Showing posts with label Teks Eksplanasi. Show all posts
Showing posts with label Teks Eksplanasi. Show all posts

Monday, September 11, 2017

Langkah-Langkah Menulis Teks Eksplanasi

IndoINT.com_ Kali ini admin akan membagikan materi tentang langkah-langkah menulis Teks Eksplanasi dalam pembelajaran Bahasa Indonesia. Semoga artikel kali ini dapat membantu kalian dalam mencari referensi tentang bagaimana langkah-langkah menulis Teks Eksplanasi.

Sebelum menyusun teks eksplanasi, kamu dapat membuat langkah-langkah penulisan. Langkah-langkah tersebut bertujuan untuk mempermudah kerja penulis. Langkah-langkah tersebut meliputi menentukan topik teks, mengumpulkan referensi, menyusun kerangka teks, dan menyunting teks.

 Kali ini admin akan membagikan materi tentang langkah Langkah-Langkah Menulis Teks Eksplanasi
www.IndoINT.com
  •  Menentukan Topik
Sebuah teks tidak akan pernah ada tanpa topik. Teks tersebut ditulis untuk menjelaskan topik tertentu. Dalam teks yang baik akan dibahas sebuah topik utama secara fokus. Topik tersebut merupakan landasan penulis dalam menjabarkan uraiannya.

Dalam menentukan topik perlu diperhatikan beberapa aspek. Pertama, topik harus menarik. Topik menarik dipilih berdasarkan fenomena yang sedang dibicarakan masyarakat. Salah satu contohnya di suatu baru saja terjadi fenomena hujan es. Penulisnya pun memilih topik tentang proses terjadinya hujan es.

Kedua, topik yang dipilih disesuaikan dengan bidang studi penulis. Penulis yang ahli di bidang fisika sebaiknya memilih topik tentang fenomena alam. Jika penulis belum menguasai bidang tertentu, penulis dapat memilih topik yang disukainya.

Ketiga, pilih topik yang jarang ditulis orang lain. Topik tentang proses terjadinya hujan sudah sering ditulis. Penulis dapat memilih topik lain tentang hujan. Salah satunya adalah proses terjadinya hujan es di Indonesia.
  • Menyusun Kerangka Teks
Kerangka teks adalah gambaran pola yang akan dikembangkan. Kerangka tersebut dibentuk mulai dari yang sederhana hingga rumit. Secara sederhana, kerangka teks hanya terdiri atas tiga pembagian yaitu identifikasi fenomena, proses kejadian, dan ulasan. Di setiap bagian tersebut diberi sub-subtopik. Secara lebih rumit, penulis membuat kerangkalebih detail. Penulis menentukan jumlah paragraf dan membuat kalimat utama setiap paragraf. Penulis juga menambahkan ilustrasi contoh-contoh yang diperlukan. Kemudian, penulis melengkapinya dengan catatan rujukan ke referensi-refensi yang pernah dibaca.

Penulis dapat menyusun kerangka dengan mengembangkan topik utama ke dalam rincian-rincian topik yang lebih spesifik. Topik itu dapat disusun dengan urutan kronologis atau kausalitas.

Sumber http://www.ilmubindo.com/

Cara Meringkas Teks Eksplanasi Edisi Revisi Terbaru

IndoINT.com_ Meringkas adalah menyajikan suatu karangan dalam bentuk lebih singkat. Saat meringkas, kita harus dapat menentukan ide-ide pokok suatu karangan panjang. Ide-ide pokok tersebut disusun dalam sebuah tulisan singkat. Meringkas bertujuan agar pembaca mudah memahami isi suatu karangan panjang. Berikut ini langkah-langkah meringkas teks eksplanasi edisi revisi terbaru.
adalah menyajikan suatu karangan dalam bentuk lebih singkat Cara Meringkas Teks Eksplanasi Edisi Revisi Terbaru
  1. Peringkas harus membaca karangan yang akan diringkas secara menyeluruh. Agar peringkas benar-benar memahami isi karangan, peringkas dapat membacanya sebanyak dua sampai tiga kali.
  2. Peringkas mencari ide-ide pokok dalam karangan. Peringkas dapat menemukan ide pokok di setiap paragraf karangan tersebut.
  3. Peringkas menyusun ide-ide pokok tersebut menjadi kalimat-kalimat pendek.
  4. Jika memungkinkan, ringkasan tersebut lebih dipadatkan atau diringkas lagi.
  5. Peringkas dapat memadukan dan menceritakan kembali dengan menggunakan kata-kata sendiri.
Selamat meringkas yah!!
Sumber http://www.ilmubindo.com/

Ciri-Ciri Teks Eksplanasi Edisi Revisi Terbaru

IndoINT.com_ Kali ini admin akan membagikan artikel tentang ciri-ciri teks Eksplanasi dalam pembelajaran Bahasa Indonesia. Semoga materi yang admin bagikan kali ini dapat bermanfaat buat peserta didik dalam mencari referensi tentang ciri-ciri Teks Eksplanasi.
 
Berikut adalah ciri-ciri teks eksplanasi.
  • Teks Eksplanasi Menggunakan Istilah -Istilah Teknis
Istilah teknis adalah istilah berkaitan dengan bidang ilmu tertentu. Jika sebuah teks eksplanasi menjelaskan fenomena alam, istilah-istilah teknis di bidang ilmu alam akan digunakan. Kadang-kadang makna istilah teknis ini jarang diketahui oleh pembaca. Pembaca dapat menemukan artinya di Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). Pembaca dapat pula mencari arti kata di kamus istilah. Kamus istilah ialah kamus khusus yang berisi istilah-istilah di bidang tertentu. Istilah-istilah teknis juga sering diganti menjadi istilah-istilah populer. Penggantian ini dilakukan agar pembaca awam mudah memahami teks.

 Kali ini admin akan membagikan artikel tentang ciri Ciri-Ciri Teks Eksplanasi Edisi Revisi Terbaru
 www.IndoINT.com
  • Teks Eksplanasi Menggunakan Kalimat Aktif dan Pasif.
Kalimat aktif adalah kalimat yang subjeknya melakukan pekerjaan. Contoh kalimat aktif, Andi membersihkan kelas. Dalam kalimat tersebut, Andi melakukan pekerjaan yaitu membersihkan kelas. Sebaliknya, kalimat pasif adalah kalimat yang subjeknya dikenai pekerjaan. Contoh kalimat pasif, Kelas dibersihkan oleh Andi. Dalam kalimat tersebut, kelas dikenai pekerjaan yaitu dibersihkan oleh Andi.

Ada perbedaan antara susunan kalimat aktif dan kalimat pasif. Kalimat aktif memiliki predikat kata kerja/verba bermakna 'melakukan pekerjaan'. Predikat tersebut diawali dengan imbuhan me-. Kalimat aktif memiliki susunan subjek, predikat, dan objek. Dalam contoh sebelumnya, Andi merupakan subjek. Kata membersihkan merupakan predikat. Kata kelas merupakan objek.

Kalimat pasif memiliki predikat kata kerja/verba berawalan di-. Subjek dalam kalimat aktif menjadi objek dalam kalimat pasif. Sebaliknya, objek dalam kalimat aktif menjadi subjek dalam kalimat pasif. Susunan unsur-unsur kalimat aktif ini dapat dilihat dalam contoh kalimat kelas dibersihkan oleh Andi.
  • Teks Eksplanasi Menggunakan Kalimat Tanya (Interogatif) dan Kalimat Berita (Deklaratif)
Kalimat tanya adalah kalimat yang mengandung makna pertanyaan. Sementara itu, kalimat berita adalah kalimat yang mengandung pernyataan tertentu. Kalimatnya diakhiri tanda tanya, sedangkan kalimat berita diakhiri tanda titik.

Perhatikan contoh berikut!
1) Mengapa hujan turun?
2) Hujan turun karena pengaruh curah hujan tinggi.

Kalimat 1) merupakan contoh kalimat tanya. Kalimat 2) merupakan contoh kalimat berita.
  • Teks Eksplanasi Ditulis untuk Menjawab Pertanyaan Bagaimana
Kata tanya bagaimana membutuhkan jawaban berupa proses sesuatu terjadi. Teks eksplanasi ditulis untuk menjelaskan suatu fenomena atau peristiwa (kronologis). Oleh karena itu, penulis teks eksplanasi harus menguasai bidang yang ditulisnya. Contohnya, teks eksplanasi tentang proses terjadinya gempa bumi sebaiknya ditulis oleh ahli geologi.
  • Teks Eksplanasi Ditulis untuk Menjawab Pertanyaan Mengapa
Kata tanya mengapa membutuhkan jawaban berupa penjelasan sebab-akibat (kausalitas). Dengan kata lain, teks eksplanasi tidak hanya menjelaskan proses, tetapi juga menjelaskan hubungan sebab-akibat. Oleh karena itu, penulis teks eksplanasi harus dapat menganalisis proses terjadinya sesuatu. Hasil analisis tersebut dipaparkan dalam sebuah teks eksplanasi.
  • Teks Eksplanasi Ditulis Berdasarkan Hasil Penelitian Ilmiah
Penelitian dapat dilakukan oleh penulis atau orang lain. Jika penelitian dilakukan oleh orang lain, penulis cukup mengutip hasil penelitian tersebut dalam teks. Penulis menjadikan hasil penelitian tersebut sebagai sumber referensi. Untuk menghargai jasa peneliti tersebut, penulis dapat mencantumkan nama sang peneliti sebagai orang yang mengemukakan pendapat yang dikutip.

Sumber http://www.ilmubindo.com/

Sunday, September 10, 2017

Contoh Kaidah Kebahasaan Teks Eksplanasi Revisi Terbaru

IndoINT.com_ Teks eksplanasi memiliki kaidah-kaidah kebahasaan yang relatif berbeda dengan teks lainnya. Kaidah-kaidah yang dimaksud sebagai berikut.

a. Menggunakan konjungsi, kausalitas, antara lain sebab, karena, oleh sebab itu, oleh karena itu, dan sehingga.
Contoh:
Lapisan udara panas yang berada dekat dengan tanah akan terperangkap oleh lapisan udara dingin yang berada di atasnya. Oleh karena itu, cahaya mengalami pembiasan secara horizontal pada pandangan. Pembiasan tersebut bergerak ke atas karena pengaruh internal total.

b. Menggunakan konjungsi kronologis (hubungan waktu), seperti kemudian, lalu, setelah itu, pada, dan akhirnya.
Contoh:
Air-air tersebut umumnya mengalami proses penguapan atau evaporasi akibat terkena panas matahari. Air yang menguap melayang ke udara, lalu bergerak menuju awan yang tinggi.

kaidah kebahasaan yang relatif berbeda dengan teks lainnya Contoh Kaidah Kebahasaan Teks Eksplanasi Revisi Terbaru
www.IndoINT.com

c. Menggunakan kata benda yang merujuk pada jenis fenomena, bukannya pada kata ganti penceritanya.
Contoh:
Surabaya, hujan asam, fatamorgana, banjir, dan gaya hidup.

d. Menggunakan kata istilah sesuai dengan topik yang dibahas.
Contoh:
Proses terjadinya angin puting beliung erat kaitannya dengan keberadaan awan Kumulonimbus (Cb). Awan Cb terbentuk oleh uap air hasil penguapan intensif. Dalam waktu tertentu, uap air itu akan terangkut ke bawah awan Cumulus, awan Cumulus biasa tumbuh dari awan-awan stratus yang kemudian berkembang menjadi awan cumulus. Temperatur di dalam awan lebih hangat dibanding dengan suhu udara di sekitarnya.

Sumber http://www.ilmubindo.com/