Showing posts with label Botani. Show all posts
Showing posts with label Botani. Show all posts

Saturday, April 14, 2018

Zona Pembagian Daerah Pertumbuhan pada Akar

Akar adalah organ yang berfungsi menambatkan tanaman di tanah, menyerap mineral dan air, menghantarkan air dan nutrisi untuk kemudian disalurkan keseluruh bagian tanaman serta menyimpan makanan. Berdasarkan pembagian zona, daerah akar dibagi menjadi tiga zona yaitu: zona pembelahan sel (meristematik), zona pemanjangan (elongasi), dan zona pematangan.



Gambar 1. Diagram penampang membujur akar. Pembagian daerah akar meliputi: zona pembelahan sel, pemanjangan, dan pematangan (Taiz & Zeiger 2010).


Zona pembelahan sel meliputi meristem apikal dan turunannya yaitu meristem primer. Meristem apikal terletak di pusat zona pembelahan sel, menghasilkan sel-sel meristem primer. Berdekatan dengan pusat meristem apikal terdapat pusat tenang (quiescent center) yaitu populasi sel-sel yang membelah lebih lambat dibandingkan dengan sel-sel meristematik lainnya. Setelah beberapa generasi pembelahan sel melambat, sel-sel akar sekitar 0,1 mm dari ujung mulai membelah lebih cepat. Pembelahan sel berangsur-angsur melambat lagi sekitar 0,4 mm dari ujung akar. Sel-sel ini dapat berfungsi sebagai suatu cadangan yang dapat digunakan untuk memulihkan meristem jika terjadi kerusakan. Hal tersebut dikarenakan sel-sel di pusat tenang relatif sangat resisten terhadap kerusakan akibat radiasi dan zat kimia beracun.

Zona pemanjangan (elongasi) adalah daerah dimana sel-sel mengalami pemanjangan dan pembentangan. Zona elongasi dimulai 0,7-1,5 mm dari ujung akar. Zona ini sebagian besar bertanggung jawab terhadap pendorongan ujung akar. Ketika sel mengalami pemanjangan maka bagian zona mersitematik akan terdorong ke depan sehingga akar akan memanjang. Disisi lain, meristem akan mendukung pertumbuhan secara terus menerus dengan menambahkan sel-sel ke ujung termuda zona pemanjangan.

Zona pematangan adalah daerah sel-sel akar yang mulai mengalami spesialisasi struktur dan fungsinya. Pada daerah ini sistem jaringan yang dihasilkan oleh pertumbuhan primer menyelesaikan dan menyempurnakan diferensiasinya. Jadi pada zona ini sel-sel akar sudah membentuk jaringan yang berbeda-beda.

Pembelahan sel yang cepat terjadi di zona meristematik. Setiap sel epidermis meristematik membelah sekitar 5-6 kali untuk menghasilkan sel-sel baru, setelah keluar dari zona meristematik sel-sel akar kemudian berhenti membelah dan masuk pada zona elongasi dan sel memanjang ke arah pertumbuhan akar. Ketika proses pemanjangan sel berhenti, rambut akar muncul dari epidermis. Rambut akar berfungsi khusus untuk meningkatkan luas permukaan akar dan membantu tanaman dalam penyerapan nutrisi, penyerapan air, dan interaksi mikroba. Pertumbuhan pemanjangan akar terjadi di zona elongasi. Peningkatan pemanjangan sel diikuti oleh peningkatan pembesaran ukuran vakuola dan peningkatan perluasan dinding sel ke arah lateral. Selama pemanjangan sel, perubahan sifat dinding sel memungkinkan dinding menjadi cukup kuat untuk mengatasi tekanan internal pada saat sel tumbuh, tetapi cukup elastis untuk memungkinkan pertumbuhan sehingga memperluas dinding sel.

Penulis: Lili Andriyani

Referensi:
  1. Campbell NA, Jane BR, Lawrence GM. 2003. Biologi. Jakarta: Erlangga.
  2. Gregory PJ. 2006. Plant Roots Growth Activity and Interaction with Soil. Australia: Blackwell Publishing.
  3. Taiz L & Zeiger E. 2010. Plant Physiology 3rd. Sunderland: Sinauer Associates Inc Publisher Massachusetts.

Penelusuran terkait:



Sumber https://www.generasibiologi.com/

Ciri-ciri dan Klasifikasi Kembang Bokor (Hydrangea macrophylla)



Genus Hydrangea mencakup 25 spesies tanaman hias berbunga, dari jumlah tersebut Hydrangea macrophylla merupakan spesies yang paling banyak ditanam, dengan lebih dari 600 kultivar. Beberapa daerah di Indonesia juga banyak yang membudidayakan spesies ini, khususnya di daerah dataran tinggi. Tanaman ini dapat digunakan sebagai tanaman hias pada taman dan bunganya dapat dijadikan rangkaian bunga papan maupun dekorasi ruangan. Kedudukan taksonomi Hydrangea macrophylla menurut USDA (2008) adalah sebagai berikut.

Kingdom : Plantae
_Sub Kingdom : Tracheobionta
__Super Divisi : Spermatophyta
___Divisi : Magnoliophyta
____Kelas : Magnoliopsida
_____Sub Kelas : Rosidae
______Ordo : Rosales
_______Famili : Hydrangeaceae
________Genus : Hydrangea
_________Spesies : Hydrangea macrophylla (Thunb.) Ser.

Deskripsi Kembang Bokor: Tanaman ini memiliki tinggi 2-6 kaki, memiliki daun yang cukup lebar dan bergerigi di bagian tepi. Permukaan daun mengkilap berwarna hijau sampai hijau tua dan bertekstur kasar. Hydrangea macrophylla memiliki bentuk bunga globular dengan dua tipe bunga yaitu bunga steril dan bunga fertil. Bunga fertil terletak di bagian tengah bunga dan tersembunyi didalam kluster, sedangkan kluster bunga steril terletak di bagian tepi dari bunga fertil. Bunga dapat berwarna biru atau merah muda tergantung pada media tanamnya.

Tanaman Hydrangea macrophylla biasa dikenal juga dengan sebutan tanaman hortensia, panca warna maupun kembang bokor. Sebutan bunga panca warna sendiri memiliki makna panca yang berarti lima, jadi dapat diartikan bunga panca warna memiliki lima macam warna. warna putih kehijaun saat bunga baru muncul, kemudian semakin berkembang menjadi putih dan selanjutnya akan berubah warna menjadi biru, ungu, atau pink. Hal yang unik dari bunga panca warna adalah terjadinya perubahan warna pada bunga disebabkan oleh kondisi media. Jika kondisi media asam atau pH berada pada rentang yang rendah, bunga akan berwarna pink, sebaliknya jika kondisi media asam atau pH tinggi maka bunga akan berwarna biru.

Kondisi lingkungan yang baik untuk pertumbuhan Hydrangea macrophylla yaitu pada ketinggian 560-1.400 m dibawah permukaan laut (mdpl) dengan intensitas cahaya matahari penuh dan temperatur 16-24°C serta kelembaban udara berkisar antara 60-80%. Perbanyakan generatif Hydrangea macrophylla dengan biji, sedangkan perbanyakan vegetatif dengan stek batang yang lunak. Pada umumnya budidaya Hydrangea macrophylla menggunakan stek batang, karena pembentukan biji pada tanaman ini cenderung sulit, sebab bunga biasanya terlanjur kering sebelum biji terbentuk. Tanaman ini menghendaki persediaan air yang cukup tinggi tetapi tidak tergenang, karena jika terlalu banyak air akan membuat tanaman busuk. Frekuensi penyiraman tergantung musim dan pada saat pembungaan membutuhkan air yang lebih banyak.

Penulis: Lili Andriyani

Referensi:

  1. Djoni. 2014. Pengembangan Tanaman Hias. Sumatera Barat: Dinas Pertanian Tanaman Pangan Sumatera Barat.
  2. Smith K, Jerry AC, Kenneth T. 2013. Hydrangeas. Alabama A & M University and Auburn University: Alabama Cooperative extension System.
  3. Tang J, Harper SJ, Wei T, Clover GRG. 2010. Characterization of hydrangea chlorotic mottle virus a new member of the genus Carlavirus. Arch Virol 155:7-12.


Sumber https://www.generasibiologi.com/