Showing posts with label Balap sepeda. Show all posts
Showing posts with label Balap sepeda. Show all posts

Tuesday, October 31, 2017

Spesialisasi Utama Dalam Balap Sepeda Jalan Raya (Jenis pembalap)

Di dalam disiplin olahraga balap sepeda, pembalap yang berbeda akan memiliki perbedaan kekuatan dan kelemahan. Tergantung pada hal tersebut, pembalap cenderung menyukai event dengan lintasan yang berbeda, dan melakukan tugas taktik yang berbeda dalam sebuah tim.

Spesialisasi utama dalam balap sepeda jalan raya adalah:
  • Tanjakan
  • Puncheur
  • Time trialis
  • Sprinter
  • Penolong
  • Segala medan 

Tanjakan
 pembalap yang berbeda akan memiliki perbedaan kekuatan dan kelemahan Spesialisasi Utama Dalam Balap Sepeda Jalan Raya (Jenis pembalap)
Marco Pantani, Jenis pembalap spesialisasi tanjakan
Seorang spesialis tanjakan, adalah pembalap sepeda yang dapat berkendara dengan baik di jalan dengan tanjakan terjal, yang dapat dilakukan di daerah perbukitan atau pegunungan.


Puncheur

Puncheur adalah jenis dari pembalap sepeda jalan raya yang memiliki spesialisasi di jalur variatif dengan tanjakan pendek namun terjal. Balap ideal bagi jenis pembalap ini adalah balap satu hari. Balap ini memiliki karakteristik tanjakan bukit dengan kemiringan 10 - 20% dengan panjang 1-2km, contohnya Liege-Bastogne-Liege, Mur de Huy di Flèche Wallonne dan Manayunk Wall di Philadelphia International Championship. Fisik dari jenis pembalap ini memungkinkan mereka untuk melarikan diri dari peloton melalui kayuhan cepat umumnya dengan bantuan rekan tim. Contoh pembalap antara lain Philippe Gilbert, Paolo Bettini, Danilo Di Luca dan Peter Sagan, yang mampu melakukan sprint pada tanjakan pendek untuk memenangkan satu tahapan di balap tahapan atau balap satu hari. Namun ketahanan mereka yang rendah adalah kerugian di balap tahapan yang umumnya memiliki panjang tanjakan 5 - 20 km, meskipun dengan kemiringan lebih rendah antara 5 - 10%.


Time trialis

Seorang time trialis adalah seorang pembalap sepeda jalan raya yang dapat mempertahankan kecepatan tinggi dalam jangka waktu yang panjang, untuk memaksimalkan performa saat individual atau team time trial. Istilah cronoman, juga digunakan untuk menggambarkan seorang trialist. Dalam balap individual time trial tradisional, pembalap berangkat sendirian (tidak dalam kelompok atau peloton) dengan jeda waktu tertentu, umumnya antara satu hingga lima menit, dan berusaha menyelesaikan lintasan secepat mungkin. Untuk meningkatkan kecepatan keseluruhan seorang time trialis harus mampu mempertahankan kestabilan usaha sepanjang lintasan, yang dapat diukur pda setiap pembalap di ambang laktat (LT) atau ambang aerobik (AT). Time trialist terbaik (seperti Miguel Indurain, David Millar, Ellen van Dijk, Tony Martin dan Fabian Cancellara), dipecayai memiliki kekuatan sangat tinggi di LT/AT, sehingga dapat mempertahankannya selama time trial.

Untuk dapat menjadi time trialis sukses, seorang pembalap harus mempunyai postus aerodinamika yang baik dan mempu mengambil oksigen dalam jumlah besar. Kemampuan aerodinamika dapat ditingkatkan pula dengan menggunakan baju, sepatu, dan helm khusus.

Teknologi sepeda juga penting untuk time trial. Dengan menggunakan komponen aerodinasmis, sebuah sepeda dapat dirancang untuk mengurangi koefisien hambatan, memungkinkan pembalap untuk mengurangi waktu tempuh hingga dalam hitungan menit pada lintasan panjang.

Time trial bisa menjadi bagian dari balap satu hari maupun balap tahapan. Dengan mengikutsertakan time trialis dalam sebuah tim, tim dapat mengurangi waktu keseluruhannya secara dramatis.


Sprinter
 pembalap yang berbeda akan memiliki perbedaan kekuatan dan kelemahan Spesialisasi Utama Dalam Balap Sepeda Jalan Raya (Jenis pembalap)
Fabian Cancellara, Jenis pembalap spesialisasi Sprinter
Seorang sprinter balap sepeda adalah seorang pembalap sepeda jalan raya yang dapat mengakhiri balapan dengan akselerasi tinggi hingga mencapai kecepatan tertinggi, sering kali dengan menggunakan taktik bantuan tarikan dari beberapa anggota tim untuk menghemat energi.

Sebagai bagian dari penggunaan sprint sebagai taktik balap. sprinter juga dapat berkompetisi memperebutkan sprint intermediet (dalam bahasa Prancis disebut primes), seringkali untuk menyediakan tambahan pertunjukan di kota yang dilewati sepanjang jalur balap. Di balap tahapan, hasil yang diperoleh saat sprint intermediet dan hasil akhir dapat dikombinasikan sebagai klasifikasi poin. Sebagai contoh, pada klasifikasi poin di Tour de France, maillot vert (jaket hijau) dimenangkan oleh sprinter yang paling konsisten. Pada Tour de France, kompetitor yang paling sukses pada ategori ini adalah sprinter Jerman Erik Zabel, yang memenangkan enam jaket hijau di Tour de France (1996–2001).


Domestique/Penolong

Seorang domestique/Penolong adalah seorang pembalap sepeda jalan raya yang bekerja untuk kepentingan tim dan pimpinannya. Dalam bahasa Prancis, domestique diterjemahkan sebagai "pembantu" atau "servant". Penggunaan istilah ini dapat dilacak mulai tahun 1911, meskipun pembalap seperti ini sudah ada sebelumnya.

Sumber: https://id.wikipedia.org/wiki/Balap_sepeda_jalan_raya#Tim
Sumber https://aturanpermainan.blogspot.com/

Thursday, October 26, 2017

7 Taktik Balap Sepeda Jalan Raya

 Taktik menguntit dalam Balap Sepeda Jalan Raya 7 Taktik Balap Sepeda Jalan Raya
 Taktik menguntit dalam Balap Sepeda Jalan Raya
Dalam olahraga balap sepeda jalan raya diperlukan suatu trik guna melancaarkan suatu perjalanan. Meskipun tujuan sebuah balapan sangat sederhana – menjadi pembalap pertama yang mencapai garis finish – sejumlah taktik perlu diterapkan.


1. Drafting/menguntit

Taktik ini dilakukan berdasarkan keuntungan aerodinamika dari drafting, di mana pembalap dapat secara signifikan mengurangi kebutuhan tenaga untuk mengayuh pedal dengan mengekor secara dekat di wilayah bebas hambatan udara dari pembalap di depannya. Membalap dalam kelompok utama, atau peloton, dapat menyimpan energi hingga sebanyak 40% dibandinkan dengan energi yang dibutuhkan untuk membalap sendiri. Beberapa tim memilih pemimpin, sedangkan pembalap yang lain ditugaskan mengurangi hambatan angin dan posisi bagus dari pemimpin hingga dalam kondisi penting. Hal ini dapat dimanfaatkan sebagai kelebihan atau kekurangan sebuah pembalap; pembalap dapat bekerjasama dan saling mengekor satu sama lain untuk berkendara dalam kecepatan tinggi (sebuah garis cepat ayau eselon), atau seorang pembalap dapat bertahan di belakang pesaingnya, memaksa lawan untuk menghabiskan tenaga lebih banyak sehingga lebih cepat lelah. Drafting tidak diizinkan dalam individual time trial.


2. Memisahkan diri

Sekelompok pembalap yang "memisahkan diri" (disebut "pecahan") dari peloton memiliki kebebasan dan ruang lebih banyak, dan pada saat tertentu dapat menjadi keuntungan. Dengan bekerja sama secara halus dan efisien, sebuah kelompok dapat mempertahankan kecepatan yang lebih itnggi daripada peloton, dalam kondisi pembalap dalam peloton tidak termotivasi atau bekerjasama untuk mengejar kembali. Umumnya seorang pembalap akan mencoba untuk memisahkan diri dengan melakukan serangan dan berkendara menjauh untuk mengurangi pesaing. jika pecahan tidak berhasil dan kelompok pembalap kembali berkumpul, seorang sprinter sering kali mengalahkan pesaing di kilometer terakhir. Kerjasama antar pembalap, apabila direncanakan maupun tidak, sangat berperan dalam banyak aspek: mencegah atau membantu pecahan sukses, dan kadang kala membantu mengirimkan sprinter ke depan.


3. Medan dan kondisi

Untuk menciptakan lintasan yang lebih selektif, sebuah tahapan seringkali dilengkapi dengan bagian sulit seperti tanjakan terjal, turunan cepat, atau kadang kala permukaan yang sangat teknis (seperti jalur paving yang digunakan di balap Paris–Roubaix). Juga cuaca juga menjadi faktor penentu. Pembalap kuat dapat meninggalkan pembalap lebih lemah pada bagian tersebut, mengurangi jumlah pesaing yang dapat memenangkan pertandingan.


4. Tanjakan

Tanjakan merupakan tempat yang bagus bagi seorang pembalap tunggal untuk mencoba memisahkan diri dari kelompok, karena kecepatan berkendara yang lebih rendah scara signifikan mengurangi keuntungan menguntit di dalam kelompok. Pembalap tersebut dapat memperbesar jarak pada saat menurun karena menuruni bukit sendiri di luar kelompok memungkinkan ruang bermanuver lebih banyak dan akhirnya memberikan kecepatan lebih tinggi dibandingkan di dalam kelompok. Sebagai tambahan karena kelompok pembalap akan menjaga jarak demi keselamatan, keuntungan drafting akan berkurang juga. Jika aksi ini dilakukan saat berada dekat dengan target (kelompok terdepan atau garis finish), berkendara dalam jalan datar tidak cukup jauh untuk membiarkan efek drafting bekerja maksimal (di mana akan berfungsi sepenuhnya) yang membuat kelompok utama dapat mengejar, maka pembalap tersebut akan berhasil.


5. Angin samping

Kondisi angin dapat membuat sebuah lintasan mudah menjadi selektif. Angin samping, membuat pembalap pelingung harus berada posisi diagonal di sekitar pembalap utama. Dengan memisahkan diri pada saat tersebut, menguntit pembalap akan sulit dilakukan dari belakang, sehingga pembalap yang lebih lemah akan tertinggal dan peloton akan terpecah. Mengambil keuntungan ini jarang sekali dilakukan di balap tahapan karena banyak alasan, namun umum menjadi penentu di balap satu hari, khususnya di Belgia dan Belanda.


6. Kecepatan

Selain harus memiliki stamina yang bagus, pembalap yang sukses harus mengembangkan kemampuan mengendalikan sepeda yang sempurna karena harus mengendarai sepeda dalam kecepatan tinggi dalam jarak yang sangat dekat dengan sekumpulan pembalap lain. Pembalap individu dapat mencapai kecepatan 110 km/h (68 mph) saat menuruni jalanan pegunungan dan mungkin mencapai kecepatan 60–80 km/jam (37–50 mph) saat sprint terakhir menjelang garis finish.


7. Gruppetto

Dalam balap yang lebih terorganisir, sebuah mobil penyapu mengikuti pembalap di belakang untuk mengangkut pembalap yang tertinggal terlalu jauh. Dalam balap tahapan profesional, terutama di Tour de France, pembalap yang tidak dalam posisi memenangkan balapan atau bertugas membantu rekannya, akan berusaha mencatat waktu dengan prosentase tertentu dari catatan waktu pemenang untuk diizinkan kembali membalap di keesokan harinya. Seringkai pembalap yang berada dalam situasi sama akan bekerja sama untuk mengurangi usaha yang dibutuhkan untuk mencapai garis finish sebelum batasan waktu; kelompok pembalap ini dikenal sebagai gruppetto atau autobus. Dalam balap satu hari, pembalap yang tidak lagi mempengaruhi hasil akhir umumnya akan mengundurkan diri, meskipun mereka tidak cedera atau mampu mencapai garis finish.


Sumber
: https://id.wikipedia.org/wiki/Balap_sepeda_jalan_raya
Sumber https://aturanpermainan.blogspot.com/

Wednesday, October 25, 2017

Jenis-Jenis Balap Sepeda Jalan Raya

 adalah sebuah olahraga balap sepeda yang dilakukan di jalan umum dengan perkerasan Jenis-Jenis Balap Sepeda Jalan Raya
Balap Sepeda Jalan Raya adalah sebuah olahraga balap sepeda yang dilakukan di jalan umum dengan perkerasan. Istilah "balap jalan raya" umumnya dilakukan di sebuah event di mana pembalap yang berkompetisi berangkat secara bersamaan (kecuali pada event dengan kemampuan khusus) dengan pemenangnya adalah pembalap yang mencapai garis finish pertama kali (individual dan team time trial adalah bentuk lain dari balap sepeda jalan raya). Berikut ini kami sajikan Jenis-jenis balap sepeda jalan raya:
  1. Balap satu hari
  2. Time trial
  3. Balap satu hari nokturnal
  4. Balap tahapan
  5. Ultramarathon

Balap satu hari

Jarak balapan bervariasi mulai dari beberapa kilometer hingga lebih dari 200 km. Lintasan dapat berupa perjalanan dari satu tempat ke tempat lain atau terdiri dari satu atau lebih putran dalam sebuah sirkuit; beberapa lintasan menggabungkan keduanya, sebagai contoh berangkat dari sebuah lokasi dan diakhiri dengan beberapa putaran di sebuah sirkuit (umumnya untuk menyediakan tontonan yang menarik bagi penonton). Races over short circuits, often in town or city centres, are known as criteriums. Beberapa balapan dirancang untuk mempertandingkan pembalap dengan kategori kemampuan dan usia yang berbeda, di mana kelompok pembalap terlambat berangkat pertama dan pembalap cepat di kelompok terakhir sehingga harus berusaha lebih keras untuk mengejar pembalap di depannya.


Time trial

Sebuah balap individual time trial (ITT) adalah event di mana pembalap memacu sepeda sendirian melawan waktu pada lintasan datar atau bergunung-gunung. Sebuah balap team time trial (TTT), termasuk team time trial dua orang, adalah event di mana tim dengan jumlah pembalap tertentu bersama-sama bertarung melawan waktu. Pada kedua event tersebut, pembalap atau tim akan berangkan satu-persatu sehingga catatan waktunya dapat dihitung secara fair. Tidak seperti individual time trial di mana pembalap dilarang mengekor dari belakang (untuk memperoleh bantuan aerodinamika) dan saling membantu, di team time trial, pembalap pada masing-masing tim bekerja sama secara bergantian berada di depan untuk menarik rekannya di belakang. Jarak lintasan bervariasi mulai dari beberapa kilometer (umumnya disebut prolong, sebuah balapan dengan panjang lintasan kurang dari 5 mil ( 8 km), dingunakan untuk menentukan pembalap yang menggunakan jaket pimpinan di etape pertama) hingga 60 dan (sangat jarang) lebih dari 100 km.


Balap satu hari nokturnal

Balap Nokturnal (malam), seperti Shropshire Star Newport Nocturne dan Athens Twilight, diadakan untuk menarik penonton lebih banyak.


Balap tahapan

Balap tahapan terdiri dari beberapa balapan, atau tahapan (etape), dilalui dalam beberapa hari berurutan. Pembalap dengan jumlah waktu paling singkat dinyatakan menjadi pemenang keseluruhan, atau klasifikasi umum. Balap tahapa juga memberikan gelar lain, seperti juara tahapan, juara klasifikasi poin, dan juara raja tanjakan (atau klasifikasi gunung). Sebuah balap tahapan dapat terdiri dari beberapa balapan umum dan individual time trial (beberapa event juga memasukkan team time trial). Juara tahapan adalah orang pertama yang elintasi garis finish atau individu (atau tim) dengan catatan waktu terkecil pada tahapan tersebut. Juara keseluruhan adalah pembalap dengan jumlah waktu total paling singkat untuk menyelesaikan seluruh tahapan (umumnya, seorang pembalap tidak harus memenangkan seluruh tahapan untuk menjadi juara keseluruhan).



Ultramarathon

Balapan ini dilakukan pada balapan tungal dengan jarak tempuh sangat jauh yang dilakukan tanpa henti dari start hingga finish. Balapan ini umumnya berlangsung beberapa hari dan pembalap beristirahat sesuai dengan waktu yang mereka butuhkan sendiri, dengan pemenang adalah orang yang mencapai garis finish pertama. Balap ultramarathon yang paling terkenal adalah Race Across America (RAAM), sebuah balap non stop dari pantai ke pantai di mana pembalap hars menyelesaikan jarak sejauh 3.000 mil dalam sepekan. Balap ini diadakan oleh Ultra Marathon Cycling Association (UMCA).


Sumber: https://id.wikipedia.org/wiki/Balap_sepeda_jalan_raya
Sumber https://aturanpermainan.blogspot.com/