Showing posts with label Wawasan. Show all posts
Showing posts with label Wawasan. Show all posts

Sunday, November 19, 2017

Ternyata Ras dan Bangsa Didunia Berasal Dari Keturunan 3 Putra Nabi Nuh Ini


Sudah menjadi kenicayaan bahwa kita hidup di dunia ini dihadapkan dengan berbagai ragam dan corak dinamikanya, termasuk dalam hal urusan dan ras dan bangsa. Hal ini juga sebagaimana firman Allah dalam surat Al-Hujurat ayat 13 yang artinya.

Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku (ras-etnis) supaya kamu saling kenal-mengenal (agar bisa hidup rukun). Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertaqwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Paling Maha Mengetahui lagi Paling Maha Mengenali. (Al Hujurat ayat 13)

Menurut A.L. Krober, ras manusia dibagi menjadi 4 golongan:
  1. Ras Mongoloid (berkulit kuning) Adalah ras manusia yang sebagian besar menetap di Asia Utara, Asia Timur, Asia Tenggara, Madagaskar di lepas pantai timur Afrika, Beberapa bagian India Timur Laut, Eropa Utara, Amerika Utara, Amerika Selatan dan Oseania.
  2. Ras Negroid (berkulit hitam) Adalah ras manusia yang terutama mendiami benua Afrika di wilayah selatan gurun sahara. Keturunan mereka banyak mendiami Amerika Utara, Amerika Selatan dan juga Eropa serta Timur Tengah.
  3. Ras Kaukasoid (berkulit putih) Adalah ras manusia yang sebagian besar menetap di Eropa, Afrika Utara, Timur Tengah, Pakistan, dan India Utara. Keturunan mereka juga menetap di Australia, Amerika Utara, sebagian dari Amerika Selatan, Afrika Selatan dan Selandia Baru. 
  4. Ras-ras khusus yaitu ras manusia yang tidak dapat diklasifikasikan dalam keempat ras pokok, antara lain; Bushman  (Penduduk di daerah Gurun Kalahari, Afrika Selatan), Veddoid (Penduduk di daerah pedalaman Sri Lanka ), Polynesian (Kepulauan Mikronesia dan Polynesia), serta Ainu (Penduduk di daerah Pulau Karafuto dan Hokkaido, Jepang)
Ras adalah suatu sistem klasifikasi yang digunakan untuk mengkategorikan manusia dalam populasi atau kelompok besar dan berbeda melalui ciri fenotipe, asal usul geografis, tampang jasmani dan kesukuan yang terwarisi. Namun dari manakah berasalnya ras tersebut?

Jika kita merunut kembali kepada sejarah asal-muasal manusia. Adam sendiri adalah manusia pertama dibumi sebagai orang yang pertama kali membangun peradaban di dunia bersama istrinya Hawa. Dari merekalah kemudian lahir Habil, Qabil, Syits dan seterusnya hingga Nabi Nuh. Jarak Nabi Nuh dengan Nabi adam berkisar sepuluh generasi.

Pada masa Nuh kemudian populasi manusia mengalami "perampingan" pada peristiwa air bah besar. Sehingga diyakini bahwa ummat manusia sekarang merupakan keturunan dari Nabi Nuh alaihissalam. Beliau memiliki empat orang anak laki-laki. Satunya tenggelam dalam banjir yang dan ketiga lainnya selamat. Nah, dari ketiga anak lelaki inilah kemudian lahir ras-ras yang ada didunia. 

Al-Qalqasyandi di dalam Nihayat al-Arab fi Ma′rifat Ansab al-Arab menyebutkan telah ada kesepakatan di kalangan para ahli nasab (genealogis) dan para sejarawan bahwa seluruh ras manusia yang ada setelah Nuh adalah selain orang yang bersamanya di kapal. Atas makna ini ditafsirkan firman Allah; ″(yaitu) putra cucu dari orang-orang yang Kami bawa bersama-sama Nuh. Sesungguhnya Dia adalah hamba (Allah) yang banyak bersyukur.″ (QS. Al-Isra′ (17) : 3)

Dan bahwa mereka semua punah dan tidak menurunkan keturunan. Kemudian, mereka sepakat bahwa seluruh keturunan manusia sekarang adalah dari tiga putra Nuh. Allah berfirman: ″Dan Kami jadikan putra cucunya orang-orang yang melanjutkan keturunan.″ (QS. Al-Shaffat(37) : 77)

Ahli tafsir di kalangan tabi’in, Imam Qatadah, menafsirkan, “Manusia semuanya adalah keturunan Nuh ‘alaihssalam”

Ibnu Katsir menjelaskan dalam kitab sejarah Al-Bidayah wan Nihayah (1/115),

فإن الله لم يجعل لأحد ممن كان معه من المؤمنين نسلا ولا عقبا سوى نوح عليه السلام …فكل من على وجه الأرض اليوم من سائر أجناس بني آدم ينسبون إلى أولاد نوح الثلاثة وهم سام وحام ويافث

“Allah tidak menjadikan seorangpun yang bersama Nabi Nuh dari orang-orang yang beriman anak dan keturunan kecuali Nuh ‘alaihis salam saja… Semua yang ada di muka bumi sekarang dinisbatkan kepada ketiga anak Nabi Nuh yaitu Sam, Ham dan Yafidz”

Al-Hamawi dalam Mu’jam al-Buldan, 2/84 menjelaskan,

كان أول من نزله نوح عليه السلام لما خرج من السفينة ومعه ثمانون إنسانا فبنوا لهم مساكن بهذا الموضع وأقاموا به فسمي الموضع بهم ثم أصابهم وباء فمات الثمانون غير نوح عليه السلام وولده فهو أبو البشر كلهم

“Orang pertama yang turun kapal adalah Nuh ‘alaihis salam, ketika beliau keluar dari kapal, beliau bersama 80 manusia. Mereka membangun tempat tinggal di tempat itu dan menetap di sana. Kemudian mereka tertimpa wabah penyakit, sehingga 80 orang  tersebut meninggal kecuali Nuh ‘alaihis salam dan anaknya. Maka beliau adalah Abul Basyar (bapak seluruh manusia)”.

Keempat keturunan Nuh adalah Kan'an, Yafet, Sam, dan Ham. Kan'an tewas saat terjadi banjir bah besar maka tersisalah 3 putra Nuh dan setiap umat dari seluruh umat yang ada di bumi saat ini kembali nasab salah satu dari tiga putra Nuh, tentu saja bersama dengan beragam pendapat mengenai hal itu.

Dalam Atlas Sejarah Nabi dan Rasul karya Sami bin Abdullah bin Ahmad al-Maghluts, dijelaskan tentang kehidupan setelah bencana dahsyat tersebut terjadi. “Rombongan pun mulai keluar dan kemudian menetap di daerah tersebut,” tulisnya. Ini menjadi babak baru dalam peradaban manusia karena merekalah yang menjadi manusia pertama yang masih tersisa, yang masih hidup karena selamat dari bencana air bah tersebut.

Tak memutuskan untuk menetap dalam satu wilayah selamanya, rombongan ini kemudian menyebar dan mulai bermigrasi. Mereka menuju ke arah barat daya, yang kini menjadi Jazirah Arab, kemudian menyebar lagi.

Ibnu Ishaq mengatakan bahwa Nuh mendoakan ketiga putranya. Nuh mendoakan keturunan Sam menjadi nabi-nabi dan rasul. Nuh mendoakan keturunan Yafith untuk menjadi raja-raja, sedangkan dari keturunan Ham dia doakan agar menjadi abdi dari keturunan Yafith dan Sam.

Putra tertua Nabi Nuh, yaitu Yafet, memutuskan untuk bermigrasi ke arah timur. Kelompok putra Nuh yang lainnya sebagian bergerak ke arah tenggara menuju kawasan India. Kelompok lainnya bergerak menuju ke arah barat daya menuju ke Afrika. Dari sana mereka terus ke arah utara dan membangun peradaban.

Putra Nabi Nuh yang termuda yang selamat, yaitu Ham beserta istri dan keluarganya, bergerak menuju ke arah selatan, lalu memutuskan menetap di selatan Irak setelah permukaan bumi sudah mengering dan terlihat hamparan tanah subur yang sangat luas di sana.

Yafet adalah nenek moyang ras Yafetik, Ham menjadi nenek moyang ras Hamitik dan Sem adalah nenek moyang ras Semit. Ibnu Abbas menceritakan bahwa keturunan:
  • Sam menurunkan bangsa kulit putih,
  • Yafith menurunkan bangsa berkulit merah dan coklat, Sedangkan
  • Ham menurunkan bagsa Kulit hitam dan sebagian kecil berkulit putih.

1. Yafeth bin Nuh

Ibnu Thabari menyebutkan istri Yafith bernama Arbasisah binti Marazil bin Al Darmasil bin bin Mehujael bin Akhnukh bin Qayin bin Adam dan darinya Yafith menurunkan 7 orang anak laki-laki dan 1 orang anak perempuan, yaitu Gomer, Marihu, Wa’il, Yawwan, Tubal, Hawshil dan Thiras sedangkan versi lain meyebutkan Gomer, Magog, Tiras, Javan (Yawan), Meshech, Tubal, and Madai. Anak perempuan dari Yafith adalah Shabokah.

Ketika Nuh menginjak usia lanjut, ia mendoakan agar keturunan Gomer menjadi raja-raja, karena mereka berdua ini melayani kakeknya disaat usianya lanjut.

Gomer (kummer) bin Yafet memiliki anak Turk dari sinilah muncul bangsa Turki. Termasuk di dalam ras mereka adalah Qabjaq, Tatar, dan Khazlajiah yang merupakan bangsa Ghuz (Kushan). Negeri-negeri Al-Shafd yaitu Ghor, Elan, Syarkes, Azkesy, dan Rusia, seluruhnya dari ras Turki. Dari sinilah lahir orang Skitia, Turkik, Armenia, Welsh, Pikt, Irlandia, Jerman. Shaqalibah (orang-orang Slaves/Slavia) dari keturunan Esykanar bin Togarma bin Gomer bin Yafet.

Dari Magog bin Yafet kemudian lahir sebuah bangsa yang kita kenal sebagai Yakjut Makjut (Gog Magog) yang masih rahasia hingga sekarang. Ras Cina, termasuk bangsa Cina, Jepang, Korea, Indo- china, Melayu, dan Indonesia (pen) dari keturunan Shin bin Magog bin Yafet.

Titas (Tyras) bin Yafet, Thirasians; tetapi orang Yunani mengubah nama mereka menjadi orang Trache. Keturunan Tiras adalah orang-rang  Traisa, Goth, Jute, Teuton. Muhammad ibn Jarir al-Tabari menceritakan bahwa Tiras memiliki seorang putra bernama Batawil, yang memiliki putri bernama Qarnabil, Bakht, dan Arsal menjadi istri Kush, Put, dan Kanaan (ketiga orang ini adalah putranya Ham bin Nuh).

Dari Yunan (Yawan) bin Yafet melahirkan bangsa Yunan dan mereka terpecah menjadi tiga kelompok. Yunan memiliki tiga anak yaitu Lathen, Greeks, dan Kuteim. Orang-orang Lithan adalah keturunan Lathen bin Yunan. Bangsa Greek, keturunan Greeks bin Yunan. Orang-orang Keitim berasal dari keturunan Kuteim bin Yunan dan kepada kelompok inilah kembali hierarki nasab bangsa Romawi.

Dari Meshech bin Yafet menurunkan Ashban. Suatu koloni dari Ishafan yang menetap di Syria, Mesir, beberapa daerah Afrika Utara yang lain dan Spanyol

Dari putra Tubal (Khatubal) bin Yafet turut serta bersama rombongan Meshech yang menghuni dataran Afrika Utara sampai ke semenanjung Iberia (Spanyol dan Portugal) dan kediaman mereka di sebelah Barat ke arah Utara di bagian Utara Laut Rum (Laut Tengah) melahirkan bangsa Leman. Yaitu orang Tabal, Georgia, Italia, Iliria, Liberia dan bangsa Sasque. Bangsa Francs (Perancis) dari putra Tubal bin Yafet.

Dari keturunan Madai bin Yafet melahirkan bangsa Daylam, yaitu orang Madea, yang oleh orang Yunani disebut Medes. Dari sini muncul orang-orang Mitani, Manai, Media, Parsi (Persia-Iran), Indo-Arya, Kurdi.

2. Sam bin Nuh

Ibnu Thabari menyebutkan istri Sam bernama Shalib binti Batawil bin Mehujael bin Akhnukh bin Qayin bin Adam dan darinya Sam menurunkan Arfaqsyad (Arpakhaxad), Asshur (Asyur), Lud, Elam, dan Aram. Melahirkan keturunan yang menjadi nenek moyang bangsa-bangsa besar di dunia.

Sejarawan Islam seperti Ibn Ishaq dan Ibn Hisham selalu memasukkan nama Shem dalam silsilah Nabi Muhammad.

Dari Arpakhsad/Arfaqsyad (Arpakhaxad) bin Sam melahirkan bangsa Ibrani dan Arab, dari jalur Amir bin Syalekh bin Arpakhsad bin Sam. Dari sini juga melahirkan bangsa Hind dan Sind melalui jalur Yoktan bin Eber bin Shaleh bin Arfaqsyad. Dari jalur Yoktan juga melahirkan bangsa Saba'. Melalui jalur Arfaqsyad ini banyak melahirkan Nabi seperti, Nabi Ibrahim, Daud, Isa hingga Nabi Muhammad.

Arfakhsyad inilah yang kemudian garis keturunannya menjadi cikal bakal lahirnya dua suku bangsa Arab yaitu suku Qahthan dan suku Adnan, yang mana keduanya akan bertemu pada silsilah dari ‘Abir (Eber). Suku Qahthan (Qahthaniyyun) adalah berasal dari keturunan Ya’rub bin Yasyjub bin Qahthan bin  ‘Abir bin Syalekh bin Arfakhsyad. Suku ini disebut juga suku Arab Pribumi (Al-‘Arab Al-‘Aribah). Sedangkan suku Adnan (Adnaniyyun) adalah berasal dari silsilah Ismail (bani Ismail) melalui garis keturunannya yaitu Adnan, suku ini disebut dengan suku Arab pendatang (Al-‘Arab Al-Musta’ribah).

Dari Lud bin Sam oleh Ibnu Ishaq menyebutkan Lud kawin dengan anak perempuan Yafith yaitu Shakbah dan melahirkan baginya Faris, Jurjan, dan ras yang mendiami wilayah Persia. Kemudian dari Lud lahir pula Tasm dan Imliq (kaum ‘Amaliqah).

Imliq kemudian menurunkan bangsa Amalek yang kemudian menyebar di wilayah Uman, Hijaz, Syria dan Mesir. Dari keturunan Lud ini melahirkan bangsa bangsa perkasa di Syria yang disebut dengan bangsa Kanaanit. Dari Lud juga menurunkan Firaun Mesir, penduduk Bahrayn dan ‘Uman yang kemudian dikenal dengan bangs Jasim. Penghuni Madinah seperti Bani Huff, Sa’d bin Hizzan, Banu Matar dan Banu Al-Azraq, Penduduk Najd yaitu Badil dan Rahil, Penduduk Tayma adalah keturunan dari Lud bin Sham.

Tasm bin Lud berdiam di Yamamah (kota kuno Bahrayn). Dari keturunan Lud seperti Tasm, Amalek, Umaym dan Jasim menggunakan dialek arab, sedangkan dari keturunan Lud yang lain seperti Faris menggunakan dialek Farsi. Artinya dari jalur Faris bin Lud bin Sam bin Nuh ini kemudian juga melahirkan bahasa Persia.

Bangsa yang pertama kali berbicara dengan bahasa Arab adalah Imliq bin Lud setelah kepindahannya dari Babylonia.

Dari Aram bin Sam menurunkan Uz, Mash, Gether dan Hul. Kemudian Uz menurunkan Gether, ʿĀd dan Ubayl. Gether bin Aram menurunkan Tsamud dan Judays. Mereka ini berbicara dengan bahasa Arab Mudari.

Di Era kaum ʿĀd, mereka dikenal dengan ʿĀd dari Iram, ketika kaum’Ad dihancurkan maka kaum Tsamud disebut Iram. Setelah Tsamud dihancurkan keturunan Iram yang tersisa disebut dengan Arman atau Aramean.

Menurut Ibnu Hisyam, semua orang Arab adalah keturunan Isma’il bin Ibrahim dan Qahthan (yaitu Arfaqshad bin Sam). Jauh sebelum itu di kawasan Arabia pernah hidup orang-orang Arab yang lebih tua lagi, namun semuanya sudah punah. Mereka itu ialah kaum ‘Aad, kaum Tsamud (kedua-duanya disebut di dalam Al-Qur’anul-Karim), kaum Jadis, kaum kaldan dan kaum ‘Imlaq (kaum ‘Amaliqah), mereka inilah yang disebut dengan suku Arab yang punah (Al-‘Arab Al-Baidah).

Kaum Arab Ba’idah, yaitu kaum Arab terdahulu yang rincian sejarah mereka tidak dapat diketahui secara sempurna, seperti kaum ’Aad, Tsamud, kaldan dan Amaliqah (Amalek). Kaum ‘Aad atau ‘Ad merupakan suku Arab kuno yang dipimpin oleh ‘Ad ibn Kin’ad, hidup pada masa Nabi Hud As. Kaum Tsamud merupakan suku Arab kuno juga yang hidup dari 2300 SM sampai 200 SM di Gunung Athlab dan di seluruh Arab Tengah. Kaum Tsamud hidup pada masa Nabi Shaleh As. Kuam Kaldan hidup di masa Nabi Ibrahim As. Sedangkan kaum Amaliqah hidup bersama Nabi Ismail As.

Selain bangsa Arab, dari Aram ini juga melahirkan bangsa Suryani atau Aram (Syria). Nasabnya adalah Suriyan bin Nobet bin Mesh bin Adam bin Yafet.

Dari Ashur (Asyur) bin Sam melahirkan bangsa Asyur (Asiria), Kurdi dan bangsa Nabatea (penduduk babel/Babylonia).  

Dari Elam bin Sam ini kemudian lahirkan bangsa Iran-Kuno. Dan menjadi Persia saat berasimilasi dengan keturunan Madai bin Yafet bin Nuh.

3. Ham bin Nuh

Ibnu Thabari menyebutkan istri Ham bernama Nahlab binti Marib bin Al Darmasil bin bin Mehujael bin Akhnukh bin Qayin bin Adam dan darinya Ham menurunkan 4 orang anak laki-laki, yaitu Kush, Put, Kanaan dan Qibthy atau Misraim.

Dari Kush bin Nuh, Ibnu Thabari menyebutkan istri Kush bernama Qarnabil binti Batawil bin Tiras dan darinya menurunkan Habsyah, Hind dan Sind. Pada akhirnya menetap di India. Di India mereka membentuk kerajaan-kerajaan Kuno di India, di mana kebanyakan yang menjadi raja mereka adalah keturunan Hind bin Kush bin Ham bin Nuh. 

Ketika Nuh menginjak usia lanjut, ia mendoakan agar keturunan Kush menjadi raja-raja, karena mereka berdua ini melayani kakeknya disaat usianya lanjut.

Penduduk Barqah pada masa lalu, atau yang dikenal sebagai bangsa Zawilah merupakan keturunan dari Hawilah bin Kush bin Ham.

Dari Put bin Nuh, Ibnu Thabari menyebutkan istri Phut bernama Bakht binti Batawil. Put kemudian berdiam bersama keturunan Kush yaitu Hind dan Sind di wilayah India.

Dari Kan'an bin Nuh, Ibnu Thabari menyebutkan istri Kan'an bernama Arsal binti Batawil bin Tiras dan darinya menurunkan bangsa berkulit hitam atau negro, Nubia, Fezzan, Zanj dan Zaghawah.

Dari Qibthiy (Mishraim) bin Nuh, Ibnu Thabari menyebutkan keturunan Mizraim adalah bangsa Koptik dan Barbar. Termasuk bangsa Qibty Mesir.

Abu Hanifa al Dainuri menyebutkan bahwa pada suatu masa (Raja Jamm), terjadi kekacauan bahasa (language isolates). Saat itu, putra-putra Nuh di wilayah Babel atau Babylonia atau Mosul atau Kurdi (sekarang Irak) makin memadati wilayah itu. Mereka menggunakan bahasa Suryani, bahasa yang digunakan oleh Nuh.

Namun pada beberapa masa berikutnya seiring dengan berpencarnya mereka, terjadilah kekacauan bahasa. Mereka berbicara dengan kelompoknya (keluarga, suku) memakai bahasa dan ungkapannya masing-masing, yang selanjutnya diwarisi oleh keturunannya.

Kelompok pertama yang keluar dari Babel berpencar ke Utara dan ke Timur adalah keturunan Yafet bin Nuh, mereka tujuh bersaudara yaitu; Al Turk, Al Khazar, Shaqlab (Slavia), Taris, Menesk, Kumari (Ghomari), dan Shin.

Kelompok kedua adalah keturunan Ham bin Nuh, berpencar ke arah Selatan (tenggara) dan Barat, mereka juga tujuh bersaudara yaitu; Al Sind, Al-Hind (India), Zandj, Habsy (Ethiopia), Nubah dan Kan′an (bukan Kan′an yang tenggelam saat banjir).

Kelompok ketiga adalah Sam bin Nuh, mereka tetap tinggal bersama Jamm (Raja Babel), dengan bahasanya sendiri antara lain bahasa Ibrani (Hebrew-bahasa Taurat), Suriyani (bahasa Injil) dan Arab (bahasa Al Qur′an).

Mengenai bangsa Indonesia sendiri telah mengalami pecampur bauran ras. Tidak diketahui pasti apakah keturunan yang pasti dari orang-orang melayu. Ada yang mengatakan keturunan Yafets ada yang mengatakan Ham. Namun dari website islamindonesia.id menyebutkan.
Bangsa-bangsa di Nusantara, sebagian besar merupakan hasil pembauran dari 2 komunitas ini, yaitu Proto Melayu dan Deutero Melayu. Mereka merupakan zuriat (keturunan) dari Yafet bin Nuh (Haplogroup IJK), yang berkembang menjadi Haplogroup K, kemudian memunculkan ras baru Haplogroup NO. Dari Haplogroup NO inilah, kemudian muncul bangsa Nusantara (bangsa Austronesia), yang di dalam Human Y-chromosome DNA (Y-DNA) haplogroups, dikenali sebagai Haplogroup O1a-M119. Wallahualam.

Kesimpulannya adalah berbagai suku bangsa dan ras yang ada di seluruh dunia ini berasal dari satu kelompok manusia, yaitu keturunan Nabi Nuh. Ini yang menyebabkan dunia mengenal bahwa wilayah Timur Tengah merupakan ibu dan pusat dari seluruh dunia.


Nabi Nuh memiliki 4 anak yaitu Kan'an, Yafet, Sam, dan Ham. Kan'an tewas saat terjadi banjir bah besar maka tersisalah 3 putra Nuh. Nuh mendoakan keturunan Sam menjadi nabi-nabi dan rasul. Nuh mendoakan keturunan Yafith untuk menjadi raja-raja, sedangkan dari keturunan Ham dia doakan agar menjadi abdi dari keturunan Yafith dan Sam.

Yafet adalah nenek moyang ras Yafetik, Ham menjadi nenek moyang ras Hamitik dan Sem adalah nenek moyang ras Semit. Keturunan Sam menurunkan bangsa kulit putih, Yafith menurunkan bangsa berkulit merah dan coklat, Sedangkan Ham menurunkan bangsa Kulit hitam dan sebagian kecil berkulit putih

Dari Yafet muncul bangsa Turki  Yunani, jerman, Rusia, Cina, Jepang. Dari Sam melahirkan bangsa Suryani, Aramaic, Ibrani, Arab, Persia dan dari Ham melahirkan bangsa India, Afrika, Negro, Koptik (Mesir).

Abu Hanifah ad-Dainuri menganalisis mengapa seluruh penduduk dunia yang berasal dari satu keturunan ini bisa mengalami perbedaan bahasa. “Awalnya mereka menggunakan bahasa Suriyani, tetapi ungkapan yang ada pada setiap kelompok mengalami perubahan dan akhirnya diteruskan pada generasi berikutnya,” ujarnya.
Dari tulisan ini, kita bisa memahami bahwa miliaran penduduk dunia ini berasal dari satu rahim. Maka, ironis sekali jika kita mengedepankan perbedaan yang ada karena pada hakikatnya kita semua berasal dari darah yang sama, darah nabi yang mulia.

Sumber http://www.zulfanafdhilla.com/

Saturday, October 28, 2017

Mengenal Kosher, Konsep Halal Haram-nya Dalam Agama Yahudi


Sebagai Muslim kita pasti sudah sangat familiar dengan yang namanya Halal-Haram. Istilah yang muncul untuk makanan, pakaian, perbuatan dan sebagainya. Halal sendiri juuga dikenal dengan itilah sesuai hukum syar'i. Artinya perkara yang sesuai syari'at Islam disebut dengan halal, sedangkan yang tidak disebut dengan haram. Sedangkan perkara-perkara yang tidak jelas kehalalan dan keharamannya disebut dengan syubhat.

Dan selama ini yang berwenang untuk memberikan sertifikasi halal khususnya dalam hal makanan adalah LPPOM MUI. Makanan, minuman, kosmetik dan alat-alat lain diperlukan sertifikasi halal agar terhindar dari perkara haram atau hal syubhat bahkanpun dalam benda perkakas seperti kuas. Kuas cat sendiri menduduki titik kritis halal-haram karena ada sebagaian kuas yang dibuat dengan bulu babi.


Ternyata tidak hanya Islam, agama lain juga memiliki aturan untuk apa yang boleh yang tidak bagi pemeluk agamanya seperti larangan memakan daging bagi pemeluk Hindu, atau peraturan cara berpakaian bagi pemeluk Sikh. Bahkanpun juga agama Yahudi memiliki aturan seperti itu.

Jika didalam Islam dikenal dengan dengan istilah halal, maka dalam agama Yahudi dikenal dengan istilah Kosher. Kata 'kosher' dalam kamus Inggris - Indonesia (John M Echols dan Hassan Shadily, 1998) diterjemahkan sebagai 'halal' dengan contoh kosher meat = daging halal. Terjemahan tersebut sebenarnya tidak sesuai dengan arti sesungguhnya dari kosher. Kosher atau kashrut atau kasher menurut Webster World University Dictionary, disebutkan sebagai ceremonially clean; conforming to Jewish dietary law.

Meruju pada laman wikipedia, Kosher (bahasa Ibrani: כַּשְׁרוּת kašrût), yang berasal dari kata kashrut atau kashruth (bahasa Ibrani: כָּשֵׁר kāšēr), adalah istilah dalam hukum tentang makanan Yahudi. Sesuai dengan halakha (hukum Yahudi) suatu makanan disebut kosher.

Kosher adalah istilah agama Yahudi yang kemudian menjadi hukum agama Yahudi menurut hukum Talmud mengenai aturan boleh tidaknya sesuatu untuk dimakan. Pengertian Kosher menurut Yahudi adalah hewan yang boleh dimakan. Jika kosher disamakan dengan halal, sedangkan lawannya adalah trefa, yaitu hewan yang tidak boleh dimakan.

Istilah sebenar dari kosher mengacu kepada binatang (dari spesies yang kosher, misalnya sapi atau domba) yang disembelih dengan cara yang keliru atau dilukai hingga mati oleh binatang buas dan karena itu tidak layak dimakan manusia. Yap, hampir sama seperti hukum Islam yang melarang memakan daging hewan yang matinya karena dilukai, diterkam dan kecelakaan. Di antara orang-orang Sefardi, istilah ini biasanya hanya merujuk pada daging yang tidak kosher.

Di antara berbagai peraturan dalam hukum kashrut terdapat larangan mengkonsumsi hewan yang tidak kosher seperti daging babi, kerang-kerangan (moluska maupun Krustasea), sebagian besar serangga (kecuali pada pesies tertentu misalnya belalang kosher), percampuran antara daging sapi dan susu, dan hukum yang mengatur cara menyembelih hewan mamalia dan unggas mengacu pada proses yang disebut shechita. Terdapat juga hukum mengenai produk hasil pertanian yang dapat mempengaruhi layak atau tidaknya suatu makanan dikonsumsi.

Dari buku The Naked Travler 3 yang saya kutip. Anehnya, daging dan susu tidak boleh dimakan bersamaan. Bahkan, peralatan masak dan makanannya tidak boleh sama, kulkasnya pun harus terpisah. Mereka boleh makan/minum produk susu dan turunannya enam jam setelah makan daging.

Hotel dan restoranpun harus bersertifikat Kosher. Dan biasanya rombongan Indonesia dilarang bawa makanan sendiri seperti mie instan dan sambal karena dianggap mencemari kosher.

Dari buku Dangerous Junk Food yang saya kutip pula. Masyarakat Yahudi begitu ketat dan peduli terhadap kosher ini, sehingga adanya produk-produk pangan yang tidak bersertifikat kosher akan ditolak mentah-mentah baik yang masuk ke negara Israel maupun yang dikonsumsi komunitas Yahudi dari berbagai belahan dunia.

Klasifikasi konser ini menurut pengakuan para pelaku bisnis sangatlah rumit dan berbelit. Jauh lebih kompleks dibandingkan dengan persyaratan halal. Oleh karena itu pengawasan dan proses sertifikasi konser dapat berlangsung hingga berhari-hari untuk satu jenis produk yang sangat kecil. Sebagai contoh, dalam proses penyembelihan hewan, mereka harus mengawasi dengan benar tata cara penyembelihan seperti yang mereka inginkan. Bukan saja para penyembelihnya yang harus diawasi dengan ketat, tetapi juga potongan-potongan dagingnya juga diawasi, karena mereka tidak makan bagian-bagian tertentu dari karkas.

Sama seperti sertifikat halal yang perlu lembaga khusus dalam melegalkannya, begitupula untuk kosher ini. Makanan yang dibeli di toko dapat diketahui sebagai kosher bila ada tanda hechsher (plural hechsherim), sebuah lambang grafis yang menunjukkan bahwa makanan itu telah disertifikasikan kosher oleh otoritas rabinik. Lambang yang paling sering adalah tanda "OU", yaitu huruf U dalam sebuah lingkaran (Ⓤ), yang melambangkan Jemaat-jemaat Uni Ortodoks. Namun banyak rabi dan organisasi yang mempunyai tanda pengesahan mereka sendiri-sendiri, dan lambang-lambang yang lain terlalu banyak untuk didaftarkan di sini.

Sama seperti konsep halal, kosher tidak mengendaki adanya babi dalam bahan-bahan makanan dan minuman. Selain itu hewan seperti sapi, domba, kambing, dll harus disembelih dengan menggunakan pisau tajam dan tidak boleh dimatikan dengan cara dipukul atau diterkam binatang buas.

Karena kemiripan pengertian kedua istilah tersebut, maka orang-orang Yahudi mengatakan bahwa makanan kosher adalah makanan yang halal bagi Muslim. Pengertian ini kemudian dikampanyekan dan disebarluaskan ke seluruh dunia. 

Walaupun terlihat mirip dengan konsep halal, hal yang paling penting yang ingin saya sampaikan disini adalah, tidak semua kosher itu halal dan boleh dikonsumsi oleh umat Muslim.


Ada makanan dan minuman haram bagi muslim namun kosher bagi pemeluk Yahudi. Begitupun sebaliknya, ada makanan dan minuman yang halal bagi umat muslim namun trefa (haram) bagi pemeluk Yahudi.

Contohnya makanan dan minuman yang masuk dalam kategori kosher tetapi tidak halal adalah minuman anggur (wine), semua jenis gelatin (yang memandang terbuat dari tulang atau kulit hewan apa), dan daging kosher yang meskipun disembelih tetapi tidak menyebutkan nama Allah.

sebaliknya, ada makanan yang halal bagi muslim namun haram (trefa) bagi Yahudi. Contohnya adalah kelinci, unggas liar, ikan yang tidak bersirip, kerang, dll. Dari penjelasan tersebut maka nyatalah halal dan kosher tidak sama.

Dari buku Pengetahuan Label Kemasan Pangan yang ditulis Ariani Kusuma Ningrum menjelaskan. Menurut LPPOM MUI, produk-produk impor yang menggunakan label kosher boleh dikonsumsi jika telah mendapatkan sertifikasi halal dari Lembaga Penjamin Halal Islam, karena banyak produk seperti produk babi yang mendapat label kosher tetapi tidak halal bagi konsumen Muslim. Oleh karena itu keduanya hendaklah jangan dicampuradukkan saat mengkonsumsi makanan halal dalam kehidupan sehari-hari.

Sumber http://www.zulfanafdhilla.com/