berdasarkan permukaan laut? Misalnya, ketika sedang berada di dalam pesawat terbang dan Anda mendapat informasi soal ketinggian pesawat yang sedang ditumpangi. Bagaimanakah orang-orang tersebut mengetahuinya?.

Tidak bisa membayangkan jika pengukuran tinggi dari permukaan laut dilakukan secara manual dengan membentangkan tali ukur. Pastinya tidak akan efektif dan jauh dari akurat. Oleh sebab itu, muncullah alat bernama altimeter untuk membantu manusia mengukur ketinggian.

Altimeter adalah alat ukur yang digunakan untuk mengukur sebuah ketinggian yang menggunakan titik ukur dari permukaan laut. Altimeter umunya sering digunakan untuk beberapa hal seperti dalam dunia penerbangan, pendakian, terjun payung, dan kegiatan lain yang memerlukan pemahaman soal ketinggian.
Pernahkan Anda berpikir bagaimana seseorang mengetahui ukuran tinggi sesuatu berdasarkan p Altimeter ( Prinsip Kerja, Jenis, dan Cara Menggunakannya )
Prinsip Kerja, Jenis, dan Cara Menggunakan Altimeter

A. Prinsip Kerja Altimeter
Dalam penggunaannya, altimeter memiliki prinsip kerja, yaitu:
1. Menggunakan gelombang, seperti ultra sonic atau infra merah.
2. Menggunakan magnet bumi, seperti sudut inclinasi.
3. Menggunakan tekanan udara, hal ini menjadi prinsip yang sering dipakai dalam pengukuran.

B. Jenis-Jenis Altimeter
Menurut para ahli, altimeter memiliki tiga jenis, yaitu altimeter tekanan, altimeter radar, dan altimeter laser.
1. Altimeter tekanan
Umumnya altimeter jenis ini digunakan pada dunia penerbangan komersil. Sedangkan pada pesawat antariksa biasanya lebih sering menggunakan altimerer radar dan laser. Altimeter tekanan mempunyai sistem kerja seperti barometer aneroid. Altimeter ini menentukan ketinggian sebuah pesawat dari titik permukaan laut dengan menggunakan tekanan atmosfer bumi. Semakin tinggi dan jauh pesawat dari permukaan laut, maka tekanan yang dihasilkan akan semakin kecil atau menurun.

2. Altimeter Radar 
Umumnya altimeter ini digunakan pada dunia penyiaran atau radio. Altimeter radar digunakan untuk mengukur waktu yang ditempuh oleh sinyal radio ketika memancar dari satelit ke permukaan bumi dan kembali lagi ke satelit. Selain itu, altimeter radar digunakan untuk mengukur jarak satelit ke bumi dari titik permukaan laut. Cara menentukannya ialah dengan melacak satelit dari stasiun yang berada di bumi menggunakan Global Positioning System (GPS).

3. Altimeter Laser
Secara umum altimeter laser memiliki sistem kerja yang sama dengan altimeter radio. Hanya saja dalam melakukan pengukuran, pengguna akan menggunakan gelombang sinar laser dan bukan gelombang sinar radio. Dalam dunia penerbangan, altimeter laser biasanya dipasang di dalam pesawat ruang angkasa bersama altimeter jenis radar. Selain mengukur ketinggian dari titik permukaan laut, dengan menggunakan altimeter laser pengguna juga dapat mengetahui ketinggian lautan, tanah, dan juga lapisan es.

C. Cara Menggunakan Altimeter
Agar mendapatkan hasil yang akurat, ikutilah langkah-langkah berikut dalam penggunaan altimeter:
1. Tempatkan altimeter pada posisi datar dan pastikan gelembung nivo berada tepat di tengah lingkaran.

2. Selanjutnya, aturlah jarum indikator yang memiliki tanda minus dan plusagar berada di tengah. Untuk mengaturnya, putarlah tuas pemutar besar yang berada pada altimeter.

3. Kemudian, aturlah skala ketinggian pada titik 0 meter. Caranya, tariklah ke atas lalu putar tuas pemutar kecil.

4. Setelah itu, pindahkan altimeter ke tempat yang akan diukur ketinggiannya.

5. Terakhir, carilah ketinggian tempat yang diinginkan dengan cara memutar atau mengatur jarum indikator hingga berada di tengah lalu bacalah skala yang muncul.

Hal Penting Saat Menggunakan Altimeter
Ketika menggunakan altimeter, Anda harus memperhatikan dua hal di bawah ini:
1. Altimeter yang akan dipakai harus dikalibrasi terlebih dahulu dengan cara memeriksa titik ketelitian dan ketinggian yang ada.

2. Altimeter sangat peka terhadap lingkungan terutama pada guncangan dan perubahan cuaca. Jadi, amati terus altimeter ketika Anda memasuki zona dengan kondisi berbeda dari sebelumnya.

Demikian tentang Prinsip Kerja, Jenis, dan Cara Menggunakan Altimeter. Semoga bermanfaat

Sumber https://www.websitependidikan.com/

Monday, April 30, 2018

Macam-Macam Mikrometer, Bagian-Bagian, dan Fungsinya

Macam-Macam Mikrometer, Bagian-Bagian, dan Fungsinya_Selain menggunakan meteran, untuk mengukur panjang suatu benda digunakanlah suatu alat ukur khusus yang disebut sebagai mikrometer. Mikrometer merupakan alat ukur yang digunakan untuk mengukur suatu benda yang memiliki ketelitian ukuran hingga  0.01 mm. Alat ukur ini digunakan untuk mengukur ketebalan benda, besaran panjang, serta diameter luar dari sebuah benda.

A. Macam-Macam Mikrometer
Secara umum macam-macam mikromemeter terdiri dari 3 jenis yaitu:

1. Mikrometer Luar
Mikrometer luar merupakan jenis mikrometer yang digunakan untuk mengukur bagian luar suatu benda. Ketelitian alat ini mencapai 0,01 mm. Mikrometer luar bisa digunakan untuk mengukur benda yang berbentuk bulat, persegi maupun rata. Alat ini biasanya dipakai untuk mengukur suatu benda seperti kawat, blok-blok, lapisan-lapisan, dan batang-batang.

Selain itu, mikrometer luar juga tersedia beberapa ukuran rangka, sehingga dapat digunakan untuk berbagai pengukuran secara luas. Kenaikan tiap ukuran mencapai 25 mm. Beberapa mikrometer luar yang tersedia dipasaran yaitu: 0 hingga 25 mm, 25 hingga 50 mm, 50 hingga 75 mm, 75 hingga100 mm dan seterusnya.

Besarnya skala ukuran pada alat ini dapat dilihat pada selubung atau bagian yang tidak diputar, yang tertera skala ukuran yakni ukuran milimeter (mm) serta setengah milimeter (0,5 mm). Apabila ingin menggerakkan poros pengukur maju hingga ½ mm, maka putarlah bidal sebanyak satu kali putaran (3600). Setiap bagian skala bidang mikrometer luar ini memilikii lebar sebesar 0,01 mm.
 untuk mengukur panjang suatu benda digunakanlah suatu alat ukur khusus yang disebut sebag Macam-Macam Mikrometer, Bagian-Bagian, dan Fungsinya
2. Mikrometer Dalam
Mikrometer jenis ini berfungsi untuk mengukur garis tengah dari lubang benda. Mikrometer dalam memiliki dua skala yaitu satu skala yang terletak di barrel dan skala lainnya yang terletak di thimble.

Hasil akhir pengukuran dengan mikrometer dalam yaitu nilai yang tertera pada skala di barrel ditambahkan dengan nilai yang tertera pada skala di thimble. Namun, jika Anda menggunakan mikrometer dalam dengan sambungan, maka hasil akhir pengukuran yaitu panjang sambungan ditambah nilai barrel ditambah nilai thimble.

3. Mikrometer Kedalaman
Jenis mikrometer yang terakhir yaitu mikrometer kedalaman. Mikrometer kedalaman digunakan untuk mengukur kedalaman suatu lubang maupun ketinggian dari sebuah benda.

B. Bagian-Bagian Mikrometer 

1. Frame atau Bingkai
Bagian ini berbentuk huruf C dan terbuat dari bahan logam, serta tahan terhadap panas, dengan desain agak tebal dan kuat. Desain frame mikrometer dibuat sedemikian rupa dengan tujuan memperkecil terjadinya peregangan yang dapat mengganggu proses pengukuran suatu benda. Selain itu, frame ini juga telah dilapisi dengan lapisan plastik untuk meminimalisir adanya transfer panas dari tangan ke baja saat pengukuran.

2. Anvil atau Poros Tetap
Poros tetap ini mempunyai fungsi untuk menahan sebuah benda saat akan diukur, dan menempatkannya diantara anvil dan spindle.

3. Spindle atau Poros Gerak
Poros gerak merupakan silinder yang dapat digerakan kea rah poros tetap.

4. Pengunci atau Lock
Pengunci ini mempunyai fungsi sebagai penahan poros gerak, dengan tujuan supaya poros gerak tidak bergerak saat digunakan untuk pengukuran benda.

5. Sleeve
Sleeve merupakan tempat dimana skala utama diletakkan.

6. Thimble
Thimbel merupakan tempat skala nonius diletakkan.

7. Ratchet Knob
Ratchet Knob berfungsi untuk memutar Spindle mikrometer dan mengencangkan mengencangkan Spindle hingga terdengar suara bunyi “klik”.

C. Fungsi Mikrometer
Mikrometer berfungsi untuk mengukur suatu panjang, tebal, dan diameter, serta kedalaman dari suatu benda khusus yang memiliki ukuran. Alat ini biasanya digunakan untuk mengukur lempeng besi baja, diameter suatu kabel atau kawat, serta lebar benda dengan tingkat presisi tinggi.

Itulah penjelasan mengenai macam-macam mikrometer dan fungsinya beserta bagian-bagian utama dari mikrometer. Semoga penjelasan di atas dapat menambah pengetahuan Anda terkait hal-hal yang berhubungan dengan mikrometer.
Sumber https://www.websitependidikan.com/

Fungsi Meteran Laser dan Cara Menggunakannya

Fungsi Meteran Laser dan Cara Menggunakannya_Kemajuan teknologi terbukti sukses membawa banyak dampak positif dalam kehidupan manusia. Tidak hanya aspek komunikasi dan informasi, perkembangan teknologi juga telah menyentuh berbagai aspek lain termasuk dunia pengukuran. Saat ini, kegiatan ukur mengukur sudah tidak perlu lagi menggunakan alat bantu meteran yang panjang dan juga terkesan kurang efisien.

Sekarang sudah hadir alat ukur bernama meteran laser yang siap mempermudah pekerjaan pengukuran setiap orang. Sesuai dengan namanya, meteran laser bekerja dengan menembakkan laser ke arah bidang yang akan diukur dan secara langsung memberikan data hasilnya pada layar yang tersedia, sangat simpel bukan? Lantas apa saja fungsi dari meteran laser dan bagaimana cara menggunakannya? Semuanya akan kami bahas pada ulasan berikut ini.
Fungsi Meteran Laser dan Cara Menggunakannya Fungsi Meteran Laser dan Cara Menggunakannya

A. Pengertian meteran laser
Sebelum memasuki fungsi dan cara penggunaan, ada baiknya kita berkenalan dulu dengan alat canggih yang satu ini. Meteran laser atau yang lebih dikenal dengan sebutan Digital Laser Distance adalah alat ukur yang menggunakan laser sebagai media utamanya. Alat ukur ini sangat efektif jika digunakan saat tidak ada media pemantul cahaya.

Kelebihan dari alat ini adalah sangat mudah digunakan dan tingkat keakuratannya sangat tinggi, mencapai +- 1.5 mm. Meteran laser mampu mengukur hingga 100 m. Selain itu alat ukur ini juga mengukur jarak atau panjang menggunakan teori phytagoras jika pengukuran secara langsung tidak memungkinkan.

B. Cara menggunakan meteran laser
  1. Pertama Anda harus memasang baterai dengan tegangan 9 volt dan tekan tombol on.
  2. Setelah itu tentukan sasaran tembak laser yang tidak lain adalah bidang yang ingin diukur. Selanjutnya sinar laser yang memantul akan mengirimkan radiasi ke meteran elektronik dimana meteran elektronik ini nantinya akan membaca berapa panjang atau lebar bidang tersebut.
  3. Disarankan untuk menggunakannya di dalam ruangan untuk menghindari intervensi sinar matahari
  4. Jangan gunakan meteran laser pada kaca karena kaca tidak mampu memantulkan radiasi
  5. Selalu perhatikan daya baterai, karena daya baterai sangat mempengaruhi tingkat keakuratan meteran laser
  6. Selalu perhatikan waterpass agar tidak miring supaya hasil pengukuran akurat
  7. Usahakan meminimalisir gerakan ketika mengukur
  8. Minimalkan halangan pada sensor pembaca pada alat ukur untuk mendapatkan hasil yang akurat.
C. Fungsi meteran laser
  1. Mengukur jarak horizontal ketika terget tidak dapat ditargetkan secara langsung dengan alat ukur konvensional
  2. Mengukur fungsi stake out dan sudut
  3. Mengukur kemiringan memanfaatkan tilt sensor terintegrasi
  4. Mengukur jarak seseorang, luas, dan lokasi dalam kurun waktu yang sangat singkat dan juga mampu memperkirakan jarak yang jauh serta tempat yang sulit dijangkau alat ukur konvensional
D. Cara merawat meteran laser
  1. Simpan meteran laser di tempat yang kering dan tidak terpapar sinar matahari secara langsung
  2. Bersihkan meteran laser menggunakan kain kering bersih, terutama pada bagian sensor pembaca
  3. Jauhkan dari jangkauan anak – anak karena sinar laser sangat berbahaya bagi mata
  4. Untuk menghindari kebocoran baterai, keluarkan baterai ketika sedang tidak digunakan
Meteran laser digital atau digital laser distance sendiri memiliki dua jenis yaitu Digital Distance Meter Laser dan Fluke Distance Meter Laser yang masing – masing memiliki fungsi spesifik yang berbeda. Selain itu, kelebihan lain dari meteran ini adalah anda tidak perlu lagi mengkalibasinya secara manual karena Meteran laser mampu mengkalibrasi dirinya sendiri secara otomatis.
Itulah beberapa informasi tentang meteran laser. Semoga bermanfaat.
Sumber https://www.websitependidikan.com/

Pengertian, Jenis, dan Fungsi Anemometer

Pengertian, Jenis, dan Fungsi Anemometer_Anemometer merupakan perangkat yang berfungsi untuk mengukur kecepatan angin maupun mengukur arah. Alat ini biasanya dipakai oleh Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) dib alai cuaca. Agar alat ini berfungsi, Anemometer harus ditempatkan di ruang terbuka. Baling-baling Anemometer atau mangkoknya akan bergerak ketika tertiup angin dan akan bergerak sesuai arah angin. Dengan jumlah putaran satu detik Anemometer, maka akan diketahui berapa kecepatan anginnya.
Anemometer merupakan perangkat yang berfungsi untuk mengukur kecepatan angin maupun menguk Pengertian, Jenis, dan Fungsi Anemometer

Jenis-Jenis Anemometer dan Fungsinya

A. Jenis-Jenis Anemometer
Secara umum Anemometer terdiri dari dua jenis yaitu velocity anemometer atau  Anemometer yang digunakan untuk mengukur kecepatan angin, anemometer tekanan atau Anemometer mengukur tekanan angin. Dari kedua jenis Anemometer tersebut, masih dibagi ke dalam beberapa jenis Anemometer lagi, yaitu:

1. Velocity Anemometers
Alat yang digunakan untuk mengukur kecepatan angin ini terdiri dari beberapa jenis, yaitu:

a. Cup Anemometers
Cup Anemometers adalah sebuah anemometer sederhana yang terdiri dari tiga cup berbentuk setengah lingkaran, dan terpasang di ujung gagang horizontal. Aliran udara yang melewati cup ini akan memutar di masing-masing gagang horizontal berdasarkan angin yang berhembus.

b. Windmill Anemometers
Windmill Anemometers merupakan salah satu velocity anemometer yang berbentuk  kincir angin atau sebuah baling-baling. Alat ini berbentuk panjang vertikal. Alat ini untuk mengukur pergerakan angin yang relative sama, misalnya dipasang pada poros ventilasi tambang maupun bangunan

c. Hot-wire Anemometers
Jenis velocity anemometer yang ketiga yaitu hot-wire Anemometers. Alat ini menggunakan kawat halus yang telah dipanaskan. Cara kerja alat ini yaitu, udara akan mengalir melewati kawat dan mempunyai efek pendinginan. Hot-wire Anemometer sangat halus, sehingga memiliki frekuensi-respon yang tinggi serta resolusi yang baik, jika dibandingkan dengan metode pengukuran lainnya.

d. Laser Doppler Anemometers
Anemometer jenis ini menggunakan sinar cahaya laser yang dibagi dalam dua balok. Ketika partikel-partikel udara berada dalam gerakan yang relative besar, mereka akan menghasilkan pergeseran Doppler. Hal inilah yang akan digunakan untuk mengukur kecepatan angin pada sinar laser, untuk menghitung berapa kecepatan partikel udara.

e. Sonic Anemometers
Sonic Anemometers memanfaatkan gelombang suara ultrasonik untuk melakukan pengukuran dari kecepatan angin. Alat ini berfungsi mengukur kecepatan angin yang didasarkan pada jam terbang sonic pulses di antara pasangan transduser.

f. Acoustic Resonance Anemometers
Acoustic Resonance Anemometers merupakan varian dari sonic anemometer. Alat ini merupakan Anemometers sonic konvensional yang penggunaannya bergantung pada waktu pengukuran penerbangan, sementara sensor resonansi akustik ini menggunakan beresonansi akustik atau ultrasonik.

g. Ping Pong Ball Anemometers
Alat ini dibuat berdasarkan bentuk bola ping-pong yang melekat pada string. Saat angin bertiup, maka alat ini akan menekan serta menggerakan bola. Bola ping-pong yang ringan ini, menyebabkannya mudah bergerak, ketika tertiup angin walaupun kecil.

2. Pressure Anemometers atau Anemometers Tekanan
Ada beberapa jenis pressure Anemometers, yaitu:

a. Plate Anemometers
Anemometer jenis ini berbentuk  piring datar yang ditaruh dari atas sehingga angin yang berhembus akan melewati piring tersebut. Plate Anemometers cocok digunakan untuk tempat-tempat tinggi, karena bentuknya sehingga akan menghasilkan pengukuran yang baik di ketinggian tertentu.

b. Tube Anemometers
Jenis Anemometer yang termasuk Pressure Anemometers selanjutnya yaitu Tube Anemometers. Alat ini terdiri kaca tabung berbentuk U isinya cairan manometer atau pengukur tekanan. Tube Anemometer memiliki ujung yang membungkuk dengan  horizontal ayng berfungsi untuk menghadapi angin. Sementara ujung vertikal lainnya sejajar dengan aliran angin.

Anemometer jenis ini merupakan salah satu alat yang paling praktis serta terkenal. Cara kerja alat ini, yaitu ketika ditiup angin, maka angin akan masuk ke dalam mulut tabung yang menyebabkan adanya peningkatan tekanan pada salah satu sisi manometer. Adanya perubahan cairan dalam tabung U akan dijadikan indikasi kecepatan angin.

B. Fungsi Anemometer
Secara umum, ada 4 fungsi Anemometer yaitu:
1. Mengukur kecepatan angin
2. Memperkirakan gelombang laut
3. Memperkirakan cuaca
4. Memperkirakan kecepatan maupun arah arus

Demikian tentang Pengertian Anemometer dan Jenis serta Fungsinya. Semoga bermanfaat.
Sumber https://www.websitependidikan.com/

Jangka Sorong ( Skala, Anatomi, Fungsi, Cara Penggunaan, Membaca Hasil, dan Tips Penyimpanannya )

Skala, Anatomi, Fungsi, Cara Penggunaan, Membaca Hasil, dan Tips Penyimpanan Jangka Sorong_Dalam dunia alat ukur, jangka sorong dikenal sebagai alat dengan ketelitian paling tinggi. Jangka sorong merupakan alat ukur yang memiliki ketelitian hingga seperseratur milimeter. Dengan menggunakan jangka sorong, ukuran suatu benda akan diketahui secara pasti dan akurat.
Jangka sorong memiliki dua bagian yaitu, bagian cekung dan cembung. Bagian cekung (bergerak) digunakan untuk mengukur diameter bagian dalam pada suatu benda. Sedangkan bagian cembung (diam) digunakan untuk mengukur panjang dari suatu benda.

A. Skala Jangka Sorong
Jangka sorong memiliki dua skala yaitu, skala utama yang berada di bagian rahang jangka dan skala vernier atau skala kecil. Skala utama memiliki panjang 1 milimeter sedangkan skala vernier memiliki panjang 9 milimeter di mana satu bagian skala sama dengan 0.9 milimeter. Skala terkeci dari jangka sorong adalah 0.1 milimeter. Dengan kata lain, jangka sorong dapat digunakan untuk mengukur benda dengan kecil mencapai 0.1 meter.
 jangka sorong dikenal sebagai alat dengan ketelitian paling tinggi Jangka Sorong ( Skala, Anatomi, Fungsi, Cara Penggunaan, Membaca Hasil, dan Tips Penyimpanannya )
B. Anatomi Jangka Sorong
Jangka sorong memiliki bagian-bagian dengan fungsinya masing-masing, yaitu:
  1. Rahang dalam : bagian yang digunakan untuk mengukur dimensi bagian dalam.
  2. Rahang luar: bagian yang digunakan untuk mengukur dimensi bagian luar.
  3. Baut pengunci: bagian yang digunakan untuk mengunci rahang.
  4. Imperial scale: skala dalam satuan inchi.
  5. Metric Scale: skala dalam satuan milimeter.
  6. Depth Measuting Blade: bagian yang digunakan untuk mengukur kedalaman.
C. Fungsi Jangka Sorong
Sebagai sebuah alat ukur, jangka sorong memiliki fungsi-fungsi khusus seperti:
1. Digunakan untuk mengukur suatu benda dari sisi luarnya  dengan cara diapit.
2. Digunakan untuk mengukur kedalaman dari sebuah celah atau lubang pada benda.
3. Digunakan untuk mengukur ketebalan suatu benda.
4. Digunakan untuk mengukur diameter luar maupun dalam dari sebuah benda.

D. Cara Menggunakan Jangka Sorong
1. Mengukur diameter dalam
Pertama, geserlah sedikit jangka sorong ke bagian kanan. Setelah itu, masukkan benda yang akan diukur hingga kedua rahang jangka sorong dapat masuk ke dalam benda tersebut. Selanjutnya, geser kembali jangka sorong ke kanan sampai menyentuh bagian sisi dari benda yang diukur.

2. Mengukur diameter luar
Pertama, geserlah jangka sorong ke arah kanan lalu masukkan benda yang akan diukur pada celah yang ada. Setelah itu, geser kembali jangka sorong ke kiri sehingga benda yang diukur terjepit pada dua rahang jangka sorong.

3. Mengukur kedalaman
Pertama, letakkan benda dengan posisi tegak atau berdiri. Selanjutnya, letakkan ujung jangka sorong di atas permukaan benda atau tabung yang akan diukur. Kemudian, geserlah rahang jangka sorong menuju dasar benda atau ke arah bawah. Lihatlah hasil pengukurannya.

E. Cara Membaca Hasil dari Jangka Sorong
Setelah melakukan tahap pengukuran, langka selanjutnya adalah mendeskripsikan atau membaca hasil yang tertera. Begini caranya:
1. Pertama perhatikanlah skala utama. Lihatlah angka yang lurus dengan angka 0 (skala vernier). Jika tidak ada angka yang lurus, maka ambillah angka terdekat dengan 0.

2. Setelah mengetahui skala utama, perhatikanlah skala vernier. Lihatlah angka yang berhimpiitan dengan garis pada skala utama.

3. Langkah terakhir, jumlahkanlah angka pada skala utama dengan angkan pada skala vernier.

F. Cara Penyimpanan Jangka Sorong
Supaya tidak gampang rusak dan berkarat, jangka sorong harus selalu dibersihkan dari debu. Kedua, simpanlah di tempat yang tidak langsung terpapar oleh sinar matahari. Ketiga, berilah minyak pelumas sehabis pemakaian agar pergeseran bagian jangka tidak tersendat.

Itulah dia informasi seputar jangka sorong mulai dari pengertian, skala, anatomi, fungsi, cara menggunakan, cara membaca hasil, hingga tips untuk menyimpan jangka sorong agar cepat rusak. Kini, Anda bisa menggunakan alat ukur ini dengan benar dan sesuai prosedur.
Sumber https://www.websitependidikan.com/

Dinamometer (Pengertian, Jenis, Bagian, Cara Kerja, dan Fungsinya)

Pengertian, Jenis, Bagian, Cara Kerja, dan Fungsi Dinamometer_ Dinamometer adalah alat untuk mengukur daya atau tenaga dari suatu benda, biasanya dari sebuah mesin kendaraan bermotor. Dengan mesin ini Anda dapat mengukur putaran suatu mesin serta torsi. Ketika suatu mesin berputar, daya atau tenaga yang dihasilkan dari mesin tersebut dapat Anda hitung dengan menggunakan dinamometer.

Jenis-Jenis Dinamometer
Sebagai alat ukur daya, dinamometer memiliki dua jenis, yaitu:

1. Dinamometer mesin (engine dyno).
Dinamometer mesin jenis ini berfungsi mengukur besar jumlah suatu tenaga ataupun daya dari sebuah mesin. Dinamometer mesin (engine dyno) umumnya akan memberikan hasil ukur yang dapat dibaca menggunakan satuan daya kuda atau dikenal dengan istilah “horse power”. Satuan inilah yang akan ditampilkan dengan dua huruf, yakni “dk”.

2. Dinamometer rangka (chassis dyno)
Dinamometer jenis yang kedua ini dapat digunakan secara langsung mengukur suatu daya dan torsi tanpa memindahkan mesin kendaraan dari rangka kendaraan. Dinamometer jenis ini biasanya dapat berfungsi untuk mengukur daya yang sebenarnya dari hasil sebuah motor ke roda-roda penggerak.
 Dinamometer adalah alat untuk mengukur daya atau tenaga dari suatu benda Dinamometer (Pengertian, Jenis, Bagian, Cara Kerja, dan Fungsinya)
Bagian-Bagian dari Dinamometer
Sebelum mencoba menggunakan alat ini, Anda perlu mengenal bagian-bagian dinamometer terlebih dahulu. Dinamometer memiliki beberapa bagian utama yaitu:

1. Gantungan
Gantungan dinamometer merupakan tempat untuk pegangan saat Anda menggunakannya, agar tidak mengganggu kinerja dari dinamometer yang Anda gunakan.

2. Penunjuk skala
Penunjuk skala ini merupakan bagian terpenting yang akan menunjukkan hasil ukuran dari suatu mesin yang bisa Anda lihat.

3. Pegas
Pegas dinamometer adalah salah satu bagian dinamometer yang memiliki fungsi utama dalam penggunaannya.

4. Skala
Skala yang terdapat dalam dinamometer menampilkan angka yang tertera yang merupakan hasil dari pengukuran suatu mesin.

5. Batang
Batang merupakan bagian dinamometer yang berfungsi membungkus pegas dan menjadikannya sebuah sistem

6. Pengait
Pengait digunakan untuk meletakkan benda yang akan dilakukan proses pengukurannya.

Cara Kerja Dinamometer
Nah, setelah mengerti bagian-bagian dinamometer, Anda dapat langsung menggunakannya. Agar semakin paham penggunaannya, simak cara kerja dinamometer seperti di bawah ini:

1. Pertama-tama hubungkan terlebih dahulu dinamometer ke mesin ketika kendaraan dijalankan. Sehingga dinamometer akan menampilkan daya atau tenaga mesin ketika bekerja, berakselerasi, berkelok-kelok, hingga memberlambat akselerasi.

2. Kemudian, Anda dapat melihat skala yang tertera dalam dinamometer, bila perlu catat angka hasil tenaga atau daya yang tertera dalam mesin. Prinsip kerja dinamometer berdasarkan prinsip Hukum Hooke yang menyatakan “gaya elastik sebagai penyebab suatu getaran harmonis berbanding lurus serta berlawanan arah dengan simpangan”.

Kegunaan/Fungsi Dinamometer
Secara umum dinamometer digunakan untuk mengukur suatu suatu daya atau tenaga dari sebuah mesin. Selain itu, dinamometer juga digunakan untuk mengukur suatu gaya berat, yang biasanya digunakan dalam laboratorium fisika. Dalam laboratorium, dinamometer dikenal dengan istilah neraca pegas. Dinamometer mempunyai dua macam skala, yaitu skala Newton (N) dan gram (g). Dan jangan lupa atur skala pada posisi nol sebelum melakukan pengukuran dengan cara memutar sekrup untuk mengatur skala.

Dengan menggunakan alat ini, Anda dapat mengetahui tenaga maupun daya pada mesin kendaraan yang akan kita uji tenaga atau dayanya. Sangat sulit, jika kita melihat secara langsung berapa daya yang dihasilkan oleh suatu mesin, tanpa menggunakan alat ukur yang sesuai. Sehingga dengan menggunakan dinamometer, Anda dapat melihat besar daya dari suatu mesin dengan akurat.

Itulah penjelasan mengenai jenis-jenis, bagian, cara kerja, dan kegunaan dinamometer sebagai alat ukur daya atau tenaga dari suatu mesin. Sebelum menggunakan alat ini, pastikan dulu untuk mengetahui bagian-bagiannya dan mengerti cara penggunaannya.
Sumber https://www.websitependidikan.com/

Pengertian Clamp Meter, Fungsi, Cara Menggunakan, dan Tips Perawatannya

Pengertian Clamp Meter, Fungsi, Cara Menggunakan, dan Tips Merawatnya_Dalam proses pengukuran arus pada konduktor, umumnya Anda harus memutuskan sirkuit atau kabel lintasan yang terhubung terlebih dahulu. Hal ini tentunya akan memakan waktu lama dan kurang praktis. Oleh sebab itu, seiring perkembangan zaman, muncullah sebuah alat bernama clamp meter.

A. Pengertian Clamp Meter
Apa itu clam meter?, clamp meter adalah alat yang digunakan untuk mengukur arus pada konduktor tanpa memutuskan sirkuitnya. Clamp meter memiliki bagian penjepit pada badannya sehingga untuk mengukur arus hanya perlu dijepitkan pada kabel. Sebenarnya clamp meter hampir sama dengan multimeter. Perbedaannya hanya pada sisi kepraktisan di mana clamp meter lebih mendominasi.

Dalam proses pengukuran arus pada konduktor Pengertian Clamp Meter, Fungsi, Cara Menggunakan, dan Tips Perawatannya

B. Fungsi Clamp Meter
Fungsi dari clamp meter sama seperti multimeter, yaitu:
1. Digunakan untuk mengukur tegangan listrik, arus listrik, dan resistansi (tahanan).
2. Digunakan untuk mengukur tempertatur, induktansi, dan frekuensi.
3. Digunakan untuk mengecek koneksi antar arus pada kabel.
4. Digunakan untuk mengukur kapasitor eletktrolit.

C. Cara Menggunakan Clamp Meter
Karena masih banyak orang yang awam dengan alat ini dibandingkan multimeter, maka sebelum menggunakannya disarankan untuk memahami penjelasan di bawah ini.

1. Tentukanlah konduktor yang akan diukur.
Clamp dapat membaca konduktor listrik dengan baik. Jadi, Anda tidak perlu memutuskan kabel lintasan atau sirkuit. Lalu, ketika sudah ditentukan konduktornya, usahakan alat tersebut tidak dialiri listrik terlebih dahulu. Dengan kata lain, jepitlah kabel atau konduktor dengan posisi off pada listrik. Setelah selesai dijepit barulah posisi listrik dihidupkan kembali. Hal ini bertujuan untuk menjamin keselamatan para pengguna clamp meter.

2. Pilihlah fungsi dan jangkauan yang sesuai.
Putarlah rotary pada clamp untuk menentukan fungsi dan jangkauan yang tepat. Selain itu, konduktor listrik harus berada pada tegangan kurang dari 600V. Jika konduktor berada pada tegangan yang tidak sesuai atau melebihi, maka dapat merusak perangkat yang akan diukur. Di tambah lagi, clamp meter tidak bisa mendeteksi arus pada konduktor yang tegangannya melebihi 600V. Apabila Anda kurang yakin dengan tegangan dan jangkauan yang ada, maka Anda dapat memilih jangkauan tinggi dan menyesuaikannya secara perlahan.

3. Jepitlah konduktor.
Selanjutnya, rahang penjepit ada clamp meter harus dibuka dan dijepitkan pada konduktor yang ada. Ingat, untuk keselamatan, sebelum mulai menjepit ada baiknya mematikan arus listrik dari konduktor tersebut seperti pada penjelasan pada poin satu.

4. Gunakanlah pemisah garis AC.
Saat mengukur arus AC, kadang clamp meter memberikan hasil yang salah atau kurang akurat. Oleh sebab itu, sambungkanlah kabel atau jalur pemisah AC pada konduktor listrik lalu konduktor listrik disambungkan pada jalur pemisah garis AC. Terakhir, jepitlah meteran pada garis pemisah AC untuk menentukan hasilnya.

5. Ukurlah Tegangan.
Langkah kelima, aturlah meteran pada penjepit hingga membentuk “V” untuk membaca tegangan pada konduktor. Selain itu, hubungkan juga probe hitam pada COM Jack dan probe merah pada V/O Jack. Jangan lupa tentukan rentan waktu seperti yang telah dijelaskan di atas.

D. Tips Merawat Clamp Meter
Walaupun tidak setiap hari alat ini digunakan, namun keberadaannya harus selalu diperhatikan dan dirawat supaya awet. Begini tips merawat clamp meter yang benar:

1. Jangan meletakkan clamp meter dalam sebuah medan magnet yang sangat kuat.
2. Jangan bersihkan clamp meter menggunakan cairan pelarut.
3. Jangan meletakkan clamp meter pada tempat yang sering bergerak.
4. Jangan meletakkan clamp meter di bawah terik matahari, simpanlah di tempat sejuk.
5. Jika mengukur tekanan listrik yang tidak diketahui besarnya, segeralah gunakan jangkauan terbesar supaya clamp meter dapat berfungsi.
Sumber https://www.websitependidikan.com/

Sound Level Meter (Pengertian, Cara Menggunakan, Membaca Hasil, dan Cara Merawatnya)

Pengertian, Cara Menggunakan, Merawat, dan Membaca Hasil pada Sound Level Meter_Pernahkan Anda berada pada suatu tempat yang ramai hingga suara-suara orang sekitar mengalahkan suara Anda sendiri? Tahukah Anda berapa ukuran kebisingan yang terjadi oleh keramaian itu?.

A. Pengertian Sound Level Meter
Ya, ternyata kebisingan bisa diukur oleh alat bernama sound level meter. Lebih jelasnya, sound level meter adalah suatu alat ukur yang digunakan untuk mengukur tingkat kebisingan, suara-suara yang tidak dapat dikontrol, atau suara yang dapat membuat telinga sakit. Sound level meter berfungsi untuk mengukur kebisingan dalam satuan dBA antara 30 hingga 130 dB dan dalam frekuensi antara 20 sampai 20.000 Hz.
 dan Membaca Hasil pada Sound Level Meter Sound Level Meter (Pengertian, Cara Menggunakan, Membaca Hasil, dan Cara Merawatnya)
B. Cara Menggunakan Sound Level Meter
Untuk Anda yang masih awam dengan alat ini, Anda bisa mempelajari cara penggunaannya supaya lebih paham. Berikut cara menggunakan sound level meter yang benar:

1. Pertama, tentukanlah selektor berdasarkan dengan kondisi yang ada. Fast untuk jenis kebisingan yang terus-menerus terjadi atau berlanjut dan slow untuk jenis kebisingan yang terjadinya secara impulsif atau putus-putus.
2. Selanjutnya, pilihlah sektor tingkat kebisingan.
3. Kemudian, tentukanlah area tempat pengukuran.
4. Setelah itu masuk ke dalam tahap pengukuran. Jadi, setiap tempat dilakukan pengamatan selama 1 hingga 2 menit dengan 6 kali pembacaan. Catatlah hasil pengukuran yang keluar dari monitor.
5. Terakhir, setelah hasil pengukuran diketahui, carilah rata-rata kebisingan yang terjadi. Cara menghitung rata-rata umumnya menggunakan formula,
{ Lek = 10 log 1/n (10 L1/10+10 L2/10+....) dBA }

C. Cara Merawat Alat Sound Lever Meter
Setiap alat pengukuran harus dirawat dengan baik agar tidak mudah rusak karena harga belinya pun terbilang tinggi. Untuk merawat soind level meter, Anda bisa mengikuti cara di bawah ini:

1. Gunakanlah sound level meter di tempat yang sejuk dan tidak langsung terkena paparan sinar matahari.
2. Usahakan sound level meter disimpan pada tempat yang aman agar tidak jatuh sebab jika jatuh akan mempengaruhi dan merusak layar display.
3. Setelah digunakan sound lever meter harus segera dimatikan atau off supaya menghemat daya baterai. Selain itu, tingkat pengisian baterai harus juga diperhatikan. Informasi seputar ketersediaan baterai bisa dilihat pada layar display.
4. Terakhir, lakukanlah kalibrasi eksternal minimal setahun sekali.

D. Cara Membaca Hasil dan Skala
Setelah paham cara mengoperasikan alat sound level meter, kini Anda harus memahami cara membaca hasil dan juga skala yang muncul ketika menggunakan alat tersebut. Pahami langkah-langkah berikut:

1. Tekan tombol on pada alat sound level meter.
2. Selanjutnya, putar tombol penyetel untuk menentukan tingka kebisingan yang ada. Misalnya, 60 hingga 70 dB. Maka, angka 60 akan berada pada garis tebal di sebelah kiri atas (0), dan angka 70 akan berada pada garis tebal di sebelah kanan atas (10). Untuk sound level meter jenis S2A, terdapat 10 skala di mana skala terluar (0) memiliki garis skala berwarna merah.
3. Setelah itu, untuk proses pembacaan, jika jarum penunjuk skala bergerak ke arah kanan maka hasilnya positif (+), sedangkan jika jarum penunjuk skala bergerak ke arah kiri maka hasilnya negatif (-).
4. Terakhir, bacalah hasil pengukuran dari sound level meter, kemudian jika sudah selesai tekan tombol off pada alat.

Begitulah penjelasan mengenai sound level meter. Alat ini sering digunakan pada dunia penerbangan dan industri lainnya. Sound level meter memiliki 3 tipe yaitu tipe 0, tipe 1, dan tipe 2. Apakah Anda sudah pernah mencoba menggunakan alat ini?
Sumber https://www.websitependidikan.com/

Sunday, April 29, 2018

Dial Indicator ( Pengertian, Fungsi, Bagian, dan Cara Menggunakannya )

Pengertian, Fungsi, Bagian, dan Cara Menggunakan Dial Indicator_Dalam dunia otomotif, ada beberapa alat yang sering digunakan salah satunya dial indicator. Dial indicator disebut juga sebagai dial gaue. Dial indicator merupakan alat ukur yang memiliki skala pengukuran sangat kecil yang biasanya digunakan untuk mengukur penyimpangan pada benda berbidang datar maupun bulat atau silinder.

Alat ini merupakan alat yang tidak bisa berdiri sendiri sebab dalam pemakaiannya diperlukan alat lain sebagai alat bantu yang biasanya disebut dengan magnetic base. Magnetic base berguna untuk mengatur posisi dial indicator supaya tinggi maupun rendahnya sesuai dengan yang diharapkan.
 ada beberapa alat yang sering digunakan salah satunya dial indicator Dial Indicator ( Pengertian, Fungsi, Bagian, dan Cara Menggunakannya )

A. Fungsi Dial Indicator
Secara terperinci, dial indicator memiliki kegunaan sebagai berikut:
1. Mengukur tingkat kerataan pada bidang datar.
2. Mengukur tingkat kerataan pada bidang silinder.
3. Mengukur tingkat kerataan dan sisi bulat pada suatu bidang poros.

B. Anatomi Dial Indicator
Sebelum menggunakan alat ini, ada baiknya kita memahami bagian-bagian dari dial indicator itu sendiri. Berikut bagian-bagian yang terdapat pada dial indicator:
1. Jarum panjang
Jarum panjang ini akan bergerak jika terdapat bidang sentuh yang tertekan oleh sebuah benda kerja. Untuk mendapatkan nilai pergerakan dari jarum panjang pada dial indicator, maka skala yang digunakan harus dikalikan dengan angka yang ditunjuk oleh jarum panjang. Misalnya skala yang digunakan adalah 0.01 milimeter, jadi jika jarum berada pada angka 10 berarti nilai yang dihasilkan adalah 0.01 milimeter x 10 = 0.1 milimeter

2. Jarum pendek
Jarum pendek pada dial indicator akan bergerak satu ruas apabila jarum panjang sudah melewati satu putaran. Dengan kata lain, jarum panjang yang memiliki awalan di angka 0 harus melewati angka 0 kembali supaya jarum pendek yang ada bisa bergeser satu ruas.

3. Batas toleransi
Dial indicator memiliki dua batas tolesansi yang bisa digeser ke arah kanan dan kiri yang fungsinya dapat menunjukkan pergeseran jarum panjang ketika proses pengukuran suatu benda sedang berlangsung.

4. Bidang sentuh
Bagian ini akar bergerak ke atas dan ke bawah (naik-turun) ketika mulai ada benda yang bersentuhan atau mulai diukur. Jarum panjang pada dial indicator akan bergeser ke arah kanan saat benda sentuh bergerak ke atas. Sebaliknya, jarum panjang akan bergeser ke arah kiri saat benda sentuh bergarak ke bawah.

C. Cara Menggunakan Dial Indicator
Agar memperoleh hasil yang akurat, gunakanlah dial indicator sesuai dengan langkah-langkah di bawah ini:
1. Pertama, pasanglah contact point pada dial indicator.
2. Setelah itu, dial indicator dipasangkan pada stand yang sudah tersedia.
3. Lalu, benda yang akan diukur ditempelkan pada contactpoint.
4. Kemudian, kendorkan screw pengikat pada skala dan pastikan jarum penunjuk berada pada angka 0. Setelah selesai, kencangkan kembali screw pengikat.
5. Gerakanlah benda yang akan diukur sesuai dengan kebutuhan.
6. Terakhir, bacalah nilai yang dihasilkan oleh jarum.

D. Cara Membaca Skala dan Nilai Hasil
Untuk membaca hasil, hal yang perlu diperhatikan adalah jenis ukuran skala yang digunakan yaitu dalam bentuk inchi atau milimeter.
1. Milimeter (mm)
Skala utama ditunjukkan melalui jarum pajang. Pada ukuran milimeter, satu putaran jarum panjang bernilai 100 strip yang artinya memiliki skala 1 milimeter dan satu putaran jarum pendek bernilai 10 strip. Jadi, tingkat akurasinya adalah 1 : 100 = 0.01 milimeter.

2. Inchi
Pada ukuran inchi, satu putaran jarum panjang bernilai 100 strip yang artinya memiliki skala 0.1 inchi dan satu putaran jarum pendek bernilai 10 strip. Jadi, tingkat akurasinya adalah 0.1 : 100 = 0.001 inchi.
Sumber https://www.websitependidikan.com/