Showing posts with label Metode Pembelajaran. Show all posts
Showing posts with label Metode Pembelajaran. Show all posts

Friday, January 5, 2018

10 Prinsip Pembelajaran dengan Pendekatan Saintifik/Scientific

Prinsip Pembelajaran dengan Pendekatan Saintifik_Prinsip-prinsip pembelajaran dengan pendekatan saintifik baik dalam kurikulum 2006 maupun kurikulum 2013 adalah seperti di bawah ini.
Prinsip Pembelajaran dengan Pendekatan Saintifik 10 Prinsip Pembelajaran dengan Pendekatan Saintifik/Scientific

Sepuluh (10) Prinsip Pembelajaran dengan Pendekatan Scientific/Saintifik :

1. Berpusat pada peserta didik yaitu kegiatan aktif peserta didik secara fisik dan mental dalam membangun makna atau pemahaman suatu konsep, hukum/prinsip

2. Membentuk students’ self concept yaitu membangun konsep berdasarkan pemahamannya sendiri.

3. Menghindari verbalisme,

4. Memberikan kesempatan pada peserta didik untuk mengasimilasi dan mengakomodasi konsep, hukum, dan prinsip,

5. Mendorong terjadinya peningkatan kecakapan berpikir peserta didik,

6. Meningkatkan motivasi belajar peserta didik,

7. Memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk melatih kemampuan dalam komunikasi, serta

8. Memungkinkan adanya proses validasi terhadap konsep, hukum, dan prinsip yang dikonstruksi peserta didik dalam struktur kognitifnya.

9. Melibatkan keterampilan proses sains dalam mengonstruksi konsep, hukum, atau prinsip,

10. Melibatkan proses kognitif yang potensial dalam merangsang perkembangan intelektual, khususnya keterampilan berpikir tingkat tinggi peserta didik.
Sumber https://www.websitependidikan.com/

5 Tujuan Pembelajaran dengan Pendekatan Scientific/Saintifik

Tujuan Pembelajaran dengan Pendekatan Scientific/Saintifik
Tujuan Pembelajaran dengan Pendekatan Scientific 5 Tujuan Pembelajaran dengan Pendekatan Scientific/Saintifik

Lima (5) Tujuan Pembelajaran dengan Pendekatan Scientific/Saintifik:

1. Meningkatkan kemampuan intelektual, khususnya kemampuan berpikir tingkat tinggi peserta didik

2. Membentuk kemampuan peserta didik dalam menyelesaikan suatu masalah secara sistematik,

3. Memperoleh hasil belajar yang tinggi

4. Melatih peserta didik dalam mengkomunikasikan ide-ide, khususnya dalam menulis karya ilmiah

5. Mengembangkan karakter peserta didik.
Sumber https://www.websitependidikan.com/

Friday, December 15, 2017

Pendidikan Karakter Melalui Pilihan dan Penggunaan Metode Pembelajaran

Pendidikan Karakter Melalui Pilihan dan Penggunaan Metode Pembelajaran Pendidikan Karakter Melalui Pilihan dan Penggunaan Metode Pembelajaran

PPK Melalui Pilihan dan Penggunaan Metode Pembelajaran


Gurusd.id, Penguatan Pendidikan Karakter terintegrasi dalam kurikulum dilakukan melalui pembelajaran di kelas dengan menggunakan metode pembelajaran yang tepat. Guru harus pandai memilih agar metode pembelajaran yang digunakan secara tidak langsung menanamkan pembentukan karakter peserta didik.

Metode pembelajaran yang dipilih harus dapat membantu guru dalam memberikan pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan peserta didik. Melalui metode tersebut diharapkan siswa memiliki keterampilan yang dibutuhkan pada abad XXI, seperti kecakapan berpikir kritis (critical thinking), berpikir kreatif (creative thinking), kecakapan berkomunikasi (communication skill), termasuk penguasaan bahasa internasional, dan kerja sama dalam pembelajaran (collaborative learning).
baca juga: Implementasi Penguatan Pendidikan Karakter Berbasis Kelas
[ads-post]
Beberapa metode pembelajaran yang dapat dipilih guru secara kontekstual, antara lain:
  • Metode pembelajaran saintifik (scientific Llearning), sebagai metode pembelajaran yang didasarkan pada proses keilmuan dengan langkah kegiatan mulai dari merumuskan masalah, merumuskan hipotesis, mengumpulkan data, menganalisis data, dan menarik simpulan.
  • Metode inquiry/discovery learning, yaitu penelitian/penyingkapan. Dalam Webster’s Collegiate Dictionary inquiry didefinisikan sebagai “bertanya tentang” atau “mencari informasi dengan cara bertanya”, sedangkan dalam kamus American Heritage, discovery disebut  sebagai “tindakan menemukan”, atau “sesuatu yang ditemukan lewat suatu tindakan”.
  • Metode pembelajaran berbasis masalah (problem-based learning),yaitu metode pembelajaran yang memfokuskan pada identifikasi serta pemecahan masalah nyata, praktis, kontekstual,berbentuk masalah yang strukturnya tidak jelas atau belum jelas solusinya(ill-structured) atau open ended yang ada dalam kehidupan siswa sebagai titik sentral kajian untuk dipecahkan melalui prosedur ilmiah dalam pembelajaran, yang kegiatannya biasanya dilaksanakan secara berkelompok.
  • Metode pembelajaran berbasis proyek (project-based learning), yaitu pembelajaran yang menggunakan proyek sebagai media dalam proses pembelajaran untuk mencapai kompetensi sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Penekanan pembelajaran terletak pada aktivitas-aktivitas siswa untuk menghasilkan produk dengan menerapkan keterampilan meneliti, menganalisis, membuat, sampai dengan mempresentasikan produk pembelajaran berdasarkan pengalaman nyata.
  • Metode pembelajaran kooperatif (cooperative learning),yaitu suatu model pembelajaran di mana siswa belajar dalam kelompok-kelompok kecil (umumnya terdiri dari 4-5 orang siswa) dengan keanggotaan yang heterogen (tingkat kemampuan, jenis kelamin, dan suku/ras berbeda). Dalam menyelesaikan tugas kelompok, setiap anggota saling bekerja sama dan membantu untuk memahami suatu bahan pembelajaran.
  • Metode pembelajaran berbasis teks (text-based instruction/genrebased instruction), yaitu pembelajaran yang berorientasi pada kemampuan siswa untuk menyusun teks. Metode pembelajaran ini mendasarkan diri pada pemodelan teks dan analisis terhadap fiturfiturnya secara eksplisit serta fokus pada hubungan antara teks dan konteks penggunaannya. Perancangan unit-unit pembelajarannya mengarahkan siswa agar mampu memahami dan memproduksi teks baik lisan maupun tulis dalam berbagai konteks. Untuk itu, siswa perlu memahami fungsi sosial, struktur, dan fitur kebahasaan teks.
baca juga; Inilah Nilai-nilai Utama Dalam Penguatan Pendidikan Karakter

Pendidikan Karakter Melalui Pilihan dan penggunaan metode-metode pembelajaran tersebut dapat dilaksanakan dengan beberapa strategi, antara lain:

A. Pembelajaran kolaboratif (collaborative learning)

Melalui pembelajaran ini, peserta didik berlatih bagaimana bekerja sama dengan orang lain untuk menyelesaikan sebuah proyek bersama. Fokus nilai dan keterampilan yang menjadi sasaran dalam strategi pembelajaran kolaboratif adalah kemampuan bekerja sama.

B. Presentasi

Peserta didik diminta untuk mempresentasikan hasil pemikiran, tulisan, dan kajiannya di depan kelas. Nilai yang dibangun dengan strategi ini adalah rasa percaya diri,kemampuan berkomunikasi dan menyampaikan gagasan, serta kemampuan untuk mempertahankan pendapat dalam berargumentasi. Bagi peserta didik yang mempresentasikan, ia akan berlatih berargumentasi dengan baik. Bagi teman-teman sekelas, mereka akan belajar mengkritisi sebuah argumentasi dengan memberikan argumentasi lain yang lebih rasional dan berdasarkan data/fakta. Strategi ini akan memperkuat kemampuan untuk berpikir kritis dan meningkatkan kemampuan berkomunikasi peserta didik.

C. Diskusi

Dalam pembelajaran, peserta didik perlu dilibatkan secara aktif bersama teman-temannya secara berkelompok, berintegrasi secara verbal, saling bertukar pikiran dan informasi, saling mempertahankan pendapat, mengajukan usulan dan gagasan yang lebih baik, serta bersama-sama memecahkan masalah tertentu dalam pembelajaran. Fokus penguatan karakter pada strategi ini adalah kemampuan berpikir kritis, kemampuan berkomunikasi, menghargai pendapat orang lain, percaya diri, dan mempengaruhi orang lain melalui tata cara berargumentasi yang baik.

D. Debat

Peserta didik perlu diberi kesempatan untuk beradu argumentasi dalam sebuah perdebatan yang topiknya dipilih secara aktual dan kontekstual, agar mereka dapat mempertahankan argumentasinya secara logis, rasional, dengan bahasa yang komunikatif dan memikat perhatian pendengar (audiens). Fokus penguatan karakter pada strategi inia dalah kemampuan berpikir kritis,kemampuan berkomunikasi, percaya diri, dan mempengaruhi orang lain melalui tata cara berargumentasi yang baik.

E. Pemanfaatan TIK

Dalam pembelajaran, peserta didik dapat memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) dalam rangka menyelesaikan tugas-tugas sekolah. Dengan memanfaatkan TIK untuk pembelajaran, diharapkan kemampuan peserta didik dalam menggunakan sarana TIK lebih baik, pembelajaran pun lebih efektif dan menarik. Fokus pada kegiatan ini adalah literasi digital.
baca juga : Fokus Gerakan Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) dalam Sistem Pendidikan Nasional

PPK Melalui Pembelajaran Tematis


Penguatan Pendidikan Karakter melalui pembelajaran tematis adalah suatu kegiatan pembelajaran yang dilakukan oleh satuan pendidikan dengan mengalokasikan waktu khusus untuk mengajarkan nilai-nilai tertentu. Tema-tema yang mengandung nilai utama PPK diajarkan dalam bentuk pembelajaran di kelas ini diharapkan semakin memperkaya praksis PPK di sekolah.

Satuan pendidikan mendesain sendiri tema dan prioritas nilai pendidikan karakter apa yang akan mereka tekankan.Satuan pendidikan dapat menyediakan guru khusus atau memberdayakan guru yang ada untuk mengajarkan materi tentang nilai-nilai tertentu untuk memperkuat pendidikan karakter.

Demikian yang dapat disampaikan mengenai Penguatan Pendidikan Karakter Melalui Pilihan dan Penggunaan Metode Pembelajaran, semoga bermanfaat bagi kita semua, aamiin.

sumber : Pedia Pendidikan
Sumber https://www.gurusd.id/

Penguatan Pendidikan Karakter Melalui Pilihan dan Penggunaan Metode Pembelajaran

Pendidikan Karakter Melalui Pilihan dan Penggunaan Metode Pembelajaran Penguatan Pendidikan Karakter Melalui Pilihan dan Penggunaan Metode Pembelajaran

PPK Melalui Pilihan dan Penggunaan Metode Pembelajaran


Penguatan Pendidikan Karakter terintegrasi dalam kurikulum dilakukan melalui pembelajaran di kelas dengan menggunakan metode pembelajaran yang tepat. Guru harus pandai memilih agar metode pembelajaran yang digunakan secara tidak langsung menanamkan pembentukan karakter peserta didik.

Metode pembelajaran yang dipilih harus dapat membantu guru dalam memberikan pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan peserta didik. Melalui metode tersebut diharapkan siswa memiliki keterampilan yang dibutuhkan pada abad XXI, seperti kecakapan berpikir kritis (critical thinking), berpikir kreatif (creative thinking), kecakapan berkomunikasi (communication skill), termasuk penguasaan bahasa internasional, dan kerja sama dalam pembelajaran (collaborative learning).
baca juga: Implementasi Penguatan Pendidikan Karakter Berbasis Kelas
Beberapa metode pembelajaran yang dapat dipilih guru secara kontekstual, antara lain:
  • Metode pembelajaran saintifik (scientific Llearning), sebagai metode pembelajaran yang didasarkan pada proses keilmuan dengan langkah kegiatan mulai dari merumuskan masalah, merumuskan hipotesis, mengumpulkan data, menganalisis data, dan menarik simpulan.
  • Metode inquiry/discovery learning, yaitu penelitian/penyingkapan. Dalam Webster’s Collegiate Dictionary inquiry didefinisikan sebagai “bertanya tentang” atau “mencari informasi dengan cara bertanya”, sedangkan dalam kamus American Heritage, discovery disebut  sebagai “tindakan menemukan”, atau “sesuatu yang ditemukan lewat suatu tindakan”.
  • Metode pembelajaran berbasis masalah (problem-based learning),yaitu metode pembelajaran yang memfokuskan pada identifikasi serta pemecahan masalah nyata, praktis, kontekstual,berbentuk masalah yang strukturnya tidak jelas atau belum jelas solusinya(ill-structured) atau open ended yang ada dalam kehidupan siswa sebagai titik sentral kajian untuk dipecahkan melalui prosedur ilmiah dalam pembelajaran, yang kegiatannya biasanya dilaksanakan secara berkelompok.
  • Metode pembelajaran berbasis proyek (project-based learning), yaitu pembelajaran yang menggunakan proyek sebagai media dalam proses pembelajaran untuk mencapai kompetensi sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Penekanan pembelajaran terletak pada aktivitas-aktivitas siswa untuk menghasilkan produk dengan menerapkan keterampilan meneliti, menganalisis, membuat, sampai dengan mempresentasikan produk pembelajaran berdasarkan pengalaman nyata.
  • Metode pembelajaran kooperatif (cooperative learning),yaitu suatu model pembelajaran di mana siswa belajar dalam kelompok-kelompok kecil (umumnya terdiri dari 4-5 orang siswa) dengan keanggotaan yang heterogen (tingkat kemampuan, jenis kelamin, dan suku/ras berbeda). Dalam menyelesaikan tugas kelompok, setiap anggota saling bekerja sama dan membantu untuk memahami suatu bahan pembelajaran.
  • Metode pembelajaran berbasis teks (text-based instruction/genrebased instruction), yaitu pembelajaran yang berorientasi pada kemampuan siswa untuk menyusun teks. Metode pembelajaran ini mendasarkan diri pada pemodelan teks dan analisis terhadap fiturfiturnya secara eksplisit serta fokus pada hubungan antara teks dan konteks penggunaannya. Perancangan unit-unit pembelajarannya mengarahkan siswa agar mampu memahami dan memproduksi teks baik lisan maupun tulis dalam berbagai konteks. Untuk itu, siswa perlu memahami fungsi sosial, struktur, dan fitur kebahasaan teks.
baca juga; Inilah Nilai-nilai Utama Dalam Penguatan Pendidikan Karakter

Pendidikan Karakter Melalui Pilihan dan penggunaan metode-metode pembelajaran tersebut dapat dilaksanakan dengan beberapa strategi, antara lain:

A. Pembelajaran kolaboratif (collaborative learning)

Melalui pembelajaran ini, peserta didik berlatih bagaimana bekerja sama dengan orang lain untuk menyelesaikan sebuah proyek bersama. Fokus nilai dan keterampilan yang menjadi sasaran dalam strategi pembelajaran kolaboratif adalah kemampuan bekerja sama.

B. Presentasi

Peserta didik diminta untuk mempresentasikan hasil pemikiran, tulisan, dan kajiannya di depan kelas. Nilai yang dibangun dengan strategi ini adalah rasa percaya diri,kemampuan berkomunikasi dan menyampaikan gagasan, serta kemampuan untuk mempertahankan pendapat dalam berargumentasi. Bagi peserta didik yang mempresentasikan, ia akan berlatih berargumentasi dengan baik. Bagi teman-teman sekelas, mereka akan belajar mengkritisi sebuah argumentasi dengan memberikan argumentasi lain yang lebih rasional dan berdasarkan data/fakta. Strategi ini akan memperkuat kemampuan untuk berpikir kritis dan meningkatkan kemampuan berkomunikasi peserta didik.

C. Diskusi

Dalam pembelajaran, peserta didik perlu dilibatkan secara aktif bersama teman-temannya secara berkelompok, berintegrasi secara verbal, saling bertukar pikiran dan informasi, saling mempertahankan pendapat, mengajukan usulan dan gagasan yang lebih baik, serta bersama-sama memecahkan masalah tertentu dalam pembelajaran. Fokus penguatan karakter pada strategi ini adalah kemampuan berpikir kritis, kemampuan berkomunikasi, menghargai pendapat orang lain, percaya diri, dan mempengaruhi orang lain melalui tata cara berargumentasi yang baik.

D. Debat

Peserta didik perlu diberi kesempatan untuk beradu argumentasi dalam sebuah perdebatan yang topiknya dipilih secara aktual dan kontekstual, agar mereka dapat mempertahankan argumentasinya secara logis, rasional, dengan bahasa yang komunikatif dan memikat perhatian pendengar (audiens). Fokus penguatan karakter pada strategi inia dalah kemampuan berpikir kritis,kemampuan berkomunikasi, percaya diri, dan mempengaruhi orang lain melalui tata cara berargumentasi yang baik.

E. Pemanfaatan TIK

Dalam pembelajaran, peserta didik dapat memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) dalam rangka menyelesaikan tugas-tugas sekolah. Dengan memanfaatkan TIK untuk pembelajaran, diharapkan kemampuan peserta didik dalam menggunakan sarana TIK lebih baik, pembelajaran pun lebih efektif dan menarik. Fokus pada kegiatan ini adalah literasi digital.
baca juga : Fokus Gerakan Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) dalam Sistem Pendidikan Nasional

PPK Melalui Pembelajaran Tematis


Penguatan Pendidikan Karakter melalui pembelajaran tematis adalah suatu kegiatan pembelajaran yang dilakukan oleh satuan pendidikan dengan mengalokasikan waktu khusus untuk mengajarkan nilai-nilai tertentu. Tema-tema yang mengandung nilai utama PPK diajarkan dalam bentuk pembelajaran di kelas ini diharapkan semakin memperkaya praksis PPK di sekolah.

Satuan pendidikan mendesain sendiri tema dan prioritas nilai pendidikan karakter apa yang akan mereka tekankan.Satuan pendidikan dapat menyediakan guru khusus atau memberdayakan guru yang ada untuk mengajarkan materi tentang nilai-nilai tertentu untuk memperkuat pendidikan karakter.

Demikian yang dapat disampaikan mengenai Penguatan Pendidikan Karakter Melalui Pilihan dan Penggunaan Metode Pembelajaran, semoga bermanfaat bagi kita semua, aamiin.

sumber : Pedia Pendidikan
Sumber https://www.profesiguru.org/

Monday, September 11, 2017

Pengertian Metode Belajar dan Jenis-Jenisnya

Pengertian Metode Belajar dan Jenis-Jenisnya_Guru dapat mencapai keberhasilan dalam peroses belajar mengajar di kelas  dengan menerapkan metode pembelajaran yang efektif. Oleh karena tidak semua metode pembelajaran cocok bagi semua peserta didik, guru sebaiknya bijaksana dalam memilih metode belajar yang tepat.
Guru dapat mencapai keberhasilan dalam peroses belajar mengajar di kelas  Pengertian Metode Belajar dan Jenis-Jenisnya

Berdasarkan pendapat para ahli, kata “metode” berasal dari bahasa Jerman yang terdiri dari kata meta yang memiliki arti  “melalui” dan hodos yang memiliki arti “jalan”, metode bermakna “jalan yang dilalui”. Kata metode dalam bahasa Arab diungkapkan dalam beragam kata yaitu al-tariqah, al-wasilah, manhaj dan al-tariqah  yang berarti jalan, perantara atau mediator.

Dengan demikian metode memiliki makna yaitu cara atau jalan yang harus ditempuh untuk mencapai sebuah tujuan. Metode juga dapat dipahami sebagai sebuah media  untuk menguji, menemukan dan menyusun data yang dibutuhkan bagi pengembangan sebuah disiplin ilmu.

Pengertian metode belajar dipahami sebagai sebuah cara untuk menguji, menemukan dan menyusun data yang dibutuhkan bagi kemajuan  ilmu pengetahuan. Dari pengertian tersebut dapat disimpulkan bahwa pengertian metode belajar adalah alat untuk mengembangkan dan mengolah suatu gagasan sehingga menghasilkan temuan atau teori

Jenis-Jenis Metode Belajar 

Untuk lebih memahami pengertian metode belajar berikut ini kami sajikan beberapa jenis metode belajar:

A. Metode Belajar SQ3R

Metode belajar SQ3R  ditemukan oleh seorang ilmuwan pendidikan dari Universitas Negeri Ohio Amerika Serikat bernama Francis R. Metode ini dapat diaplikasikan pada beragam pendekatan belajar dan bersifat praktis.

Metode belajar SQ3R  terdiri dari beberapa tahap diantaranya:

1. Survey
Tahap ini dipahami sebagai peroses meneliti, memeriksa atau mengidentifikasi keseluruhan teks.

2. Question
Tahap question merupakan proses penyusunan daftar pernyataan yang relevan dengan keseluruhan teks.

3. Read 
Tahap read dimaknai sebagai proses secara aktif melakukan  pembacaan  teks untuk memperoleh jawaban atas pertanyaan-pertanyaan yang telah  tersusun.

4. Recite
Tahap ini ditandai dengan proses  menghafal setiap jawaban yang telah berhasil ditemukan.

5. Review
Review merupakan proses melakukan peninjuan ulang keseluruhan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan yang telah  tersusun pada langkah kedua maupun ketiga.

B. Metode Belajar PQ4R

Metode belajar PQ4R merupakan sebuah strategi pembelajaran yang berperan dalam meningkatkan kinerja memori otak untuk lebih memahami substansi teks.
Metode ini diciptakan oleh Thomas dan Robinson pada tahun 1972 di Amerika Serikat.

PQ4R adalah singkatan dari  Preview, Questions, Read, Reflect, Recite, Review. Teknik PQ4R pada hakikatnya adalah pemicu munculnya  tanya-jawab yang dapat mendorong para pembaca teks untuk berupaya melakukan pengolahan materi secara lebih detail dan mendalam.

Teknik PQ4R terdiri dari tahap-tahap berikut ini:

1. Preview
Tahap ini siswa didorong untuk memahami materi dengan membaca secara    selintas cepat untuk membuka wawasan siswa tentang materi yang akan diajarkan.

2. Question
Tahap ini siswa diajak untuk menggali informasi tentang materi yang dibaca dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan.

3. Read
Tahap ini ditandai dengan reaksi siswa terhadap materi yang telah dibaca sehingga mampu menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diajukan sebelumnya.

4. Reflect
Pada tahap ini siswa diajak untuk memahami informasi-informasi dari materi yang telah dibaca tersebut.

5. Recite
Pada tahap ke lima ini, siswa   didorong untuk mengingat  kembali informasi dari materi yang telah dipelajari lalu menyaring hal-hal penting yang ada dalam materi tersebut.

6. Review
Pada tahap terakhir siswa diajak untuk membuat catatan singkat berupa intisari dari keseluruhan materi yang telah dibaca.
 
Dari ulasan  tentang pengertian metode belajar dan jenis-jenisnya di atas dapat disimpulkan bahwa metode belajar  merupakan alat untuk mengembangkan dan mengolah sebuah  gagasan mengenai ilmu pengetahuan sehingga mampu menghasilkan sebuah teori atau temuan.

Demikian tentang pengertian dan jenis metode belajar. Semoga bermanfaat
Sumber https://www.websitependidikan.com/

Saturday, September 9, 2017

Pengertian dan Manfaat Metode Pembelajaran Brainstorming

Metode pembelajaran banyak variasinya untuk menunjang kegiatan belajar mengajar agar lebih berkembang dan efektif. Salah satu metode yang sekarang ini mulai dikembangkan, yaitu metode pembelajaran brainstorming. Metode pembelajaran brainstorming seringkali dilaksanakan dengan cara membuat suatu kelompok diskusi dan mulai menyelesaikan suatu permasalahan yang ada secara bersama-sama. ‘

Pengertian Metode Pembelajaran Brainstorming
Metode pembelajaran brainstorming merupakan pembelajaran yang dilakukan dengan strategi melakukan suatu diskusi untuk menemukan suatu gagasan, pengetahuan, informasi, pendapat, ataupun pengalaman yang berasal dari peserta didik.
Metode pembelajaran banyak variasinya untuk menunjang kegiatan belajar mengajar agar lebih Pengertian dan Manfaat Metode Pembelajaran Brainstorming

Berbeda dengan diskusi seperti pada umumnya, metode brainstorming memberi keleluasaan kepada masing-masing peserta didik atau kelompok untuk mengutarakan pendapat tanpa adanya tanggapan. Semua pendapat yang masuk ditampung meskipun seaneh apapun, hanya saja diberikan suatu analisa ataupun evaluasi. Sangat dimungkinkan melalui metode pembelajaran yang seperti ini, akan muncul ide-ide yang unik.

Manfaat Penerapan Metode Pembelajaran Brainstorming
Metode pembelajaran brainstorming tentu saja sangat banyak manfaatnya. Lantas, apa saja manfaat yang akan dirasakan ketika menggunakan metode pembelajaran brainstorming ini? Nah, berikut penjabaran terkait manfaat metode pembelajaran bagi peserta didik:

1. Dengan memberikan kesempatan berpendapat kepada masing-masing peserta didik, tentu saja akan membantu mengasah daya berpikir kritis mereka. Berpikir kritis sangat diperlukan peserta didik untuk memasuki jenjang selanjutnya, entah pendidikan dan pekerjaan. Tentunya daya berpikir kritis itu diarahkan agar sesuai dengan ilmunya, jadi tidak asal-asalan berpendapat. Nah, inilah posisi seorang guru yang mempunyai tugas untuk mengarahkan dan mengevaluasi.

2. Membuat peserta didik lebih percaya diri.
Metode pengajaran yang konvensional biasanya lebih mengutamakan daya mendengar dan konsentrasi peserta didik untuk menangkap paparan dari guru. Tapi hal ini membuat peserta didik kurang aktif dan banyak diamnya. Nah, ketika metode brainstorming diterapkan, pastinya sekaligus melatih percaya diri peserta didik untuk berpendapat di forum umum. Hal ini sangat simpel kelihatannya, tapi tanpa disadari sangat berguna bagi peserta didik.

3. Melatih peserta didik agar menghargai pendapat orang lain.
Metode brainstorming memberi kesempatan masing-masing peserta didik untuk mengutarakan pendapat. Peserta didik yang lainnya diharapkan mendengarkan dengan baik dan mencoba menganalisa dan mengevaluasi pendapat temannya. Semua pendapat ditampung, tidak ada yang ditolak. Nah, dengan begitu masing-masing peserta didik akan terbiasa untuk menghargai pendapat orang lain walaupun sebenarnya ada rasa tidak setuju dengan pendapat tersebut.

4. Melatih peserta didik berpikir secara kreatif.
Adanya kebebasan perpendapat dalam forum kelas, pastinya akan mengasah daya kreativitas berpikir untuk menemukan ide baru pada suatu lingkup masalah. Tentu saja keahlian ini sangat berguna bagi bekal peserta didik. Sekarang ini orang memang dituntut untuk berpikir secara kreatif karena permasalahan yang muncul semakin banyak dan komplek.

Itulah penjelasan tentang metode pembelajaran brainstorming.  Metode pembelajaran brainstorming merupakan satu di antara ratusan metode mengajar yang bisa dipraktikkan untuk meningkatkan kualitas peserta didik. Mungkin saja ada beberapa peserta didik akan mengalami kesulitan untuk menyesuaikan metode ini karena belum terbiasa. Guru harus mengarahkannya agar semua peserta didik tanpa terkecuali bisa membiasakan diri untuk mengutarakan pendapat dalam memecahkan suatu masalah.


Sumber https://www.websitependidikan.com/

Thursday, August 3, 2017

Macam-Macam Metode Belajar

Metode Belajar biasa disebut model pembelajaran atau strategi pembelajaran yang dipahami sebagai sebuah metode atau pendekatan yang dibutuhkan oleh para pendidik/pengajar dalam menyajikan dan menyampaikan materi bagi para peserta didik. Metode belajar berperan  agar materi yang disampaikan para pengajar dapat mudah dipahami sehingga tujuan dari kegiatan belajar mengajar dapat tercapai.

Sebagai salah satu aspek penentu keberhasilan peserta didik dalam proses belajar, metode belajar dilakukan melalui proses transfer ilmu pengetahuan yang efektif dari pengajar kepada peserta didik.

Macam-Macam Metode Belajar Efektif 
Nah, berikut ini kami sajikan macam-macam metode belajar efektif yang akan membantu para peserta didik agar mudah memahami materi yang sampaikanoleh pendidik.

1. Metode Belajar Jigsaw
Metode belajar Jigsaw hampir menyerupai pola atau cara kerja sebuah gergaji.  Dipahami sebagai sebuah metode pembelajaran berkelompok, metode belajar Jigsaw mendesain setiap peserta didik untuk dalam sebuah kelompok dan bertanggung jawab untuk menguasai  sebuah materi  untuk diajarkan kepada anggota kelompoknya hingga seluruh anggota dapat memahami materi tersebut.

Metode ini berkembang di Universitas Texas, Amerika Serikat. Perintis  metode ini ialah Ellior Arronson seorang ilmuwan pendidikan dari Amerika Serikat. Metode ini terbukti efektif jika diterapkan pada 1 bagian materi yang mempunyai sub bagian dengan pola penyampaian yang tidak berurutan.

2. Metode Belajar Role Playing
Metode Belajar Role Playing adalah sebuah strategi pembelajaran dengan memanfaatkan penghayatan siswa dan imajinasi mereka dalam memerankan tokoh berdasarkan  skenario yang telah disusun sesuai dengan materi pelajaran yang sedang mereka pelajari. Metode ini sangat efektif digunakan khususnya pada materi pelajaran yang membutuhkan dramatisasi. Dengan metode ini, penyampaian materi akan lebih mudah dimahami para siswa.

3. Metode Belajar Talking Stick
Metode Belajar Talking Stick  merupakan sebuah metode yang menggunakan media pembelajaran tongkat.  Setiap siswa yang memegang tongkat diwajibkan menjawab pertanyaan yang disampaikan oleh pengajar. Biasanya para siswa akan diberi kesempatan untuk mempelajari materi terlebih dahulu sebelum memulai metode belajar ini. Metode ini berperan dalam upaya melatih siswa berbicara sehingga semua siswa memiliki ketrampilan berbicara dan mengungkapkan gagasan dengan baik.

4. Metode Belajar Cooperative Learning (CL)
Metode ini akan mendorong setiap siswa untuk terlibat aktif dalam  proses kegiatan belajar mengajar. Dalam penerapan metode belajar Cooperative Learning (CL), pengajar akan membagi siswa dalam kelompok kecil. Dalam kecil tersebut setiap siswa akan didorong untuk terlibat aktif saling berbagi, membantu dengan saling bertukar pendapat dan belajar bersama untuk bertanggungjawab akan tugas yang diberikan.

Bagian terpenting dalam metode belajar ini adalah bagaimana proses kegiatan belajar dalam kelompok kecil tersebut dapat tercipta dengan kondisi dimana setiap siswa saling bekerja sama untuk  belajar memahami materi dan menyelesaikan tugas yang diberikan.

5. Metode Belajar Problem Based Learning
Metode Belajar Problem Based Learning adalah metode yang menyajikan sebuah kasus atau masalah sebagai pendorong proses belajar. Pada metode belajar jenis ini, siswa akan menghadapi sebuah kasus lalu mereka didorong  untuk berupaya menciptakan pola pikir kritis agar mampu  menggali dan menyelesaikan masalah dari kasus tersebut. Sistem pembelajaran mahasiswa jurusan kedokteran sering menggunakan metode ini.

6. Metode Belajar Contextual Teaching and Learning (CTL)
Metode Belajar Contextual Teaching and Learning (CTL) adalah  metode belajar yang diawali dengan upaya pengajar membuat suasana belajar menjadi menyenangkan sehingga para siswa menjadi tertarik akan materi yang diajarkan. Metode  belajar ini  menonjolkan keterkaitan antara materi yang diajarkan dengan penerapan materi tersebut dalam kehidupan sehari-hari para siswa.

Pendidik dapat melakukan tanya jawab ringan tentang ketertarikan materi yang diajarkan dengan penerapan dalam kehidupan para siswa sehari-hari. Cara ini dilakukan agar siswa menjadi tertarik akan materi yang diajarkan sehingga proses belajar yang efektif akan tercapai.
Sumber https://www.websitependidikan.com/