Showing posts with label Fakta. Show all posts
Showing posts with label Fakta. Show all posts

Tuesday, May 22, 2018

Ancaman Nabi Muhammad Bagi Pembunuh Non-Muslim dan Pengebom Gereja


Sebelumnya saya turut berbelasungkawa kepada korban insiden bom bunuh diri yang sedang terjadi akhir-akhir ini dan semoga keluarga yang ditinggalkan dapat tabah dan diberi kekuatan oleh Allah.

Nah, kali ini kita akan membahas mengenai aksi terorisme menurut ajaran keyakinan Islam. Banyak diluar sana yang mengidentikkan Islam dengan aksi teroris dan jihad. Padahalah antara Jihad, perang dan teroris itu sangat berbeda. Jika anda beranggapan kalau Jihad berarti perang, maka anggapan anda salah. Karena perang dalam bahasa arab disebut Qital. Dan teroris dalam bahasa Arab disebut dengan Irhabi. Sedangkan arti Jihad sendiri menurut bahasa adalah bersungguh-sungguh.

Oleh karenanya para Ulama dan Ustadz dengan gencarnya memberikan pemahaman bahwa Islam tidak memperbolehkan yang namanya tindakan teror, dan itu bukan bentuk Jihad yang sebenarnya. Mereka juga mengatakan bahwa membunuh non-muslim tanpa sebab dan merusak tempat ibadahnya merupakan hal yang dilarang dalam ajaran Islam. Dan itu bukan bentuk dari jihad yang sebenarnya.

Nah, benarkah Islam melarang tindak itu semua? benarkan Islam melarang membunuh non-muslim tanpa sebab dan merusak tampat ibadahnya?. Oke, kali ini saya mengajak anda baik muslim dan non-muslim untuk lebih dalam mengenal Islam, dan apakah benar Islam tidak seperti yang kita bayangkan.

Nah, dalam ajaran Islam bagi yang bukan pemeluk Islam atau non-muslim disebut dengan Kafir. Oke, saya tidak heran jika ada temen-temen Kristen yang tersinggu apabila disebut sebagai Kafir. Itu karena dalam Alkitab versi bahasa Indonesia dan buku-buku keagamaan mereka juga menggunakan kata Kafir dan itu berkonotasi buruk. Padalah kata Kafir sendiri berasal dari khazanah dunia Islam. Dalam Al-Quran sendiri kata kafir didebutkan sebanyak 525 kali.

Kafir sendiri berasal dari kata kafara yang berarti menyembunyikan atau menutup diri. Sehingga kata ini diadopsi kedalam bahasa Inggris menjadi cover yang artinya menutup. Sama juga, kafir artinya orang yang menutup diri, menyembunyikan, ingkar, tidak beriman kepada Allah dan Nabi Muhammad. Sehingga non-muslim menurut ajaran Islam disebut Kafir.

Itu sama seperti penyebutan Goyim ataupun Gentile dalam Alkitab atau domba tersesat dalam keyakinan kristen. Faktanya kalau kita merujuk kepada teks asli Alkitab, maka kita tidak menjumpai kata Kafir disana. Dalam ajaran Hindu, bagi selain pemeluk hindu disebut Maitrah dan dalam agama Budha disebut Abrahmacariyavasa. Jadi agak aneh jika temen-temen non-muslim tersinggung apabila disebut kafir. Saya harap kalian bisa memahami.

Nah, Kafir dalam Islam dibagi kepada empat. Ada yang boleh dibunuh ada pula yang haram.

1. Kafir Dzimmi, yaitu kafir yang hidup damai dengan mayoritas umat Muslim seperti di Indonesia. Ancaman Nabi Muhammad SAW bagi yang melanggarnya. “Barangsiapa membunuh seorang kafir dzimmi, maka dia tidak akan mencium bau surga. Padahal sesungguhnya bau surga itu tercium dari perjalanan empat puluh tahun. ” (HR. An Nasa’i)

2. Kafir Mua’ahad, yaitu ketika terjadi perang antara umat Islam dan non-muslim dan mereka sepakat untuk gencatan senjata, sepakat untuk damai dalam jangka waktu yang sudah disepakati. Nah, dalam kondisi begini umat Muslim dilarang melakukan pembunuhan kepada non-muslim dan haram hukumnya. Ancaman Nabi Muhammad bagi yang melanggarnya. “Siapa yang membunuh kafir mu’ahad ia tidak akan mencium bau surga. Padahal sesungguhnya bau surga itu tercium dari perjalanan empat puluh tahun.” (HR. Bukhari no. 3166)

3. Kafir Musta’man, yaitu kafir yang diberi jaminan keselamatan dari umat Muslim atau sebagian kelompok saat terjadinya perang. Contohnya, saat perang dengan Belanda, ada prajurit belanda masuk kerumah kita meminta perlindungan dan kita memberikan perlindungan kepada dia. Nah, selama dia dibawah jaminan kita maka umat Muslim lain dilarang untuk membunuhnya. Allah berfirman dalam Al-Quran surat At-Taubah ayat 6; “Dan jika seorang di antara orang-orang musyrikin itu meminta perlindungan kepadamu, maka lindungilah ia supaya ia sempat mendengar firman Allah, kemudian antarkanlah ia ke tempat yang aman baginya. Demikian itu disebabkan mereka kaum yang tidak mengetahui.” (QS. At Taubah: 6)

4. Dan yang terakhir Kafir Harbi, yaitu kafir yang diperangi. Nah ini contohnya seperti peperangan bangsa Indonesia dengan Belanda. Jadi mereka ini kafir yang diperangi karena mereka memerangi umat Islam. Bahkan di Aceh disebut perang sabi atau perang di jalan Allah alias jihad. Semangat umat Muslim disana melawan belanda karena mereka kafir atau orang aceh sebut kaphe-kaphe belanda yang halal untuk dibunuh karena merebut tanah air Indonesia. Dan inilah juga pengobar semangat juang rakyat Indonesia di belahan Indonesia lainnya untuk melawan Kafir Belanda. Bahkan jenderal sudirman membakar semangat juang dengan teriakan Takbir!. Dan disaat ulama mengeluarkan resolusi Jihadnya, maka semakin semangatlah kita bangsa Indonesia untuk mengusir Belanda sehingga sekarang kita bisa menikmati kedamaian atas perjuangan mujahidin-mujahidin dan pejuang-pejuang non-muslim lainnya.

Maka dalam kondisi inilah teror-meneror itu diperlukan. Karena tujuannya untuk mengusir kafir-kafir belanda. Inilah yang disebut Jihad dan pada kondisi beginilah amalan isytiyhadiyah dilaksanakan.

Nah, sebagian temen-temen non-muslim mengatakan. Lalu bagaimana dengan surat At-Taubah ayat 5 yang bunyinya, maka bunuhlah orang musyrikin dimana saja kamu jumpai mereka. Apa maksud ayat ini?

Konteks ayat ini menceritakan tentang kondisi medan pertempuran, ya jelas saja ketika perang diharuskan untuk membasmi. Dan yang dibasmi adalah kafir harbi, bukan kafir dzimmi, mustaman dan muahad, yang ketiga terakhir mereka harus dilindungi. Namun walaupun begitu Islam juga mengajarkan etika dalam peperangan, bahwa:
  1. Dilarang melakukan pengkhianatan jika sudah terjadi kesepakatan damai,
  2. Dilarang membunuh wanita dan anak-anak
  3. Dilarang membunuh orang tua dan orang sakit,
  4. Dilarang membunuh pekerja (orang upahan),
  5. Dilarang mengganggu para biarawan dan tidak membunuh umat Yahudi dan Kristen serta penganum agama lain yang tengah beribadah.
  6. Dilarang memutilasi atau mencingcang mayat musuh,
  7. Dilarang membakar pepohonan, merusak ladang atau kebun,
  8. Dilarang membunuh ternak kecuali untuk dimakan,
  9. Dilarang menghancurkan desa atau kota
Inilah etika dalam kancah peperangan yang harus dipatuhi oleh Umat Islam apabila jika terjadi peperangan dengan kafir harbi. Selebih itu, dalam ajaran Islam tidak membenarkan untuk membunuh non-muslim baik kafir dzimmi, kafir muahad dan kafir musta’man bahkan Rasul mengancam pelaku tidak akan mencium bau surga.

Sejak awal munculnya Islam, Nabi Muhammad sudah mengajari prinsip kebebasan beragama. Itu terbukti dengan janji beliau melindungi umat Kristiani bersama gerejanya di daerah Najran. Bunyi janji beliau diriwayatkan oleh Ath-thabrani;

Najran dan sekitarnya mendapatkan perlindungan Allah serta jaminan Muhammad Rasulullah atas harta, agama dan biara-biara mereka, serta seluruh yang ada di tangan mereka (HR. Ath-Thabrani)

Hal ini juga diikuti oleh sahabat-sahabat beliau. Khalifah Umar bin Khattab contohnya, ketika menaklukkan Yerusalem membuat sebuah perjanjian yang isinya adalah jaminan perlindungan pada umat Kristen dan tempat ibadah mereka. Jaminan ini dikenal dengan nama deklarasi al-'Uhda al-'Umariyyah atau Jaminan Keamanan Khalifah atas Warga Aelia.

Setelah penaklukan Yerusalem Patriark Sophronious kelahiran Damaskus, memberikan kunci-kunci Gereja Makam Kudus untuk disimpan oleh umat Islam. Sang Patriark sempat menawarkan supaya Khalifah Umar salat di dalam gereja tersebut disaat Umar hendak melaksanakan shalat berjamaah. Namun, sang khalifah menolak. Ia menjawab, “Jika saya salat di gereja ini, kelak orang-orang sesudah saya bisa jadi menghancurkan gereja ini dan membangun masjid di atasnya. Mereka beralasan ini karena Umar pernah salat di ini.” Sang Khalifah lalu salat di lapangan di selatan gereja. Dan, 400 tahun kemudian di tempat salat ini, dibangun Masjid Umar yang berdampingan dengan Gereja Makam Kudus. Umar menganjurkan agar azan tidak dikumandangkan di dalam masjid kecil tersebut. Sebab, dikhawatirkan akan mengganggu aktivitas umat Kristen Ortodoks di Gereja Makam Kudus, yang tak jauh darinya.

Bahkan hingga sekarang, juru kunci Gereja makan Kudus yang dikenal sebagai makamnya Yesus dipegang oleh seorang Muslim yang secara turun temurun diangkat sejak masa Umar yang diperintahkan untuk menjaga Makam tersebut.

Hal ini juga diikuti oleh cucunya Umar, yakni Umar bin Abdul Aziz. Umar bin Abdul Aziz pernah menulis surat untuk para pegawainya untuk tidak merusak sinagog, gereja, juga rumah api. (al-Mausu’ah al-Fiqhiyyah al-Kuwaitiyyah, VII, 129)

Hal yang sama juga dilakukan oleh Shalahuddin Al-Ayyubi saat kembali berhasil merebut Yerusalem dari pasukan Salib. Umat Kristen dibiarkan hidup damai dan melakukan ziarah disana. Padahal 88 tahun sebelumnya pasukan Salib merebut Yerussalem dan membantai puluhan ribu umat Islam, Yahudi dan kristen lokal. Salahuddin juga melarang umat Muslim yang ingin menghacurkan Gereja Makam Kudus.

Hal yang sama juga dilakukan oleh Muhammad Al-Fatih ketika menaklukkan Konstantinopel. Ada satu hal yang perlu menjadi perhatian masyarakat dunia dalam peristiwa ini. Di saat Sultan Muhammad Al-Fatih turun dari kudanya dan memasuki Hagia Sophia, ia menemui umat Kristen yang tidak ikut berperang dan sedang bersembunyi di dalam gereja. Kala itu, ia mendekati wanita dan anak-anak yang sedang ketakutan.

“Jangan takut, kita adalah satu bangsa, satu tanah dan satu nasib.Kalian bebas menjaga agama kalian,” ujarnya dengan ramah dan disambut gembira umat Kristiani.

Hal ini juga terjadi di Andalusia Spayol, saat kawasan ini berada dibawah kekuasaan Islam. Andalus menjadi kota metropolitan. Banyak ilmuan Islam maupun Yahudi lahir dikota ini. Dan Andalus menjadi contoh kota dengan keharmonisan dalam keberagaman beragama.

María Rosa Menocal, spesialis sastra Iberia di Universitas Yale, Dalam bukunya The Ornament of the World (2003), Menocal berpendapat bahwa sebagai dzimmi, agama minoritas di Al-Andalus diberikan hak yang lebih terbatas daripada umat Muslim, namun masih lebih baik daripada di daerah Eropa yang dikuasai Kristen. Orang-orang Yahudi dan sekte-sekte Kristen yang dianggap terlarang datang dari seluruh Eropa ke Al-Andalus, tempat mereka menerima toleransi. Para ahli berpendapat bahwa agama minoritas (termasuk Yahudi) di Al-Andalus yang dikuasai umat Islam diperlakukan jauh lebih baik daripada di daerah Eropa Barat yang dikuasai Kristen, dan mereka hidup dalam "masa keemasan" toleransi, saling menghormati dan keharmonisan antarumat beragama.

Dalam sejarah, Umat Muslim tidak pernah membantai kaum Yahudi seperti perlakuan Nazi, pasukan salib terhadap Mereka. Dan disaat Andalusia direbut raja Ferdinan, umat Muslim dan Yahudi dipaksa masuk kristen atau disiksa dan diusir. Yang dikenal dengan nama Inkuisisi Spanyol. Padahal sebelumnya ketiga agama ini hidup rukun dan damai.

Bahkan jauh sebelum itu, ketika penaklukan kota Mekkah yang dikenal dengan Fathul Mekkah. Saat pasukan Rasulullah sampai di kota, diumumkanlah, siapa yang masuk ke rumahnya dan mengunci pintu, maka dia aman. Siapa yang masuk masjid (Ka’bah), maka dia aman. Dan siapa saja yang masuk rumah Abu Sofyan, maka dia aman.

Akhirnya, pasukan Islam di bawah pimpinan Rasulullah Muhammad memasuki kota Makkah tanpa mendapat perlawanan yang berarti dari para penduduknya. Tanpa beradu pedang dan tanpa meneteskan darah, Rasulullah membebaskan keyakinan yang dianut masyarakat Makkah yang telah mengusir, menyakiti dan menyiksa Beliau serta para sahabatnya.

Tidak perlu mengajarkan toleransi kepada Umat Islam, karena jauh sebelum itu Islam sudah mengajarkan arti sebuah toleransi antar umat beragama. Dan jika ada umat Muslim yang tidak bisa bertoleransi, salahkan orangnya bukan ajarannya. Karena sudah kita lihat sendiri bagaimana ajaran toleransi dalam agama Islam. Kalau ada umat Muslim yang melanggar ajaran-ajaran ini, maka salahkan orangnya.

Kita menyakini semua agama tidak membenarkan kejahatan dalam bentuk apapun. Begitu pula agama Islam. Dan bagi anda para teroris yang menganggap dirinya pejuang. Belajarlah dari keteladanan Rasulullah, dari kebijaksanaan Umar, kesahajaan Salahuddin Al-Ayyubi dan kehebatan Muhammad Al-Fatih. Jauh sebelum kamu mengaap diri kamu sebagai pejuang, mekrea sudah menjadi pejuang dengan kehebatan melebihimu.


Sumber http://www.zulfanafdhilla.com/

Sunday, February 11, 2018

Sisi Lain dari Al-Quran Yang Jarang Diketahui


Secara keseluruhan Al-Quran ini memiliki beberapa kandungan umum yang termaktub didalamnya. Diantaranya menjelaskan mengenai Aqidah, hukum, ibadah, akhlak, muamalah dan juga cerita-cerita sejarah ummat terdahulu.

Sedangkan yang akan kita bahas kali ini merupakan sisi lain dari AlQuran yang jarang diketahui oleh ummat muslim, yakni mengenai Akhlaq Al-Quran.

Mungkin kita beranggapan akhlaq Al-Quran itu mengenai pengajaran tentang akhlak yang termaktub didalam Al-Quran, seperti berhusnuzan, menjaga mulut, mata dan perbuatan, atau menjauhi perbuatan-perbuatan buruk dan lain sebagainya. Bahkan Nabi Muhammad dalam hadits riwayat Muslim dari Aisyah mengatakan bahwa beliau memiliki Akhlak Al-Quran.

Iya, yang sebenarnya kita tahu itu adalah akhlak yang tersurat dalam Al-Quran, yang tertulis dalam Al-Quran. Namun pembahasan kita bukan sebatas itu, sisi lain Al-Quran ini merupakan akhlak yang tersirat dalam dalam Al-Quran. Yang mana untuk mengetahuinya harus melalui perenungan, tadabbur dan pemahaman. Oleha karenanya dalam Al-Quran selalu ada bunyi ayat perintah untuk menghayati, memerhatikan dan mentadabburi Quran, seperti afala ta’qilun (Maka tidaklah kamu berpikir?), la’allakum tatafakkarun (agar kamu berfikir), in kuntum ta’qilun (jika kamu memahaminya), afala yatabaaruun (Maka apakah mereka tidak memperhatikan), afala tatazakkarun (Maka apakah kamu tidak dapat mengambil pelajaran (daripadanya)?), dan lain sebagainya.

Nah, diantara akhlak Al-Quran yang dapat kita renungi adalah bagaimana cara Al-Quran memberikan contoh atau perumpamaan serta juga cara Al-Quran mencerikana cerita-cerita ummat terdahulu.

Jika Al-Qur’an menceritakan ucapan, kisah dan perilaku buruk orang-orang tertentu, maka mereka disebut dengan cara “mubham” tanpa nama seperti “alladzina kafaru”, “alladzina zholamu”, “alladzina asy-roku”, “alladzina istakbaru”, al-mala’, sadatana, kubaro-ana, adh-dhollun, al-maghdhub ‘alaihim, dan lain-lain.

Tokoh besar yang disebut berulang-ulang dalam Al-Quranpun hanya disebut gelarnya. Misalnya Fir’aun. Istilah ini adalah sebutan untuk gelar raja Mesir kuno, mirip seperti gelar Kisro di Persia, Qoishor di Romawi, dan An-Najasyi di Habasyah.

Hanya sedikit dalam Al-Qur’an yang menyebut nama langsung orang-orang buruk seperti Qorun, Jalut, Abu Lahab, dan Azar. Itupun karena mereka terkait dengan perkara-perkara besar yang hikmahnya diketahui Allah dan orang-orang yang mendalam ilmunya.

Selebihnya tokoh-tokoh yang dikisahkan perbuatan buruknya tidak disebutkan secara gamblang, contoh seperti habil dan qabil, nama ini tidak disebutkan dalam Al-Quran, Zulaikha yang ceritanya menggoda yusuf juga tidak disebutkan namanya secara lugas dalam Al-Quran melainkan dengan sebutan imraatul aziz yakni istri pembesar. Istri nabi Nuh dan Luth yang durhaka hanya disebutkan dengan sebutan imraata nuh dan imraata luth (istrinya nuh dan istrinya luth). Nama mereka tidak disebutkan dengan lugas dan diekpose.

Sebaliknya, jika menyebut orang baik, maka Allah menyebut dengan lugas namanya, bahkan disebut berulang kali dalam banyak ayat. Contohnya Adam, Idris, Hud, Nuh, Sholih, Ibrahim, Ishaq, Isma’il, Ya’qub, Yusuf, Zakariyya, Yahya, Musa, Ayyub, Idris, Maryam, Isa, Muhammad, Zaid, Dzulqornain, dan lain-lain.

Nah, dari fakta ini kita dapat mengambil beberapa pelajaran.

Pertama, Al-Quran mengajarkan kita untuk menjaga aib orang lain. Sebagaimana cara Al-Quran menjelaskan dan menceritakan sebuah kisah. Apabila kisah tersebut kisah yang buruk untuk diambil pelajarannya Al-Quran tidak menyebutkan pelakunya secara gamblang. Kecuali beberapa tokoh karena mereka terkait dengan perkara-perkara besar yang hikmahnya diketahui Allah dan orang-orang yang mendalam ilmunya.

Kedua, Kisah-kisah Mereka diceritakan hanya untuk diambil ibrohnya agar tidak ditiru, bukan mendorong orang untuk “kepo” menyelidiki biografi mereka sehingga malah mempopulerkannya. Artinya Al-Quran mengajarkan kita agar fokus pada tujuannya. Maksdnya jika Al-Quran menceritakan sebuah kisah atau perumpamaan, maka tujuan yang ingin disampaikan dari ayat itu adalah agar kita mengambil pelajaran dari kisah mereka agar tidak mengulanginya. Dan menyibukkan diri dengan memperbaiki diri, bukan malah sebaliknya mencari tahu detail dari kisahnya hingga kita luput dari tujuan utamanya.

Ketiga, Al-Quran mengajarkan kita agar senantiasa mempopulerkan tokoh-tokoh baik. Gunanya agar banyak orang yang mengenal sehingga banyak orang yang meniru kebaikan dan teladannya. Dan juga sebaliknya, Al-Quran malah menyembunyikan tokoh-tokoh buruk agar tidak di populerkan.

Nah fenomena sekarang kita malah keseringan mempopulerkan tokoh-tokoh sesat, nyeleneh, pemburu ketenaran, orang fasik dan munafik daripada orang-orang baik.

Caranya juga bermacam seperti menshare statusnya, dibuatkan statusnya, dibuatkan berita, dibuatkan video, broadcast dan lain sebagainya. memang niat kita baik, yakni untuk memperlihatkan tokoh buruk kepada masyarakat agar ditindak kalau dia ini telah berbuat keburukan seperti meghina agama, kelompok, ras dan lain sebagainya.

Namun disisi lain kita juga tidak sengaja mempopulerkannya. Bayangkan misalnya ada tokoh nyeleneh, awalnya tidak terkenal. Namun karena ia nyeleneh, kemudian kita share dan kita populerkan. Akhirnya dia punya banyak follower. Kemudian karena dia tidak sengaja terkenal. Orang-orang lain yang sepemikiran dengan dia pun ikut nimbrung. Akhirnya yang awalnya tokoh ini bukan siapa-siapa, sekarang malah punya pengikut, pendukung dan memiliki pengaruh. Salah kita juga karena kita tidak sengaja mempopulerkannya.

Ditambah lagi dengan kondisi negara kita yang tidak menentu, contohnya saja sekarang banyak ulama yang di kriminalisasi. Disisi lain tokoh-tokoh nyeleneh banyak dibiarkan bahkan kasus-kasusnya saja tidak ada kelanjutan. Ya bisa kita lihat, seperti ustadz duda yang awalnya bukan siapa-siapa lalu karena kita share sehingga terkenal dan populer hingga akhirnya sekarang dia punya pengikut dan pengaruh, ada lagi yang muncul dari tokoh politik hingga dosen di suatu Universitas.

Ya, beda kondisinya apabila negara kita sigap dan tanggap serta mengerti lah. Tapi kita tidak perlu banyak berharap pada negara kita. Karena faktanya berbeda dengan harapan.

Akhirnya kita disibukkan untuk mengurusi tokoh-tokoh ini. Padahal dalam Al Quran kita disuruh mempopulerkan orang-orang shalih.

Andai saja prinsip ini dipegang oleh pemilik-pemilik TV dan radio di negeri ini sehingga tahu mana tokoh yang diberi panggung dan mana yang tidak…

Andai saja prinsip ini dipegang oleh pemegang kebijakan di kampus sehingga bisa tahu siapa yang layak dijadikan pengajar mahasiswa dan mana yang tidak, siapa yang layak diundang dalam diskusi ilmiah dan mana yang tidak…

Andai saja prinsip ini dipegang oleh pemilik koran, majalah dan media cetak di negeri ini sehingga bisa tahu tulisan siapa yang layak dipopulerkan dan mana yang tidak…

Andai saja prinsip ini dipegang oleh pemilik percetakan dan pemodal industri buku sehingga tahu karya siapa saja yang layak diorbitkan dan mana yang tidak…

Andai saja prinsip ini dipegang oleh para pemuda berbakat yang bisa membuatkan video-video dan meme-meme menarik terkait dakwah dari ilmu para ulama-ulama salih itu, sehingga Youtube, Instagram dan berbagai media sosial lainnya penuh dengan tebaran ilmu manfaat… bukan malah sibuk mengurusi tokoh-tokoh dengan perilaku nyelenehnya

…Niscaya umat akan lebih terbimbing dengan hidayah, tidak bingung dengan tokoh-tokoh palsu, dan tidak dikacaukan dengan para penyesat.

Terimakasih untuk website, irtaqi.net untuk inspirasinya.


Sumber http://www.zulfanafdhilla.com/

Thursday, December 14, 2017

Alasan Dibalik Penggalian Pondasi Masjid Al-Aqsa Oleh Zionis Yahudi


Rabu, 6 desember 2017 presiden amerika serikat ke-45 Donald Trump secara resmi mengakui kedaulatan kota Yerusalem sebagai ibu kota Israel.

Hal ini memicu reaksi dunia internasional khususnya dunia Islam. Presiden Turki Erdogan mengutuk keras sikap Presiden Amerika Serikat ini. Dalam pidatonya, Erdogan menegaskan sikap AS tidak tepat.

Presiden Indonesia, jokowidodo , Presiden Rusia, Putin dan Uni Eropa juga mengecam kebijakan Trump. Bahkan Korea Utara sebagai musuh nyata Amerika dengan tegas keberpihakannya pada rakyat Palesti.

Pemimpin umat Katolik sedunia, Paus Fransiskus, ikut mengomentari rencana Presiden Donald Trump agar menghargai status quo Yerusalem sebagai tempat untuk 3 agama, yaitu Islam, Kristen dan Yahudi.

Yerussalem menjadi rebutan ketiga agama besar didunia ini dikarenakan adanya harta karun dan peradaban serta sejarah yang sudah dimiliki sekian lama.

Kebijakan trump ini ditakutkan akan menimbulkan polemik dunia internasional dan berakhir pada peperangan. Mengingat, Perang salib pertama terjadi akibat klaim sepihak oleh Paus Urbanus II terhadap kota Jerusaalem.

Apa yang menjadi perhatian kita adalah sengketa terhadap komplek masjidil Aqsa oleh Zionis Yahudi. UNESCO pada bulan oktober 2016 telah mengeluarkan resolusi bahwa Kuil Bukit atau haram asy-syarif, Masjidil Aqsa dan Tempok Ratapan atau tembok Al-Buraq merupakan situs suci umat Islam.



Resolusi ini kemudian memicu kemarahan Yahudi khusunya zionis Israel. Bagi kaum Yahudi mereka beranggapan bahwa dibawah Haram Asy-Syarif atau komplek Al-Aqsa dulunya berdiri Kuil Sulaiman yang dikenal sebagai Kuil Bukit.

Kuil bukit atau Temple mount yang dikenal pula Haram Asy-Syarif. Merupakan lokasi berdirinya komplek masjidil aqsa. Dimana didalam komplek ini berdiri masjid Al-Qibli, Kubbatus Sakhrah, mushalla al-marwani dan tembok ratapan. Kesemua lokasi ini disebut dengan Baitul Maqdis atau Beit HaMikdash atau juga Yerusalem.

Umat Yahudi meyakini Kuil yang dibangun oleh Nabi sulaiman berada dibawah Masjidil Aqsa atau Haram Asy-Syarif. Setelah rampung pembangunannya pada masa Nabi sulaiman, kuil ini kemudian dihancurkan oleh Raja Babilonia. Raja herodes kemudian membangun ulang bait suci ini. Pada tahun 66 M, umat Yahudi melakukan pemberontakan terhadap pemerintahan Romawi. Empat tahun kemudian, pasukan Romawi di bawah kepemimpinan Titus Flavius menyerang dan menghancurkan Yerusalem beserta Bait Suci kedua. Pada masa Umar hingga Umayyah diatas reruntuhan bait suci tersebut kemudian dibangun kubbatus sakhrah dan masjid Al-Qibli atau masjidil Aqsa.

Namun, saat umat kristen menguasai Yerusaalem pasca perang salib kesatu. Jami' Al Aqsha diubah menjadi istana kerajaan dengan nama Templum Solomonis atau Kuil Sulaiman (Salomo) dan Kubah Shakhrah diubah menjadi gereja dengan nama Templum Domini (Kuil atau Bait Tuhan).

Saat Yerusalem berada dibawah kekuasaan Salahuddin Al-Ayyubi, semua bangunan dihancurkan dan dikembalikan seperti semula.

Atas alasan sejarah itulah, Zionis Yahudi menolak resolusi UNESCO. Faktanya, bangunan-bangunan suci umat Yahudi sejatinya seudah musnah. Bangunan yang berdiri sekarang merupakan bangunan yang direnovasi oleh Salahuddin Al-Ayyubi. Termasuk tempok ratapan atau tempok Al-Buraq.

Tahun demi tahun berlansung hingga klaim berdirinya negara Israel, cita-cita kaum yahudi untuk membangun kembali kuil Sulaiman terus terjaga. Hingga akhirnya Zionis Israel secara terang-terangan melakukan proyek penggalian bawah tanah masjidil Aqsa y dimulai sejak tahun 1968. Penggalian dilakukan dibagian selatan Masjid al-Aqsha, dilanjutkan dengan penggalian bagian barat Masjid al-Aqsa hingga 1970. Sejumlah terowongan pun kemudian dibuat dibawahnya. Proyek itu terus berlanjut hingga sekarang.

Sejak tahun 1963 Zionisme Internasional telah membuat sebuah rencana untuk melaksanakan sekitar 60 penggalian di daerah al-Aqsha dan sekitarnya, yaitu daerah yang mereka sebut “Galangan Suci” yang meliputi Masjid al-Aqsha seluas 144 hektar.

Ekskavasi atau penggalian yang dilakukan Israel ini telah memicu sejumlah sinkhole atau lubang menganga di sekitar kompleks.

Otoritas Israel diketahui sering mengeluarkan izin ekskavasi dan penggalian arkeologis di lokasi yang berjarak dekat dengan kompleks Masjid Al-Aqsa. Langkah Israel ini berdampak pada robohnya sejumlah rumah warga Palestina dan memicu kerusakan pada Masjid Al-Aqsa serta bangunan di sekelilingnya.

Dengan dalih sebagai riset dan penelitian, mereka terus menggali terowongan menuju masjidil Aqsa. Mereka yakin dan berambisi bisa memperoleh bukti-bukti sejarah berupa artefak atau manuskrip untuk menunjukkan Kerajaan Daud pernah ada di Yerusalem.

Lebih dari itu, mereka ingin membuktikan Kuil Sulaiman pernah berdiri di lokasi kini Masjid Al-Aqsa tegak. Ini sangat diperlukan buat memperkuat klaim merekalah pemilik sah Yerusalem, bukan bangsa Palestina. Ekskavasi arkeologi ini sudah berlangsung lebih dari empat dasawarsa.

Sampai sejauh ini, belum ada tanda-tanda keberadaan sisa-sisa Kuil Sulaiman di kompleks al-Aqsa. Dari sekian banyak penggalian yang dilakukan, Israel hanya menemukan terowongan kuno peninggalan Raja Jeconiah (yang memerintah Kerajaan Yehuda/Israil Selatan dari 598-597 SM).

Tidak semua ahli purbaka Israel sepakat dengan proyek penggalian ini. Salah satunya adalah Profesor Israel Finkelstein dari Universitas Tel Aviv. Dia membantah Yahudi memiliki keterkaitan dengan Yerusalem. "Tidak ada bukti arkeologi Kuil Sulaiman pernah ada (di Yerusalem)," ujarnya.

Namun, analisa ini tidak berakhir sampai sini. Penggalian bawah tanah masjidil Aqsa tidak hanya karena faktor sejarah semata. Ada motif lain dibalik proyek ekskavasi pondasi Masjidil Aqsa. Diyakini mereka memiliki misi rahasi dan terselubung.

Klik tombol subscribe pada video ini untuk mengupdate episode berikutnya, membongkar rahasia terselubung dibalik penggalian bawah tanah masjidil aqsa.


Sumber http://www.zulfanafdhilla.com/

Thursday, October 26, 2017

Ma Xianda, Guru Kungfu Jet Li Yang Beragama Islam

Muhammad Ali bersama Xianda
Mengenai soal aktor bela diri kita pasti kenal dengan tokoh ini, yaitu Jackie Chan dan Jet Li selain Bruce Le. Dalam berbagai film China selalu dibintangin oleh Jet Li sebagai aktor ahli bela diri Kung Fu (Wushu). Jet Li mulai mempelajari ilmu bela diri ini sejak ia berumur 8 tahun. Banyak sudah medali yang ia peroleh dari menjadi atlet Wushu ini. Saat terjadi booming film-film Kung Fu di Cina sekitar tahun 80-an, daya tarik dunia peran ini mempesona Jet Li yang belum juga berusia 20 tahun. Jet Li terjun ke dunia film dalam film pertamanya Shaolin Temple.

Siapa sangka jika Jet Li berguru kepada seorang ahli kung fu ternama. Mungkin kita mengenal Bruce Lee, padahal gurunya Jet Li yang satu ini adalah sosok melegenda disana.

Namanya, Ma Xianda ( ما شیا دا) adalah seorang seniman bela diri Cina. Dia lahir dari keluarga Muslim Hui di Hebei yang hubungannya dengan bela diri kembali enam generasi. Ma Xianda diajar oleh ayahnya Ma Fengtu dan paman Ma Yintu. Dia hanya satu dari empat guru hidup yang telah mencapai tingkat tertinggi seni bela diri China (Kesembilan Duan).

Dalam perjalanan hidupnya, Ma telah mempelajari banyak bentuk tradisional wushu, termasuk tongbeiquan, piguaquan, bajiquan, bashanfen, dan cuojiao. Dia juga belajar tinju Barat, gulat dan pagar. Ma telah melatih juara Wushu Internasional Zhao Changjun, dan mengajarkan Jet Li seni bela diri Cina tentang fanziquan. Putra Ma, Ma Yue dan Ma Lun, adalah juara nasional. Lebih dari dua puluh siswa Ma telah mendapatkan gelar yang didambakan Wu Yin atau "pahlawan bela diri", sebuah gelar diberikan pada atlet yang telah berulang kali ditempatkan di tiga posisi teratas dalam kompetisi nasional.

Kesaksian nyata atas keahlian Grandmaster Ma mungkin bisa didapat dari orang-orang Amerika yang mengenalinya. Salah satu murid Ma Xianda adalah  Master Gao Xian, yang pernah berakting pada film Crouching Tiger, Hidden Dragon sebagai peran pendukung utama.

Dari perjalanan hidup itu, jelas Grandmaster Ma memilih mendedikasikan hidupnya untuk seni bela diri. Setelah lulus perguruan tinggi Hebei Teachers, dia bekerja  mengajar wushu, tinju dan pertahanan diri  di Xian Physical Education. Tidak heran bila dia menjadi profesor dan mengajar selama 30 tahun.

Sekitar 10.000 siswa Cina dan non Cina sudah pernah belajar pada Grandmaster Ma. Dia juga sudah menulis banyak buku tentang wushu, termasuk mengedit  Ensiklopedi wushu Cina. Pada tahun 1998, Grandmaster Ma diakui sebagai pemegang Duan kesembilan.

Berbicara mengenai Kungfu dan Wushu, saya teringat kepada Wong Fei-Hung. Salah satu tokoh Muslim China yang juga melegenda dan pahlawan bagi rakyat China.

Sumber:
Wikipedia, http://jiayoowushu.com dan http://aditialogic.blogspot.co.id

Sumber http://www.zulfanafdhilla.com/

Thursday, September 14, 2017

5 Fakta Mengenai Konflik Rohingya dan Myanmar


Ratusan ribu mengungsi, ribuan rumah dihancurkan, ratusan jiwa meninggal dalam seminggu dan puluhan masjid dibakar. Rohingya bukan satu-satunya komunitas Muslim yang di usir dari kampungnya. Bahkan dulu Rasulullah dan pengikurnya diboikot dan diusir dari Mekkah menuju Madinah tanpa membawa harta apapun. Sejarah mencatat, umat Muslim Spanyol pasca runtuhnya kerjaan Dinasti Andalusia dan dibawah pengaruh raja Ferdinan mengusir semua orang yang tidak ingin masuk kedalam agama Kristen. Palestina menjadi sejarah pengusiran baru di era modern. Setelah itu juga tercatat peristiwa pengusiran Muslim Bosnia oleh Rusia, pengusiran Muslim Afrika Tengah oleh militan Kristen dan kini pengusiran etnis Rohingya oleh pemerintah dan pemeluk Budha. Berikut, 5 fakta mengenai konflik Rohingya dan Myanmar.

1. Asal-Muasal

Sebenarnya Rohingya adalah sebutan dari dan untuk para penghuni Rakhine. Istilahnya lahir pada tahun 1950an yaitu beberapa tahun setelah kemerdekaan Myanmaar 1948. Mereka adalah penduduk di perbatasan Banglades-Myanmar yang tinggal di wilayah yang dulunya merupakan Kerajaan Arakan, wilayah paling Barat Myanmar, sejak abad ke-15. Jadi jika dikatakan mereka adalah pendatang baru maka itu tidak benar, karena sebelum negara Myanmar berdiri mereka sudah meneap disana jauh-jauh hari.

Orang Rohingya bisa juga disebut masyarakat tanpa negara. Di Myanmar, mereka cuma dibolehkan tinggal di kawasan Rakhine tanpa diakui sebagai warga negara. tidak mungkin juga mereka nyebrang ke Bangladesh karena dari lahir tinggal di Rakhine. Selain itu warga Rohingya juga dilarang cari kerja, bersekolah, menikah, dan hak-hak dasar lain yang biasa diperoleh warga negara. Karena itu, wilayah Rakhine termasuk area paling miskin dan terbelakang di Myanmar. [GenMuda]

2. Asal Muasal Konflik

Asal mula konflik rohingya sebenarnya sudah sangat lama. Mereka terdiskriminasikan dari segi budaya, sosial dan politik. Mereka juga tidak mendapatkan hak sebagai warga negara dan bahkan dibenci dari sisi agamis.

Pembantaian ini di awali dari fitnah yang disebarkan. Dimana dikatakan bahwa tiga pemuda Muslim telah membunuh dan memperkosa seorang wanita berusia 26 tahun.

Faktanya perempuan itu diperkosa dan dibunuh oleh pacarnya bersama beberapa gang pemuda Budha Rakhine. Pembunuh itu kemudian meletakkan mayat gadis itu di dekat desa Muslim. Kemudian orang-orang Budha Rakhine dan Quaffer Burma (Otoritas Myanmar) menuduh bahwa orang-orang Muslim membunuh perempuan itu. Akibatnya, tiga pemuda Muslim yang tidak bersalah ditangkap. [Tarbawia].


Nah, kalau sudah begini dan muncul kelompok-kelompok perlawanan lalu siapa yang salah. Apa mereka juga disebut teroris karena membela haknya?

4. Dalang Pemicu Konflik

Tragedi pembantaian dan pengusiran etnis Rohingya dari Myanmar mengingatkan publik dengan satu nama. Ya, dialah Ashin Wirathu, Biksu Buddha yang disebut sebagai penggerak kaum Buddha di Myanmar untuk menyerang Rohingya.

Ashin Wirathu adalah pimpinan kelompok kontroversial 969 dan organisasi Ma Ba Tha yang keras terhadap komunitas Muslim Myanmar. Sebelumnya, dia pernah dipenjara karena dianggap memicu permusuhan keagamaan. Kelompok 969 rajin menyebar rumor soal biadabnya kaum muslim dan tuduhan menyesatkan ini. Atas kelakukannya, Wirathu dilabeli banyak media sebagai 'Buddhist Bin Laden'. Selain itu banyak Masjid yang dihancurkan oleh tangan-tangan 969 ini. Kelompok ini bergerak progresif menyerukan warga Buddha agar  tidak melakukan jual beli dengan Muslim. Mereka juga menandai setiap toko milik umat Buddha dengan stiker.
Ingat! tidak semua orang yang menyeru untuk mengasihi manusia adalah para pengasih. Walapun begitu kita juga tidak menjeneralisir bahwa agama Budha mengajarkan seperti itu, itu hanyalah ulah oknum saja. Sama saat seperti ada oknum muslim yang meneror orang. Jangan salahkan agamanya, tapi salahkan orangnya.
Tokoh lain yang muncul dalam konflik ini adalah Ang San Suu Kyi, penerima Penghargaan Nobel Perdamaian atas perjuangannya dalam memajukan demokrasi di negaranya tanpa menggunakan kekerasan dalam menentang kekuasaan rezim militer. Serta juga perdana menteri Myanmar dibawah kepemimpinan Htin Kyaw.

Walaupun memperoleh Nobel perdamaian, ia tanpak bisu mengenai konflik Myanmar. Aung San Suu Kyi pun tidak pernah mengakui bahwa etnik muslim Rohingya menjadi korban pembersihan etnik, walaupun puluhan ribu orang Rohingya terpaksa mengungsi setelah rumah mereka dibakar di tengah laporan adanya pembunuhan dan kekerasan seksual. [BBC]

5. Cintanya Pengungsi Rohingya Kepada Rakyat Aceh

Indonesia juga ambil andil dalam kasus konflik ini, khusus Aceh. Provinsi Aceh merupakan salah satu provinsi favorit yang mau dengan sepenuh hati menampung pengungsi-pengungsi Rohingya. Sejak awal tetibanya mereka di Aceh, masyarakat berombong-rombong berkunjung dan memberikan sumbangan suka rela. Sehingga banyak pengungsi Rohingya yang kepincut kebaikan masyarakat Aceh serta ingin betah berlama-lama disini. Mereka hanya ditampung sementara untuk melanjutkan ke negara-negara yang dituju seperti Australia dan Amerika. 

Sumber http://www.zulfanafdhilla.com/