Showing posts with label Jenis Batuan. Show all posts
Showing posts with label Jenis Batuan. Show all posts

Thursday, August 24, 2017

Pengertian dan Proses Terbentuknya Batuan Karbonat

Pengertian/Definisi dan Proses Terbentuknya Batuan Karbonat_Apa itu batuan karbonat?, Batuan karbonat merupakan batuan yang memiliki kandungan material karbonat sebesar 50% yang dimana tersusun dari partikel karbonat klastik yang telah tersemenkan. Batuan karbonat tidak hanya terdiri dari batu gamping tapi juga termasuk dalam batuan lain yang mempunyai kandungan karbonat seperti mineral karbonat yang memiliki nilai lebih dari 50%. Batu karbonat tentunya akan mengalami proses diagenesis. Proses diagenesis adalah perubahan secara alami pada sedimen. Pada batuan karbonat, diagenesa ialah proses perubahan stabil ke batu gamping atau dolomit.

Proses Diagenesis Batuan Karbonat
Pada umumnya, batuan sedimen terendap di laut dangkal tapi ada juga beberapa yang terendap di laut dalam sampai pada batas CCD. Penyebab yang menentukan karakteristik  diagenesa adalah komposisi mula-mula dari sedimen, sifat alami dari fluida interstitial, dan proses kimia, fisika ataupun biologi yang berkerja pada saat proses diagenesa.


Tapi, secara umum batu sedimen karbonat lebih sering terbentuk akibat proses kimia dan proses biologi yang biasa disebut dengan istilah proses geokimia dan biogenetic. Proses diagenesi pada batuan karbonat, yaitu:

1. Pelarutan/peleburan (dissolution)
Proses dissolution adalah proses diagenesis dimana meningkatnya porositas dan penipisan pada lapisan batuan sedimen terutama untuk batuan yang mudah larut seperti batuan karbonat dan evaporit.

Proses dikontrol oleh pH, Eh, suhu, tekanan parsial CO2 dan komposisi kimia. Proses dissolution dikontrol juga oleh porositas, kandungan mineral dan sifat mineral dan ukuran butiran sedimen. Material yang gampang terlarut dalam batu pasir ialah semen kalsit, sehingga terjadi efek utama dari pelarutan (dissolution) yaitu penghilangan semen.

Proses ini dikenal dengan sebutan disementasi. Mineral metastabil; adalah mineral yang memiliki sifat sebagian stabil dan sebagian tidak stabil pada batu pasir seperti felspar, fragmen batuan dan mineral berat bisa juga terjadi pelarutan.

2. Sementasi/Penyemenan (Cementation)
Proses penyemenan merupakan proses dimana butiran dari sedimen direkatkan oleh material lain, yang bisa berasal dari air tanah ataupun hasil perlarutan mineral-mineral di dalam sedimen itu sendiri.

Material dari semen bisa berupa karbonat (CO3), silica (Si), atau oksida (Fe). Proses sementasi atau penyemenan dengan keluarnya air dari pori-pori, bahan atau material yang terlarut di dalamnya mengendap kemudian merekatkan butiran-butiran sedimen.

Bahan semennya bisa merupakan karbonat (CaCO3), silica (SiO3), oksida (besi atau Fe) atau mineral lempung. Oleh karena proses ini, porositas sedimen dapat berubah menjadi lebih kecil dari pada material awal. Proses ini lebih menuju ke proses kimia.

3. Dolomitization (Dolomitisasi)
Dolomitization atau Dolomitisasi ialah perubahan dari limestone secara parsial ataupun kesuluruhan menjadi dolomit. Dolomit memiliki komposisi senyawa CaMg (CO3)2 dan menurut kristalografi serupa dengan kalsit, akan tetapi lebih besar densitasnya, sulit untuk larut di dalam air, dan lebih mudah patah atau istilahnya adalah brittle.

Pada umumnya, dolomite lebih porous dan permeable dibanding batu gamping. Ketika sedimen terkumpulkan, mineral yang tidak stabil akan mengkristalkan kembali atau terjadinya proses rekristalisasi, menjadi yang lebih stabil. Proses ini secara umum terjadi pada batu gamping. Mineral aragonite (bahan dari struktur koral hidup), lama-kelamaan akan terjadi rekristalisasi menjadi bentuk polimorfnya, yaitu kalsit.

4. Kompaksi Kimia (Chemical Compaction)
Proses ini antara lain terdapat pada proses sementasi. Proses sementasi atau penyemenan menentukan kemampuan erosi dan pengangkatan partikel oleh fluida.

Pada proses ini akan ada banyak mineral yang hilang yang terjadi akibat erosi sehingga akan ada pergantian mineral yang baru untuk menggantikan kekosongan mineral yang hilang.

Demikian tentang Definisi dan Proses Terbentuknya Batuan Karbonat. Semoga bermanfaat.


Sumber https://www.websitependidikan.com/

Wednesday, August 23, 2017

7 Fakta Tersembunyi dari Intan sebagai Batu Perhiasan

7 Fakta Tersembunyi dari Intan/Diamond sebagai Batu Perhiasan_Batu kristal yang biasa disebut intan ini merupakan satu diantara jenis dari batu mulia yang sering dijadikan sebagai bagain dari perhiasan. Intan dalam bahasa Inggris dikenal dengan sebutan diamond. Dilihat dari unsur kimianya, intan terdiri dari elemen karbon atau yang dilambangkan huruf ‘C’.
Batu kristal yang biasa disebut intan ini merupakan satu diantara jenis dari batu mulia ya 7 Fakta Tersembunyi dari Intan sebagai Batu Perhiasan

Pembentukan Intan terjadi secara alamiah dan dalam waktu yang panjang. Benda mulia yang biasanya melekat pada emas atau perak ini terbentuk dari mineral alami.  Benda kristal ini juga memiliki daya tahan yang luar biasa terhadap berbagai jenis pelapukan. Intan juga terkenal dengan sifatnya yang keras serta mampu membiaskan cahaya. Keunggulan inilah yang membuat batu mulia ini diguankan sebagai bahan perhiasan.

Berikut fakta tersembunyi dan menarik tentang intan yang patut untuk diketahui.

1. Fancy Diamonds
Bagus atau tidaknya sebuah berlian  dapat diketahui dari 4C, yaitu Carat (karat), Clarity (kejelasan), Colorless (warna), dan Cut Quality (kualitas pemotongan. Intan memiliki berbagai warna dari coklat, kuning, hingga jernih layaknya kristal. Semakin banyak warna yang terkandung dalam intan maka nilai batu mulia ini semakin tinggi. Intan alami memiliki warna khas dari putih, kuning hingga coklat. Sementara warna lainnya adalah rona warna pingk biru, unggu merah ataupun orange. Bagi pecinta intan, warna tersebut memiliki prestisi yang tinggi. Jenisintan dengan rona warna tersebut dinamakan intan mewah atau fancy diamonds.

2. Warna Intan
Intan memiliki warna yang beragam. Sama seperti permata lainnya, batu mulia krisatal ini memili varian warna dikarenakan ada unsur panas, pengotor hingga radiasi. Warna kuning dihasilkan dari nitrogen di bebatuan. Iradiasi atau proses pemaparan dari pemancaran energi daat menghasilkan warna hijau. Sementara proses tersebut digabungkan dengan pemanasan, maka akan menghasilkan hampir semua jenis warna.

3. Intan dari Luar Angkasa
Bukan hanya beasal dari tambang yang ada di Bumi, intan juga bisa dihasilkan dari luar angkasa. Benda kristal ini dapat ditemukan di beberapa meteorit (batu meteor yang bisa mencapai permukaan bumi). Intan yang dihasillkan dari proses ini diperkirakan berasal dari tumbukan kuat yang menghasilkan panas dengan tekanan tinggi. Proses ini mempu mengubah karbon yang berasal dari permukaan Bumi menjadi intan.

4. Harga Intan Termahal
Intan dengan harga termahal pernah dibeli seharga 35.300.000 dolar AS atau setara dengan Rp 459 miliyar. Diamond yang dijual tersebut masih berupa intan kasar. Rekor ini didapatkan oleh perusahaan perhiasan terbesar di Hong Kong bernama Chow Tai Fook yang membeli intan berjenis ‘Cullinan Heritage. Harga miliyaran tersebut mendapakan intan seberat 507 karat pada tahun 2010.

5. Permata Satu Eleman
Intan merupakan satu diantara permata yang dijadikan sebagai perhisan. Komposisi pembentukan intan sangatlah sederhana. Benda mulia ini hanya terbentuk dari satu senyawa karbon atau dalam unsur kimia dilambangkan dalam huruf ‘C’. Intan merupakan satu-satunya batu permata yang tersusun oleh hanya satu elemen. Sementara bila menemukan unsur lain dalam intan, itu merupakan pengotor yang mempu membantu intan memiliki warna tertentu.

6. Intan untuk Perhiasan
Kini sudah banyak pengerajin permata yang mampu menjadikan benda mulia ini sebagai intan sintetis yang digunakan dalam perhiasan. Hasilnya tentu potongan bahan yang mirip dengan intan alami. Karena kemiripannya, intan jenis ini sulit untuk di bedakan bahkan oleh ahli geomologist sekalipun. Satu-satunya cara untuk membedakannya adal dengan menidentifikasi melaui tes labolatorium.

7. Permata dari Panas dan Tekanan
Intan terbentuk dari suhu panas dan tekanan yang tinggi. Batu permata ini tidaklah terbentuk di kedalaman yang damgkal atau permukaan Bumi. Tempat terbentukknya intan berada pada mantel bumi. Lokasi tersebut berada di kedalaman 100 mil atau 160 kilometer dibawah permukaan Bumi.

Demikian tentang 7 Fakta Tersembunyi dari Intan sebagai Batu Perhiasan. Semoga bermanfaat.


Sumber https://www.websitependidikan.com/