Showing posts with label Geografi Regional. Show all posts
Showing posts with label Geografi Regional. Show all posts

Monday, February 12, 2018

Wilayah dan Pewilayahan Kaitannya Dengan Pembangunan

Konsep wilayah dan pewilayahan sangat
penting dalam geografi untuk mengkaji kondisi keruangan suatu wilayah sehingga pembangunan dapat berjalan lancar. Wilayah dan pewilayahan memiliki arti berbeda. 

a. Pengertian Wilayah
Wilayah merupakan bagian dari permukaan bumi yang memiliki karakteristik tertentu dan dapat dibedakan dengan wilayah lain. Secara subjektif, wilayah adalah hasil pemikiran manusia. Secara objektif, wilayah bersifat nyata dan terlihat mata tanpa mengolah pikiran. Wilayah terbagi menjadi wilayah formal dan fungsional.

Wilayah formal dicirikan dengan adanya atribut dari suatu yang melekat pada manusia dan alam secara umum contoh budaya, iklim, mata pencaharian atau bentuk lahan. Contoh wilayah formal adalah wilayah pertanian, wilayah gurun, wilayah tropis dll. Wilayah fungsional didasarkan aras konsep heterogentitas dna lebih dinamis dibanding wilayah formal. Wilayah fungsional lebih menekankan pada aspek penggunaan atau perkembangan suatu wilayah. Dalam wilayah fungsional terjadi interaksi antara batas wilayah yang intens.
 penting dalam geografi untuk mengkaji kondisi keruangan suatu wilayah sehingga pembanguna Wilayah dan Pewilayahan Kaitannya Dengan Pembangunan
Zonasi Waktu di Indonesia

b. Pengertian Pewilayahan
Pewilayahan atau regionalisasi aalah proses penentuan suatu wilayah menurut kriteria kualitas dan kuantitas kombinasi beberapa wilayah. Pewilayahan juga terdiri dari pewilayah formal dan fungsional. Pewilayahan formal dapat ditentukan dari batas-batas di permukaan bumi untuk tujuan tertentu menurut kriteria administrasi, fisik, sosial, ekonomi dan lainnya. Tujuan pewilayahan formal adalah mengelompokkan unit-unit lokal yang memiliki keseragaman karakteristik tertentu. Pewilayahan fungsional ditentukan berdasarkan hubungan titik-titik pertumbuhan di suatu wilayah dengan pusat pertumbuhan. Pewilayahan fungsional lebih memfokuskan pada hubungannya dengan daerah pusat pertumbuhan

c. Tujuan Pewilayahan
Pewilayahan di Indoneisa memiliki tujuan sebagai berikut:
a. Memetakan potensi pembanguan di tiap daerah
b. Memeratakan pembangunan sesuai dengan potensinya
c. Membuat zonasi tata ruang tertentu 
d. Menyusun rencana kerja dan anggaran pembangunan wilayah

Gambar: disini

Sumber https://geograph88.blogspot.com/

Tuesday, January 2, 2018

Perbedaan Top-Bottom dan Bottom-Up Pembangunan

Sejak era Indonesia merdeka hingga saat ini pembangunan ekonomi terus berjalan. Perbedaan era pemerintahan berdampak pada perbedaan pola pembangunan itu sendiri. Secara umum pendekatan pembangunan di Indonesia dikategorikan ke dalam 2 pendekatan utama yaitu Pendekatan Pembangunan dari Atas (Top- Down), Pendekatan Pembangunan dari Bawah (Bottom-up).

Baca juga:
Mekanisme angin fohn dan dampaknya
Faktor infiltrasi air tanah
Piramida penduduk ekspansi, stasioner dan konstruktif
a. Pendekatan Pembangunan dari Atas (Top-Down)
Konsep pendekatan Top-Down yaitu perencanaan pembangunan yang segala keputusan penting dan jenis kegiatannya telah ditentukan oleh pemerintah. Dalam hal ini masyarakat bersifat pasif hanya menerima segala sesuatunya dari pusat. Peran aktif masyarakat di daerah tidak terasa dan pemangku kepentingan dianggap sudah tahu tentang segala masalah dan solusi yang terdapat pada daerah yang bersangkutan. Di Indonesia konsep pendekatan ini sangat melekat pada era orde baru dari tahun 1970an hingga akhir 1990an. Beberapa kelebihan dan kekurangan dari pendekatan ini diantaranya:
Kelebihan
1. Masyarakat tidak perlu repot untuk memberikan masukan dan ide kepada pemangku kebijakan karena program sudah berjalan sendiri.
2. Hasil program pembangunan bisa optimal karena biaya ditanggung oleh pemerintah pusat.
3. Para pelaksana kebijakan di pusat dapat berkerja dengan optimal.
Kelemahan
1. Masyarakat kurang diberikan ruang untuk memberikan gagasan dalam pembangunan di daerahnya.
2. Masyarakat tidak mengetahui dengan detail tentnag jalannya program dari awal hingga akhir.
3. Ada beberapa kalangan masyarakat yang nantinya merasa kecewa dengan kegiatan pembangunan karena tidak sesuai dengan harapannya

Pembangunan mall marka di kota besar
b. Pendekatan Pembangunan dari Bawah (Bottom-Up)
Pendekatan Bottom-up adalah perencanaan pembangunan dimana masyarakat lebih berperan dalam memberikan gagasan dari awal hingga pelaksanaan evaluasi. Dalam hal ini pemerintahan hanya berperan sebagai fasilitator pembangunan. Beberapa kelebihan dan kekurangan dari pendekatan ini diantaranya adalah:
Kelebihan
1. Masyarakat berperan aktif dalam memberikan gagasan/ide mengenai program yang akan dilaksanakan.
2. Peran masyarakat lebih dominan dibandingkan masyarakat.
3. Masyarakat mengetahui dengan detail pelaksanaan pembangunan dari mulai awal hingga evaluasi.
Kelemahan
1. Peran pemerintah tidak bergitu optimal dan cenderung hanya menjadi penonton.
2. Sering terjadi kesalahpahaman antara masyarakat dengan pemerintah karena perbedaan pandangan.
3. Hasil pembangunan belum tentu baik dikarenakan di tingkat pusat pendidikan pegawai cenderung lebih tinggi dibandingkan di daerah.

Baca juga: Backwash dan spread effect pembangunan
Gambar: disini

Sumber https://geograph88.blogspot.com/