Showing posts with label Geografi Fisik. Show all posts
Showing posts with label Geografi Fisik. Show all posts

Wednesday, March 21, 2018

Klasifikasi Tanah Menurut Pusat Penelitian Tanah IPB

Tanah di Indonesia banyak sekali dan memiliki keunikan masing-masing. Setiap jenis tanah dapat diusahakan untuk berbagai kepentingan manusia. Salah satu sistem klasifikasi tanah di Indonesa dibuat oleh Institut Pertanian Bogor. Tujuan dari klasifikasi tanah :
1. mengorganisasi atau menata tanah
2. mengetahui hubungan individu tanah
3. memudahkan mengingat sifat-sifat tanah
4. mengelompokkan tanah untuk menaksir sifat, penelitian dan mengetahui lahan yang baik

Baca juga:
Tanah di Indonesia banyak sekali dan memiliki keunikan masing Klasifikasi Tanah Menurut Pusat Penelitian Tanah IPB
Tanah vulkanik kaya akan mineral
Berikut ini macam klasifikasi tanah menurut Pusat Penelitian Tanah IPB:
1. Tanah aluvial adalah tanah yang berasal dari endapan lumpur yang ditransportasi aliran sungai. Tanah aluvial bersifat kaya mineral dan subur sehingga cocok untuk pertanian. Dataran aluvial luas tersebar di Sumater bagian timur, Jawa bagian utara, Kalimantan bagian selatan dan tengah, Papua bagian selatan.

2. Tanah podsolitk merah kuning adalah tanah yang terbentuk dari pelapukan batuan yang mengandung kuarsa pada iklim humid dengan curah hujan diatas 2.000 mm per tahun. Sifat tanah podsolik adalah peka terhadap erosi. Jenis tanah podsolik tersebar di Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Papua dan Nusa Tenggara. Tanah podsolik baik diusahakan untuk perladangan dan perkebunan seperti kakao dan teh.

3. Tanah gambut merupakan tanah yang berasal dari bahan induk organik seperti rumput rawa, terdapat di iklim humid dengan curah hujan 2.500 mm/tahun. Sebagian besar tanah ini masih tertutup hutan rawa ambut dan rumput rawa. Di Indonesia tanah gambut atau organosol tersebar di pantai timur Sumatera, pantai Kalimantan bagian selatan, serta Papua barat dan selatan. Tanah organosol di Jawa, pantai barat Sumatera dan pantai timur Kalimantan merupakan tanah organosol yang kaya unsur hara.

Baca juga:

4. Tanah kapur adalah tanah yang berasal dari batuan kapur dan umumnya terdapat di daerah pegunungan kapur berumur tua. Jenis tanah ini bersifat tidak subur namun masih bisa ditanami beberapa vegetasi seperti jati, sengon seperti di Gunung Kidul dan Blora.

5. Tanah vulkanik adalah tanah yang berasal dari pelapukan batuan vulkanik baik dari lava hasil erupsi atau abu vulkanik tuff. Tanah vulkanik di Indonesia tersebar di daerah yang dekat dengan gunung api seperti Bandung, Bogor, Wonosobo dan lainnya.

6. Tanah pasir adalah tanah yang berasal dari pelapukan batu pasir, sangat miskin unsur hara dan kadar airnya sedikit. Tanah pasir terdapat di pantai barat Sumatera Barat, Jawa Timur dan Sulawesi. Tanah pasir yang ada di pantai disebut gumuk pasir atau sand dune seperti Pantai Parangkusumo.

7. Tanah humus adalah tanah yang berasal dari sisa tumbuhan yang telah membusuk. Tanah humus berwarna kehitaman dan sangat subur untuk ditanami vegetasi.

8. Tanah laterit adalah tanah yang kaya zat besi dan alumunium, karena ter erosi sehingga unsur haranya habis. Tanah laterit tidak subur dan berwarna kemerahan, cocok untuk pembuatan batu bata dan gerabah. Baca juga: Contoh soal studi kasus geografi

Gambar: disini

Sumber https://geograph88.blogspot.com/

Tuesday, January 23, 2018

Definisi Tekstur dan Kesuburan Tanah

Tanah adalah sumber daya yang sangat vital bagi kehidupan
mahluk hidup di permukaan bumi terutama manusia. Tanah berasal dari pelapukan batuan dari waktu ke waktu. Kali ini kita akan mempelajari tentang tekstur dan kesuburan tanah. Tekstur tanah adalah proporsi relatif dari ukuran partikel-partikel tanah. Partikel tanah terbesar dalam kelompok tanah lempung yang diameter partikelnya aberukuran 0,0002 mm hingga sebesar molekul. Jadi clay adalah tipe tanah bertekstur lempung.

Faktor-faktor yang mempengaruhi tekstur tanah diantaranya sebagai berikut:
1. komposisi mineral atau batuan induk
2. sifat tanah
3. kecepatan proses pembentukkan tanah lokal
4. umur relatif tanah
Tanah adalah sumber daya yang sangat vital bagi kehidupan Definisi Tekstur dan Kesuburan Tanah
Tanah memiliki tekstur yang beragam

Hubungan antara tekstur dan kesuburan tanah tidak selalu ada meskipun tekstur tanah dapat berpengaruh dalam beberapa hal berikut:
1. Pengerjaan tanah berpasir di daerah iklim basah biasanya cepat terurai. Tanah berkapasitas rendah dalam menahan air sehingga mudah mengering. Hal yang perlu dilakukan untuk meningkatkan kesuburan tanah adalah menambahkan bahan organik.
2. Pengerjaan tanah berpasir di daerah beriklim kering. Tanah ini meskipn kadar bahan makanannya cukup tinggi namun nilai kesuburannya rendah karena minimnya presipitasi atau hujan, pencucian dan rendahnya kapasitas menahan air.
3. Pengerjaan tanah lempung. Tanah lempung memiliki sifat yang bermacam-macam seperti plastik dan sukar untuk diolah bila basah dan keras bila kering. Untuk tanah lempung di daerah tropik basah masih memiliki permeabilitas walaupun rendah.

Kesuburan tanah adalah jumlah kadar humus yang ada pada tanah. Tanah yang banyak ditumbuhi vegetasi lebih subur daripada tanah gundul atau tanah yang tidak ada tumbuhannya. Tanah yang ditumbuhi vegetasi di dalam tanahnya terdapat bunga tanah yang tidak terkena erosi yang menjaga tanah tetap subur. Tanah yang subur memiliki kriteria berikut:

1. Tekstur dan struktur baik. Struktur tanah merupkan susunan butir-butir tanah.
2. Butir-butir tanahnya tidak terlalu besar dan tidak terlalu kecil.
3. Banyak mengandung garam-garaman yang berguna untuk makanan tumbuhan.
4. Cukup mengandung air untuk melarutkan garam-garaman.

Tanah yang subur banyak terdapat di sekitar lereng gunung api atau aliran sungai karena endapan sedimen lumpur yang membawa mineral. 

Gambar: disini

Sumber https://geograph88.blogspot.com/

Sunday, January 21, 2018

Pengertian Pelapukan Fisika/Mekanik

Pelapukan atau weathering merupakan sebuah fenomena alam yang sangat berguna bagi kehidupan. Pelapukan adalah proses hancurnya masa batuan oleh gaya alam. Jika tidak ada pelapukan maka sudah pasti tidak akan ada tanah. Pelapukan terbagi tiga dan saya akan bahas pelapukan fisika atau mekanis terlebih dahulu.

Faktor-faktor fisik yang mempengaruhi pelapukan fisika adalah suhu, hujan, angin, gelombang, tekanan hingga es. Berikut ini proses pelapukan fisika:
merupakan sebuah fenomena alam yang sangat berguna bagi kehidupan Pengertian Pelapukan Fisika/Mekanik
Es sebagai agen pelapukan fisika

Pelapukan oleh suhu
Energi matahari dapat memanaskan batuan hingga suhu permukaannya sangat tinggi. Faktor ini yang menyebabkan batu seperti granit untuk hancur. Saat suhu turun, batuan akan dingin dan mengalami kontraksi. Proses seperti ini yang berkelanjutan akan menyebabkan tekanan pada lapisan luar batuan tinggi. Lambat laun rekahan akan terbentuk dan lama kelamaan lapisan luar batuan akan mengelupas atau exfoliation.

Pelapukan oleh air, angin dan gelombang
Angin, air dan gelombang di sungai atau lautan akan memberikan gaya atau energi saat menyentuh permukaan batuan. Air tentunya membawa sedimen lain seperti kerikil, debu atau batuan yang kasar. Selama limpasan air mengenai batuan besar, maka lambat laun sedimen akan mengkisi permukaan batuan dan menghancurkan batuan besar yang dilewatinya.
merupakan sebuah fenomena alam yang sangat berguna bagi kehidupan Pengertian Pelapukan Fisika/Mekanik
Proses pelapukan mekanik

Pelapukan oleh es
Saat cuaca dingin, air akan berubah menjadi es dan jika air ini terbentuk di rekahan batuan maka saat pembekuaan terjadi maka akan terjadi perluasan volume es sehingga memberikan tekanan kepada dinding batuan. Lambat laun tekanan es akan menghancurkan batuan.

Pelapukan fisika banyak terjadi di daerah beriklim ekstrim seperti gurun dan es. Bayangkan kamu menaruh gelas yang sebelumnya berisi air panas lalu isi dengan air es. Perubahan suhu ekstrim tersebut akan membuat gelas retak dan pecah.

Gambar: disini, disini

Sumber https://geograph88.blogspot.com/