Showing posts with label Cerpen. Show all posts
Showing posts with label Cerpen. Show all posts

Wednesday, May 23, 2018

Contoh Pengubahan Cerpen Menjadi Naskah Drama

IndoINT.com_ Kali ini admin akan bagikan kepada kalian bagaimana contoh teks cerpen kita ubah ke dalam bentuk teks drama. Semoga bermanfaat dan dapat menambah wawasan kalian di dalam mengubah teks tertentu ke dalam teks lain. Salah satunya adalah teks cerpen akan kita ubah kedalam teks drama. 

Cerpen
Sampai di rumah aku menyelinap agar ibu tak tahu aku pulang sekolah sore ini. Tapi, betapa terkejutnya aku melihat mobil ayahku terparkir di depan teras rumah. Mengapa secepat ini ayah pulang? Biasanya ia pulang sehabis magrib.
Perasaanku tidak enak. Aku mencoba tenang dan terus melangkah ke kamarku. Tapi ketika aku akan membuka pintu kamarku.
"Ajeng!" suara berat ayahku begitu menggelegar. Aku tetap tenang.
"Dari mana kau!"
"Dari rumah teman."
Terdengar gemeletuk gigi ayah, tapi tak ada rasa takut sedikit pun di hatiku.
"Kau....sejak kapan kau kuizinkan keluar dari rumah ini...."
"Apakah salah kalau aku ingin berteman, Ayah? apakah salah
aku ingin melihat dunia luar? Ayah tak bisa terus-menerus
mengekangku dan melarangku untuk keluar rumah ini.
Apakah harus ..." plak! plak!
Aku tersungkur beberapa meter dari tempat ayah berdiri.
Kurasakan pipiku perih Ibu dan kakakku menghampiriku dan ingin membantuku berdiri, tetapi ayah melarang.
"Jangan,jangan kalian bantu anak durhaka itu! Kau anak durhaka! Tidak tahu terima kasih! Sekarang juga kau kemasi barang-barangmu dan pergi dari sini!"

 Kali ini admin akan bagikan kepada kalian bagaimana contoh teks cerpen kita ubah ke dalam Contoh Pengubahan Cerpen Menjadi Naskah Drama
www.IndoINT.com

Perubahan cerpen di atas menjadi naskah drama seperti di bawah ini.
(Pada sebuah rumah orang kaya, seorang gadis sedang berjalan mengendap-endap menyelinap ke dalam rumah, ada ekpresi terkejut pada gadis itu ketika memandang ke teras rumah, gadis itu melangkah ke kamar dan tangannya memegang gagang pintu kamar)
Ayah : (Membentak dengan suara berat) "Ajeng!!"
Ajeng : (Membalikkan badan ke arah ayahnya dan mencoba tetap tenang)
Ayah : "Dari mana kau!!" (Dengan tetap membentak)
Ajeng : "Dari rumah teman"
Ayah : (Menggemeletukkan gigi) " Kau, sejak kapan kau kuizinkan keluar dari rumah ini ..."
Ajeng : (Tenang tetapi sedikit menghiba) "Apakah salah kalau aku ingin berteman, Ayah? Ayah tak bisa terus-menerus melarangku untuk keluar rumah ini. Apakah harus..."
Ayah : (Menempeleng pipi ajeng dengan tangan kanannya ke pipi kanan dan kiri)
Ajeng : (Terhuyung dan tersungkur beberapa meter dari posisi ayahnya sambil meraba pipinya mencoba untuk berdiri, ibunya dan kakaknya berusaha untuk mendekatinya dan dicegah oleh ayahnya)
Ayah : (Sambil merentangkan kedua tangannya, untuk menghalangi langkah anak dan istrinya mendekati ajeng) "Jangan, jangan kalian bantu anak durhaka itu!
Kau anak durhaka! (Menunjuk dan menatap tajam ke arah ajeng) Sekarang juga kemasi barang-barangmu dan pergi dari sini! (Telunjuknya menunjuk ke arah pintu)

Sumber http://www.ilmubindo.com/

Wednesday, November 22, 2017

CERPEN LUCU TERBARU TENTANG PENGALAMAN PRIBADI SESEORANG

Sang Idola (Oleh : Arina Manasikana)

Idola itu bagaikan bintang kan slalu bersinar

Mereka berkilau di atas

Mereka harus ingat

Banyak beribu bintang kecil  memandanginya

Disaat ayam berkokok dengan suara khasnya “kukukk  kriuuuuk........kkk” Manakala matahari mulai datang dengan keindahan sinarnya.Suasana pedesaan yang nyaman,tenang,dan asri, merupakan wujud kebesaran tuhan semesta alam kepada para umatnya. 

Mata yang masih sangat melekat dan hampir susah untuk dibuka, keadaan udara pagi yang masih begitu dingin menusuk ke tulang. Terlihat anak perempuan yang masih tertidur di atas ranjangnya sembari memegang  erat-erat selimut yang berada diatas badannya.Suara jam klasik tepat diatas dinding kamar “Kiiikuuk kiiikuuuk kikukk....”.
            
Terdengar suara perempuan setengah baya memanggil “Ndok cepat bangun,inikan sudah pagi,apa kamu dak sekolah tho...?” ( Ibu Iyem menarik selimut anaknya). Terasa separuh nyawaku masih melayang di bawah alam sadarku. Aku paksakan membuka mataku “Aduh Buk,inikan hari minggu tho...!!!, masa ibuk nyuruh  Maryam ke sekolah”  (Maryam sambil memukul dahinya dengan tangan). “ Maaf ndok ibuk lupa,tapi kan kamu sebagai anak perempuan harus lebih awal bangunnya”. 

Maryam yang merasa bosan mendengar ibunya berbicara menjawab “Nggeh buk, Ini Maryam sudah bangun,terus  Maryam mau di suruh apa tho?” Dengan perasaan sedikit kesal. Ibu Iyem pun menyuruh Maryam untuk bersih-bersih rumah. “Ini lo ndok,keadaan rumahmu kotor masa kamu gak malu kalau temanmu datang main kesini,terus kondisi rumahmu kayak kapal pecah”. “Nggeh,Maryam mandi dulu nanti dibersihkan semuaanya sampai kinclong”. Maryam  segera mengambil handuk dan pergi ke kamar mandi.
            
Setelah Maryam mandi, ia melakukan pekerjaan yang di suruh oleh ibunya. Bukanya Maryam menyapu lantai,  malah ia gunakan sapu yang ia genggam untuk mikrofon bergaya ala penyanyi idolanya “You know me so well ...Girl i need you...Girl i love you ...Girl i heart you” ( Mengangkat sapu sampai keatas berteriak dengan suara merdu katanya). Maryam mengira bahwa suara lagu yang ia nyanyikan begitu bagus dan itu membuat ia berteriak sekeras mungkin sampai ibu Iyem datang menemui Maryam “Astagfirullah ndok,opo to kowi kie,kok enek-enek wae tingkahmu?”. Maryam menggaruk kepalanya “He.he..ibuk iku piye to, niki lagune apik tenan di tambah suarane Maryam sing merdu banget”. Bu Iyem pun terheran-heran melihat kelakuan putrinya “ Karepmu wae ndok,sing penting pekerjaan rumahmu kudu rampong”. Maryam tertawa sambil memandang wajah Bu Iyem “ Beres deh buk...!”
            
Tak terasa matahari telah tertidur bergantikan kilauan bintang-bintang di atas langit.Maryam memandangi langit, Terdengar dering suara dari handphonenya bernada alunan lagu kesukaan Maryam. Teryata ia menerima satu pesan dari salah satu teman sekelasnya” Hai maryam nanti jam 7 tepat, jadi kan pergi ke alun-alun,aku wes dak sabar ni,nanti kumpul di tempat kayak biasanya”. 

Aku pun kebingungan sendiri “ Ya allah apakah hari ini aku bakal benar-benarl ketemu dengan idolaku”. Maklum saja ia dengan teman-temanya mendapat informasi dari sella bahwa hari ini boy band idolanya akan melakukan show di alun-alun dekat rumahnya. Tanpa memastikan informasi itu benar atau salah Maryam bersama teman-teman lainya langsung berangkat menuju tempat idolanya akan datang. Dengan penuh rasa bahagia Maryam tak bisa berkata-kata lagi.
            
Namun apa daya saat sampai di tempat itu,apa yang ia lihat tidak seperti yang ia bayangkan. Terasa hatinya dipenuhi rasa kekecewaan yang mendalam “ Astaga ini apaan sih ya gusti...”. Teman Maryam lainnya hanya bengong melihat kenyataan yang terjadi pada mereka. “ Waduhhh..Ini sih bukan shownya SMASH,tapi ini shownya sepedah montor smash”. 

Maryam pun memukul jidatnya “ Dasar bodoh banget kita, dengan mudahnya kita percaya dengan omongan sella”. Akhirnya penyesalan dan kekecewaan yang ia rasakan saat itu. Tapi masalah yang terjadi bukan disitu saja, Maryam baru menyadari bahawa handphone yang ia bawa hilang. “Ada apa Mar,,,?” ujar Zahra. Dengan nada panik maryam menjawab “Hp ku dak ada iki”. “Lho kok bisa,emangnya tadi kamu taruh mana hpnya”. “Ya..aku taruh di kantong,apa mungkin hpku terjatuh di alun-alun tadi”.
            
Dinginya malam mulai datang, “Terus gimana ni Mar,kita cari dulu aja atau kamu hubungi nomer hp mu” Zahra menenangkan Maryam yang panik. “ Ini pakek hp ku aja kamu hafal kan nomer hp kamu?” Anna mengulurkan hp nya kepada Maryam. “Hemm...” jawab Maryam singkat. Namun hasilnya zonx, Maryam harus pulang ke rumah dengan rasa penuhke kecewaan.
            
Pagi yang begitu cerah, tapi kala itu tak secerah hati dan perasaan Maryam. Maryam merasakan penyesalan karena kejadian tadi malam.Hatinya saat ini bagaikan pecahan kaca yang berceceran. Entah mengapa ia begitu sangat kesal dan ingin marah. Disaat Maryam berjalan menuju kelas “ Hai uweslah jangan dipikirin wae kajadian tadi malam” ( Zahra menepuk pundak Maryam). Maryam pun terus berjalan tanpa menghiraukan Zahra.
            
Bel sekolah pun berbunyi “ Kring...kringgg....krinngg...” Semua murid masuk ke kelas. Saat semua teman Maryam masuk ke kelas ada salah satu temanya bertanya pada Maryam “Mar...tadi malam lihat  shownya sepedah motor SMASH tho...?” ( Dengan nada menyendir). Maryam hanya menjawab dengan senyuman. 

Dan beberapa teman Maryam pun menertawakan “Wk...wk..wkkkk”. Anna datang menghampiri “ Uweslah jangan begitu dong kalian”. “Iya..iya..kita hanya bercanda aja alias ingin mastiin kejadiannya gitu” Ujar Fathul. Maryam menjawab “ Dasar lho pada...namanya juga idola,awas aja kalau suatu hari aku bisa benar-benar ketemu mereka,lho pada bakal nyesel udah menertawakanku”. Suasana menjadi hening karena menyesal menertawakan Maryam samapi membuat Maryam meneteskan air mata.

            
Akhirnya pun Maryam mengiklaskan kejadian tadi malam yang ia alami. Ia menjadikan kejadian itu sebagai pengalaman berharga dalam hidupnya. Memang biasanya seorang fans rela melakukan apa saja demi untuk bertemu dengan sang idolanya.Begitu pun yang terjadi pada Maryam. 

Kini ia akan lebih hati-hati dalam menerima informasi dan ia akan memastikan terlebih dahulu kebenaran informasi yang ia terima.Maryam tertawa bersama Anna dan Zahra “Ha..ha..ha..ha...kita ni aneh-aneh aja,masa kesana bukanya ketemu SMASH malah ketemu sepedah montor”. Mereka bertiga tertawa sambil berbaring di atas rumpu hijau sembari menikmati kesejukan angin siang hari di bawah pohon yang menari-nari terhembus semilir angin.

Sumber http://www.guruberbahasa.com/

Saturday, November 18, 2017

CERITA LUCU TERBARU TENTANG PENGALAMAN PRIBADI

Aku, Kau dan Setan Karya Mayank Putri Anjani

Ini kisah beberapa tahun yang lalu, ketika saya masih sekecil upil dan saudara sepupu saya sudah segede pete. Kami berdua berkumpul dengan para komunitas anak-anak gaul pada jamannya untuk sekadar bercerita-cerita tentang hal-hal yang tidak terlalu penting untuk diceritakan. Bahasa kerennya mah gosip gitu.

Mulailah, percakapan antara mas-mas, dan saya di depan rumah dekat hutan bambu pada malam hari:

“he,nang kene loh, jere akeh setanne. Nuk greng kui loh”  Mas yogi, sepupuku, mulai bercerita. Dalam bahasa indonesia itu berarti “Hei, disini katanya banyak setan. Di hutan bambu itu loh”
            
“Loh iya? Mosok? Ga percaya aku” yang lain menyahuti.
            
“loh ya, dibilangin kok, disekitar sini itu banyak gituannya.” Mas yogi mulai meyakinkan.
            
Anak-anak lainnya mulai terdiam, termasuk aku yang notabene memang penakut.

“Mas loh, aku merinding ini. Masuk yuk” aku mengajak mas yogi masuk kerumah.
            
“ya wes, bentar ya, mau nganterin putri sebentar”

Aku dan Mas yogi segera masuk, tapi Mas Yogi segera menarikku masuk ke dalam kamar.
            
“Dek, tolong ambilin selimut putih dong, sekalian karet, ya”
            
“Loh, buat apa mas” tanyak bingung
            
“wes, to. Jupukno disik”dalam bahasa indonesia “sudahlah, ambilkan dulu”
            
Aku langsung mengambil pesanan Mas Yogi dan menuruti semua instruksinya. Ternyata ia ingin mengerjai teman-temannya dengan berdandan layaknya pocong. Dia keluar melalui pintu samping dan muncul seolah-olah dari dekat hutan bambu itu. Sedangkan aku sendiri hanya melihat dari kejauhan, karena memang aku sangat penakut.
            
Pada saat yang sama, mbak dina, teman sepermainanku berdiri disampingku. Dengan senyum tersungging di bibirnya, ia bertanya.
            
“Mas mu ngapain dek?”
            
“Entah,ngerjain anak-anak itu” jawabku enteng.
            
Mbak Dina tersenyum dan melangkah pergi.
            
Anak-anak resah menunggu Mas Yogi yang tak segera kembali ke luar. Tiba-tiba seonggok makhluk putih yang berbentuk seperti permen rasa susu melompat-lompat menuju kearah mereka. Sontak mereka berteriak dan lari kesegala penjuru.
            
“Ssee see SEETAAAAANN”
            
“POCONG !!!!”
            
Semua berteriak dan berlarian masuk ke rumah. Berpamitan padaku dan langsung pulang.
            
“Huaaahaaahaaa, salah sendiri dibilangin gak percaya” teriak Mas yogi yang masih memakai kostum pocongnya.
            
Namun, muncul sesosok gadis berambut panjang dan berbaju putih dibelakang Mas Yogi, rambutnya yang panjang menjuntai kedepan, ia hanya diam menatap Mas Yogi yang masih saja tertawa.
            
“Dek, lihat mereka, lucu ya? Hahaha” Mas Yogi masih saja tertawa, sedang aku terdiam dan menunjuk-nunjuk sesuatu di belakangnya.
            
“opo, to?” tanyanya bingung
            
Perlahan ia menoleh ke belakang dan akhirnya dia melihat seorang gadis berambut indah terdiam di depan matanya.
            
“nduk, kkowe kkok gak ngomoong lek ono mbak Kun to!!”  dia berbicara terbata-bata yang dalam bahasa indonesia berarti “Nduk,kamu kok gak bilang kalau ada mbak kun sih?”
            

Dia langsung melompat sekuat tenaga menuju kerumah, sedangkan Mbak Kun masih terdiam menunggu Mas Yogi masuk ke dalam rumah.
            
Aku yang masih terdiam, bingung dengan kemunculan Mbak Kun seakan ingin membalas dendam karena Mas Yogi telah mempermainkan kesetanannya. Dengan wajah masih shock, aku masih tetap menatap Mbak Kun yang saat ini menyibakkan rambutnya ke belakang, menatapku tersenyum, lalu pergi masuk ke dalam hutan bambu kembali.
            
“Loh, Bentar, tadi kan Mbak Dina, terus? Tadi? Yang ngomong sama aku? Itu? HUAAAAA MAS YOGI !!!! HUAAAAAA”

Sumber http://www.guruberbahasa.com/

Thursday, October 26, 2017

Cara Menanggapi Pembacaan Cerpen

IndoINT.com_ Kamu tentu sudah pernah membaca cerpen atau cerita pendek. Pernahkan kamu menonton acara pembacaan cerpen? Bagaimanakah cara pembacaannya? Apakah lafal dan intonasi yang dibaca sudah tepat? Dapatkah kamu memahami isi cerpen tersebut?

Cerpen merupakan ragam cerita rekaan yang terdiri atas kurang lebih 10.000 kata, habis dibaca dengan sekali duduk, dan memberikan kesan tunggal dari konflik dominan. Cerita terpusat pada satu tokoh dalam satu situasi tertentu serta tidak ada perubahan nasib pada pelaku.

Ciri-ciri cerpen antara lain:
  1. panjang cerita tidak lebih dari 10.000 kata,
  2. mengandung satu gagasan utama,
  3. menyajikan kejadian yang paling menarik, dan
  4. berakhir dengan penyelesaian.
Untuk memahami isi cerpen dengan tepat, cerpen harus dibaca dengan interpretasi yang tepat. Selain itu, intonasi, artikulasi, dan pelafalan berperan penting agar pendengar dapat dengan mudah menangkap dan memahami isi cerita pendek. Penggunaaan gestur (gerak tubuh) yang tepat akan mendukung pemahaman pembacaan tersebut.

Bacalah dengan cermat teks cerpen berikut!

Wirley dan Mijeni
Oleh Dwiha

Komputer masih menyala. Tulisan di dalam layarnya juga belum dirampungkan. Wirley sudah terpekur di kursinya. Ia lelap karena lelah yang luar biasa. Ia tertidur dengan posisi duduk yang bisa membuat tubuh pegal-pegal ketika terbangun. Raut muka Wirley tampak tegang, tapi matanya sudah terkatup rapat. Tubuhnya tidak bergerak sama sekali. Ia seperti berubah menjadi patung.

 Kamu tentu sudah pernah membaca cerpen atau cerita pendek Cara Menanggapi Pembacaan Cerpen
www.IndoINT.com

Sementara itu, istrinya hanya termangu di depan pintu kamar tidur. Ia terharu menyaksikan suaminya yang giat bekerja sampai larut. Istri-istri selain dia tentu akan mengeluh kurang perhatian atau justru cemburu pada pekerjaan suami yang sebenarnya adalah sumber nafkah bagi dirinya sendiri. Mijeni, istri Wirley, seorang Jawa tulen yang masih memiliki sikap nrimo ing pandum (menerima dengan ikhlas apa yang ia dapatkan). Wirley yang perantauan itu sering kali merasa bangga dengan sikap nrimo istrinya. Mijeni tak pernah mengeluh atau bahkan menuntut tentang uang belanja harian yang tak mencukupi, tentang pekerjaan Wirley yang belum mapan, dan juga tentang kesepian tak berujung karena malam-malam Wirley yang berakhir di meja komputer. Namun, sering kali pula ia merasa kecut dan kerdil di hadapan istrinya. Wirley menyadari bahwa dirinya tak becus menjadi kepala rumah tangga, menyadari keadaan ekonomi keluarga yang belum membaik, juga sikap lemah lembut Mijeni yang tahan pada penderitaan. Kadang Wirley merasa kasihan kepada istrinya itu, kadang ia merasa beruntung memperistri Mijeni, kadang ia juga menyumpah mengapa Mijeni begitu bodoh bersedia bersuamikan dia.

Mijeni tidur sendirian di dalam kamar setelah mematikan komputer. Ia membiarkan pintu kamar terbuka sehingga suaminya bisa masuk kapan saja seandainya tiba-tiba terbangun. Beberapa waktu lamanya mata Mijeni belum bisa terpejam. Pikirannya melayang pada lumbung beras yang kian menipis isinya. Beras melangit harganya. Mijeni tak pernah bisa mengerti, tetapi selalu bisa memaklumi tentang harga beras. Wirley suaminya pernah menjelaskan perihal hasil diskusinya dengan beberapa kawan tentang beras, tetapi Mijeni tetap tak bisa memahaminya.

Awal tahun ini harga beras melambung tinggi. Stok beras dikhawatirkan tidak mencukupi. Pemerintah mengimpor beras dari Vietnam. Padahal, berita di radio menyebutkan bahwa Departemen Pertanian memberi laporan produksi beras surplus sekian ton. Lalu, mengapa harus impor beras? Mengapa harga beras begitu tinggi ? Menggapai pula harus makan nasi?

Mijeni tak mampu memecahkan teka-teki serumit itu. Ia hanya tahu suaminya mudah merasa lapar dan ia harus menyiapkan makanan. Ia sendiri selalu makan dengan porsi yang sedikit. Mijeni membawa perkara itu ke dalam tidurnya. Ia bermimpi menjelma Dewi Sri yang menangis menyaksikan para petani padi tidak makan nasi dari beras hasil jerih payahnya. Daripada beras dibikin nasi mending dijual buat beli pupuk. Petani menerima dengan ikhlas makan umbi agar pemerintah tidak khawatir cadangan makanan pokok habis atau agar produksi beras surplus dan bisa diekspor.

“Mijeni !!!”

Mijeni terbangun oleh teriakan Wirley dari luar kamar. Tergesa-gesa ia menghampir suaminya.

“Siapa yang mematikan komputer?” tanya Wirley.

“Aku mencabut stop kontaknya.” Mijeni menjawab gugup.

“Tulisan di dalamnya berharga ratusan ribu, aku belum menyimpannya, dan kau mematikan komputernya.” Wirley geram. Mijeni sangat merasa seakan-akan ia telah menghilangkan benda suaminya.

“Maafkan aku!” Mijeni mengiba.

“Maaf? Otakku terbatas dan kau seenaknya minta maaf ? Naskah itu seharga ratusan ribu.” Wirley putus asa, “ Ini salahmu !” tuduhnya, “Aku tak bisa menggajimu seminggu ini.” Lanjutnya.

Beberapa hari lumbung beras Mijeni benar-benar kosong. Wirley tak mau tahu dan terus-menerus menyiksa perasaan Mijeni dengan rasa

laparnya. Cacing-cacing dalam perut Wirley sudah pada demonstrasi sehingga membuat perutnya melilit. Sekali lagi Mijeni terharu oleh ketidakberdayaan suaminya melawan nafsu makannya sendiri.

Mijeni lantas memberanikan diri untuk ngutang beras di toko Babah Liong. Babah Liong marah-marah dan tidak mengizinkannya. Mijeni pulang ke rumah dengan rasa kecewa dan rasa bersalah yang berlipat-lipat. Ketika ia melihat wajah tak berdaya suaminya, terbersit keinginannya untuk mencuri beras saat Babah Liong tidak ada di toko. Maka terjadilah, pada waktu Babah Liong meninggalkan toko, hanya ada seorang penjaga, suasana sudah sepi, Mijeni bermaksud melaksanakan niatnya.

Mijeni mengendap-endap menuju gudang beras. Namun, Mijeni bukan pencuri, jadi ia tidak pandai mencuri. Ia ketakutan dan gugup. Tangannya gemetar saat menyentuh plastik-plastik beras Babah Liong. Mijeni kurang cekatan sehingga beberapa kantong plastik beras terjatuh dan beras berceceran. Penjaga toko itu memergokinya, kontan Mijeni lari terbirit-birit. Penjaga toko berteriak kesetanan.

“Maling ... maling !!!”

Penjaga toko lari mengejar. Teriakannya membuat orang-orang di sekitar toko ikut mengejar. Sambil terus berlari seseorang bertanya kepada penjaga toko,

“Maling itu mencuri apa ?”

“Beras! Tadi ia di gudang beras,” jawab penjaga toko.

“Tapi dia tidak membawa apa-apa,” seseorang berkata lagi.

“Ia tetap harus ditangkap untuk mengetahui motifnya berada di gudang beras, mungkin saja ia menaruh bom,” penjaga toko berprasangka.

“Kau yakin ia membawa bom?”

“Tentu!”

“Kau benar-benar yakin?” desak seorang itu.

“Bukankah segala hal mungkin.” ragu-ragu penjaga toko menjawab.

Belum sempat seseorang itu bertanya lagi, terdengar letupan dari gudang beras Babah Liong. Gudang beras itu terbakar. Secepat kilat seseorang itu mengeluarkan pistol dari balik bajunya, lalu berlari lebih cepat meninggalkan orang-orang dan penjaga toko yang ternyata bisa tertinggal jauh oleh Mijeni. Seseorang itu mengarahkan moncong pistol kepada Mijeni.

Secara mengejutkan, Mijeni merasakan benda asing menembus bahunya meskipun ia sadar bahwa dengan cara apa pun maut telah menjemput. Wajah Wirley melintas-lintas dalam pikirannya, Wirley yang kelaparan, Wirley yang tak berdaya, Wirley yang menyedihkan, Wirley yang malang, Wirley yang tersayang. Pandangan matanya yang kian buram kini menjadi benar-benar gelap. Mijeni roboh bersimbah darah.

Keesokan paginya Wirley membaca koran setempat yang memberitakan bahwa seorang perempuan berinsial Mj, yang diduga kuat terkait jaringan teroris tewas ditembak polisi setelah meledakkan gudang beras Babah Liong. Kerugian yang diderita Babah Liong diperkirakan mencapai sekian ratus juta dan ditutup oleh pihak asuransi. Ia bergegas pulang ke rumah dari tempat rentalan untuk minum kopi dan menceritakan peristiwa tersebut kepada Mijeni.

Format penilaian menanggapi cara pembacaan cerpen oleh Winanti

No
Uraian/Indikator
Penilaian
Score
Keterangan
1.
2.
3.
4.
5.
6.
Kekuatan vokal
Intonasi
Pelafalan
Interpretasi
Teknik/representatif/
pembacaan
Penampilan umum
75
80
80
80
75
85
Karakter vokal sesuai isi cerpen.
Intonasi tepat.
Pelafalan jelas.
Interpretasi tidak menyimpang.
Teknik penyampaian secara lisan
lugas tapi kurang didukung gestur.
Penampilan menarik.

Total Skor
475


Keterangan score:
10 – 50 = Cukup
60 – 80 = Baik
85 – 90 = Sangat baik
100 = Sempurna

Kesimpulan: Wiranti memiliki kecakapan baik dalam membacakan cerita pendek.

Sumber http://www.ilmubindo.com/

Tuesday, October 24, 2017

CERITA LUCU TEMA PENGALAMAN PRIBADI TERBARU

My First Love 
Karya  Asep Rian Maulana

Mimin melangkahkan kakinya dengan perlahan. tubuhnya gemetar dan diiringi oleh detakan jantungnya yang terus berdetak kencang. ia masih menggunakan seragam sma nya dengan rok abu-abunya yang panjang. Sudah beberapa kali ia mengusap wajahnya yang penuh dengan keringat. Tetapi ia tetap berjalan menuju kepada seseorang. dengan perasaan yang pasti,dan ia hanya butuh sebuah jawaban dari seseorang. untuk memulai atau mengakhiri perasaannya. Kepada seseorang yang ia cintai,seseorang yang menjadi first love nya sejak dulu.


Tinggal beberapa langkah lagi,ia sudah ada dibelakang pria remaja berjaket merah itu. Rindangnya pohon membuat sinar mentari tak menyinari mereka berdua,bayangannya bersembunyi entah kemana. daun daun kering berterbangan dan mampir ke sebuah topi merah yang terpakai di rambut hitam. Ia mengambilnya dan kedua matanya yang coklat menatap daun kering itu,sebuah ketenangan yang berhasil ia dapatkan.

" Ma-maman..." Mimin berusaha memanggilnya meskipun suaranya sulit dikeluarkan karena rasa gugupnya.

" Mimin ?." Dia menoleh kebelakang,melihat gadis cantik berambut panjang itu.

" Ma-Maman...aku...aku.." Dia berusaha menahan rasa gugupnya dan mengumpulkan sejuta keberanian pada dirinya.

" Ada apa min ? Apa kau ingin membicarakan soal karedok yang kemarin kau kirim kepadaku?, sudah aku terima kok." Senyuman manis darinya membuat Mimin semakin siap mengutarakan perasaanya.

" Bukan itu...Aku...Aku ingin mengucapkan sesuatu kepadamu.." Mimin menegakan tubuhnya,kedua matanya yang menatap Maman dengan pasti.

" Apa itu ?." Satu alisnya ia naikan keatas,tanda ia penasaran.

" Aku mencintaimu !!." Dua kata itu menggelegar di dua hati.

" Ehhh ? kau pasti sedang bercanda bukan...Kau...Mimin ??.." Maman melihat air mata Mimin sudah membasahi kedua pipinya,tanda bahwa itu adalah keseriusan.

Bagaikan halilintar yang langsung menyambar hati Maman,ia tak percaya apa yang baru saja gadis itu ucapkan. ia tak tahu harus mengucapkan apa,hatinya bingung dan panik. Mimin mempersiapkan hatinya untuk jawaban yang akan diberikan kepadanya.

" Mimin...Aku.......Aku menghargai perasaanmu. Tapi aku..." Maman menggaruk kepalanya yang tak gatal.

" Apa kamu menerimaku ?." Mimin mengusap air mata dan siap dengan jawaban Maman.

" Aku tak bisa menerimamu...."

Empat kata yang keluar dari pita suara Maman sukses memecut hati gadis itu. Ia begitu tak percaya kalau orang yang paling ia sayangi akan mengatakan itu kepada dirinya. Kepalanya ia tundukan dan tak terima dengan jawaban itu.

" Ke-kenapa ?." Mimin mengeluarkan suaranya yang terdengar menahan tangisan.

" karena aku sudah memilih seorang gadis....Seorang gadis yang sudah aku cintai sejak dulu..." Maman mengalihkan pandangannya.

Ia tak berani melihat wajah Mimin yang menahan tangisannya,sungguh benar-benar tidak sanggup.

" Siapa ? Siapa gadis itu ?."

" Nenekmu...."

Krik....krik....krik...krik....

" NENEK!!!!! kenapa kau merebut gebetanku lagi!!!!!..."

-End-

Sumber http://www.guruberbahasa.com/