Showing posts with label Geografi. Show all posts
Showing posts with label Geografi. Show all posts

Friday, October 27, 2017

Pengertian Sungai dan Jenis jenis Sungai

Pengertian sungai dan jenis jenis sungai - Sungai dapat katakan sebagai air yang mengalir. Sungai terdiri dari berbagai macam atau jenis sungai menurut sumber airnya dan menurut debit airnya. Namun sebelum kita bahas tentang jenis-jenis sungai terlebih dahulu kita akan membahas tentang apa yang dimaksud sungai?. Menurut para ahli Pengertian sungai adalah air yang secara alamiah mengalir melalui sebuah saluran alam. Umumnya sungai akan bermuara sampai ke danau-danau atau laut. Namun ada juga sungai yang bermuara tidak sampai laut, sungai tersebut ada di daerah gurun yang kering,sungai seperti ini kalau di australia disebut dengan creek dan kalau di arab disebut dengan wadi. Terdapat jenis-jenis sungai menurut sumber airnya yatu sungai hujan, sungai gletsyes, dan sungai campuran. Sedangkan jenis sungai menurut debit airnya ada 3 yaitu sungai permanen, sungai periodik, dan sungai episodik. Agar dapat mengetahui lebih jauh tentang macam-macam atau jenis-jenis sungai silahkan simak penjelasannya berikut ini.

Jenis sungai berdasarkan sumber airnya

1. Sungai Hujan adalah sungai yang sumber airnya berasal dari air hujan baik itu seara langsung maupun secara tidak langsung. Secara langsung artinya sungai hujan berasal dari air hujan jika curah hujan yang jatuh akan langsung mengalir di permmukaan bumi dan masuk ke dalam aliran sungai. Sedangkan secara tidak langsung artinya sungai hujan berasal dari air hujan, jika curah hujan yang jatuh mengalami peresapan terlebihh dahulu ke dalam tanah (infiltrasi), dan di tempat yang lebih rendah air hujan yang tadi meresap ke dalam tanah akan muncul kembali ke permukaan bumi sebagai mata air, lalu membentuklah aliran sungai. Di Indonesia sungai-sungai umumnya termasuk jenis sungai hujan, kecuali ada beberapa sungai di Papua yang termasuk sungai campuran.

2. Sungai gletser adalah sungai yang airnya bersumber dari salju yang mencair/ gletsyer. Gletsyer merupakan lapisan es yang secara perlahan bergerak melalui lembah menuruni pegunungan karena adanya gaya berat. Sungai gletsyer rata-rata ada di daerah yang mempunyai iklim dingin dan yang berada di sekitar kutub.

3. Sungai campuran adalah sungai yang sumber airnya dari air hujan dan juga dari gletsyer yang mencair. Sungai campuran berada di daerah lintang sedang, pegunungan yang ketinggiannya sangat tinggi biasanya ditutupi oleh salju, dan disitu banyak gletsyer menuruni lereng lewat lembah. Karena adanya perubahan suhu lah, salju dan gletsyer dapat mencair sewaktu-waktu dan mengisi lembah sungai yang ada di sekitarnya. Selain itu, di daerah tersebut juga memiliki presipitasi yang tinggi, maka air hujan yang ada di daerah tersebut akan masuk ke dalam palung sungai. Di Indonesia sungai campuran contohnya yaitu sungai Memberamo dan Digul di Provinsi Papua, hulu kedua sungai tersebut berada di sekitar Punca Pegunungan Jayawijaya, puncak jayawijaya selalu tertutup oleh salju abadi.

Jenis sungai berdasarkan debit airnya

1. Sungai permanen adalah sungai yang mempunyai debit air hampir tetap sepanjang tahun. Sungai permanen ketika musim penghujan maupun kemarau mempunyai perbedaan debit air yang tidak begitu besar. Contoh dari sungai permanen yaitu sungai Memberamo, sungai musi, sungai kapuas, sungai barito dan sungai mahakam.

2. Sungai periodik adalah sungai yang debit airnya melimpah/ banyak ketika musim penghujan dan ketika musim kemarau debit airnya kecil. Jenis sungai seperti ini banyak terdapat di pulau jawa, sebab DAS sungai-sungai yang ada di pulau jawa banyak yang berubah menjadi daerah pertanian. Sebagai contoh sungai periodik yaitu sungai brantas dan sungai bengawan solo.

3. Sungai episodik adalah sungai yang sungai yang pada saat musim penghujan debit airnya besar, namun pada saat musim kemarau kering. Jenis sungai seperti ini banyak dijumpai di daerah yang mempunyai musim kemarau sangat panjang dibanding dengan musim penghujannya. Sebagai contoh jenis sungai episodik yaitu sungai Kalada yang ada di pulau Sumbawa.
Pengertian sungai dan jenis jenis sungai Pengertian Sungai dan Jenis jenis Sungai
(Sungai)

Demikian artikel yang dapat kami sampaikan kepada anda tentang Pengertian Sungai dan Jenis jenis Sungai. Semoga artikel tentang pengertian sungai dan jenisnya tersebut dapat memberikan manfaat untuk anda.

Sumber https://www.temukanpengertian.com/

Tuesday, October 24, 2017

Pengertian Hujan dan Jenis jenis Hujan

Pengertian Hujan dan Jenis jenis Hujan - Pengertian hujan adalah endapan air yang ada di udara jatuh di permukaan bui. Hujan mempunyai jenis-jenis hujan menurut proses terjadinya hujan selalu dimulai dengan terbentuknya awan, yakni terjadinya perubahan uap air yang ada di udara menjadi butiran-butiran air atau es yang dikarenakan adanya proses pengembunan atau kondensasi. Meskipun awan mempunyai kandungan air yang cukup, tetapi tidak semua awan dapat mendatangkan hujan. Butiran-butiran air yang dapat membentuk awan mempunyai diameter sekitar 0,014 mm sampai 0,035 mm, sangat kecil dan beratnya ringan yang mmembuatnya melayang-layang di udara. Menurut teori benturan, butiran-butiran air yang ada di dalam awan satu sama lain saling berbenturan. Sehingga dengan benturan tersebut dapat menyebabkan butiran tersebut menjadi bersatu dan ukurannya menjadi bertambah besar dengan diameter bisa mencapai 0,5 mm. Karena gaya beratnya butiran tersebut jatuh ke bumi sebagai air hujan.
 endapan air yang ada di udara jatuh di permukaan bui Pengertian Hujan dan Jenis jenis Hujan
(Hujan)

Jenis-Jenis Hujan

Menurut proses terjadinya, jenis hujan terdiri atas hujan orografis, hujan konveksi, hujan frontal dan hujan buatan.

Hujan Orografis

Topografi mempunyai peranan yang sangat besar terhadap terjadinya hujan. Angin dengan banyak membawa uap air pada saat melalui pegunungan/ gunung mendaki lereng semakin tinggi udara bergerak menuju ke atas, maka udara tersebut akan seakin dingin, kejadian itu akan membuat uap air yang dibawanya mengalami kondensasi atau pengembunan dan menjadi titik-titik air yang membentuk awan. Semakin banyaknya pembentukan titik air akan menimbulkan hujan di lereng yang menghadap ke arah datangnya angin tadi. Angin akan terus bertiup melalui puncak dan menuruni lereng, namun angin tidak membawa uap air lagi, sehingga pada lereng yang membelakangi arah darimana datangnya angin tidak akan turun hujan. Lereng yang membelakangi arah angin tersebut disebut dengan daerah bayangan hujan.

Hujan Konveksi

Biasanya hujan konveksi sangat lebat, namun berlangsunya hanya dalam waktu sebentar dan meliputi wilayah yang sempit. Terjadinya hujan konveksi (zenith) ialah pada siang hari sehingga hujan ini disebut dengan hujan tengah hari. Di siang hari pada saat udara cerah, permukaan bumi terjadi pemanasan yang tinggi. Akibatnya, udara akan mengembang dan bersama-sama dengan uap air naik ke atas secara vertikal dan proses ini berlangsung begitu singkat. Uap air yang naik menuju ke atas akan mengalami pendinginan dan pengembunan (berubah menjadi titik-titik air) yang akan mengakibatkan turunnya hujan.

Hujan Frontal

Front adalah permukaan yang membatasi antara 2 masa udara yang temperaturnya berbeda antara satu dengan yang lain. Terjadinya hujan frontal bermula dari udara yang lebih hangat menjadi lebih ringan dan posisinya lebih cenderung berada di atas udara yang lebih dingin. Udara yang lebih hangat diangkat udara yang dingin. Sehingga udara yang lebih hangat akan terangkat lalu mengembang dan mendingin. Pada saat proses pendinginan akan terbentuklah titik-titik air, yaitu awan. Sesudah titik-titik air tersebut mengalami kejenuhan, akan jatuh dan terjadilah hujan yang disebut dengan hujan frontal. Hujan frontal umumnya terjadi pada daerah lintang sedang, di mana udara akan bergerak dari daerah kutub (bertekanan tinggi) bertemu dengan udara dari zona yang bertekanan rendah, yaitu dari daerah sub tropis.

Hujan Buatan

Seiring dengan kemajuan teknologi khususnya dalam bidang meteorologi, sudah ditemukan kemampuan dalam hal membuat hujan buatan. Cara membuat hujan buatan yaitu dengan menaburkan bahan pendingin seperti es kering atau bahan kimia Argentium lodida ke dalam awan supaya proses pembentukan awan lebih cepat. Biasanya hujan buatan sering dibuat pada musim kemarau panjang atau kalau ada kebakaran hujan yang luas.

Menurut bentuknya, jenis-jenis hujan terddiri dari hujan rintik-rintik, hujan salju, hujan es, dan hujan asam.

Hujan Rintik-rintik 

Hujan rintik-rintik terjadi dari awan berlapis yang rendah dekat dengan permukaan bumi. Terjadinya hujan rintik-rintik dikarenakan butiran-butiran air yang ada di awan sangat kecil, ukuran diameternya antara 0,2-0,5 mm.

Hujan Salju 

Salju merupakan kristalan es yang halus. Salju dapat terbentuk dari uap air yang mengalami pendinginan hingga di bawah titik beku yaitu 0 derajat celcius. Salju tersebut lalu akan jatuh ke permukaan bumi, namun tidak sempat mencair dikarenakan suhu pada permukaan bumi yang dingin, biasanya kurang dari 5 derajat celcius. Biasanya hujan salju ini terjadi di daerah kutub, daerah yang iklimnya sedang di musim dingin dan di puncak gunung yang tinggi. Hujan salju juga terjadi di Indonesia yaitu terjadi di puncak gunung Jayawijaya provinsi papua. Hujan salju di gunun Jayawijaya bisa terjadi karena ketinggian gunung tersebut melampaui batas salju di daerah tropis yaitu lebih dari 4500 meter di atas permukaan laut.

Hujan Es 

Hujan es disebut dengan hujan batu, karena hujan ini disertai dengan butiran es yang jatuh ke bumi. Terjadinya hujan es ialah karena addanya arus udara yang banyak menganddung uap air bergerak vertikal sampai ke lapisan udara yang tinggi, sehingga suhu udara akan menjadi dibawah 0 derajat celcius. Akibatnya uap air yang terkandung di udara tersebut secara cepat berubah menjadi kristalan es, lalu jatuh ke bumi sebagai hujan es. Beberapa diantara kristalan es tersebut ada yang sudah mencair sebelum sampai ke permukaan bumi. Oleh sebab itu kadang hujan es juga disertai hujan lebat di siang hari, namum berlangsungnya hanya dalam waktu yang singkat.

Hujan Asam

Hujan asam sering terjadi di negara-negara industri seperti Amerika Serikat dan Eropa karena di negara industri sering terjadi pencemamran udara karena asap pabrik. Hujan asam adalah hujan yang mengandung endapan asamm yang begitu tinggi, hujan asam ini dapat menimbulkan kerusakan lingkungan hidup. Dalam udara kandungan asam seperti oksida nitrogen dan oksida sulfur yang bersuber dari asap pabrik atau industri, akan mengalami perubahan kimia saat di udara kemudian jatuh ke bui sebagai hujan asam dala air hujan kabut dan salju, bahkan sebagai partikel kering yang membentuk asam. Akibat dari hujan asam ialah kerusakan hutan dan kematian ikan yang ada di danau-danau. Di negara Amerika Utara dan Eropa ribuah hektare hutan telah rusak karena hujan asam ini. Mula-mulanya kerusakan dimulai dari daun-daun pada dahan dan ranting yang menyinggung, lalu gugur pucuknya dan akhirnya mati ada juga yang tumbuh keril. Di Amerika Utara dan Skanddinavia, ikan-ikan di danau mati karena akibat hujan asam. Karena banyaknya dampak negatif yang terjadi, maka dibutuhkan kesadaran dari seluruh pihak, terutama dari negara-negara industri supaya berusaha menanggulanggi masalah pencemaran udara yang dapat mengganggu lingkungan hidup.

Demikian penjelasan dari kami tentang Pengertian Hujan dan Jenis Jenis Hujan semoga pengertian tersebut dapat memberikan manfaat.

Sumber https://www.temukanpengertian.com/

Monday, August 21, 2017

Cara Membuat Proyeksi Peta dan Skala Peta

Bumi bentuknya bulat, terus cara buat peta yang ebntuknya datar gimana?. Bagaimana memindahkan bidang bulat bumi ke bentuk datar?. Disinilah diperlukan sebuah teknik proyeksi peta..Syarat-syarat untuk menyatakan bentuk bola ke bentuk bidang datar dengan sistem yang memberikan hubungan antara posisi titik-titik di bumi dan peta adalah sebagai berikut. Baca juga: Kaitan geografi dan paleoklimatik

1. Jarak antara satu titik dengan titik lainnya di atas permukaan yang diubah harus benar.
2. Luas permukaan yang diubah harus benar.
3. Bentuk yang diubah hars benar.
4. Arah yang diubah harss tetap/benar.

Untuk dapat memenuhi keempat syarat itu sekaligus adalah suatu hal yang tidak mungkin dan satu saja dari syarat di atas untuk seluruh bola dunia juga merpakan hal yang tidak mungkin. Dan Oleh karena tu, untk dapat membuat rangka peta yang meliputi wilayah lebih besar, kita harus mengadakan kompromi antara keempat syarat itu.


Baca juga:
Terbentuknya pegunungan Himalaya karena obduksi
Kualitas dan salinitas air laut
Ekosistem hutan hujan tropik

Sebagai akibat dari kompromi itu keluarlah bermacam jenis proyeksi peta. Setiap proyeksi mempunyai kebaikan dan kelemahan,sesuai dengan tujuan peta dan bagian dari muka bumi yang digambarkan.

 terus cara buat peta yang ebntuknya datar gimana Cara Membuat Proyeksi Peta dan Skala Peta
Proyeksi peta normal

Pembagian proyeksi berdasarkan bidang asal, yaitu

a.    proyeksi azimutal/zenithal (bidang datar),

b.    proyeksi conical (kerucut),
c.    proyeksi sylindrical (silinder tabung), dan
d.    proyeksi arbitrary (gubahan).

a. Proyeksi Bidang Datar (Proyeksi Zenithal)


Bidang proyeksinya datar yang berpusat pada satu titik. Proyeksi normalnya cocok untuk memproyeksikan daerah kutub. Contoh peta proyeksi azimutal dapat dilihat pada gambar diatas.


Proyeksi Azimut/Zenithal dibedakan menjadi 3 macam Proyeksi.

1. Proyeksi azimuth normal, yaitu bidang proyeksinya menyinggung kutub.
2. Proyeksi azimuth transversal, yaitu bidang proyeksinya tegak lurus dengan ekuator.
3. Proyeksi azimuth oblique, yaitu bidang proyeksinya menyinggung salah satu di sembarang tempat pada bola bumi.

b. Proyeksi Kerucut (Proyeksi Conical)

Proyeksi kerucut adalah pemindahan dari garis-garis meridian dan paralel pada suatu globe ke sebuah kerucut. Proyeksi tersebut normalnya cocok untuk memproyeksikan daerah lintang tengah (miring). Proyeksi yang termasuk pada proyeksi kerucut adalah:


1. proyeksi kerucut dengan sebuah patokan lintang.

2. proyeksi kerucut dengan dua buah patokan lintang.

Proyeksi kerucut dibedakan menjadi 3 macam proyeksi kerucut normal, transversal, dan oblique.

1. Proyeksi kerucut normal, jika garis sing-gung bidang kerucut pada bola bumi terletak pada suatu paralel (paralel standar).
2. Proyeksi kerucut transversal, apabila kedudukan sumbu kerucut terhadap sumbu bagi tegak lurus.
3. Proyeksi kerucut oblique, apabila sumbu kerucut terhadap sumbu bumi berbentuk miring.

 terus cara buat peta yang ebntuknya datar gimana Cara Membuat Proyeksi Peta dan Skala Peta
Sudut proyeksi peta
c. Proyeksi Silinder (Proyeksi Cylindrical)

Proyeksi ini berdasarkan prinsip pemin-dahan garis-garis meridian dan paralel bumi dari bidang silinder yang diselubungkan ke bola bumi dan kemudian dibentangkan menjadi peta datar. Bidang proyeksi silinder ini dalam keadaan proyeksi normal cocok untuk daerah ekuator. Proyeksi yang termasuk pada proyeksi tabung atau silinder, yaitu proyeksi silinder sama luas (equal area) disebut juga proyeksi mumi.


Ciri-cirinya:


1. Meridian adalah garis-garis yang sejajar dan beijarak sama antara satu dengan lain.

2. Paralel garis lurus, sejajar satu sama lain, tetapi jarak antara satu dengan lainnya makin kecil ke arah kutub. 
3. Proyeksi ini tidak pemah dipakai.

d. Gubahan (Proyeksi Arbitrary)

Biasanya Dipergunakan untuk menggambarkan peta-peta yg sudah kita jumpai sehari-hari, merupakan proyeksi atau rangka peta yang diperoleh secara perhitungan.


Contoh:

1.  Proyeksi Mollweide
2. Proyeksi Gall. Sifatnya sama luas dan bentuknya sangat. Berbeda pada lintang-lintang mendekati kutub.
3. Proyeksi Mercator dan proyeksi silinder mumi 
SKALA PETA
Sebuah peta harus memiliki skala karena komponen penting peta adalah skala. Skala peta bisa muncul di bagian bawah atau samping peta.
 terus cara buat peta yang ebntuknya datar gimana Cara Membuat Proyeksi Peta dan Skala Peta
Skala peta angka dan garis
Skala peta merupakan perbandingan jarak di peta dngan jarak sebenarnya di lapangan. Skala peta terbagi menjadi skala angka dan skala garis. Skala peta umum menggunakan satua centimeter di Indonesia sementara di AS menggunakan inchi. Baca juga: Trik menjawab soal UN Geografi


Sumber https://geograph88.blogspot.com/

Thursday, August 3, 2017

Pengertian Erosi dan Macam macamnya

Pengertian Erosi dan Macam macamnya - Tahukah kalian apa yang dimaksud dengan erosi? Erosi adalah sebuah pengikisan serta pemindahan hasil pelapukan yang disebabkan air, angin, serta gletser dari tempat semula ke tempat yang lain. Erosi mempunyai sebab yang bisa mengakibatkan dampak-dampak dari erosi baik itu dampak positif maupun negatif atau baik itu yang mempunyai manfaat maupun merugikan. Namun terkadang sifa negatif maupun kerugian lebih banyak daripada manfaat. Maka dari itulah erosi perlu ditanggulangi melalui tindakan atau cara-cara supaya nantinya tidak menyebabkan kerugian baik untuk pemerintah maupun warga apa lagi kalau sampai ada korban jiwa. Umumnya erosi permukaan batuan yang sudah lapuk mudah hanyut oleh air yang mengalir bahkan bisa juga tertiup angin. Menurut proses terjadinya, terdapat 4 macam erosi.

Macam-macam Erosi

1. Erosi oleh Air Sungai

(Erosi pada lahan miring)

Aliran air sungai bisa mengakibatkan proses pengangkutan material-material yang mengapun ataupun yang ada di dasar sungai hingga hanyut ke hilir. Pada bagian hulu, arus sungai mengalir deras menyebabkan erosi bekerja secara vertikal ke dasar sungai hingga merubah bentuk badan sungai menjadi lembah sperti huruf V.

Arus sungai pada bagian muara samakin melambat sebab sungai mengalir pada tempat yang makin datar. Hal itu membuat erosi ke arah dasar sungai makin kecil, namun erosi yang besar terjadi pada dinding sungai disebut erosi horizontal. Akibat dari kejadian itu di bagian muara sungai makin lebar sehingga merubah bentuk sungai menjadi lembah seperti huruf U.

2. Erosi oleh Air Laut (Abrasi)

(Formasi gua-gua semakin lama akan hilang dan terbentuk stack karena abrasi)

Erosi oleh air laut disebut dengan abrasi atau disebut erosi marine. Penyebab dari erosi ini yaitu hempasan ombak pada pantai. Pengaruh abrasi sangat besar pada pantai-pantai yang curam. Pada wilayah pantai yang hutan bakaunya ditebang habis, abrasi bisa menyebabkan rusaknya lingkungan di sepanjang pantai. Bentuk dari abrasi dapat kita lihat di pantai yang curam berupa pintu air, gua-gua, cliff dan stack. Awalnya pada bagian bawah dari pantai yang curam sedikit demi sedikit terkorek oleh kikisan air laut, dalam waktu yang lama maka terbentuklah ronga-rongga, gua gua, maupun pintu air. Gua-gua yang terbentuk cukup besar hingga akhirnya runtuh, setelah itu karena adanya proses abrasi berikutnya terbentuklah gua-gua baru. Mengenai dalamnya gua-gua yang terbentuk itu bergantung dari jenis batuan pantai. Di pantai yang terdiri atas batuan keras, bisa terbentuk gua yang besar serta dalam. Stack merupakan sisa-sisa batuan/ tonggak-tonggak batu yang tampak berdiri di atas permukaan laut. Tonggak-tonggak batu tersebut adalah bagian batuan yang keras dan tahan terpaan gelombang laut.Cliff yaitu pantai terjal, terjadinya disebabkan adanya kikisan air laut terhadap pantai. Terkadang kemiringan hingga tegak lurus dengan permukaan air laut. Abrasi pantai yang curam dapat berakibat terjadi penyempitan dataran di sepanjang pantai.

3. Erosi oleh Gletsyer

(Perkembangan Cliff yang terjadi pada daerah teluk akan membentuk fyord)

Terjadinya pengikisan oleh gletsyer disebut dengan eksarasi atau erosi glasial. Gletsyer merupakan lapisan es yang secara perlahan bergerak menuruni lembah pada lereng pegunungan karena gaya beratnya. Adanya gerakan gletsyer ini menyebabkan terjadinya pengikisan pada dasar dan samping kiri-kanan lembah tersebut. Pengikisan gletsyer menghasilkan puing-puing yang akhirnya diendapkan di ujung gletsyer ketika gletsyer mulai mencair. Sebutan dari endapan gletsyer yaitu moraine. Bentuk dari muka bumi yang disebabkan erosi glasial yaitu danau glasial dan pantai fyord. Danau glasial yaitu danau yang terbentuk oleh lapisan tanah yang terkikis gletsyer sehingga membentu sebuah lekukan. Contoh dari danau glasial yaitu danau-danau besar dikanada, danau yang terdapat di swiss, danau yang terjadi di zaman es. Fyord yaitu teluk yang dalam, menjorok ke daratan pantai yang sempit dan curam. Contohnya di pantai-paintai Norwegia.

4. Erosi oleh Angin

Erosi oleh angin disebut dengan deflasi, sering terjadi pada daerah yang kering, misalnya di daerah gurun. Yang menjadi faktor penting perombakan bumi adalah kekuatan angin yang mengikis dan membangun bentuk-bentuk permukaan bumi. Batuan yang terjadi pelapukan, akan dikikis serta diangkut oleh angin. Jika kekuatan angin melemah, bahan yang diangkut akan diendapkan. Selain itu deflasi, pada gurun juga terjadi korasi yaitu angin yang mengangkut pasir secara keras mengikis batuan pada daerah tersebut. Pengikisan yang terjadi seperti ini akan mengasah serta mengikis batuan yang kuat. 

Bentuk-bentuk muka bumi akibat deflasi dan korasi adalah:
  • Batu angin ialah batu yang di bagian atasnya terbatasi 3 bidang atau lebih, bentuknya mirip dengan piramida.
  • Arch merupakan batu berbentuk sedikit melengkung serta ada lubangnya seperti terusan. Terjadinya batu ini karena korasi mengasah bagian batuan lembek serta pengaruh korasi yang kurang di bagian atas.
  • Batu jamur, bentuknya mirip cendawan/ jamur.

Demikian artikel tentang Pengertian Erosi dan Macam macamnya. Semoga dapat memberikan bermanfaat.

Sumber https://www.temukanpengertian.com/