Showing posts with label Tata Surya. Show all posts
Showing posts with label Tata Surya. Show all posts

Wednesday, August 23, 2017

Unsur dan Struktur Gas Atmosfer

Unsur dan Struktur Gas Atmosfer_Bumi merupakan satu-satunya planet di tata surya dengan atmosfer yang dapat mendukung kehidupan. Selimut gasnya tidak hanya mengandung udara yang kita hirup tapi juga melindungi kita dari hembusan panas dan radiasi yang keluar dari matahari. Atmosfer menghangatkan Bumi pada siang hari dan menyejukkannya pada malam hari.

Atmosfer Bumi berketebalan sekitar 480 km, tapi sebagian besar adalah 16 km dari permukaan. Tekanan udara berkurang tergantung dari ketinggian (altitude). Pada permukaan laut, tekanan udara sekitar 1 kg/cm2 . Pada ketinggian 3 km, tekanan udara sekitar 0.7 kg/ cm2 . Dan juga terdapat sedikit oksigen untuk bernafas.
satunya planet di tata surya dengan atmosfer yang dapat mendukung kehidupan Unsur dan Struktur Gas Atmosfer

Unsur Gas Atmosfer
Atmosfer Bumi sebagian besar terdiri dari nitrogen dan oksigen. Yang digunakan oleh sebagian besar organisme untuk proses respirasi dan karbon dioksida digunakan oleh tumbuhan dan ganggang laut untuk fotosintesis. Atmosfer dari planet Venus dan Mars kebanyakan mengandung karbon dioksida dan jumlah nitrogen, argon, oksigen dan gas sisa lainnya yang sedikit.

Menururut Barry dan Chorley (1976), sebagian besar komponen atmosfer utama Bumi adalah nitrogen, oksigen, dan argon. Komponen atmosfer sisa lainnya adalah neon, helium, metana, krypton dan hidrogen. Dimana nitrogen mengandung 78,08%, oksigen 20,95%, dan argon 0,93%.

Suhu rendah dan gravitasi tinggi pada planet besar di tata surya seperti Jupiter, Saturnus, Uranus dan Neptunus memungkinkan mereka untuk lebih mudah mempertahankan gas dengan massa molekul rendah. Planet-planet ini memiliki atmosfer hidrogen – helium, dengan jumlah senyawa sisa yang lebih kompleks.

Dua satelit dari planet luar yaitu Titan, bulan Saturnus, dan Triton, bulan dari Neptunus, memiliki atmosfer yang memiliki kandungan nitrogen. Ketika bagian dari orbitnya dekat dengan Matahari, Pluto memiliki kandungan atmosfer nitrogen dan metana yang mirip dengan Triton, tetapi gas ini dibekukan ketika orbit nya jauh dari Matahari.

Jumlah gas yang berbeda bervariasi tergantung dari ketinggian (altitude). Kepadatan dari atmosfer menunjukkan penurunan tajam seiring dengan meningkatnya ketinggian. Tekanan menurun dari satu atmosfer pada permukaan laut 3x10-7 sampai ke atmosfer pada 100 km dibawah permukaan laut. Demkian pula dengan variasi suhu dari -100oC ke 1200oC. Massa total atmosfer adalah sekitar 5x1015 ton, dimana hampir mendekati sepersejuta dari massa total bumi.

Struktur Bumi
Atmosfer Bumi terdiri dari beberapa lapisan, yang memiliki perbedaan ciri seperti komposisi, suhu dan tekanan. Seperti yang kita ketahui, lapisan paling bawah atmosfer Bumi adalah troposfer, dimana lapisan ini terbentang dari permukaan stratosfer sampai bawah stratosfer.  ¾ dari berat atmosfer berada dalam troposfer, dan merupakan lapisan dimana adanya cuaca pada Bumi. Lebar pada lapisan ini bervariasi antara 17 km di garis khatulistiwa sampai 7 km di kutub.

Stratosfer, terbentang dari atas troposfer sampai ke bawah mesosphere, lapisan ini berisi lapisan ozon. Rentang lapisan ozon pada ketinggian antara 15 km dan 35 km, dan pada lapisan ini radiasi ultraviolet dari matahari diserap.

Rentang bagian atas mesosfer adalah 50 km sampai 85 km, dan lapisan mesosfer merupakan tempat dimana meteor terbakar. Lapisan termosfer  terbentang dari 85 km sampai dasar eksofer di ketinggian 690 km dan berisi ionosfer yang merupakan tempat dimana atmosfer terionisasi oleh radiasi matahari. Peningkatan ketebalan dan pergerakan ionosfer terjadi pada siang hari dan peningkatan pada malam hari membantu rentang frekuensi yang lebih baik pada beberapa komunikasi frekuensi radio.

Garis Kármán, terletak di dalam termosfer pada ketinggian 100 km, dan merupakan perbtasan antara atmosfer Bumi dengan luar angkasa. Variasi ketinggian eksosfer adalah sekitar 690 sampai 1000 km di atas permukaan, dimana eksosfer berinteraksi dengan medan magnet planet. Tiap dari lapisan memiliki perbedaan “lapse rate” yang menentukan tingkat perubahan suhu berdasarkan ketinggian.

Sekian penjelasan mengenai atmosfer untuk artikel ini. Semoga informasi dari artikel ini bisa menambah wawasan bagi kita semua.


Sumber https://www.websitependidikan.com/

Wednesday, August 2, 2017

Tata Surya Alam Semesta

Tata Surya adalah kumpulan benda langit yang terdiri atas sebuah bintang yang disebut Matahari dan semua objek yang terikat oleh gaya gravitasinya. Objek-objek tersebut termasuk delapan buah planet yang sudah diketahui dengan orbit berbentuk elips, lima planet kerdil/katai, 173 satelit alami yang telah diidentifikasi, dan jutaan benda langit (meteor, asteroid, komet) lainnya.

Tata Surya terbagi menjadi Matahari, empat planet bagian dalam, sabuk asteroid, empat planet bagian luar, dan di bagian terluar adalah Sabuk Kuiper dan piringan tersebar. Awan Oort diperkirakan terletak di daerah terjauh yang berjarak sekitar seribu kali di luar bagian yang terluar.

Tata Surya adalah kumpulan benda langit yang terdiri atas sebuah bintang yang disebut Mata Tata Surya Alam Semesta

Berdasarkan jaraknya dari Matahari, kedelapan planet Tata Surya ialah:

1. Merkurius (57,9 juta km)
  • Kala rotasi : 58,65 hari
  • Kala revolusi : 88 hari
  • Nama lain : Bintang Pagi atau Bintang Malam
  • Arah rotasi : Barat ke timur
  • Tidak memiliki satelit dan tidak punya atmosfer
  • Memiliki banyak kawah. Kawah terbesar bernama Kolaris.
  • Planet terkecil
  • Kala revolusi tercepat
  • Perbedaan suhu siang dan malam sangat mencolok
  • Bisa terlihat dari bumi tanpa teleskop
2. Venus (108 juta km)
  • Kala rotasi : 243 hari
  • Kala revolusi : 225 hari
  • Planet yang waktu rotasinya lebih lama dibandingkan waktu revolasinya
  • Nama lain : Bintang Fajar atau Bintang Timur
  • Arah rotasi : Timur ke barat sehingga matahari terbit dari sebelah barat
  • Tidak memiliki satelit
  • Paling dekat dengan bumi
  • Planet paling panas karena atmosfernya mangandung banyak karbondioksida sehingga ada efek rumah kaca
  • Disebut saudara kembar bumi karena memiliki massa dan diameter yang hampir sama dengan bumi.
  • Bisa terlihat dari bumi tanpa teleskop
3. Bumi (150 juta km)
  • Kala rotasi : 24 jam (1 hari)
  • Kala revolusi : 365,25 hari
  • Arah rotasi : Barat ke timur
  • Nama lain : Planet Biru
  • Memiliki 1 satelit bernama Bulan
  • Planet yang memiliki air sehingga ada kehidupan
  • Lapisan atmosfer yang mengandung Nitrogen (78 %), Oksigen (21 %), Argon (1 %), Ozon dan gas lain
4. Mars (228 juta km)
  • Kala rotasi : 24,6 jam
  • Kala revolusi : 687 hari
  • Nama lain : Planet Merah
  • Atmosfer diselimuti debu berwarna merah
  • Memiliki 2 satelit bernama Phobos dan Deimos
5. Yupiter (779 juta km)
  • Kala rotasi : 9 jam 50 menit
  • Kala revolusi : 11,86 tahun
  • Nama lain : Planet Raksasa / Planet Gas
  • Memiliki tanda berbentuk lonjong  (noda merah besar).
  • Planet terbesar dalam tata surya.
  • Berwarna merah kecoklatan.
  • Permukaannya diselimuti awan tebal.
  • Memiliki 39 buah. Satelit berukuran besar antara lain Ganymeda, Lo, Europa, Callisto
6. Saturnus (1.430 juta km)
  • Kala rotasi : 10 jam 47 menit
  • Kala revolusi : 29,46 tahun
  • Nama lain : Permata Tata Surya
  • Bercincin 
  • Planet terbesar kedua dalam tata surya.
  • Cincin tersusun dari tujuh lingkaran utama yang terdiri dari pecahan-pecahan batu berlapis es.
  • Tebal cincin 30 km, Lebar keseluruhan cincin 272.000 km.
  • Memiliki 19 buah. Titan adalah satelit terbesar
7. Uranus (2.880 juta km)
  • Kala rotasi : 17 jam 14 menit
  • Kala revolusi : 84 tahun
  • Arah rotasi : Timur ke barat
  • Titania adalah satelit terbesar
  • Bercincin
  • Cincin Uranus lebih kecil dan gelap
  • Mengalami 2 musim dingin dan 2 musim panas.
  • Memiliki 15 buah. Satelit-satelit besar : Miranda, Ariel, Umbriel, Titania, Oberon
  • Berwarna hijau kebiruan karena atmosfirnya mengandung metana 
8. Neptunus (4.500 juta km). 
  • Kala rotasi : 16 jam 7 menit
  • Kala revolusi : 164,8 tahun
  • Memiliki waktu revolusi paling lama
  • Memiliki 13 satelit, terbesar adalah Triton dan Nereid
  • Bercincin (4 buah)
  • Permukaan Neptunus tertutup lapisan es yang tebal
  • Planet terdingin
  • Dijuluki Pembuat Ulah dan disebut Kembaran Uranus.
  • Memiliki angin dan badai yang sangai besar.
  • Berwarna biru kehijauan karena atmosfernya banyak mengandung methana.

Sejak pertengahan 2008, ada lima objek angkasa yang diklasifikasikan sebagai planet kerdil. Orbit planet-planet kerdil, kecuali Ceres, berada lebih jauh dari Neptunus. Kelima planet kerdil tersebut ialah Ceres (415 juta km. di sabuk asteroid; dulunya diklasifikasikan sebagai planet kelima), Pluto (5.906 juta km.; dulunya diklasifikasikan sebagai planet kesembilan), Haumea (6.450 juta km), Makemake (6.850 juta km), dan Eris (10.100 juta km).

Enam dari kedelapan planet dan tiga dari kelima planet kerdil itu dikelilingi oleh satelit alami. Masing-masing planet bagian luar dikelilingi oleh cincin planet yang terdiri dari debu dan partikel lain.

Pembagian Planet

A. Berdasarkan jaraknya dengan matahari (sabuk asteroid), planet-planet dikelompokkan menjadi :

1. Planet Dalam
Terdiri dari empat planet yang terdekat dengan matahari yaitu Merkurius, Venus, Bumi, dan Mars.

2. Planet Luar
Terdiri dari lima planet yang letaknya jauh dari matahari yaitu Yupiter, Saturnus, Uranus, Neptunus
Antara kedua kelompok planet tersebut, tepatnya antara planet Mars dan Yupiter terdapat sabuk asteroid.

B. Berdasarkan kedudukannya bumi sebagai pembatas, planet dikelompokkan menjadi :

1. Planet Inferior
Planet yang orbitnya di sebelah dalam orbit bumi. Contohnya :  Merkurius, Venus.

2. Planet Superior
Planet yang orbitnya di sebelah luar orbit bumi. Contohnya :  Mars Yupiter, Uranus, Saturnus, Neptunus.

C. Berdasarkan komposisi bahan penyusunnya, planet dikelompokkan menjadi :

1. Planet Teresterial
Planet-planet  yang berukuran kecil, rapat, dan mempunyai permukaan yang keras. Contohnya : Merkurius, Venus, Bumi, Mars.

2. Planet Jovian
Planet-planet  yang sebagian besar merupakan gas.Contohnya :  Yupiter, Saturnus, Uranus, Neptunus

Demikian tentang Tata Surya. Semoga bermanfaat
Sumber https://www.websitependidikan.com/