Showing posts with label Teks Deskripsi. Show all posts
Showing posts with label Teks Deskripsi. Show all posts

Thursday, August 24, 2017

Cara Mencari Kata Baku dan Tidak Baku dalam Semua Jenis Teks dalam bahasa Indonesia

IndoINT.com_ Kata baku adalah kata yang digunakan sudah sesuai dengan pedoman atau kaidah bahasa yang telah di tentukan, Atau kata baku merupakan kata yang sudah benar dengan aturan maupun ejaan kaidah bahasa Indonesia dan sumber utama dari bahasa baku yaitu Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). Kata baku umumnya sering digunakan pada kalimat yang resmi, baik itu dalam suatu tulisan maupun dalam pengungkapan kata-kata.

Kata-kata baku yaitu kata yang digunakan sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia yang sudah di tentukan sebelumnya dan suatu kata bisa disebut dengan kata tidak baku jika kata yang digunakan tidak sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia. ketidakbakuan suatu kata bukan hanya ditimbulkan oleh salah penulisan saja, akan tetapi bisa juga disebabkan oleh pengucapan yang salah dan penyusunan suatu kalimat yang tidak benar. Biasanya kata tidak baku selalu muncul dalam percakapan kita sehari-hari.

Kata tidak baku adalah kata yang digunakan tidak sesuai dengan pedoman atau kaidah bahasa sudah ditentukan. Biasanya kata tidak baku sering digunakan saat percakapan sehari-hari atau dalam bahasa tutur. Adapun faktor-faktor yang dapat menyebabkan munculnya kata tidak baku, yang diantaranya sebagai berikut ini:
  • Yang menggunakan bahasa tidak mengetahui bentuk penulisan dari kata yang dia maksud.
  • Yang menggunakan bahasa tidak memperbaiki kesalahan dari penggunaan suatu kata, itulah yang menyebabkan kata tidak baku selalu ada.
  • Yang menggunakan bahasa sudah terpengaruh oleh orang-orang yang terbiasa menggunakan kata yang tidak baku.
  • Dan yang terakhir, yang menggunakan bahasa sudah terbiasa memakai kata tidak baku.
Bacalah teks berikut, lalu temukan kata tidak baku dalam bacaan. Selanjutnya gantilah kata-kata tersebut dengan bentuk bakunya.

 Masjid Jamik di Bangka Belitung

adalah kata yang digunakan sudah sesuai dengan pedoman atau kaidah bahasa yang telah di te Cara Mencari Kata Baku dan Tidak Baku dalam Semua Jenis Teks dalam bahasa Indonesia
www.IndoINT.com

Mesjid Jamik termasuk masjid tua di Propinsi Kepulauan Bangka Belitung. Masjid ini dibangun pada tanggal 3 Syawal 1355 Hijriyah, tepatnya tanggal 18 December 1936 Masehi. Bangunan aseli Masjid Jamik ini berbentuk semi permanen, berdinding papan, berlantai semen, dan beratap genting. Jika masjid ini dilihat dari atas akan terlihat berbentuk seperti piramida. Bagian bawahnya melebar, sementara bagian atasnya menyempit.

Bangunan masjid Jamik ini bertingkat tiga. Lantai bawah digunakan untuk sholat jamaah dan pengajian. Ruangan di lantai bawah ini bisa menampung sekira enam ratus orang. Lantai kedua digunakan untuk menyimpan kitab-kitab kuning, buku-buku agama, tikar, dan perlengkapan lainnya. Lantai ketiga berfungsi sebagai menara tempat muazin mengumandangkan adzan.

Berikut adalah kata baku dan tidak baku dalam teks di atas.

NO
KATA
TIDAK BAKU
BAKU
1.
Propinsi
Provinsi
2.
Hijriyah
Hijriah
3.
Aseli
Asli
4.
Genting
Genteng
5.
Sholat
Salat
6.
Adzan
Azan
7.
Mesjid
Masjid
8.
December
Desember

Sumber http://www.ilmubindo.com/

Contoh Rujukan Kata, Kata Berimbuhan, dan Kelompok Kata dalam Teks Deskripsi

IndoINT.com_ Kali ini admin akan membagikan artikel mengenai contoh rujukan kata. kata berimbuhan, dan kelompok kata dalam teks deskripsi. Semoga artikel yang admin bagikan kali ini bermanfaat buat peserta didik dalam mencari referensi tentang rujukan kata, kata berimbuhan, dan kelompok kata dalam Teks Deskripsi. Selamat belajar semoga sukses.

Bacalah teks berikut, temukan rujukan kata, kata berimbuhan, dan kelompok kata dalam teks teks!

Kelenteng Kuang Fuk Muai

Kelenteng Kuang Fuk Muai merupakan salah satu kelenteng tertua di wilayah Kepulauan Bangka Belitung. Kelenteng ini berfungsi sebagai tempat beribadah masyarakat Tionghoa di Kepulauan Bangka Belitung. Kelenteng ini berada di salah satu sudut Pasar Mentok, Kabupaten Bangka Barat. Kelenteng Kuang Fuk Mai ini sering pula disebut Kong Fuk Nio. Kelenteng ini berdiri megah seraya menawarkan kedamaian hening.

 Kali ini admin akan membagikan artikel mengenai contoh rujukan kata Contoh Rujukan Kata, Kata Berimbuhan, dan Kelompok Kata dalam Teks Deskripsi
www.IndoINT.com

Kelenteng Kuang Fuk Mai seluas 392 m² ini memiliki halaman luas. Dua pilar utamanya dililit dua patung naga dan bergaya tucsan di pintu gerbangnya. Di tengah pintu kayu besar terdapat bokor besar berwarna keemasan. Bokor tersebut sebagai tempat menancapkan garu-garu yang dibakar. Di atas beranda terdapat lentera merah (ten lung) tergantung indah. Selain itu, kelenteng ini dilengkapi sejumlah altar untuk menempatkan patung dewa-dewa, Seperti Thien Kung (Tuhan Yang Maha Esa), Hok Tek Cin Sin (Dewa Bumi), Dewi Kwan Im, Dewa Langit, dan Dewi Laut.

Ketika memasuki kelenteng, peziarah atau pengunjung akan merasakan suasana lebih tenang. Dupa dan kayu garu yang dibakar menebarkan bau harum khas. Di kelenteng ini juga telah disediakan kertas-kertas karena biasanya sebagian peziarah ingin berdoa sambil membakar kertas di dua menara depan kelenteng.

Contoh Rujukan Kata yang Terdapat dalam Teks Tersebut.
* kelenteng tertua
* Kepulauan Bangka Belitung
* Kelenteng Kuang Fuk Mual
* Pasar Mentok
* Kabupaten Bangka Barat
* Tuhan Yang Maha Esa
* Dewa Bumi
* Dewi Kwan Im
* Dewa Langit
* Dewi Laut

Contoh Kata Berimbuhan yang Terdapat dalam Teks Tersebut.
* tertua
* berada
*berdiri
* menawarkan 
* kedamaian
* memiliki
* dililit
* bergaya 
* terdapat
* berwarna 
* keemasan
* menancapkan 
*dibakar
* tergantung
* dilengkapi
* sejumlah 
* menempatkan
* memasuki
*peziarah
* pengunjung
* merasakan
* menebarkan
* disediakan 
* mengakhiri
* berdoa
* membakar

Contoh Kelompok Kata yang Terdapat dalam Teks Tersebut.
* kelenteng tertua
* berdiri megah
* kedamaian hening
* halaman luas
* dua patung naga
* pintu kayu besar
* bokor besar
* berwarna keemasan
* dua lentera merah
* tergantung indah
* sejumlah altar
* bau harum khas
* dua menara depan kelenteng

Sumber http://www.ilmubindo.com/

Tuesday, August 22, 2017

Contoh Penggunaan Kata Berimbuhan, Kata Sifat, Kata Depan, dan Penggunaan Kata Bervariasi dalam Satu Medan Makna

IndoINT.com_ Kali ini admin akan bagikan materi bahasa Indonesia tentang penggunaan kata berimbuhan, kata sifat, kata depan, dan penggunaan kata bervariasi dalam satu medan makna.

1. Penggunaan Kata Berimbuhan

Kata Dasar                         : pohon
Imbuhan                             : pe- + -an
Proses Pembentukan Kata : pe- + pohon + -an

Kata Dasar                        : miring
Imbuhan                            : ke- + -an
Proses Pembentukan Kata : ke- + miring + -an

Kata Dasar                        : pandang
Imbuhan                            : peN- + -an
Proses Pembentukan Kata : peN- + pandang + -an

Kata Dasar                         : lukis
Imbuhan                             : -an
Proses Pembentukan Kata  : lukis +-an

 Kali ini admin akan bagikan materi bahasa Indonesia tentang penggunaan kata berimbuhan Contoh Penggunaan Kata Berimbuhan, Kata Sifat, Kata Depan, dan Penggunaan Kata Bervariasi dalam Satu Medan Makna
www.IndoINT.com

Kata Dasar                         : papar
Imbuhan                             : ter- 
Proses Pembentukan Kata  : ter- + papar

Kata Dasar                         : beri
Imbuhan                             : meN-
Proses Pembentukan Kata : meN- + beri

Kata Dasar                          : warna
Imbuhan                              : ber-
Proses Pembentukan Kata  : ber- + warna

Kata Dasar                          : merah
Imbuhan                              : ke- + -an 
Proses Pembentukan Kata  : ke- + merah + -an

2. Penggunaan Kata Sifat

Kata Sifat : rapat
Kalimat    : Pohon-pohon kelapa itu tumbuh di tanah lereng antara pepohonan lain yang rapat dan rimbun.

Kata Sifat  : lembut
Kalimat    : Selain pohon kelapa yang memberi kesan lembut, batang sengon yang lurus menjadi garis-garis tegak berwarna putih dan kuat.

Kata Sifat : segar
Kalimat    : Ada beberapa pohon aren dengan daun mudanya yang mulai mekar, kuning, dan segar.

Kata Sifat : besar
Kalimat    : Batang-batang jambe rowe, sejenis pinang dengan buahnya yang bulat dan lebih besar, memberi kesan purba pada lukisan yang terpajang di sana.

Kata Sifat : samar
Kalimat    : Dalam sapuan hujan panorama di seberang lembah itu terlihat agak samar.

3. Penggunaan Kata Depan

Kata Depan  : di
Kalimat       : Pohon-pohon kelapa itu tumbuh di tanah lereng antara pepohonan lain yang rapat dan rimbun.

Kata Depan : pada
Kalimat       : Namun, cuaca pada musim pancaroba sering mendadak berubah.

Kata Depan  : dari
Kalimat       : Sementara hujan turun dan angin makin kencang menyapa tiba-tiba awan tersibak dan sinar matahari langsung menerpa dari barat.

Kata Depan  : ke
Kalimat       : Angin kembali bertiup kencang sehingga pohon-pohon kelapa itu seakan hendak rebah ke tanah.

4. Penggunaan Pilihan Kata Bervariasi dalam Satu Medan Makna

Kata             : pemandangan
Variasi Kata : panorama

Kata              : cokelat
Variasi Kata  : cokelat kemerahan

Kata              : biru
Variasi Kata  : biru kelabu

Sumber http://www.ilmubindo.com/

Contoh Penggunaan Kata Khusus dan Penggunaan Huruf Kapital dalam Teks Deskripsi

IndoINT.com_ Kali ini admin akan bagikan ke pengunjung setia kami contoh penggunaan kata khusus dan penggunaan huruf kapital dalam teks deskripsi. Semoga apa yang kami bagikan ini dapat membantu rekan-rekan atau siswa sekalian dalam mencari referensi materi ini. Admin sangat senang bisa membantu. Terima kasih juga karena telah setia mengunjungi blog kami ini.
  • Penggunaan Kata Khusus dalam Teks Deskripsi
Salah satu jenis golongan kata dalam bahasa Bahasa Indonesia adalah kata umum dan kata khusus. Kata umum adalah kata yang memiliki ruang lingkup luas dan masih dapat diperinci atau dijabarkan lebih jauh lagi. Sementara itu, kata khusus adalah kata yang memiliki ruang lingkup kecil dan terbatas. Kata-kata yang termasuk dalam kata umum disebut hipernim. Kata-kata yang termasuk dalam kata khusus disebut hiponim.

 Kali ini admin akan bagikan ke pengunjung setia kami contoh penggunaan kata khusus dan pe Contoh Penggunaan Kata Khusus dan Penggunaan Huruf Kapital dalam Teks Deskripsi
www.IndoINT.com

Contoh:
Kata Umum  : indah
Kata Khusus : elok, molek, cantik, menawan, menakjubkan, memesona.

Kata Umum  : melihat
Kata Khusus : menonton, menyaksikan, memandang, mengamati, memperhatikan.

Kata Umum  : mendatangi
Kata Khusus : mampir, singgah, berkunjung.
  • Penggunaan Huruf Kapital dalam Teks Deskripsi
Huruf kapital dalam teks deksripsi digunakan sebagai berikut.
1) Huruf pertama nama unsur nama orang, termasuk julukan, misalnya Sultan Hanuddin, Haji Agus Salim.
2) Huruf pertama nama bangsa, suku bangsa, dan bahasa, misalnya bangsa Indonesia, suku Dayak, Suku Melayu.
3) Huruf pertama nama tahun, bukan, hari, dan hari besar atau hari raya, misalnya bulan Agustus, hari Jumat, hari Galungan.
4) Huruf pertama nama geografi, misalnya Dataran Tinggi Dieng, Sungai Musi, Jawa Barat.
5) Huruf pertama nama geografi yang digunakan sebagai keterangan suatu budaya atau kekhasan daerah, misalnya batik Pekalongan, batik Madura, tarian Sulawesi Selatan.

Huruf kapital tidak dipakai untuk menuliskan:
1) huruf pertama nama geografi yang bukan nama diri, misalnya berlayar ke teluk, menyeberangi selat.
2) nama diri geografi yang dipakai sebagai nama jenis, misalnya jeruk bali, kacang bogor, nangka belanda.

Sumber http://www.ilmubindo.com/

Monday, August 21, 2017

Contoh Penggunaan Kata Depan dalam Teks Deskripsi

IndoINT.com_ Kata depan atau preposisi adalah kata yang menandai berbagai hubungan makna antara konstituen di depan preposisi tersebut dengan konstituen di belakangnya. Dalam frasa pergi ke pasar, misalnya, preposisi ke menyatakan hubungan makna arah antara pergi dan pasar.

Jika ditinjau dari segi bentuknya, preposisi ada dua macam, yaitu preposisi tunggal dan preposisi majemuk. Dalam teks deksripsi sering digunakan preposisi tunggal yaitu di, ke, dari, dan pada.

Contoh:
Perhatikan kutipan berikut!

Balai Adat Melayu Riau

 atau preposisi adalah kata yang menandai berbagai hubungan makna antara konstituen di dep Contoh Penggunaan Kata Depan dalam Teks Deskripsi
www.IndoINT.com

Orang Melayu tidak bisa dilepaskan dari balai adat. Di tempat inilah masyarakat Melayu mengadakan kegiatan-kegiatan adat yang resmi. Balai adat biasanya digunakan pada saat upacara-upacara adat. Upacara-upacara itu menggambarkan simbol kerukunan dan kepatuhan terhadap tradisi. Masyarakat Melayu akan berbondong-bondong datang ke balai adat saat upacara adat. Hampir setiap wilayah kebupaten/kota di Provinsi Riau memiliki balai adat. Satu diantaranya adalah Balai Adat Melayu Riau di Kota Pekanbaru.

Penggunaan kata depan dalam teks tersebut sebagai berikut.
Kata Depan : di
Kalimat      : Di tempat inilah masyarakat Melayu mengadakan kegiatan-kegiatan adat yang resmi. Satu diantaranya adalah Balai Adat Melayu Riau di Kota Pekanbaru.

Kata Depan  : ke
Kalimat        : Masyarakat Melayu akan berbondong-bondong datang ke balai adat saat upacara adat.

Kata Depan : dari
Kalimat       : Orang Melayu tidak bisa dilepaskan dari balai adat.

Kata Depan : pada
Kalimat       : Balai adat biasanya digunakan pada saat upacara-upacara adat.

Sumber http://www.ilmubindo.com/

Contoh Penggunaan Kata Berimbuhan dalam Teks Deskripsi Edisi Revisi Terbaru

IndoINT.com_ Kali ini admin akan bagikan kepada adik-adik semua contoh penggunaan kata berimbuhan dan bersinonim dalam teks deksripsi. Semoga bisa membantu adik-adik semua dalam mengerjakan tugasnya yah? Tapi ingat tidak boleh menyontek yah, kamu harus belajar mandiri biar nilainya murni dari hasil kerja pribadi kamu sendiri. Semoga berhasil.

Imbuhan adalah bunyi bahasa yang ditambahkan pada sebuah kata di awal, akhir, tengah, atau gabungan antara ketiganya untuk membentuk kata baru. 

Imbuhan digolongkan berdasarkan posisi penambahannya sebagai berikut.
1) Awalan : me-, di-, ke-, ter-, pe-, per-, se-, dan ber-
2) Sisipan : -er, -el, -em, dan -in-
3) Akhiran : -kan, -an, -i, -nya, -man, -wan, dan -wati
4) Konfiks : pe-an, ke-an, di-kan, dan memper-kan

 Kali ini admin akan bagikan kepada adik Contoh Penggunaan Kata Berimbuhan dalam Teks Deskripsi Edisi Revisi Terbaru
www.IndoINT.com

(Prefiks), sisipan (infiks), akhiran (sufiks), dan awalan-akhiran (konfiks). Berikut ini macam-macam imbuhan dalam bahasa Indonesia.
  • Awalan (Prefiks)
Prefiks adalah imbuhan-imbuhan yang diletakan pada awal kata dasar. Imbuhan-imbuhan yang termasuk ke dalam awalan (prefiks) adalah: me-, ber-, ke-, di-, pe-, dan ter-

Me- 
Awalan me- bisa berubah menjadi beberapa macam bentuk diantaranya adalah men-, meng-, meny-, mem-, dan menge-. Perubahan-perubahan tersebut tergantung dengan kata dasarnya dan makna yang akan dibentuk. Di bawah ini adalah makna-makna dari imbuhan me-:
Menyatakan suatu perbuatan aktif: mengambil, menyiram, mengesampingkan, mempertahankan.

Ber-
Awalan ber- mempunyai beberapa macam perubahan yaitu bel- dan ber-. Perubahan-perubahan tersebut tergantung dengan kata dasarnya. Aturan perubahan imbuhan ber- adalah sebagai berikut:
Jika kata dasar diawali dengan huruf r atau er, maka menjadi be-
contoh: ber- + riak = beriak, ber- + rekreasi = berekreasi

Jika kata dasarnya ajar, maka imbuhannya berubah menjadi bel-
contoh: ber + ajar = belajar
Imbuhan ber- memiliki beberapa macam makna yaitu:
Menyatakan kepunyaan : Beranak, berotot, beruang
Menyatakan penggunaan : Bersepeda, bermotor
Menyatakan kegiatan : bertelur, berkarya, bekerja
Menyatakan jumlah : Berdua, bertiga
Menyatakan suasana hati: bersedih, berbahagia, dan lain-lain.

Ke-
Awalan ke- tidak memiliki bentuk perubahan khusus, tetapi memiliki makna sebagai berikut:
Menyatakan urutan : kesatu, kedua, ketiga, dst.

Di-
Imbuhan di- adalah kebalikan dari imbuhan me- yang membentuk kata dasar bermakna pasif.
Contoh: di + siram = disiram, dilihat, dipukul

Ter-
Imbuhan ter- sama dengan imbuhan di- yang membentuk kata kerja pasif. Namun, imbuhan ter- cenderung menyatakan perbuatan yang tidak disengaja. Selain kata kerja pasif, imbuhan ter- juga memiliki makna sebagai berikut:
Contoh:
Menyatakan sifat: Terpandai, terbaik, terhebat
Menyatakan ketidaksengajaan: Terbawa, tertinggal
Menyatakan keadaan telah: tertutup, terbuka, terkunci
Menyatakan kegiatan tibaa-tiba: tertawa, terjatuh

Pe-
Awalan pe- memiliki macam-macam perubahan bentuk seperti yang terjadi pada awalan me- yaitu: peng-, penye-, per-. Makna dari Imbuhan pe- adalah sebagai berikut:
Menyatakan pelaku, penyebab: pembaca, penulis, pengajar, pemanis, pemutih
Menyatakan pekerjaan: perpanjang, perlambat, percantik
Menyatakan alat: penghapus, penggaris, pengasah
Menyatakan sifat: pemalu, pemaaf

Se-
Imbuhan se- membentuk kata dasar memiliki makna antar lain:
Menyatakan satu: selembar, sepotong, sebiji
Menyatakan keseluruhan: sekelas, sekampung, sekota
Menyatakan sifat: sepandai, secantik, sebesar
  • Sisipan (infiks)
Sisipan adalah imbuhan yang diletakan di tengah-tengah kata dasar. Bentuk-bentuk sisipan antara lain –el-, -em-, dan –er-.
Contoh: -em- + getar = gemetar, -el- + tali = temai
Imbuhan infiks membentuk kata dasar yang memiliki makna sebagai berikut:
Menyatakan intensitas dan jumlah: gemetar, gemerincing, temali
Menyatakan sifat: temurun, telunjuk, gelembung, gemetar
  • Akhiran (sufiks)
Akhiran sufiks adalah imbuhan yang diletakan pada akhir kata dasar. Ada beberapa macam bentuk imbuhan sufiks, diantaranya adalah –kan, -I, -an, -kah, -tah, dan –pun.

-kan
Imbuhan kan memberikan kata dasar memiliki makna sebagai berikut:
Menyatakan perintah: Dengarkan, ambilkan, pejamkan

-I
Akhiran –I membetuk kata dasar menjadi kata yang bermakna sebagai berikut:
Menyatakan perintah: turuti, kuliti, gelitiki

-an
Akhiran –an membentuk kalimat menjadi bermakna sebagai berikut:
Menyatakan tempat: lapangan, kubangan, pangkalan
Menyatakan alat: timbangan, garisan
Menyatakan suatu hal atau objek tertentu: gambaran, lukisan, lamaran, didikan
Menyatakan keseluruhan: lautan
Menyatakan bagian: satuan, kiloan, tahunan, mingguan
Menyatakan kemiripan: mobil-mobilan, kuda-kudaan

-kah, -tah
Akhiran –kah dan -tah membentuk kata dasar sehingga memiliki makna:
Menyatakan penegasan dalam pertanyaan: bukankah, sulitkah, mudahkah, iyatah, rugitah, panjangtah

-pun
Akhiran –pun membentuk kata dasar yang bermakna:
Memiliki makna seperti “juga”: merekapun, diapun, sayapun
  • Awalan-akhiran (Konfiks)
Konfliks adalah imbuhan yang diletakan pada bagian awal dan akhir kata. Imbuhan-imbuhan konfiks diantaranya adalah me-kan, pe-an, ber-an, se-nya.

Me-kan, Me-i
Imbuhan me-kan bisa berubah menjadi memper-kan, menye-kan. Imbuhan-imbuhan tersebut memiliki makna sebagai berikut:
Menyatakan kegiatan aktif: mengirimkan, memantulkan, menggembirakan, menelatarkan, mengirimi, meyambangi, dll.

Di-kan, Di-i
Imbuhan di-kan dan di-i memiliki makna yang sama dengan imbuhan me-kan, tetapi imbuhan ini membentuk kata kerja pasif.
Contoh: Dikirimkan, dipantulkan, digembirakan, ditelantarkan, dikirimi, dilempari, dll.

Pe-an
Imbuhan pe-an membentuk kata dasar sehingga memiliki makna sebagai berikut:
Menyatakan suatu hal atau perbuatan: pendidikan, pengangguran, perampokan, pemeriksaan.
Menyatakan suatu proses: Pendaftaran, pembentukan, pembuatan.
Menyatakan tempat: penampungan, pemandian, pegunungan.

Se-nya
Imbuhan se-nya membentuk kata dasar sehingga memiliki makna sebagai berikut:Menyatakan tingkatan atau pengulangan: Sebaik-baiknya, sebagus-bagusnya, secantik-cantiknya.

Sumber http://www.ilmubindo.com/

Cara Mengembangkan Kerangka Karangan dalam Teks Deskripsi Edisi Terbaru

IndoINT.com_ Kali ini admin akan bagikan kepada adik-adik semua cara mengembangkan kerangka karangan dalam sebuah teks, salah satunya adalah teks deksripsi yang terdapat dalam pembelajaran bahasa Indonesia. Semoga apa yang kami bagikan ini dapat membantu kalian dalam menyelesaikan tugas dalam membuat teks deskripsi yang baik dan benar. Berikut cara menyajikan atau membuat teks deskripsi dengan pengembangan kerangka karangan. 

Topik: Pasar Beringharjo, Yogyakarta
Tujuan Penulisan: mendeskripsikan bagian-bagian di dalam Pasar Beringharjo, Yogyakarta.
Informasi/Data:
1. Pasar Beringharjo merupakan pasar tradisional di Yogyakarta.
2. Pasar Beringharjo menjadi pusat ekonomi selama ratusan tahun.
3. Pasar Beringharjo ada tidak lama setelah Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat berdiri pada tahun 1758.
4. Bagian depan dan belakang banguna Pasar Beringharjo sebelah berat merupakan tempat berjualan jajanan pasar.
5. Koleksi batik di Pasar Beringharjo lengkap.
6. Lantai 2 Pasar Beringharjo merupakan tempat berjualan rempah-rempah dan jamu.
7. Di Pasar Beringharjo juga dijual barang-barang antik.
8. Pasar Beringharjo tutup pukul 17.00, tetapi bagian Pasar Beringharjo masih digunakan untuk berjualan jajanan khas Yogyakarta.

Kerangka karangan:
* Pernyataan umum tentang  Pasar Beringharjo
* Sejarah Pasar Beringharjo
* Bagian-bagian di Pasar Beringharjo 
* Barang-barang yang dijual di Pasar Beringharjo.
* Jam operasional Pasar Beringharjo

Pengembangan kerangka karangan sebagai berikut:

Beringharjo, Pasar Tradisional Terlengkap di Yogyakarta
 
Pasar Beringharjo merupakan pasar tradisional di Yogyakarta yang patut dikunjungi. Pasar ini telah menjadi pusat kegiatan ekonomi selama ratusan tahun dan keberadaannya memunyai makna filosofis. Pasar yang telah berkali-kali dipugar ini melambangkan satu tahapan kehidupan manusia yang masih berkutat dengan pemenuhan kebutuhan ekonominya.

 Kali ini admin akan bagikan kepada adik Cara Mengembangkan Kerangka Karangan dalam Teks Deskripsi Edisi Terbaru
www.IndoINT.com

Wilayah Pasar Beringharjo pada mulanya merupakan hutan beringin. Tidak lama setelah Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat berdiri, tepatnya pada tahun 1758, wilayah pasar ini dijadikan tempat transaksi ekonomi oleh warga Yogyakarta dan sekitarnya. Ratusan tahun kemudian, pada tahun 1925, barulah tempat ini memiliki sebuah bangunan permanen. Nama Beringharjo diberikan oleh Sultan Hamengku Buwono IX yang berarti wilayah yang semula pohon beringin (bering) diharapkan dapat memberikan kesejahteraan (harjo). Kini, para wisatawan memaknai pasar ini sebagai tempat belanja yang menyenangkan.

Bagian depan dan belakang bangunan pasar sebelah barat merupakan tempat yang tepat untuk memanjakan lidah dengan jajanan pasar. Di sebelah utara bagian depan dapat dijumpai makanan khas brem bulat dengan tekstur lebih lembut daripada brem Madiun dan krasikan. Di sebelah selatan dapat ditemui makanan khas Yogyakarta bakpia isi kacang hijau, kue hung kew, dan nagasari. Bagian belakang umumnya menjual makanan yang tahan lama, misalnya enting-enting.

Bila hendak membeli batik, Pasar Beringharjo adalah tempat terbaik karena koleksi batiknya lengkap. Koleksi batik di Pasar Beringharjo mulai dari kain, pakaian, bahan katun, hingga bahan sutra tersedia lengkap. Harga batik di Pasar Beringharjo beragam, mulai dari puluhan ribu rupiah hingga jutaan rupiah. Selain batik, di bagian barat pasar dijual baju surjan, blangkon, dan sarung tenun. Sandal dan tas yang dijual dengan harga miring dapat ditemui di sekitar ekskalator pasar bagian barat.

Ketika berjalan ke lantai kedua Pasar Beringharjo bagian timur, jangan heran bila mencium aroma jejamuan. Tempat itu merupakan pusat penjualan bahan dasar jamu dan rempah-rempah. Bahan jamu yang dijual, misalnya kunyit dan temulawak. Rempah-rempah yang ditawarkan di bagian pasar ini adalah jahe (biasa diolah menjadi minuman ronde ataupun hanya dibakar, direbus, dan dicampur gula batu) dan kayu manis.

Pasar Beringharjo juga menjadi tempat berburu barang-barang antik. Pusat penjualan barang-barang antik terletak di lantai ketiga pasar sebelah timur. Selain barang-barang antik di bagian ini juga dijual barang-barang bekas layak pakai, seperti baju, sepatu, dan tas.

Meskipun pasar tutup pukul 17.00 WIB, dinamika pedagang tidak berhenti. Bagian depan Pasar Beringharjo masih menawarkan berbagai macam makanan khas Yogyakarta. Makanan seperti martabak terang bulan, klepon, gudeg, oseng-oseng mercon, ramai dijajakan di depan Pasar Beringharjo pada malam hari.

Sumber http://www.ilmubindo.com/

Sunday, August 20, 2017

Cara Membandingkan Perbedaan dan Persamaan Isi Teks Deskripsi Edisi Terbaru

IndoINT.com_ Informasi dalam teks deskripsi dapat diketahui dengan membandingkan dua buah teks. Perbandingan tersebut terdiri atas perbedaan dan persamaan dua buah teks.

Teks 1
Pesona menakjubkan Pantai Senggigi

Pantai Senggigi terletak di Lombok, Nusa Tenggara Barat. Pantai Senggigi adalah sebuah tempat wisata di Lombok yang paling terkenal. Pantai Senggigi memiliki panorama yang menawan hati . banyak wisatawan luar negeri datang di pantai ini.

Pantai ini menjelma menjadi salah satu tempat menarik di Pulau Lombok dengan pemandangan garis pantainya yang panjang, terlihat indah bila dipandang dari kejauhan dan ketinggian. Dengan garis pantai yang panjang tersebut, Pantai Senggigi menyuguhkan gradasi warna pantai dari hitam ke putih. Air lautnya memiliki ombak yang tidak besar, jernih, dan bersih. Turis-turis yang datang ke pantai ini lebih senang menghabiskan waktunya dengan berjemur, berenang, snorkeling, atau sekadar main di tepian pantai.

 Informasi dalam teks deskripsi dapat diketahui dengan membandingkan dua buah teks Cara Membandingkan Perbedaan dan Persamaan Isi Teks Deskripsi Edisi Terbaru
www.IndoINT.com

Pantai Senggigi di Pulau Lombok menjadi tempat wisata terkenal karena panorama lautnya. Air laut Pantai Senggigi begitu jernih dan bersih, bahkan Anda dapat melihat langsung kawanan ikan yang berenang dengan bebasnya di Laut Senggigi masih terpelihara hingga sekarang. Terumbu karang yang terpelihara baik menjadikan tempat ini salah satu tempat wisata di Lombok sebagai tujuan snorkeling wisatawan.

Alam bawah laut Senggigi sangat menarik kerena keindahan bawah lautnya masih alami. Keindahan bawah laut Senggigi ini dapat dinikmati dengan menyelam. Air laut yang jernih, terumbu karang yang terawat, dan banyaknya ikan menambah keindahan bawah laut Senggigi.

Menjelang sore hari, pengunjung Pantai Senggigi dapat menikmati keindahan matahari tenggelam. Cahaya kuning kemerahan di langit tampak bersentuhan dengan birunya air laut. Pesona Pantai Senggigi semakin menawan menjelang terbenamnyasang surya.


Teks 2 
Tari Gending Sriwijaya
Tari Gending Sriwijaya merupakan tarian kolosal peninggalan Kerajaan Sriwijaya. Tarian yang dahulu hanya dipentaskan oleh kalangan internal kerajaan ini dimaksudkan sebagai tari penyambutan bagi tamu kerajaan. Kini tari Gending Sriwijaya kerap dipentaskan oleh masyarakat Palembang dalam berbagai kegiatan seperti pernikahan, pertemuan-pertemuan instansi pemerintahan, hingga dalam berbagai perhelatan budaya.
www.IndoINT.com

Secara umum, tari Gending Sriwijaya ditarikan oleh sembilan orang penari yang semuanya adalah perempuan. Sembilan penari tersebut merupakan representasi sembilan sungai yang ada di Provinsi Sumatra Selatan. Para penari Gending Sriwijaya dikawal oleh dua orang laki-laki lengkap dengan payung dan tombak di tangannya. Seorang penari gending membawa tepak berisi sekapur sirih yang nantinya akan diberikan kepada tamu yang dianggap spesial sebagai bentuk penghormatan.
 
Musik yang mengiringi tari Gending Sriwijaya adalah musik yang keluar dari perpaduan alat musik gamelan. Musik gending tersebut dilengkapi dengan vokal yang umumnya menggambarkan kegembiraan dan ucapan syukur atas kesejahteraan. Meski demikian, belakangan tari Gending Sriwijaya tidak melulu diiringi oleh musik gending secara langsung, tetapi hanya menggunakan rekaman dari musik yang sudah ada.
 
Gerak tari Gending Sriwijaya didominasi oleh gerak membungkuk dan berlutut. Penari sesekali melempar senyum sambul melentikkan jari-jari kuku. Gerak tersebut merupakan bentuk penghormatan kepada para tamu. Gerakan inti dalam tari Gending Sriwijaya adalah gerak penari utama yang membawakan tepak berisi sekapur sirih untuk diberikan kepada tamu kehormatan. Dahulu pembawa tepak berisi sekapur sirih hanya diperbolehkan bagi para remaja putri dari keturunan raja.

Tari Gending Sriwijaya merupakan representasi nenek moyang Nusantara. Tari ini juga melambangkan bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai dan menghormati persaudaraan. Tarian ini menggambarkan kegembiraan para gadis. Tarian ini juga menggambarkan Kerajaan Sriwijaya sebagai tuan rumah yang ramah, sikap saling menghormati sesama manusia, dan bersyukur atas karunia Tuhan yang Maha Esa.
Perbedaan teks 1 dan teks 2 tersebut sebagai berikut. 
Perbedaan: topik utama yang dideskripsikan
Teks 1: Pantai Senggigi Lombok
Teks 2: Tari Gending Sriwijaya

Perbedaan: Perincian Isi
Teks 1: pemandangan garis pantai, panorama laut, keindahan bawah laut, keindahan matahari terbenam.
Teks 2: Waktu pementasan, jumlah penari, musik yang mengiringi, gerak tari, tujuan tari.

Persamaan kedua teks sebagai berikut.
Persamaan: pola pengelompokan
Teks 1: mengelompokan bagian-bagian (garis pantai, panorama laut, bawah laut, pemandangan matahari).
Teks 2: mengelompokan bagian-bagian (waktu pementasan, jumlah penari, musik yang mengiringi, gerak tari, tujuan tari)

Persamaan: cara mengembangkan isi
Teks 1: dari umum ke khusus
Teks 2: dari umum khusus

Persamaan: kesan pancaindra
Teks 1: penglihatan (pembaca diajak seolah-olah melihat dan menyaksikan objek yang dideskripsikan).
Teks 2: penglihatan (pembaca diajak seolah-olah melihat dan menyaksikan objek yang dideskripsikan).

Sumber http://www.ilmubindo.com/