Showing posts with label Spesies Baru. Show all posts
Showing posts with label Spesies Baru. Show all posts

Saturday, November 18, 2017

Rafflesia kemumu, Spesies Baru dari Bengkulu

Kabar menyenangkan dari Indonesia khususnya dari Pulau Sumatra yakni telah ditemukannya spesies baru. Temuan baru tersebut berupa tumbuhan padma langka yang diberi nama latin/ilmiah Rafflesia kemumu. Spesies baru tersebut berasal dari Bengkulu Utara, Sumatra yang biasanya berbunga antara bulan Agustus hingga November.

Gambar 1. Rafflesia kemumu.

Spesies baru ini memiliki kemiripan dengan Rafflesia gadutensis jika dilihat dari ukuran pada bunga saat mekar, namun terdapat perbedaan warna serta tidak adanya bintik pada diafragma di bagian atas; susunan bintik (wart) yang terdapat pada dua lingkaran di jendela (windows) dekat bukaan diafragma, tipe dan penyebaran ramentanya, dan jumlah anther.

Gambar 2. Warna lobus perigone dan pola bercak pada Rafflesia gadutensis (A, C) dan Rafflesia kemumu (B, D). Warna lobus perigone Rafflesia gadutensis yakni merah marun (A) dan lobus perigone pada Rafflesia kemumu yakni berwarna jingga tua (B). Bercak besar (lw) dikelilingi oleh bercak kecil (sw).

Ciri-ciri Morfologi Rafflesia kemumu antara lain:

  1. Memiiki lobus perigon dengan warna jingga sampai jingga gelap
  2. Terdapat bintil kecil yang mengelilingi bintil besar
  3. Terdapat 23 prosesi yang berbentuk kerucut dengan ujung yang membulat yang tersusun dalam dua lingkaran masing-masing berjumlah 15 dan 7 serta satu prosesi di tengah cakram.
Rafflesia kemumu mempunyai dua tipe ramenta jamur (toadstool) sederhana dan majemuk di bagian atas tabung perigone. Ramenta tipe jamur dicirikan pada bagian ujung atasnya menyerupai jamur dan berwarna putih. Tipe berikutnya yakni memiliki ramenta yang bentuknya seperti brokoli yang tersebar dari bagian bawah dinding perigon hingga tersebar hampir ke bagian ujung atasnya.

Gambar 3. Struktur ramenta dari R. kemumu dan distribusinya yang tersebar di permukaan dalam tabung perigone. Jenis Ramenta: seperti brokoli sederhana (bs), seperti brokoli bercabang (bb), seperti brokoli biasa (b), jamur/toadstool sederhana (st), dan toadstool majemuk (ct1, ct2). Foto tersebut merupakan ramenta pada penampang melintang tabung perigone: dari dasar hinga tengah (A) dan dari tengah hingga bagian atas tabung (B).

Klasifikasi Rafflesia kemumu

Kingdom: Plantae
_Divisi: Magnoliophyta
__Kelas: Magnoliopsida
___Ordo: Malpighiales
____Famili:Rafflesiaceae
_____Genus: Rafflesia
______Spesies: Rafflesia kemumu


Glosarium

Jendela/Windows adalah kumpulan bercak yang memiliki warna putih dan pada umumnya berbetuk bulat, berjajar serta membentuk lingkaran yang terputus-putus. Jumlah lingkaran yang menyusun jendela Rafflesia dapat dijakdikan untuk identifikasi jenis-jenis Rafflesia. Fungsi dari jendela yakni berperan sebagai ruang kelua-masuknya penyerbuk untuk masuk dan keluar dari tabung perigon.

Ramenta adalah struktur yang mirip seperti bulu dan biasanya tersebar mulai dari bagian dasar tabung perigon bagian dalam hingga bagian bawah permukaan dalam diafragma. Struktur bentuk, jenis, pola sebaran, dan ukuran ramenta sangat beragam sehingga dapat digunakan sebagai salah satu ciri karakter untuk membedakan jenis-jenis Rafflesia yang lain.

Perigon adalah struktur Rafflesia saat bunga mekar, biasanya kita dapat melihat lima helai perigon. Perigon berasal dari tabung perigon (perigone tube). Helai perigon adalah struktur bunga Rafflesia yang memiliki peranan seperti mahkota bunga. Fungsi perigon adalah untuk menarik penyerbuk (polinator). Pada bagian dasar tabung perigon pada umumnya terdapat dua struktur gulutan atau gelang yang melingkari kolom tengah.

Kolom tengah adalah struktur yang muncul menjulang dari dasar tabung perigon. Pada bagian atas kolom tengah ada terdapat struktur yang berbentuk cakram (disc) serta  dilengkapi dengan gigir cakram (disc rim). Pada bagian atas cakram terdapat struktur yang disebut prosesi.

Prosesi adalah struktur di bagian atas cakram yang sebagian besar berbentuk kerucut atau kerucut pipih dengan warna jingga tua atau coklat di bagian puncaknya, dan berangsur-angsur berwarna kuning gading pada bagian bawah. Tiap prosesi berjajar dan membentuk lingkaran. Jumlah lingkaran serta jumlah prosesi dapat digunakan sebagai kunci identifikasi Rafflesia.


Diafragma adalah srtuktur di bagian tengah atas bunga yang mekar, ada gelang dengan ukuran lebar tertentu. Lubang pada bagian tengah bunga disebut lubang diafragma.

Bintil/Bercak (Wart) adalah struktur di permukaan atas helai perigon dan diafragma yang berbentuk speperti bintil atau bercak dengan berbagai warna dan ukuran. Warna bercak ini pada umumnya berwarna putih, jingga atau merah muda. Pola bercak di kedua tempat tersebut dapat dijadikan untuk kunci identifikasi jenis Raffllesia.

Penulis: Mh. Badrut Tamam, M. Sc.

Referensi:
Agus Susatya, et al. 2017. Rafflesia kemumu (Rafflesiaceae), a new species from Northern Bengkulu, Sumatra, Indonesia. Phytotaxa 326 (3): 211–220.

Susatya, A. 2011. Rafflesia: Pesona Bunga Terbesar di Dunia. Direktorat Kawasan Konservasi dan Bina Hutan Lindung.



Sumber https://www.generasibiologi.com/

Monday, August 21, 2017

Spesies Baru Jahe dari Sumatra

Sumatra adalah pulau terbesar keenam di dunia dan terletak di tropis, sehingga keberadaanya menyimpan berbagai keanekaragaman hayati yang melimpah. Berbagai temuan spesies baru kerap terjadi di Pulau ini. Penemuan flora terbaru yakni dari suku jahe-jahean (Zingiberaceae) dan yang berasal dari marga Zingiber

Sebelumnya, terdapat 49 spesies dari suku Zingiberaceae dan diantaranya terdapat 17 spesies dari marga Zingiber yang berada di Sumatra. Penemuan jahe jenis baru tersebut diberi nama ilmiah Zingiber alba yang ditemukan di Simanau, Solok, Sumatra Barat.

Secara keseluruhan berdasarkan data dari Catalouge of Life, genus Zingiber di dunia terdapat 144 spesies yang sudah diidentifikasi. Penemuan jahe baru dari Sumatra ini memberikan sumbangsih data terbaru mengenai keberadaan jahe di dunia.

Deskripsi Zingiber alba 
Herba, panjang 3 - 3,5 m. Akar rimpang dekat dengan permukaan tanah, lunak di bagian dalamnya. Batang semu tegak, tebal, dengan selubung bagian basal berwarna hijau. Daun berjumlah 12 - 22 dalam satu tumbuhan. Panjang tangkai 0,7 - 1,5 mm. Panjang ligule, 0,4 - 1 cm. Ukuran Helaian Daun 50−55 × 10−12 cm, nyaris lanset, ujung daun meruncing, berambut. Perbungaan membentuk rumpun, lonjong-memanjang dengan panjang 40-80 cm, warna putih-kehijauan.

Secara etimologi, pemberian nama spesies "alba" dikarenakan warna bunga spesies baru ini memiliki warna putih. Distribusi Zingiber alba  dapat dijumpai Sumatra Barat dan Taman Nasional Batang Gading, Sumatra Utara. Tumbuhan ini dapat tumbuh di tanah berpasir dengan ketinggian 500-1200 m. Di Minangkabau, nama daerah tumbuhan ini disebut penggalan yang pada awalnya dikira sebagai jahe jenis Zingiber acuminatum



Gambar 1. Botani Zingiber alba. (A) Habitus; (B) Bagian batang semu; (C) Perbungaan; (D) Buah; (E) Biji; (F) Ujung perbungaan; (G) Bunga; (H) Irisan bunga, (I) Benang sari dan Ovarium


Referensi:
Nurainas Nurainas and Dayar Arbain. 2017. A new species and a new record of Zingiberaceae from Sumatra, Indonesia. Taiwania 62(3): 294-298. DOI: 10.6165/tai.2017.62.294


Sumber https://www.generasibiologi.com/