Showing posts with label Atletik. Show all posts
Showing posts with label Atletik. Show all posts

Tuesday, May 1, 2018

Manfaat Lari Malam Untuk Kesehatan

Apakah Anda tidak sempat melakukan olahraga di pagi hari karena aktivitas yang harus dijalani? Olahraga merupakan salah satu cara untuk menjaga tubuh tetap sehat. Apabila Anda tidak sempat untuk melakukan olahraga pada pagi hari, Anda kini dapat mencoba beralih untuk melakukan aktivitas olahraga di malam hari. Salah satu olahraga yang dapat Anda lakukan di malam hari adalah lari kecil atau jogging.
Lari malam saat ini sedang ngehits untuk dilakukan setelah pulang beraktivitas. Selain tidak mengganggu aktivitas pagi hari seperti sekolah, bekerja dsb, lari malam juga konon juga dapat membantu meningkatkan sistem imunitas agar daya tahan tubuh tetap prima.


Lari malam sangat berguna untuk seseorang yang ingin menjaga kebugaran tubuh namun tidak ingin menggangu aktivitas sehari-hari seperti sekolah maupun bekerja. Berbeda lari pagi yang harus berkejar dengan waktu, lari malam dapat Anda lakukan di malam hari ketika Anda selo setelah melakukan aktivitas seharian.

Hal yang perlu diperhatikan

Meskipun lari malam dirasa cukup efesien, namun Anda perlu memperhatikan beberapa hal sbb sebelum melakukan lari malam
  • Jangan terlalu berlebihan
  • Kenali kapasitas tubuh
  • Disarankan untuk tidak makan sebelum olahraga
  • Silahkan uji coba terlebih dahulu
Manfaat Lari Malam

Berikut merupakan manfaat lari malam, antara lain sbb:

1. Membantu membentuk otot
Lari malam dapat membuat membantu membentuk dan membangun otot agar lebih baik. Hal ini karena lari di malam hari dipercaya dapat mengeluarkan hormone pembentuk tubuh lebih banyak pada saat pagi maupun siang hari.
2. Relaksasi otak
Lari di malam hari dapat membantu otak agar lebih rileks setelah padatnya aktivitas yang dijalani selama seharian. Selain itu, lari malam juga dapat membantu mengurangi stress dan tekanan yang ada di dalam pikiran kita. Tertarik untuk mencoba?
3. Membantu membakar kalori
Meskipun kalori diperlukan untuk tubuh, namun apabila kebanyakan kalori hal itu dapat dipercaya memicu kegemukan. Lari di malam hari dapat membantu Anda untuk  membakar kalori tubuh dari sisa makanan yang kita konsumsi.
4. Membantu mengurangi resiko cedera
Loh, kok bisa? Tentu saja bisa. Bagi Anda yang melakukan lari pagi dengan tergesa-gesa, hal ini bisa saja menimbulkan cedera pada persendian tubuh karena ketidaksiapan otot untuk aktivitas yang berat. Apabila Anda melakukan lari malam setelah selo, maka resiko cedera pun dapat berkurang.
5. Tidur yang lebih lelap
Bagi Anda yang memiliki aktivitas yang berat di siang hari, lari malam barangkali dapat menjadi solusi bagi Anda untuk tidur yang lebih lelap. Bagi orang yang telah terbiasa melakukan lari malam secara rutin maka kualitas tidurnya akan meningkat dan membuat tubuh terasa bugar di pagi hari. Hal ini sesuai dengan penelitian dari National Sleep Foundation terhadap 83 orang yang menunjukkan hasil bahwa bagi mereka yang melakukan olahraga di malam akan merasa siap di pagi harinya. Akan tetapi, disarankan bagi Anda untuk berdiam diri selama 1 jam setelah olahraga malam karena suhu tubuh akan meningkat setelah berolahraga.
6. Membuat terlihat awet muda
Manfaat lain dari aktivitas lari malam ini adalah membuat seseorang terlihat lebih awet muda dan wajah terlihat lebih fresh. Wow! Wajah yang terlihat fresh dan awet muda tentunya dapat menjadikan daya tarik sendiri bagi seseorang.
7. Membantu mencegah berbagai macam penyakit
Layaknya olahraga pada umumnya, lari malam dapat membantu kita untuk menjaga kesehatan, meningkatkan daya tahan tubuh serta menghindarkan tubuh dari berbagai macam penyakit seperti diabetes, serangan jantung, darah tinggi dsb.
8. Membantu membuat paru-paru agar dalam kondisi prima
Lari malam juga  dapat bermanfaat untuk membuat paru-paru dalam keadaan prima. Menurut sebuah penelitian, kondisi paru-paru yang paling maksimal dipercaya pada pukul 4-5 sore. Sehingga, olahraga seperti lari malam dapat meningkatkan kapasitas paru-paru seseorang.
9. Membantu memompa jantung dengan baik
Manfaat selanjutnya yang dapat didapatkan dari lari malam adalah membantu memompa jantung dengan baik. Apabila jantung terpompa dengan baik maka fungsi dan sistem jantung sebagai organ vital dapat berjalan dengan baik. Selain itu, apabila jantung terpompa dengan baik maka plak dalam pembuluh darah juga dapat terkurangi sehingga jantung dapat berfungsi dengan baik.
10. Detoksifikasi
Lari malam juga dapat membantu detoksifikasi atau proses penghilangan racun (toksin) dalam tubuh setelah melakukan aktivitas seharian. Racun yang masuk ke dalam tubuh bisa jadi melalui debu, asap, makanan tidak sehat yang kita konsumsi maupun udara AC seharian. Dengan demikian, lari malam merupakan olahraga yang tepat untuk mengeluarkan racun di malam hari sehingga tidur pun kan menjadi pulas.
11. Membantu mengurangi berat badan
Bagi Anda yang sedang dalam proses penurunan berat badan, lari malam merupakan sala satu cara yang tepat untuk mewujudkan keinginan Anda. Olahraga seperti lari malam dapat membantu membakar kelebihan lemak dalam tubuh sehingga berat badan menjadi semakin berkurang.
12. Membantu menanggulanggi gangguan tidur
Gangguan tidur dapat disebabkan oleh adanya ganguan pikiran yang menumpuk, stress maupun kurang rileksnya tubuh. seperti yang telah yang dijelaskan sebelumnya, lari malam dapat membuat Anda untuk mengurangi stress maupun ketegangan dalam tubuh sehingga dapat membuat tidur lebih pulas.
13. Membantu meningkatkan daya gerak otot
Manfaat lain dari lari malam adalah membantu meningkatkan daya otot tubuh. ketika seseorang berlari di malam hari, sistem sensor tubuhnya kan bekerja dan meraskan jalanan atau tempat berlar sehingga akan merangsang penigkatan ketajaman sensor-sensor yang ada di dalam tubuh.
14. Membantu membuat keadaan psikologis yang lebih baik
Lari malam dipercaya dapat membaut keadaan psikologis seseorang menjadi leih baik. Hal ini sesuai dengan the Australian.com yang membuktikan bahwa olahraga malam seperti lari dapat menigkatkan perasaan bahagia seseorang. Hal ini dikarenakan lari dapat membantu merangsang produksi hormone endorphin yang dapat membuat seseorang merasa lebih bahagia.
15. Membantu meningkatkan mood keesokan harinya
Banyak orang yang menganggap bahwa lari malam dapat mempengaruhi kesehatan seseorang, padahal hal itu sebenarnya dapat membantu meningkatkan mood seseorang. Bagi seseorang yang melakukan lari pagi, mood nya di pagi hari dipercaya dapat menjadi lebih baik. Mood yang positif merupakan faktor yang penting bagi seseorang untuk menjalani kehidupan sehari-harinya.

Demikian aneka manfaat lari pada malam hari untuk kesehatan, semoga bermanfaat dan dapat  menambah wawasan anda.


Sumber https://www.gurumapel.com/

Monday, December 18, 2017

Macam - Macam Jenis Start Lari Dan Cara Melakukannya

Start adalah posisi awal dari seorang pelari dalam mempersiapkan diri sebelum melakukan lari.
Pada dasarnya tehnik Start dalam nomor lari atletik ini terbagi atas tiga jenis Start yaitu Start Jongkok, Start berdiri dan Start Melayang.

Ketiga jenis Start ini di gunakan untuk nomor lari yang berbeda - beda, contohnya lari jarak pendek menggunakan tehnik start jongkok dan lari jarak jauh menggunakan tehnik start berdiri dan lain sebagainnya.
Start Jongkok
Untuk lebih jelas dalam mengenal dan memahami ketiga jenis tehnik Start ini baik itu cara melakukannya ataupun di gunakan untuk jenis nomor lari apa, ikuti uraiannya berikut ini:

1. Start Jongkok (crouching start)

Start  jongkok biasa disebut juga crouching start adalah start yang di lakukan dengan posisi awal berjongkok. Start ini umumnya di gunakan untuk lari jarak pendek baik itu nomor 100 M, 200 M, maupun 400 M.

Start jongkok di bagi kedalam tiga macam jenis, yaitu:

①  Star pendek (bunch start)

Tangan sedikit lebih lebar dengan bahu, ibu jari membentuk huruf v, kaki yang di depan 75cm dari garis start, kaki yang di belakang sejajar dengan tumit kaki yang di depan jarak nya sekitar satu kepal tangan.

②  Start Menengah (medium start)

Posisi tangan dan ibu jari sama seperti posisi pada start pendek, kaki yang di depan 40cm dari garis start, lutut kaki di belakang sejajar dengan ujung jari kaki yang di depan dan jarak dari ujung jari kaki di depan satu kepal dangan lutut kaki yang sejajar dengan ujung jari kaki yang di depan

③  Start Panjang (long start)

Posisi tangan dan ibu jari sama sepeti start pada star pendek , kaki yang di depan sama sepetri start menengah yaitu 40cm dari garis start, lutut kaki di belakang sejajar dengan tumit kaki di depan dan jaraknya satu kepal dari tumit kaki di depan ke ujung jari kaki yang di belakang.

Cara melakukan start jongkok:

Teknik Start Jongkok Pada Aba-aba “Bersedia”
  1. Pelari maju menuju garis start.
  2. Letakkan tangan di belakang garis start, posisi tangan sedikit lebar dengan bahu dan ibu jari tangan membentuk huruf v, tangan sedikit di depan dan lengan tangan lurus, bahu condong ke depan.
  3. Kepala sedikit membungkuk sehingga leher tidak tegang,mata memandang lintansan sekitar 2m dari garis start.
  4. Jarak letak kaki di garis start tergantung pada jenis start.

Teknik Start Jongkok Pada Aba-aba “Siap”
  1. Angkat pinggul ke depan atas dengan tenang sampai sedikit lebih tinggi dari bahu.
  2. memindahkan berat badan ke tanga sampai badan  terasa ringan.
  3. Kepala rendah,leher tetap rileks,pandangan ke bawah kikra-kira 1-1,5 meter dari garis start
  4. Lengan tetap lurus dan tidak boleh bengkok.
  5. Pusatkan perhatian pada bunyi aba-aba.

Teknik Start Jongkok Pada Aba-aba “Ya” atau pada bunyi peluit
  1. Ayunkan tangan sekuat-kuatnya dan sekencang-kencangnya.
  2. Kaki kiri menolak kuat-kuat sampai tekejang lurus. Kaki kanan melangkah secepat mungkin, dan secepat itu pula mencapai tanah.
  3. berat badan harus meluncur ke depan.
  4. Langkah lari makin lama makin cepat dan melebar.

2. Start Berdiri (Standing Start

Sesuai dengan namanya, yang di maksud dengan start berdiri atau standing start adalah tehnik start yang di lakukan dengan posisi awal berdiri.

Tehnik start ini di pakai untuk nomor lari jarah menengah maupun jarak jauh, misalnya nomor lari 800 M, 1500 M, 3000 M, 5000 M, dan 10.000 M

Cara melakukan Tehnik Start Berdiri memiliki beberapa tahapan, yaitu:
  1. Berdiri di garis start dengan kaki kiri di depan dan lutut sedikit ditekuk. Kaki kanan otomatis ada di belakang dengan tumit diangkat. Jarak yang baik antara kedua kaki adalah tidak terlalu jauh.
  2. Badan sedikit condong ke depan dengan kepala, leher dan punggung membentuk sebuah garis.
  3. Kedua tangan dalam posisi yang normal.
  4. Berat badan diarahkan ke kaki belakang dan pandangan harus tetap ke depan.

3. Start Melayang (flying start)

Start melayang biasa di gunakan dalam cabang olahraga lari sambung (estafet), Start ini di lakukan
oleh pelari ke-2, ke-3 dan ke-4 dalam lari estapet. Start melayang ini terjadi dan di lakukan pada saat akan menerima perpindahan tongkat dari pelari sebelumnya.

Adapun tehnik cara melakukan lari estafet adalah sebagai berikut :
  1. Berdiri di posisi garis start yang sudah di tentukan
  2. Pada saat pelari sebelumnya akan memasuki garis start, lakukan lari dengan kecepatan sedang sambil menjulurkan tangan ke belakang

Demikian sekilas materi tentang macam - macam jenis start lari dan cara melakukannya, semoga artikel kali ini bermanfaat untuk anda!.


Sumber https://www.gurumapel.com/

Tuesday, December 12, 2017

Tehnik Start Jongkok Dan Macam - Macam Start Jongkok

Start yaitu posisi awal dari seorang pelari dalam mempersiapkan diri sebelum melakukan lari. Pada dasarnya tehnik Start dalam nomor lari atletik ini terbagi atas tiga jenis Start yaitu Start Jongkok, Start berdiri dan Start Melayang.

Ketiga jenis Start ini di gunakan untuk nomor lari yang berbeda - beda, contohnya lari jarak pendek menggunakan tehnik start jongkok dan lari jarak jauh menggunakan tehnik start berdiri dan lain sebagainnya.

Namun dalam pembahasan kali ini kita tidak akan membahas semua ketiga jenis start di atas, yang kita bahas kali ini kita fokuskan kepada tehnik Start yang pertama yaitu Start jongkok.
Start Jongkok
1. START JONGKOK (CROUCHING START)

Start  jongkok sering juga di sebut dengan crouching start yaitu tehnik start yang di lakukan dengan posisi awal berjongkok. Start ini umum di gunakan untuk lari jarak pendek baik itu nomor lari 100 M, 200 M, ataypun juga 400 M.

2. MACAM - MACAM START JONGKOK

Tehnik Start Jongkok terbagi kedalam tiga macam jenis start yaitu start pendek (bunch start), start menengah (medium start), dan start panjang (long start). Ketiga jenis start pendek ini di lakukan dengan cara yang berbeda, yaitu sebagai berikut:

①  Star pendek (bunch start)

Tangan sedikit lebih lebar dengan bahu, ibu jari membentuk huruf v, kaki yang di depan 75cm dari garis start, kaki yang di belakang sejajar dengan tumit kaki yang di depan jarak nya sekitar satu kepal tangan.

②  Start Menengah (medium start)

Posisi tangan dan ibu jari sama seperti posisi pada start pendek, kaki yang di depan 40cm dari garis start, lutut kaki di belakang sejajar dengan ujung jari kaki yang di depan dan jarak dari ujung jari kaki di depan satu kepal dangan lutut kaki yang sejajar dengan ujung jari kaki yang di depan

③  Start Panjang (long start)

Posisi tangan dan ibu jari sama sepeti start pada star pendek , kaki yang di depan sama sepetri start menengah yaitu 40cm dari garis start, lutut kaki di belakang sejajar dengan tumit kaki di depan dan jaraknya satu kepal dari tumit kaki di depan ke ujung jari kaki yang di belakang.


3. CARA MELAKUKAN START JONGKOK

Dalam melakukan Start Jongkok ada tiga tahapan aba - aba yang harus di ikuti yaitu Bersedia, Siap dan Ya (aba - aba terakhir "Ya" bisa di ganti dengan bunyi peluit atau tembakan). Untuk lebih jelas dalam memahami ketiga aba - aba tersebut, berikut uraiannya :

1. Teknik Start Jongkok Pada Aba-aba “Bersedia”
  1. Pelari maju menuju garis start.
  2. Letakkan tangan di belakang garis start, posisi tangan sedikit lebar dengan bahu dan ibu jari tangan membentuk huruf v, tangan sedikit di depan dan lengan tangan lurus, bahu condong ke depan.
  3. Kepala sedikit membungkuk sehingga leher tidak tegang,mata memandang lintansan sekitar 2m dari garis start.
  4. Jarak letak kaki di garis start tergantung pada jenis start.

2. Teknik Start Jongkok Pada Aba-aba “Siap”
  1. Angkat pinggul ke depan atas dengan tenang sampai sedikit lebih tinggi dari bahu.
  2. memindahkan berat badan ke tanga sampai badan  terasa ringan.
  3. Kepala rendah,leher tetap rileks,pandangan ke bawah kikra-kira 1-1,5 meter dari garis start
  4. Lengan tetap lurus dan tidak boleh bengkok.
  5. Pusatkan perhatian pada bunyi aba-aba.

3. Teknik Start Jongkok Pada Aba-aba “Ya” atau pada bunyi peluit
  1. Ayunkan tangan sekuat-kuatnya dan sekencang-kencangnya.
  2. Kaki kiri menolak kuat-kuat sampai tekejang lurus. Kaki kanan melangkah secepat mungkin, dan secepat itu pula mencapai tanah.
  3. berat badan harus meluncur ke depan.
  4. Langkah lari makin lama makin cepat dan melebar.

Sekian uraian singkat tentang tehnik start jongkok, semoga bermanfaat untuk menambah pengetahuan serta wawasan anda. Terima kasih sudah berkunjung.

Sumber https://www.gurumapel.com/