Showing posts with label NEWS. Show all posts
Showing posts with label NEWS. Show all posts

Wednesday, January 24, 2018

Pendidikan Indonesia, Tahun Ini Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) SD Hanya Tiga Mata Pelajaran

Intipendidikan.com - Dikutip dari laman Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia, Mulai tahun 2018, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menetapkan kebijakan baru untuk ujian akhir di jenjang sekolah dasar (SD), yakni dengan menerapkan ujian sekolah berstandar nasional (USBN) bagi peserta didik kelas 6. USBN di tingkat SD hanya menguji tiga mata pelajaran, yakni Bahasa Indonesia, Matematika, dan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA).

 Dikutip dari laman Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia Pendidikan Indonesia,  Tahun Ini Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) SD Hanya Tiga Mata Pelajaran

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kemendikbud, Totok Suprayitno mengatakan, sebelumnya pada tahun 2017 ada dua jenis ujian di jenjang SD dan Madrasah Ibtidaiyah (MI), yaitu US/M dan Ujian Sekolah. Kemudian tahun ini berubah menjadi USBN dan Ujian Sekolah. Lima mata pelajaran yang diujikan dalam Ujian Sekolah adalah Pendidikan Agama, Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKN), Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS), Seni Budaya dan Keterampilan, dan Penjaskes dan Olahraga.

Dengan perubahan format ujian dari US/M menjadi USBN, maka berubah pula pola pembuatan naskah soal ujian. Sebelumnya, pada US/M, sebanyak 25 persen soal disiapkan oleh Pusat sebagai soal jangkar atau anchor, dan 75 persen soal disiapkan oleh guru dan dikoordinasikan oleh Dinas Pendidikan Provinsi dan Kantor Wilayah Kementerian Agama. Sekarang, pada USBN 2018, sebesar 20 persen hingga 25 persen soal disiapkan oleh Pusat sebagai soal jangkar (anchor), dan 75 persen hingga 80 persen disiapkan oleh guru yang tergabung dalam kelompok kerja guru (KKG).

“Sedangkan untuk ujian sekolah atau US, 100 persen soal disiapkan sekolah berdasarkan kisi-kisi nasional yang disiapkan oleh pusat,” ujar Kabalitbang Kemendikbud, Totok Suprayitno, dalam Diskusi Kebijakan Pendidikan tentang USBN 2018 di Kantor Kemendikbud, Jakarta, Rabu (10/1/2018).

Totok mengatakan, soal untuk USBN SD juga akan menyertakan esai sebanyak 10 persen dari total soal. Hal ini berbeda dengan US/M yang berlaku pada tahun sebelumnya, di mana semua soal berbentuk pilihan ganda.

Kemudian untuk lima mata pelajaran pada Ujian Sekolah, soal-soal akan dibuat oleh guru masing-masing sekolah. Meksipun begitu, Kemendikbud akan mendorong guru-guru untuk membuat soal Ujian Sekolah dengan kombinasi antara pilihan ganda dan esai. “Esai sangat bagus untuk kompetensi generasi abad 21,” ujar Totok.

Secara teknis, untuk SD/MI yang sudah bisa menerapkan ujian berbasis komputer, soal-soal berbentuk pilihan ganda akan dikerjakan dengan menggunakan komputer, baik untuk USBN maupun Ujian Sekolah. Kemudian soal esai akan dikerjakan siswa pada kertas esai (secara manual)

Demikian informasi yang kami sampaikan, semoga bermanfaat. Jabat Erat IndoINT.com 

Sumber https://www.intipendidikan.com/

Wednesday, January 3, 2018

Seluruh Sekolah Diharapkan Terapkan Kurikulum 2013 Pada Tahun 2018

Intipendidikan.com --- Dikutip dari laman Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, Direktur Pembinaan Tenaga Kependidikan Pendidikan Dasar dan Menengah Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK) Kemendikbud, Bambang Winarji mengatakan, pada tahun 2018 seluruh sekolah sudah harus menerapkan Kurikulum 2013. Dengan begitu diharapkan tidak ada lagi persoalan terkait penerapan kurikulum yang berbeda di jenjang pendidikan yang sama.

 Dikutip dari laman Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI Seluruh Sekolah Diharapkan Terapkan Kurikulum 2013 Pada Tahun 2018


Hal itu diungkapkannya dalam pertemuan Tim Kunjungan Kerja Komisi X Dewan Perwakilan Rakyat RI (DPR RI) dalam rangka Reses Masa Persidangan II Tahun Sidang 2017 - 2018 dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur di Samarinda, Selasa (12/12/2017).

Lebih jauh Bambang menjelaskan, penerapan kurikulum yang sama di semua sekolah juga diharapkan mengurangi persoalan dalam penyelenggaraan ujian nasional (UN). "Yang menjadi pembeda dalam penyelenggaraan ujian nasional nantinya hanyalah dalam hal pelaksanaannya, yaitu Ujian Nasional Berbasis Komputer  (UNBK) dan Ujian Nasional Berbasis Kertas dan Pensil (UNKP)," ujar Bambang.

UNBK, lanjutnya, hanya bisa dilakukan di daerah-daerah dengan fasilitas teknologi informasi yang memadai. Sedangkan di daerah-daerah yang belum terjangkau fasilitas tersebut dapat melaksanakan UNKP.

Pada kesempatan itu Bambang juga mengingatkan bahwa pemanfaatan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) adalah untuk peningkatan mutu. Diakui Bambang, masalah kekurangan guru memang terjadi di berbagai daerah, terlebih lagi dalam waktu dekat ada sekitar 270.000 guru akan memasuki masa pensiun.
"Rekrutmen guru menjadi wewenang beberapa pihak, antara lain Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, serta Kementerian Keuangan," kata Bambang.

Saat ini, katanya, pihak-pihak terkait itu terus merumuskan kesepakatan untuk mengatasi kekurangan guru. "Kalaupun harus merekrut guru honorer, sekolah harus memastikan bahwa yang direkrut telah berkualifikasi S1 atau D4 yang relevan dan telah tersertifikasi".

Bambang Winarji menyertai  Tim Kunjungan Kerja yang dipimpin oleh Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Abdul Fikri Faqih ke Provinsi Kalimantan Timur pada 12 - 14 Desember 2017 sebagai pejabat pendamping dari Kemendikbud. Selain berdialog dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, tim juga melakukan peninjauan ke sekolah-sekolah serta melakukan pertemuan dengan berbagai pemangku kepentingan di bidang pendidikan.

Jabat Erat Intipendidikan.com 

Sumber https://www.intipendidikan.com/

Thursday, October 26, 2017

PENGUMUMAN KELULUSAN PESERTA CALON PPK /PPS LOTIM

Intipendidikan.com - Pengumuman dari KPU lombok timur tanggal 26 Oktober 2017 mengenai pengambilan kartu seleksi ujian tertulis Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dan Panitia Pemungutan Suara (PPS) untuk wilayah lombok timur sudah bisa di ambil pada hari ini,

 Pengumuman dari KPU lombok timur tanggal  PENGUMUMAN KELULUSAN PESERTA CALON PPK /PPS LOTIM

KAMIS,26 OKTOBER 2017 : JAM 12.00 WITA - 18.00 WITW
JUM'AT,27 OKTOBER 2017 : JAM O8.00 WITA - 18.00 WITA.

PENGUMUMAN
NOMOR : 163/PP.05.3-Pu/5203/KPU-KabX/2017
TENTANG
 HASIL PENELITIAN ADMINISTRASI CALON ANGGOTA PANITIA PEMILIHAN KECAMATAN (PPK) DAN ANGGOTA PANITIA PEMUNGUTAN SUARA (PPS) PEMILIHAN GUBERNUR DAN WAKIL GUBERNUR NUSA TENGGARA BARAT SERTA PEMILIHAN BUPATI DAN WAKIL BUPATI LOMBOK TIMUR TAHUN 2018

Disampaikan dengan hormat ,bahwa komosi pemilihan umum kabupaten lombok timur telah melakukan penelitian administrasi calon anggota panitia pemilihan kecamatan (PPK) dan calon anggota panitia pemungutan suara (PPS) Pemilihan gubernur dan wakil gubernur nusa tenggara barat dan pemilihan bupati dan wakil bupati lombok timur tahun 2018 adapun yang telah dinyatakan LULUS.
Selanjutnya kepada saudara yang di nyatakan lulus penelitian administrasi untuk hadir mengikuti tes tertulis nanti pada:Download pengumumannya
DOWNLOAD DISINI

Dan jadwal seleksi tes tertulis calon anggota Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dan calon anggota Panitia Pemungutan Suara (PPS) Pemilihan gubernur dan wakil gubernur nusa tenggara barat serta pemilihan bupati dan wakil bupati lombok timur tahun 2018 dapat di DOWNLOAD DISINI

Pengmuman ini di keluarkan tadi siang olah KPU Lombok timur semoga bermanfaat bagi saudara/saudari yang melamar sebagai anggota PPK dan PPS yang kemungkinan jarak rumahnya berjauhan dengan kantor KPU LOMBOK TIMUR.
Semoga bermanfaat. Jabat Erat IndoINT.com


Sumber https://www.intipendidikan.com/

Saturday, September 9, 2017

Stop Memberikan PR Matematika Kepada Sisws Himbau Mendikbud

Intipendidikan.com --- Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy meminta guru agar lebih kreatif memberikan pekerjaan rumah (PR) kepada siswa dalam penerapan penguatan pendidikan karakter (PPK). Ia mengatakan, siswa jangan diberikan PR berupa matematika atau mata pelajaran lain, karena tugas seperti itu cukup diselesaikan di sekolah, bukan di rumah. Sebaliknya, guru harus bisa memberikan PR yang berkaitan dengan nilai-nilai karakter prioritas dalam PPK.


"Dalam PPK, PR itu jangan Matematika. Kalau itu selesaikan saja di sekolah. PRnya apa? Misalnya untuk nilai karakter gotong royong, siswa dikasih PR berkunjung ke teman-temannya yang sakit, atau berkunjung ke panti asuhan, atau ikut kerja bakti di lingkungan rumah atau sekolah. Itulah PR dalam PPK. Ada nilai gotong royong dan rasa solidaritas. Sekolah atau guru harus inisiatif memberikan PR seperti itu dalam PPK," ujarnya saat sosialisasi PPK kepada ratusan kepala sekolah dan pengawas sekolah SD dan SMA se-Sumatra Utara, di Kantor Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan Sumatra Utara, Medan, (4/9/2017).

Dalam PPK, nilai karakter prioritas yang dimaksud Mendikbud tersebut ada lima, yaitu religius, nasionalis, integritas, gotong royong, dan mandiri. Mendikbud juga mengimbau guru agar bisa menanamkan sikap toleransi antarumat beragama kepada siswa. Siswa juga harus mampu menghormati perbedaan, mengingat bangsa Indonesia adalah bangsa yang beragam atau majemuk.

Mendikbud juga meminta agar lagu Indonesia Raya tiga stanza dinyanyikan dalam setiap upacara bendera di sekolah. Menurutnya, lagu Indonesia Raya tiga stanza dapat memperkuat rasa nasionalisme anak Indonesia. "Dalam membangun karakter anak, salah satunya bisa dengan membiasakan upacara bendera dengan lagu Indonesia Raya tiga stanza, itu menanamkan rasa nasionalisme," tuturnya.

Ia menuturkan, penerapan PPK di sekolah harus menggunakan metode "School Based Management", atau Manajemen Berbasis Sekolah. Menurutnya, Manajemen Berbasis Sekolah akan memperkuat ekosistem pendidikan karena sekolah akan menjadi sentral atau pusat, sedangkan lingkungan sekitar dijadikan sumber-sumber belajar (learning resources).

"Semua aktivitas belajar siswa, baik yang berada di sekolah, masyarakat, maupun di keluarga harus dimanajemeni oleh sekolah. Jadi sekolah tidak boleh lagi tidak bertanggung jawab atas semua kegiatan siswa," tegasnya.

Ia menambahkan, salah satu tugas sekolah adalah mengarahkan anak-anak dalam penerapan PPK di luar sekolah sebagai bagian dari kegiatan belajar mengajar. Mendikbud juga meminta kepala sekolah supaya bisa mengedukasi lingkungan sekolahnya, dan melihat potensi apa saja yang ada di lingkungan sekolah yang bisa menjadi sumber belajar siswa.

Demikian informasi yang kami sampaikan, semoga bermanfaat. Jabat Erat IndoINT.com 

Sumber https://www.intipendidikan.com/

Thursday, August 3, 2017

Pendidikan Indonesia, Sebanyak 61 orang pejabat eselon II, III dan IV lingkup pemerintah Daerah kabupaten Lombok Timur

Intipendidikan.com - Dikutip dari Laman Facebook Humas Lotim, Pemerintah Daerah Kabupaten Lombok Timur kembali melakukan Mutasi terhadap pejabat eselon II, III dan IV hari ini.

Ilustrasi

Sebanyak 61 orang pejabat eselon II, III dan IV lingkup pemerintah Daerah kabupaten Lombok Timur, dilantik dan diambil sumpahnya oleh Wakil Bupati Lombok Timur.

Sesuai Surat Keputusan nomor  242/821.2/224/BKPSDM/ 2017 tentang pengangkatn dan pengambilan  Sumpah Jabatan Lingkup Pemerintah Daerah Kab. Lotim. Pelantikan berlangsung Kamis (3/8), di Rupatama 1 lantai 2 kantor Bupati Lombok Timur.

Pejabat yang dilantik terdiri dari  Eselon II/b sebanyak 5 orang, eselon III/a sebanyak 7 orang termasuk 4 jabatan camat yakni Camat sakra, Camat pringasela, Camat Pringabaya,  Camat Sambelia,  eselon III/b sebanyak 13 orang,  eselon IV/a sebanyak 26 orang dan eselon IV/b sebanyak 10 orang.

Wakil Bupati H. Haerul Warisin mengingatkan Pejabat yang dilantik agar menjalankan tugas kedinasan dengan baik, mengedepankan pelayanan kepada masyarakat, serta menjaga disiplin.

Siapapun pemimpinya,  kami sebagai rakyat berharap semoga segala aspirasi kami dapat didengar dan di tindak lanjuti,  sebagai bentuk tanggung jawab terhadap rakyatnya.

Demikian Informasi yang kami sampaikan,  semoga bermanfaat.  Jabat Erat IndoINT.com.

Sumber https://www.intipendidikan.com/

Sunday, July 30, 2017

Pendidikan Indonesia, Tema Dan Makna Logo HUT RI Yang Ke 72

Intipendidikan.com - Selamat sore rekan-rekan guru dan Operator pendidikan dimanapun berada baru-baru ini Pemerintah sudah menetapkan logo yang akan digunakan dalam Peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia atau ke-72 pada Agustus mendatang. Logo kali ini menggunakan angka 72 dan kata-kata "Indonesia Kerja Bersama".


Kementerian Sekretariat Negara melalui surat edaran meminta para menteri, pimpinan lembaga negara, gubernur, bupati, dan wali kota untuk mensosialisasikan logo ini.

Secara resmi, softcopy tema dan logo Peringatan HUT ke-72 Kemerdekaan RI tahun 2017 ini dapat diunduh melalui situs resmi Kementerian Sekretariat Negara di setneg.go.id.dan juga di kemdikbud.go.id. Bersama dengan surat edaran itu, dijelaskan mengenai konsep dan makna logo ini.

Logo "72 Tahun Indonesia Kerja Bersama" menjadi representasi semangat gotong royong untuk membangun Indonesia menuju masa depan yang lebih baik.

Angka "7" pada logo menjadi simbol anak panah yang menyerong ke kanan atas. Ini melambangkan dinamisme pembangunan yang berorientasi ke masa depan positif.

Letak dan posisi angka "2" pada logo yang terlihat merangkul angka "7" lambang asas kebersamaan dalam bekerja membangun bangsa Indonesia dan mencapai target yang telah direncanakan.

Bentuk angka "2" juga merepresentasikan bentuk bendera Indonesia yang terdiri dari dua bagian. Sementara itu, slogan yang digunakan "Kerja Bersama, Bersama Kerja".

"Kerja bersama" menunjukkan pendekatan yang bersifat merangkul dan memperlihatkan asas kebersamaan dan gotong royong dalam membangun Indonesia menjadi lebih baik.

Semoga di Hari dimana semakin bertambahnya umur Republik ini bisa menjadi kebangkitan bagi bangsa kita untuk tetap maju dan mampu bersaing dalam segala hal khususnya Dunia Pendidikan dengan Negara-Negara lain di dunia, dan semoga Usulan Kita selaku OPP yang meminta persetujuan terkait dengan Jabatan kita dalam Udang-Undang agar segera disetujui oleh DPR.

demikian yang dapat kami sampaikan, semoga bermanfaat ya.
Jabat Erat Intipendidikan.com

Sumber https://www.intipendidikan.com/