Showing posts with label Menjawab Tuduhan. Show all posts
Showing posts with label Menjawab Tuduhan. Show all posts

Wednesday, March 7, 2018

Kemampuan Meramal Nabi Muhammad VS Yesus (Isa)


Dalam sebuah video, pendeta Saifuddin ibrahim (semoga Allah memerinya hidayah) mengatakan bahwa seorang Nabi Harus bernubuwat atau bisa meramal. artinya dalam hal ini ia memberikan syarat bahwa seorang Nabi harus bisa meramal masa depan.

Namun pendeta ini menganggap bahwa Nabi Muhammad ﷺ tidak memiliki kemampuan untuk mengabarkan masa depan. Dan kemudian mengklaim bahwa Nabi Muhammad bukanlah seorang Nabi karena tidak memiliki kemampuan bernubuwat seperti Nabi-Nabi lain yang ada dalam Alkitab.

Dengan kata lain Saifuddin menetapkan syarat bagi seorang Nabi sesuai indikator dalam Alkitab. Jadi kalau tidak cocok seperti yang disebutkan dalam Alkitab maka berarti salah menurut Saifuddin. Artinya Krishna itu hanya dogeng belaka bagi bapak Saifuddin karena tidak disebutkan dalam Alkitab, walaupun Krishna diceritakan dalam Mahabarata.

Saya rasa memaksakan suatu konsep dengan ideologi tertentu tidak adil. Saya heran ya, Pendeta Saifuddin ini mengaku mantai Kyai tetapi seperti tidak mengerti. Ia memaparkan hadits tentang golongan, lalu mengklaim bahwa nubuwat Muhammad meleset.

Faktanya, jika memang saifuddin Ibrahim ini seorang mantai kyai dan mengetahui pasti ajaran Islam. Bahwa ada begitu banyak hadits-hadits yang membicarakan mengenai kemampuan Nabi Muhammad dalam meramal masa depan, dan ini juga bentuk mukjizat Nabi Muhammad, jika ada yang mengatakan Muhammad tidak bermukjizat. Maka inilah salah satu mukjizatnya.

Terus dari mana Nabi Muhammad tahu? Dalam Al-Quran surat An-Najm ayat 3 dan 4 disebutkan, 
Maka tidaklah apa yang disampaikan oleh Nabi Muhammad berasal dari kemauan nafsunya, melainkan hanyalah wahyu yang diwahyukan kepadanya. (An-Najm: 3-4)

Artinya ramalan atau Nubuwatan Nabi Muhammad bukanlah asal sebut tetapi informasi yang didapatkan dari Tuhan yakni Allah. Dengan begitu jelas, Nabi Muhammad adalah seorang Nabi karena memiliki konektifitas langsung kepada Tuhan. Nah, caranya mari kita lihat sekarang apakah nubuwatan Nabi Muhammad benar-benar terjadi di masa depan.

1. Ramalan Nabi Muhammad tentang terbunuhnya Umar bin Khattab dan Ustman bin Affan.

Diriwayatkan dari Qatadah bahwa Anas bin Malik رضي الله عنه berkata, “Rasulullah ﷺmenaiki gunung Uhud bersama Abu Bakar, Umar dan Utsman lantas gunung tersebut bergetar atau gempa. Beliau bersabda:

Tenanglah wahai Uhud! -aku perkirakan beliau menghentakkan kakinya- tidak ada siapa-siapa di atasmu melainkan hanya seorang Nabi, Ash-Shiddiq dan dua orang syahid.“ (HR. Bukhari 3483)

Nabi Muhammad menyebutkan, diatas gunug ada seorang Nabi, seorang Ash Shiddiq dan dua orang Syahid.

Seorang Nabi yakni Nabi Muhammad, Seorang Shadiq yakni Abu Bakar, dan dua orang syahid adalah Umar dan Utsman. Mereka berdua jauh-jauh hari telah dinubuwatkan oleh Nabi jika mereka akan wafat dalam keadaan syahid atau dibunuh.

Dan benar saja, Umar dibunuh oleh Abu Lu'Lu', seorang budak Persia yang fanatik pada saat Umar akan memimpin salat Subuh. Peristiwa ini terjadi pada hari Rabu, 25 Dzulhijjah 23 H/644 M. Ia dikuburkan disamping kuburan Abu Bakar dan Rasulullah ﷺ di Madinah.

Begitu pula wafatnya Usman juga telah dinubuwatkan oleh Rasul ﷺ. Dalam hadits lainnya disebutkan.

Ahmad bin Hanbal rahimahullah dalam Musnad-nya meriwayatkan dari Abdullah bin Umar, beliau berkata:


"Rasulullah 
 pernah menyebutkan sebuah fitnah (fitnah disini maksdnya sebuah kejadian besar), lalu lewatlah seorang. Beliau bersabda: Pada fitnah itu orang yang bertutup kepala ini akan terbunuh. Berkata Ibnu ‘Umar: Akupun melihat (orang itu), ternyata ia adalah ‘Utsman bin ‘Affan." (Al-Musnad (2/115), dan dengan tahqiq Syaikh Ahmad Syakir pada jilid 8 Hal 171)

Dan benar saja Utsman akhirnya wafat sebagai syahid pada hari Jumat 18 Dzulhijah 35 H ketika para pemberontak berhasil memasuki rumahnya dan membunuh Utsman saat sedang membaca Al-Quran. Persis seperti apa yang disampaikan Rasullullah ﷺ perihal kematian Utsman yang syahid nantinya. Ia dimakamkan di kuburan Baqi di Madinah.

2. Ramalan Nabi Muhammad ﷺ tentang terbunuhnya Ali bin Abi Thalib

Rasulullah ﷺ. telah mengabarkan bahwa Ali رضي الله عنه akan mati terbunuh seperti yang disebutkan dalam hadits; 

Kata Nabi, “ Kamu ( Ali ) tidak akan mati melainkan dalam keadaan jenggotmu bersimbah darah.” (Musnad Imam Ahmad, 1/102-130-156 dan kitab Dala’il an-Nubuwwah karangan al-Baihaqi, 6/438 dengan sanad shahih seperti yang dikatakan oleh Ahmad Syakir.)

Ini mengisyaratkan juga bahwa Ali akan wafat dalam keadaan syahid terbunuh. Dan benar saja, Ali bin Abi Thalib syahid dibunuh oleh Ibnu Muljam pada tanggal 21 Ramadhan 40H.

3. Ramalan Nabi Muhammad ﷺ tentang terbunuhnya Cucunya

Jauh hari sebelum Husain terbunuh, Rasulullah ﷺ pernah menceritakan bahwa Husain akan wafat dalam keadaan terbunuh. Adz-Dzahabi rahimahullah membawakan beberapa riwayat tentang itu, di antaranya dari ‘Ali, ia berkata:

“Aku datang kepada Rasulullah  ketika kedua mata beliau bercucuran air mata, lalu beliau bersabda: “Jibril baru saja datang, ia menceritakan kepadaku bahwa Husain kelak akan mati dibunuh. Kemudian Jibril berkata: “Apakah engkau ingin aku ciumkan kepadamu bau tanahnya?”. Aku menjawab: “Ya. Jibril lalu menjulurkan tangannya, ia menggenggam tanah satu genggaman. Lalu ia memberikannya kepadaku. Sehingga karena itulah aku tidak kuasa menahan air mataku”. [Lihat Siyar A’lâm Nubalâ (III/288-289). Pentahqiq kitab ini (Muhammad Na’im al-‘Arqasusy dan Ma’mûn Shagharjiy) mengatakan, hadits itu dan yang senada diriwayatkan oleh Imam Ahmad, Thabrani dan lain-lain, sedangkan para perawinya oleh al-Haitsami dikatakan sebagai para perawi yang tsiqah.]

Hussein yang merupakan cucu Rasulullah ﷺ ini dibunuh di padang Karbala pada hari 'Asyura bulan Muharram tahun 61H.

4. Ramalan Nabi Muhammad tentang Kemenangan Perang Khaibar

Perang Khaibar merupakan perang yang terjadi dengan orang Yahudi akibat melanggar perjanjian dengan kaum Muslimin. Ajaibnya, sebelum peperangan terjadi Rasulullah ﷺ sudah meramalkan bahwa kaum muslimin akan memenangkan pertempuran.

Rasulullah ﷺ bersabda, "Esok hari saya (nabi ) akan memberikan bendera kepada seorang yang akan diberikan kemenangan oleh Allah swt melalui tangannya, sedang ia mencintai Allah dan rasulnya, dan Allah dan rasulnya mencintainya." (Hadits sahih Bukhari, dari Sahl bin Sa’ad).

Kemudian terbukti apa yang diucapkan Rasulullah ﷺ, di mana penakhlukan Khaibar benar-benar terwujud melalui keperkasaan Ali ra. Tepatnya setelah sebelumnya sangat sulit dilakukan oleh Abu Bakar dan Umar ra. Dan peristiwa itu terjadi pada tahun ketujuh (VII) hijriah.

5. Ramalan Nabi Muhammad tentang Perselisihan Umat

Nabi SAW bersabda; Sesungguhnya, barangsiapa yang berumur panjang di antara kalian (para sahabat), niscaya akan melihat perselisihan yang banyak. Maka wajib bagi kalian berpegang teguh pada sunnahku dan sunnah para Khulafa’ur Rasyidun –orang-orang yang mendapat petunjuk- sepeninggalku. [HR Abu Dawud dan Tirmidzi, Lihat misalnya pada kitab Iqazh Al Himam, Al Muntaqa Min Jami’ Al ‘Ulum Wal Hikam, Syaikh Salim Al Hilali, hadits ke 28.]

Dan benar saja setelah kewafatan Rasul ﷺ mulai muncul benih-benih peselisihan, mulai dari pencalonan penerus pemimpin ummat. Hingga masalah politik yang membuat umar, utsman, ali dan hasan serta husein syahid terbunuh. Kemudian muncul pula kelompok-kelompok khawarij, mutazilah, syiah, qadariyah, jabariyah dan lain sebagainya hingga sekarang.

Namun walaupun begitu Rasulullah memberikan wasiat agar senantiasa berpegang pada sunnah beliau dan sunnah khulafa rasyidin agar terselamatkan.

6. Ramalan Nabi Muhammad tentang Usia Khulafa Rasyidin

Khulafa Rasyidin merupakan masa pemerintahan Islam dibawah kekuasaan Abu Bakar, Umar, Ustman dan Ali. Masa pemerintahan ke-4 tokoh ini ternyata sudah diramalkan oleh Rasulullah ﷺ.

Hadits dari Safiinah radliyallaahu ‘anhu Maulanya Rasulullah ﷺ, bahwa beliau bersabda :

”Kekhilafahan umatku selama 30 tahun, kemudian setelah itu adalah masa kerajaan” [Diriwayatkan oleh Abu Dawud no. 4646,4647; At-Tirmidzi no. 2226; dan yang lainnya; shahih].

Dan benar saja, usia Khulafa Rasyidin hanya berkisar 30 tahun hingga kepemimpinan Ali dari tahun 11 H hingga 40 H dan setelah itu baru kemudian berdiri kerajaan Islam pertama dengan nama Dinasti Bani Umayyah.

7. Ramalan Nabi Muhammad tentang Penaklukan Konstantinopel

Hadits mengenai penaklukan konstantinopel merupakan hadits yang sangat terkenal di kalangan kaum muslimin dan sudah terbukti ramalannya. Saya, tidak yakin seorang mantan kiai seperti saifuddin Ibrahim tidak dengetahuinya.

Dari Abdullah bin Bisyr Al Ghonawi, ia berkata: Bapakku telah menceritakan kepadaku: Saya mendengar Rasulullah ﷺ bersabda:

“Sesungguhnya akan dibuka kota Konstantinopel, sebaik-baik pemimpin adalah yang memimpin saat itu, dan sebaik-baik pasukan adalah pasukan perang saat itu“. (Diriwayatkan oleh Imam Ahmad 4/235, Bukhori dalam Tarikh Shoghir hal. 139, Thobroni dalam Al Kabir 1/119/2, Hakim 4/4/422, Ibnu Asakir 16/223 dan lainnya.)

Dalam hadits lain disebutkan, “Ketika kami duduk di sekeliling Rasulullah  untuk menulis, tiba-tiba Nabi ditanya tentang kota manakah yang akan dikuasai terlebih dahulu oleh umat Islam: Konstantinopel atau Roma. Rasulullah  menjawab, “Kota Heraklius lebih dulu dikuasai.” (HR Ahmad bin Hanbal al-Musnad 4/335)

Kota yang dikuasai oleh Heraklius adalah raja Romawi Timur atau Byzantium di kota Konstantinopel. Dan benar saja, Dalam interval waktu 825 tahun kemudian Konstantinopel baru berhasil ditaklukkan umat Islam, tepatnya pada pukul 3 pagi hari Selasa, 20 Jumadil Awal 857 H/29 Mei 1453 M di bawah pimpinan panglima perang terbaik, Sultan Muhammad Al-Fatih, Khalifah Turki Usmani ke-7.

8. Ramalan Nabi Muhammad tentang Fase Kepemimpinan

Nabi Muhammad juga meramalkan bahwa umat Islam akan merasakan 5 fase model kepemimpinan sebelum datangnya kiamat.

Hadits dari Hudzaifah bin Yaman radliyallaahu ‘anhu :

“Akan ada masa kenabian pada kalian selama yang Allah kehendaki, Allah mengangkat/menghilangkannya kalau Allah kehendaki. 

Nah masa ini yang dimaksud adalah masa kenabian Nabi Muhammad hingga beliau wafat.

...Lalu akan ada masa khilafah di atas manhaj Nubuwwah selama yang Allah kehendaki. Kemudian Allah mengangkatnya jika Allah menghendaki...

Yang dimaksd masa ini adalah masa saat khulafa rasyidin berkuasa, seperti yang sudah kita jelaskan sebelumnya hingga kepemimpinan Ali.

...Lalu ada masa kerajaan yang sangat kuat (ada kedhaliman) selama yang Allah kehendaki, kemudian Allah mengangkatnya bila Allah menghendaki....

Ini adalah masa-masa kerajaan. Disaat dunia dikuasai oleh kepemimpinan raja-raja. Dalam hal ini Islam bermula dari kerajaan umayyah hingga berakhir kerajaan utsmani pada tahun 1924.

...Lalu akan ada masa kerajaan (tirani) selama yang Allah kehendaki, kemudian Allah mengangkatnya bila Allah menghendaki...

Ini adalah masa setelah era kerajaan hingga sekarang. Dan yang terakhir,

...Lalu akan ada lagi masa kekhilafahan di atas manhaj Nubuwwah”. Kemudian beliau diam” ...

Ini adalah fase terakhir saat dunia akan dipimpin oleh Imam Mahdi dan Nabi Isa, dan ini ramalan yang akan terjadi. Kita hanya menunggu waktunya saja. Setelah fase ini dunia akan kiamat.

[Diriwayatkan oleh Ahmad 4/273 dan Ath-Thayalisi no. 439; dishahihkan oleh Al-Albaaniy dalam Silsilah Ash-Shahiihah no. 5].

9. Ramalan Nabi Muhammad tentang Kekayaan Arab

Jika kita melihat kondisi negara Arab seperti Dubai, Kwait, Saudi dan area sekitarnya menjadi kota dengan kemajuan pesat, rakyatnya makmur dan berubah dari padang pasir menjadi kota metro politan. Itu bukan suatu kebetulan. Karena Nabi Muhammad 1400 tahun yang lalu sudah meramalkan itu.

Dalam sebuah hadits disebutkan saat Malaikat Jibril menjumpai Rasul ﷺ dengan wujud manusia, dan bertanya tentang tanda kiamat. Di antara jawaban Nabi ﷺ adalah,

“Dan bila engkau menyaksikan mereka yang berjalan tanpa alas kaki, tidak berpakaian, fakir, dan penggembala kambing, (kemudian) berlomba-lomba membuat bangunan yang tinggi.” (HR. Muslim).

Kemudian Ibnu Abbas bertanya kepada Nabi ﷺ:

“Wahai Rasulullah, dan siapakah para pengembala, orang yang tidak memakai sandal, dalam keadaan lapar dan yang miskin itu?” Beliau menjawab, “Orang Arab.” (Musnad Ahmad, IV/332-334, no. 2926).

Dan benar saja sekarang negara-negara Arab berlomba-lomba membangun bangunan tinggi. Dan juga bangunan tertinggi didunia kini ada di Dubai, Arab. Dahulu di era 1900an Dubai adalah kota miskin, dan sekarang kita lihat Dubai melebihi kota metropolitan.

Dalam hadits lain sebutkan bahwa 14 abad yang lalu, bahwa gurun pasir di arab kan berubah menjadi kebun.

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu, bahwasanya Rasulullah ﷺ bersabda:

“Tidak akan tiba hari Kiamat hingga tanah Arab kembali hijau penuh dengan tumbuhan dan sungai-sungai.” [Musnad Ahmad (XV/202-203, no. 8049) tahqiq dan syarh Ahmad Syakir, beliau berkata, “Sanadnya shahih. ]


ini adalah foto yang diambil dari gurun Wadi Rum di Jordania, dekat dengan perbatasan Arab Saudi. Kawasan yang dikenal sebutan Valley of the moon (lembah bulan) ini sebelumnya merupakan daerah yang sangat kering, namun kini berubah menjadi hijau dengan sentuhan teknologi pertanian.

Berita akhir-akhir ini juga menyebutkan bahwa salju turun di gurun Arab. Berdasarkan penelitian Profesor Alfred Kroner, seorang ahli geologi terkemuka dunia, dari Department Ilmu Bumi, Institut Geosciences, Johannes Gutenburg University, Mainz, Germany – dia mengatakan bahwa Era Salju Baru (New Snow Age) saat ini telah dimulai. Turunnya salju juga akan membuat gurun-gurun pasir lembab dan menumbuhkan tanaman.

10 Ramalan Nabi Muhammad ﷺ tentang Kondisi Umat Islam akan Diserang Berbagai Arah

JIka kita lihat sekarang umat Islam diserang dari berbgai penjuru, dengan berbagai cara dan model. Umat Islam diserang secara militer, media, ekonomi, politik, propaganda dan sebagainya. Habis-habisan diserang, dijelekkan. ulama-ulama di jadi sasaran. itu sebenarnya bukan perkara yang kebetulan lagi. Nabi Muhammad ﷺ sudah mewanti-wanti 14 abad yang lalu.

“Nyaris tiba saatnya banyak umat yang memperebutkan kalian, seperti orang-orang makan yang memperebutkan hidangannya.” Ada seseorang bertanya, “Apakah karena jumlah kami sedikit pada hari itu?” Beliau menjawab, “Justru jumlah kalian banyak pada hari itu, tetapi ibarat buih di atas air. ...” (HR. Ahmad: 21891 dan Abu Daud: 4297)

Faktanya dapat kita lihat di Indonesia sekarang bagaiamana Umat muslim diserang, difitnah dan dikriminalisasi.

Nah, ini baru 10, sebenarnya ada banyak lagi ramalan-ramalan Nabi Muhammad ﷺyang sudah terbukti. Apalagi ramalan tentang akhir zaman, ini lebih banyak lagi.

Nabi ﷺ bersabda nanti akan muncul ruwaibidha, itu orang yang bodoh tetapi sok mengurusi masalah rakyat. Dia diundang kesana-kemari, mengisi talkshow, dianggap narasumber atau diberi jabatan tetapi hakikatnya dia tidak mengerti banyak. [HR. Ibnu Majah No. 4036. Ahmad No. 7912. Dihasankan oleh Syaikh Syu’aib Al Arnauth dalam Ta’liq Musnad Ahmad No. 7912. Al Hafizh Ibnu Hajar mengatakan: sanadnya jayyid. Lihat Fathul Bari, 13/84]

Kemudian akan muncul polisi-polisi yang munafik, suatu kondisi ia menampilkan soleh dan taat kepada Allah. Disisi lain dia menyerang umat Muslim [HR. Ath Thabarani dalam Al Kabir No. 7616. Imam Al Munawi mengatakan: shahih. Lihat At Taisir bi Syarh Al Jaami’ Ash Shaghiir, 2/192]

Zina dan Riba meraja lela, dan sekarang orang-orang barat dan kota besar sudah tidak risih lagi apabila mereka kehilangan keperawanannya sebelum menikah dan sekarang ngetren hidup bersama tanpa menikah. lalu riba dimana, mana. KPR, lesen, kredit, dan berbagai model riba. [HR. Al Baihaqi, Syu’abul Iman No. 5416. Al Hakim, Al Mustadrak No. 2261, kata Al Hakim: shahihul isnad. Syaikh Al Albani menshahihkan dalam Shahihul Jami’ No. 679]

Dan banyak lagi, dan Ramalan Nabi Muhammad ﷺ bukan model ramalan bersifat personal seperti kisah nubuwat Yesus kepada petrus. Nubuwat Nabi Muhammad ﷺ adalah Nubuwat yang bersifat untuk ummat yang manfaatnya bisa dirasakan dan dilihat serta dibuktikan oleh umat, seperti nubuwat kemenangan peperangan, penaklukan kota, kondisi umat dimasa depan serta hal-hal yang akan terjadi kepada umatnya.

Nah ini masih nubuwatan di dunia, Nabi Muhammad ﷺ juga dapat bernubuwat atas izin Allah mengenai kondisi akhirat, alam barzakh, ini juga banyak sekali hadits-haditsnya.

Pertanyaanya, bagaimana Nabi Muhamamd ﷺ bisa tahu dan terbukti nubuwatannya? tentu ini membuktikan bahwa nubuwat Nabi Muhammad ﷺ adalah informasi yang diwahyukan oleh Allah.

Dan soal hadits bahwa umat islam akan terpecah sekian golongan. Pertanyaanya apa yang diamksud golongan. Apakah golongan aliran firqah, madzhab, tarekat, ataupun juga termasuk organisasi, komunitas, atau bahkan negara?. Ini dulu yang harus dijelaskan.

Namun hadits ini bukan satu-satunya hadits bahwa Rasulullah ﷺ dapat bernubuwat. Faktanya ada banyak sekali hadits mengenai nubuwatan oleh Rasulullah ﷺ. dengan begitu anggapan Pdt Saifuddin Ibrahim tentang kemampuan bernubuwat Nabi Muhammad ﷺ salah. Bukan Nabi Muhammad ﷺ yang tidak bisa bernubuwat, akan tetapi Pdt. Saifuddin yang tidak tahu, tidak mengerti atau tidak faham.


Sumber http://www.zulfanafdhilla.com/

Sunday, January 21, 2018

Benarkah Semua Nabi Dari Bani Israel Dan Hanya Nabi Muhammad Yang Bukan?


Kali ini kita akan membahas salah satu doktrin yang disebarkan untuk menyudutkan agama Islam, yaitu tentang pemahaman Nabi-Nabi dalam ajaran islam dan membenturnya dengan ideologi agama lain. Pastinya dengan tujuan untuk menyerang suatu komunitas atau keyakinan.

Diinternet sendiri banyak tersebar artikel ataupun video dengan topik yang serupa, tujuannya tidak lain dan tidak bukan untuk mendikreditkan atau membunuh karakter Nabi Muhammad.

Sebelum kita melanjutkan pembahasan topik ini, terlebih dahulu mohon digaris bawahi bahwa artikle ini tidak bermaksud untuk menyerang maupun menyudutkan suatu kelompok agama ataupun tokoh personal.

Postingan ini dibuat semata-mata untuk memberikan pemahaman dan konfirmasi sekaligus klarifikasi terhadap tuduhan-tuduhan dan kesalahfahaman yang tersebar di internet. Berhubung saya seorang muslim dan Islam menjadi jati diri kami sebagai muslim, maka sudah tentu kewajiban kami untuk membela dan menjelaskan dari pemahaman dan pandangan yang salah tentang islam.

Mengenai topik kita kali ini, jadi dalam agama Islam menyakini dan mengimani ada 25 nabi dan Rasul serta Nabi Muhammad adalah Nabi terakhir untuk semua ummat yang ada di dunia.

Namun di internet telah tersebar pemahaman bahwa 24 dari 25 Nabi yang kita yakini berasal dari bani Israil dan Muhammad satu-satunya Nabi yang berasal Nabi Arab. Bahwa ujung-ujung menjurus pada kesimpulan bahwa Kenabian Nabi Muhammad tidak sah karena alasan tersebut.

Nah, pertanyaanya apakah benar 24 Nabi selain Nabi Muhammad semuanya berasal dari Bani Israil? mari kita pecahkan.

Bani Israil merupakan sebutan untuk keturunan Israil. Israil sendiri adalah nama lain dari Nabi Ya'kub. Yang dimaksud dengan Bani Israil adalah, keturunan yang secara silsilah dari keturunan Israil. Faktanya, dari 25 Rasul hanya 13 saja dari Bani Israil, dan Nabi-nabi sebelum kelahiran Ya’qub tidak disebut Bani Israil.

Bahkan Nabi Ya’qub sendiri bukan dari Bani Israil. Ya karena yang dimaksud Bani Israil adalah anak-cucunya, dengan otomatis Nabi Ya’qub tidak termasuk bagian.

Nabi dan Rasul yang bukan dari Bani Israil adalah; Nabi Adam ya tentu saja karena Adam adalah manusia pertama di dunia. Nabi Idris yakni keturunan ke-6 dari Adam, nama aslinya adalah Khahukh dan disebutkan 2 kali dlam Al-Quran. Didalam bible nabi Idris dikenal dengan nama Henokh dan disebutkan 19 kali dalam Alkitab, dan Idris bukan dari bani Israil.

Nabi Syith yakni anak dari Adam sendiri, Dalam Alkitab disebutkan 10 kali dengan nama Set. Beliau mendapatkan 50 suhuf dan juga bukan dari Bani Israil. Nabi Nuh, beliau disebutkan 43 kali didalam Al-Quran dan 58 kali dalam Al-kitab dengan nama Noah. Beliau juga bukan dari Bani Israil.

Nah, nabi Adam, Syits, Idris dan Nuh dalam hadits Shahih ibn Hibban disebut dengan Nabi yang berasal dari bangsa Suryani.

يَا أَبَا ذَرٍّ أَرْبَعَةٌ سُرْيَانِيُّونَ آدَمُ وَشِيثُ وَأَخْنُوخُ وَهُوَ إِدْرِيسُ وَهُوَ أَوَّلُ مَنْ خَطَّ بِالْقَلَمِ وَنُوح
Wahai Abu Dzar, ada 4 Nabi yang berasal dari bangsa Suryani, yakni Adam, Syits; Akhnukh; yakni Idris, yaitu orang yang pertama kali menulis dengan pena; dan Nuh. (Shahih Ibnu Hibban no 361)

Selanjutnya dalam hadits yang sama pula menyebutkan, ada empat nabi yang diutus untuk bangsa Arab yakni nabi Hud, Sholeh, Syu’aib dan Muhammad.

وَأَرْبَعَةٌ مِنَ الْعَرَبِ: هُودٌ، وَشُعَيْبٌ، وَصَالِحٌ، وَنَبِيُّكَ مُحَمَّدٌ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّم
Dan empat orang Nabi yang berasal dari Arab, yakni Hud, Syuaib, Shalih dan Nabimu Muhammad saw. (Shahih Ibnu Hibban no 361)

Nabi Hud, beliau disebutkan 7 kali dalam Al-Quran. Dalam Alkitab sendiri beliau dikenal dengan nama Eber. Beliau diutus kepada kaum ‘Ad yang berada di daerah Yaman Jazirah Arab. Beliau bukan Bani Israil dan diutus untuk bangsa Arab.

Nabi Sholeh, beliau diceritakan sebanyak 72 ayat dalam Al-Quran. Beliau diutus kepada kaum Tsamud yang terletak antara daerah Hijaz dan syam. Beliau bukan dari bani Israil dan Nabi yang idutus untuk bangsa Arab.

Nabi Syu’aib, Namanya disebutkan sebanyak 11 kali dalam Al-Quran dan dalam Alkitab diyakini dengan nama Yithro. Beliau diutus untuk penduduk Madyan dan Aikah. Dan diutus untuk Bangsa Arab. Dan Nabi Muhammad yang secara jelas beliau diutus dari Bangsa Arab.

Nabi-Nabi lainnya yang bukan dari bangsa israel adalah, Nabi Ibrahim atau Abraham yang diutus untuk bangsa Kaldea, Iraq. Nabi Luth, atau Lot dalam Alkitab. Merupakan Nabi yang diutus untuk bangsa Sodom dan Gomora. Beliau juga bukan dari bani Israil karena beliau keponakan dari nabi Ibrahim. Nabi Ismail dan Ishaq yang merupakan anak dari Nabi Ibrahim. Juga bukan dari bangsa Israil. Mereka adalah anak dari Nabi Ibrahim yang dari sinilah lahir Nabi Isa maupun Muhammad.

Terakhir Nabi Ya’qub, walaupun beliau memiliki nama Israil. Beliau malah bukan bangsa Israil, karena yang dimaksud bangsa Israil adalah anak cucu dari nabi Ya’qub sendiri. dengan otomatis nabi ya’qub tidak termasuk.

Total ada 13 Nabi, termasuk nabi yang tidak wajib diketahui yakni Syits. Artinya ada 12 Rasul yang bukan berasal dari Bani Israil, 4 diataranya dari bangsa suryani, 4 lagi dari bangsa arab dan selebihnya 5 Nabi lagi bukan dari Bani Israil.

Dan Nabi yang berasal dari bani Israil ada 13 orang. 12 non bani israil dan 13 dari bani Israil, bahkan seimbang.

Pertanyaan berikutnya, kenapa banyak nabi dari Bani Israil? Sebenarnya tidak juga sih. Karena Al-Quran dalam surat Faatir ayat 24 menjelaskan bahwa setiap ummat ada Nabinya. Artinya selain dari umat Israil, ada banyak lagi nabi-nabi yang tidak kita ketahui.

Bahkan dalam hadits riwayat Ahmad bahwa Nabi ada 124.000 orang, dan 315 dari mereka adalah Rasul. Artinya ada ribuan Nabi dan Rasul lain yang tidak kita ketahui karena tidak adanya informasi dalam Al-Quran.

Lalu kenapa dalam Al-Quran banyak diceritakan kisah-kisah bangsa Israel, apa gunanya bagi umat Islam?

Oke jika temen-temen baca Al-Quran maka temen-temen akan mendapatkan perbedaan antara kisah dalam Bible dan Al-Quran. Kisah bani Israil dalam bible diceritakan dengan rinci sedangkan dalam Al-Quran hanya sekilas saja. tujuan penceritaan yang singkat dalam Al-Quran sebenarnya agar kita dalam mengambil pelajaran dari kisah-kisah bangsa terdahulu dengan berbagai macam tingkahnya. Itulah sebab cerita-cerita bani Israil tidak diceritakan secara detail, karena kita disuruh mengambil itibar dari cerita bangsa mereka.

Nah jika kita lihat mengenai cerita-cerita bangsa terdahulu yang diutus bagi mereka nabi. Bangsa nabi Nuh dimusnahkan, Bangsa ad dimusnakan, bangsa tsamud dimusnahkan bangsa sodom dimusnahkan. Nah bagsa Israel lah ini dengan segala karateistiknya masih hidup hingga sekarang.

Dengan begitu sudah jelas bahwa anggapan jika 24 nabi semuanya berasal dari Bani Israil dan Muhammad satu-satunya nabi dari bangsa arab adalah mengada-ngada.

Karena faktanya ada 12 nabi yang bukan dari bani Israil serta nbai muhammad bukanlah satu-satunya Nabi yang diutus kepada bangsa Arab, melainkan ada juga nabi Hud, Shalih dan Syu’aib.

Saya sendiri merasa heran, kok sampai segitunya loh membodohi orang? tujuannya untuk apa? suapaya apa? agar apa?

Dan setelah ini pastikan jangan ada lagi tersebar doktrin-doktrin pembodohan yang serupa. Supaya indonesia semakin toleransi, bersatu dalam kemajemukan dan terhindar dari perpecahan yang merusak harmonisasi bermasyarakat.


Sumber http://www.zulfanafdhilla.com/

Thursday, October 26, 2017

Menjawab Kesalahan Al-Quran Pada surat Asy-Syu'ara & Kehebatan Linguistik Al-Quran

Hanya ilustrasi, foto: crisismagazine.com
Masih dalam pembahasan Ijaz Al-Qurani dalam hal kehebatan Linguistik Al-Quran. Pada kesempatan ini kita mencoba menjawab sebuah tuduhan yang dilayangkan kepada Al-Quran oleh kaum-kaum pendengki. Mereka selalu mencoba mencari-cari kesalahan dalam Al-Quran untuk dijadikan bahan olok-olokan.

Pada dasarnya pertanyaan yang diajukan adalah bentuk dari kurangnya mengerti dalam memahami Al-Quran. Akhirnya, selain kita mencoba menjawab tuduhan-tuduhan itu kita juga sembari mentadabburi Al-Quran dan mengenal sisi kekaguman darinya.

Pertanyaan yang diajukan adalah mengenai ayat-ayat yang terdapat dalam surat Asy-Syu'ara. Tepatnya pada ayat ke 105, 160, 123, 141, 176 yang artinya sebagai berikut:

Kaum Nuh telah mendustakan para rasul. (Q.S. Asy-Syu’araa’ : 105)

Kaum Luth telah mendustakan rasul-rasul, (Q.S. Asy-Syu’araa’ : 160)

Kaum 'Aad telah mendustakan para rasul. (Q.S. Asy-Syu’araa’ : 123)

Kaum Tsamud telah mendustakan rasul-rasul. (Q.S. Asy-Syu’araa’ : 141)

Penduduk Aikah telah mendustakan rasul-rasul; (Q.S. Asy-Syu’araa’ : 176)

Pada ayat-ayat diatas disebutkan bahwa kaum Nabi Nuh dan Luth telah mendustakan para rasul. Kaum 'Aad, Tsamud dan Aikah telah mendustakan para Rasul.

Muncul pertanyaan, kenapa kaum Nabi Nuh dan Luth disebutkan sebagai mendustakan para rasul? bukankah kedua ummat ini diutus kepada mereka masing-masing satu Rasul yaitu Nuh dan Luth?. Kenapa kaum 'Aad, Tsamud dan Aikah telah disebutkan sebagai mendustakan para Rasul?. Bukankah untuk kaum 'Aad hanya diutus satu Rasul yaitu nabi Hud, Tsamud diutus kepada mereka satu rasul yaitu nabi Shalih, dan Aikah pada mereka diutus satu rasul yaitu nabi Syu'aib?. Lalu kenapa Al-Quran menyebutnya dengan lafadz "para rasul atau rasul-rasul" yang konotasinya jamak (lebih satu)?.

Banyak yang menggunakan pertanyaan menjebak ini sebagai senjata ampuh untuk menyerng Al-Quran. Namun Al-Quran tidak selemah itu, ia hadir dengan segudang keajaiban.

Jawabannya sangat sederhana. Sebelumnya harus kita fahami dahulu bahwa ke-25 Nabi dan Rasul yang diutus oleh Allah adalah menyeru kepada aqidah yang sama yaitu mentauhidkan Allah. Baik itu  Nuh, Lusth, Syu'aib, Shalih dan Hud kesemuanya diutus dalam misi yang sama yaitu mentauhidkan Allah.

Dengan begitu boleh difahami bahwa penyebutan mendustakan para rasul disini adalah mendustakan dalam hal penyampaian misinya (mentauhidkan Allah). Maka ajaran semua Nabi adalah sama, berarti mendustakan satu Nabi dan Rasul saja sama dengan mendustakan semua rasul. Dalam hal ini Allah hendak menjelaskan bahwa semua mereka itu adalah sama dan menyeru pada ajaran aqidah yang sama. Jikalau mendustakan Nabi Nuh, maka itu sama dengan juga mendustakan Nabi Luth, Syu'aib, Shalih maupun Hud. Artinya ummat-ummat ini baik dia hidup dizamannya Nabi Luth, Syu'aib, Shalih maupun Hud mereka tetapakan mendustakan rasulnya, terserah siapapun Rasul itu sendiri.

Allah berfirman :
Sesungguhnya Kami telah memberikan wahyu kepadamu sebagaimana Kami telah memberikan wahyu kepada Nuh dan nabi-nabi yang kemudiannya, dan Kami telah memberikan wahyu (pula) kepada Ibrahim, Isma'il, Ishak, Ya'qub dan anak cucunya, Isa, Ayyub, Yunus, Harun dan Sulaiman. Dan Kami berikan Zabur kepada Daud. (Q.S. An-Nisaa’ : 163)
Dari sini kita boleh faham bahwa lafadz yang dimaksud bukan sebuah kesilapan, dan juga sulit apabila dikatakan sebuah kesilapan karena tidak hanya disebutkan satu ayat saja melainkan sampai 5 ayat disebutkan hal yang sama. Artinya, apa mungkin kesilapan dapat berulang berkali-kali jika bukan dikarenakan sengaja?

Inilah salah satu sisi kemu'jizatan Al-Quran dalam segi kehebatan kebahasaanya. Jikapun nantinya kita menjumpai "kesilapan" yang kita anggap, jangan dulu salahkan Al-Qurannya tapi salahkan dahulu ilmu kita yang belum sampai kesana. Makanya coba peka siki untuk memahami Al-Quran, karena Al-Quran ingin dimengerti.

Sumber http://www.zulfanafdhilla.com/